![C L B K [Cinta Lama Belum Kelar] Kriminal](https://asset.asean.biz.id/c-l-b-k--cinta-lama-belum-kelar--kriminal.webp)
...~•Happy Reading•~...
Suatu hari di pagi yang sepi dan tenang. Bertempat di pinggiran kota, masyarakat sekitar dikejutkan dengan penemuan jenasah di selokan dekat perumahan mewah oleh pemulung. Dia hendak mengambil gelas kosong bekas air mineral yang menyangkut di selokan.
Tiba-tiba dia sangat terkejut saat pengaitnya menarik rambut diantara sampah-sampah yang hanyut. Sambil berteriak dia berlari mendekati pos security, lalu memanggil security Komplek perumahan tersebut untuk memberitahukan apa yang dilihat dan ditemukannya.
Mendengar itu, security bertindak cepat dengan mengikuti pemulung tersebut untuk memastikan apa yang dilihat dan ditemukannya. Salah seorang security berjaga di pos, sedangkan dua orang berjalan cepat mengikuti pemulung tersebut. Mereka tidak mau bertindak gegabah dengan langsung menghubungi polisi sebelum memastikan apa sebenarnya yang ditemukan.
Tidak lama kemudian, security mengamankan tempat tersebut lalu menghubungi pos polisi terdekat untuk memberitahukan apa yang mereka temukan. Benar ada jenasah seorang wanita, dilihat dari panjangnya rambut dan kukunya yang dicat dengan rapi
Setelah polisi tiba, tempat tersebut ditutup karena orang mulai berdatangan untuk mengetahui apa yang sedang terjadi. Polisi segera menghalau mereka dan memasang police line, lalu menutup jalan sebelah di mana ada jenasah di selokan tersebut.
Setelah saling berkoordinasi dengan pihak terkait, tidak lama kemudian petugas forensik dan penyidik kasus pembunuhan dari kepolisian tiba di TKP. Ketika tubuh itu diangkat, ternyata sesosok wanita muda masih dengan pakaian lengkap dan sudah tewas. Tidak lama kemudian jenasah tersebut dibawa ke rumah sakit terdekat untuk diautopsi.
Sementata itu, di salah satu rumah di komplek perumahan mewah tersebut, Marons baru bangun tidur dan terkejut melihat istrinya sudah tidak ada di sampingnya. Biasanya dia akan melihat istrinya masih tidur dan akan dibangunkan saat dia hendak berangkat kerja.
Sambil berjalan keluar kamar dia berpikir, ada apa sampai istrinya bangun pagi sebelum dirinya. 'Tumben.' Marons ngebatin.
Dia tidak menemukan istrinya, walau sudah mencari di semua ruangan. Kemudian dia ke dapur untuk melihat, mungkin saja istrinya tiba-tiba ingin ke dapur untuk menyiapkan sarapan bagi mereka. "Bi, Nyonya tidak di sini?" Tanyanya, saat melihat bibi sedang di dapur menyiapkan sarapan sendiri.
"Tidak ada, tuan. Sejak saya bangun sampai sekarang, Nyonya belum bangun, tuan." Jawab bibi heran dengan pertanyaan tuannya. Karena biasanya Nyonyanya bangun agak siang setelah tuannya berangkat kerja.
__ADS_1
Marons segera kembali ke kamar untuk mengambil ponselnya dan melihat, mungkin istrinya telah memberitahukan kepergiannya lewat pesan singkat kepadanya. Dia sendiri merasa heran bisa tidur nyenyak, tanpa mengetahui sekitanya. Ketika melihat tidak ada pesan ataupun misscall, dia segera menghubungi istrinya untuk mengetahui di mana keberadaannya.
"Halloooo..." Jawab seorang pria, tegas. Hal itu membuat Marons terkejut dan langsumg melihat layar ponselnya. Mungkin dia salah menghubungi orang. Tetapi ketika melihat nama istrinya yang berada di layar ponsel, Marons langsung merespon.
"Halloooo... Ini dengan siapa? Mengapa anda memegang ponsel istri saya?" Tanya Marons mulai emosi saat mengetahui seorang pria yang menerima pangggilannya.
"Anda kenal dengan pemilik ponsel ini?" Penerima telpon balik bertanya, bukan menjawab pertanyaan Marons.
"Anda tidak menjawab, malah balik bertanya. Tadi saya sudah katakan, ini ponsel istri saya. Kenapa anda memegang ponselnya?" Tanya Marons lagi yang sudah naik level emosinya.
