![C L B K [Cinta Lama Belum Kelar] Kriminal](https://asset.asean.biz.id/c-l-b-k--cinta-lama-belum-kelar--kriminal.webp)
...~•Happy Reading•~...
Bram masih mengantar Kaliana sampai masuk ke lift. "Duduk manis di mobil dan makan apa saja yang ada. Sebentar lagi pada datang, jadi nanti aku selesai di sini, baru menyusul." Ucap Bram sebelum Kaliana masuk ke lift. Kaliana mengangkat jarinya membentuk 'OK', agar Bram bisa konsentrasi dengan penyelidikannya.
'Kau kira aku akan bisa duduk manis setelah ini?' Kaliana bertanya sendiri, seakan sedang bertanya kepada Bram. Di kepalanya mulai penuh dengan berbagai tanda tanya setelah melihat apartemen milik Rallita beserta isinya.
Kaliana tidak tertarik lagi untuk mengomentari kehidupan se00x Jaret dan Rallita. Dia membiarkan Bram dan team nya yang mengurusnya. Apa yang dia perlukan sudah dia dapatkan, Kaliana meminggalkan apartemen dan kembali ke mobil Bram karena sebentar lagi akan datang kepolisian dari bagian narkotika dan BNN. Kemungkinan besar para media juga akan ikut dan akan masuk berita. Jadi Kaliana mengikuti apa yang dikatakan Bram, karena tidak mau terlihat oleh publik.
"Mungkin beberapa waktu ke depan, saya akan meminta bantuanmu untuk menemaniku ke beberapa tempat. Saya akan info sebelumnya, agar bisa atur waktu dinasnya." Kaliana menyampaikan rencananya kepada perugas yang mendampinginya turun ke tempat parkir mobil
"Siap, Bu. Saya tunggu perintahnya." Ucap petugas sigap dan hormat.
Setelah tiba di tempat parkir mobil Bram, Kaliana meminta petugasnya kembali ke TKP, karena dia ingin sendiri memikirkan apa yang akan dilakukan dengan semua yang baru ditemukan. Banyak hal yang harus dikerjakan dan diselidiki, agar kasusnya bisa segera disidangkan, setelah menemukan pelakunya.
Dia ingin Marons bisa jalani hidupnya dengan normal, tanpa rasa cemas karena kasusnya belum jelas. Setelah melihat semua yang ada di apartemen dan kehadiran Jaret, Kaliana makin yakin hubungan mereka bukan hanya sekedar perselingkuhan yang terjadi pada umumnya. Oleh sebab itu, Kaliana dan team akan bekerja ekstra keras untuk menyingkapkan tabir yang menutupi kasus tersebut.
Bram yang telah kembali ke dalam apartemen, mendekati Jaret yang masih duduk terdiam dan cemas memikirkan apa yang sedang terjadi. Dia mengambil salah satu kursi dari ruang makan lalu duduk di depan Jaret. Membuat Jaret tidak bisa duduk dengan tenang.
__ADS_1
"Aku tidak sabar menunggu giliranku mendengar alasanmu berperilaku seperti ini. Kau sudah tau korban sedang hamil, tapi kau membiarkan dia mengkonsumsi barang haram itu. Aku tidak akan menanyakan dari mana kau dapatkan itu, karena itu bagian petugas lain. Tetapi aku ingin tahu, apa kau menyuruh seseorang untuk menghabisinya." Ucap Bram kepada Jaret yang masih tertunduk diam. Dia sedang berpikir keras, dari mana pihak kepolisian mengetahui apartemen ini. Padahal menurut Rallita, suaminya tidak tahu tentang apartemen tersebut.
"Aku sudah katakan, aku tidak akan melakukan itu kepada Lita. Dia Ibu dari anakku." Bentak Jaret tiba-tiba, membuat Jaret terkejut lalu melihatnya dengan serius.
"Saya tidak tuli... Lalu mengapa kau menyuruh orang untuk menjemputnya dari club malam itu?" Tanya Bram, tenang. Itu adalah pertanyaan titipan dari Kaliana untuk ditanyakan kepada Jaret. Kaliana meminta Bram menanyakan itu, karena ada yang ingin dia pastikan.
Jaret terkejut mendengar pertanyaan Bram. Dia melihat Bram dengan serius. "Maksud anda, malam itu ada yang menjemput Lita atas permintaan saya? Apakah malam itu Lita datang ke club?" Tanya Jaret yang menunjunkan bahwa dia tidak tahu. Jika dia tahu atau yang menyuruh orang menjemput, dia seorang pemain drama yang luar biasa hebat. Karena aktingnya benar-benar natural.
"Apa sekarang kau yang tuli, sehingga tidak mendengar pertanyaan saya?" Tanya Bram yang emosi dan geram. Sebelum Jaret menjawab, pihak kepolisian tambahan tiba, membuat Bram berdiri meninggalkan Jaret.
Tidak butuh waktu lama, polisi bagian narkotika tiba dan juga dari BNN menyusul kemudian. Bram membiarkan mereka yang menangani Jaret, sedangkan dia dan team segera meninggalkan unit apartemen setelah Bram berbicara dengan bagian narkotika, mengapa mereka bisa berada di tempat itu dan menemukan alat bong.
Sementara itu, Kaliana di mobil tidak duduk manis seperti yang dikatakan Bram. Dia segera hubungi teamnya, terutama Putra agar menyimpan semuanya, tidak perlu dibahas dengan yang lain. Putra mengerti maksud Kaliana, lalu menyimpannya di tempat tersendiri.
Kaliana hendak memghubungi Danny, tetapi Danny terlebih dahulu menghubunginya setelah menyiapkan apa yang diminta oleh Marons. Kaliana meresponnya dengan senang hati, lalu menceritakan apa yang baru saja di temukan dan dikerjakan olehnya. Kenapa dia minta mewakili Marons dalam urusan kepemilikan, karena mencegah terjadi protes dari pihak Jaret atau keluarga korban atas kepemilikan apartemen. Kaliana juga melarang, Danny untuk membicarakan apartemen dengan Marons, sebelum semuanya selesai dan jelas.
Setelah berbicara dengan Danny, Kaliana hendak mengirimkan pesan kepada Bram bahwa dia hendak pamit pulang, karena ada yang mau dia kerjakan bersama teamnya. Tidak ada gunanya dia hanya menunggu di mobil, apalagi kasus Jaret sudah tercium media. Sebentar lagi orang tuanya akan mengambil bagian, sehingga Kaliana ingin meninggalkan tempat itu dengan menggunakan mobil online.
__ADS_1
Saat sedang mengetik pesan kepada Bram, tiba-tiba kaca mobil di ketok dari luar. Bram telah berdiri di sampingnya dan memberi isyarat agar Kaliana menurunkan kaca mobil. "Buka pintunya." Ucap Bram, setelah Kaliana menurunkan kaca mobil.
Kaliana membuka pintu mobil, lalu Bram naik ke dalam mobil. "Apa kalian sudah selesai sisir?" Tanya Kaliana heran, melihat Bram telah naik dan duduk di sampingnya.
"Bagian kami sudah selesai, sekarang dia sedang diurus bagian narkotika." Ucap Bram lalu menyalakan mobil.
"Katakan kepada rekanmu, hati-hati perhatikan Jaret. Dalam kondisinya sekarang, dia bisa bunuh diri. Apalagi jika ketahuan keluarganya." Ucap Kaliana, setelah memikirkan hal itu dan melihat kondisi apartemen Rallita.
Dengan dia masih datang ke apartemen tersebut membuat Kaliana memikirkan berbagai kemungkinan. Jaret masih belum move on dari kejadian yang dialami oleh Rallita atau itu tempat pelariannya. Karena hanya mereka yang mengetahui hubungan dan perasaan mereka berdua.
Bram langsung menghubungi rekannya untuk menyampaikan apa yang dikhawatirkan Kaliana. Dia sependapat mengingat kondisi Jaret saat dia dan team meninggalkan apartemen. Dia agak terguncang, apalagi setelah mendengar pertanyaan yang diajukan oleh Bram. "Kau ingin tau apa jawaban Jaret tentang pertanyaanmu?" Tanya Bram, sengaja membuat Kaliana penasaran.
"Kau sempat tanyakan itu padanya? Lalu apa jawabannya?" Tanya Kaliana yang memang penasaran dengan jawaban Jaret.
"Dia tidak menjawab, tapi malah balik bertanya. 'Maksud anda, malam itu ada yang menjemput Lita atas permintaan saya? Apakah malam itu Lita datang ke club?' Itu jawaban atas pertanyaanmu." Bram berkata tenang. Kaliana langsung melihat Bram serius, karena khawatir Bram sedang bercanda.
"Kau serius? Apa dia bertanya demikian?" Tanya Kaliana yang makin serius memperhatikan Bram. Di kepalanya langsung berselancar ke berbagai arah, saat melihat Bram serius.
__ADS_1
...~***~...
...~●○¤○●~...