"Ini dari kepolisian, Pak. Kalau benar ini ponsel istri anda, kami minta anda segera ke kantor kami." Ucap Pak Polisi tegas, lalu menyebutkan kantor polisi dan alamatnya.
"Bapak ke kantor kami, nanti kami akan jelaskan di sini." Ucap Polisi itu lagi, lalu mengakhiri pembicaraan mereka. Dengan hati bertanya-tanya, apa yang sedang terjadi dan kenapa istrinya ada di kantor polisi, dia menuju kamar mandi untuk membersihkan tubuhnya, mandi. Setelah sarapan dan menghubungi sekretarisnya, Marons segera ke kantor polisi.
Dia mau mengikuti apa yang disampaikan oleh orang yang mengaku polisi, karena orang tersebut memegang ponsel istrinya. Hal itu membuatnya penasaran dan ingin memastikan, apa benar alamat yang disebut itu, kantor polisi.
Setelah tiba di alamat yang diberitahukan dan benar adalah kantor polisi, Marons segera masuk ke tempat parkir. Kemudian dia turun dari mobil dan masuk ke kantor polisi untuk menemui polisi yang menghubunginya. "Kami bisa lihat KTP Pak Marons?" Tanya polisi yang menerimanya. Marons segera mengeluarkan KTP dan memberikannya kepada polisi.
Petugas segera mencatat Nama dan alamatnya lalu mengembalikan kembali KTP nya. Walaupun penasaran, tetapi Marons dengan sabar mengikuti semua yang diminta polisi.
"Kami berharap Pak Marons mau menjawab pertanyaan kami dengan benar." Polisi berkata, sambil mengeluarkan catatan dan juga yang lain membawa laptop untuk mengetik. Marons makin tidak mengerti dengan semuanya, tapi dia mencoba berpikir dengan baik.
__ADS_1
"Begini, Pak. Saya minta maaf kalau tidak bisa menjawab pertanyaan bapak saat ini, karena saya ingin bertemu dengan istri saya. Jika bapak tau dimana istri saya, tolong katakan. Saya dari tadi penasaran, kenapa ponselnya ada pada bapak. Apakah dia telah lakukan sesuatu yang melanggar hukum?" Tanya Marons, karena dia penasaran dengan keberadaan istrinya.
"Baik. Kalau begitu, bapak ikut dengan kami. Mobil bapak tinggal di sini saja." Ucap polisi lalu mengajak Marons menuju salah satu mobil yang sedang parkir. Kemudian mereka menuju ke rumah sakit umum.
Setelah tiba di rumah sakit, Marons makin bingung. Kenapa sekarang dia diajak ke rumah sakit. 'Astaga... Apakah istri saya mengalami kecelakaan? Kenapa aku tidak pikir hal itu, saat tahu polisi memegang ponselnya?' Marons ngebatin, sambil menepuk dahinya.
"Pak Polisi, kenapa kita ke rumah sakit? Apakah istri saya mengalami kecelakaan?" Tanyanya ragu-ragu, karena istrinya tidak membawa mobil, jadi dia tidak pikirkan hal itu.
"Pak Marons ikut kami saja. Nanti di sana baru kita bicara." Ucap polisi berteka teki, membuat Marons makin penasaran. Ketika dia melihat mereka menuju kamar jenasah, dia langsung berhenti karena terkejut.
"Mari, Pak Marons. Kami hanya memastikan saja, karena belum tentu ini istri bapak. Bisa saja ponsel istri bapak diambil oleh orang ini." Ucap polisi untuk menenangkan dan agar Marons mau mengikuti mereka ke kamar jenasah.
Dengan berat hati dan perasaan yang campur aduk, dia berjalan menuju kamar jenasah memgikuti polisi. "Apakah benar ini istri Pak Marons?" Tanya polisi yang telah menarik kotak tempat penyimpanan jenasah lalu membuka kain yang menutup wajahnya.
Ketika melihat jenasah dan mengenalinya, Marons terkejut dan terdiam, hingga tidak bisa berkata-kata. Dia hanya bisa megangguk mengiyakan, bahwa benar itu adalah istrinya.
Semua gerakan, reaksi ataupun perubahan mimik wajah Marons diperhatikan oleh polisi yang ada di ruangan tersebut. Polisi melarang Marons hendak menyentuh wajah istrinya, karena jenasah belum dioutopsi untuk mengetahui penyebab kematiannya.
...~°°°~...
...~●○¤○●~...
__ADS_1