![C L B K [Cinta Lama Belum Kelar] Kriminal](https://asset.asean.biz.id/c-l-b-k--cinta-lama-belum-kelar--kriminal.webp)
...~β’Happy Readingβ’~...
Kaliana makin tidak enak hati dan terkejut mendengar apa yang dikatakan Marons. Dia mau tertawa mendengar Marons mengatakan itu habitat Rallita, tapi dia menahannya, karena tahu Marons tidak bercanda.
π±"Iya, Pak. Aku akan jadi bodyguardnya mereka berdua. Seperiti itu penggambarannya... hehehe..." Ucap Kaliana, lalu tertawa untuk mencairkan suasana. Dia tahu Marons keberatan mereka melakukan penyamaran itu.
π±"Jangan tertawa. Karena bagiku, ini tidak lucu. Kau mau jadi bodyguard atau bukan, kalian tetap pergi ke tempat itu. Seharusnya tadi aku berbicara denganmu lebih jelas tentang club yang didatangi Rallita dan teman-temannya. Agar kau bisa pertimbangkan rencana mencari keterangan atau bukti tidak dengan cara begitu." Marons jadi merasa bersalah membayangkan Kaliana, Yicoe dan Novie berada di tengah-tengah para lelaki yang tidak sopan.
π±"Tenang saja, Pak. Kami bisa patahkan beberapa jari yang menyentuh kami. Saat mereka sadari, jarinya sudah melambai." Ucap Kaliana untuk menyakinkan Marons dan juga mencoba menenangkanya.
π±"Kalau begitu, kalian tidak usah memakai bajunya. Kau pergi dengan mereka untuk membeli baju yang lain. Kau bisa gunakan kartu yang aku berikan tadi." Ucap Marons serius, karena dia yakin, tidak bisa mengubah rencana Kaliana.
π±"Begini, Pak. Kenapa kami mau melihat baju korban, karena mau menyelidikinya juga. Kami juga mau minta ijin untuk memakai bajunya. Kami tidak mau membeli yang baru, karena sayang duitnya, Pak. Harus membeli busana seperti itu dengan harga mahal hanya untuk sekali pakai. Jadi biarkan kami mencobanya dulu. Jika tidak cocok, baru kami pikirkan lagi." Ucap Kaliana yang tidak mau mempergunakan uang untuk sesuatu hanya numpang lewat saja.
π±"Baiklah... Sepertinya, akan sampai pagi kita bicarakan ini dan tidak ada titik temunya. Kalau kalian mau cepat, lebih baik besok kita bertemu di rumah. Karena aku akan keluar kota untuk beberapa hari dan belum tau kapan kembali." Ucap Marons mengalah, karena dia merasa percuma berdebat dengan Kaliana.
π±"Baik, Pak. Besok kami tunggu kabarnya. Jam berapa bisa ke rumah. Terima kasih, Pak. Selamat istirahat." Ucap Kaliana lega, tidak panjang penjelasan lagi agar Marons bisa mengerti dan mau mengijinkan
__ADS_1
π±"Iyaa... Selamat istirahat juga. Aku berharap kau bisa mimpi sesuatu yang bisa mengubah rencanamu. Sweet dreams." Ucap Marons, lalu mengakhiri pembicaraan mereka. Dia meniup dengan kuat untuk menghilangkan perasaan was-was di hatinya.
Β°***Β°
Keesokan harinya, setelah pulang kantor, Marons menuju rumahnya untuk bertemu dengan Kaliana dan teamnya. Dia telah menghubungi Kaliana, akan langsung pulang ke rumah setelah selesai meeting. Agar Kaliana bisa mengatur waktu untuk bertemu dengannya lebih awal.
Setelah tiba di komplek perumahan, Marons melihat mobil Kaliana telah parkir di depan rumahnya. Marons segera menghubungi Kaliana untuk memberitahukan kedatangannya dan juga meminta Kaliana memundurkan mobilnya. Posisi mobil Kaliana menutupi pintu garasi mobil Marons.
Setelah Kaliana mundur, Marons membuka pintu garasinya secara otomatis lalu memasukan mobilnya. Kemudian Marons membuka pagar dan memberikan isyarat agar Kaliana memasukan mobilnya ke halaman rumahnya.
Saat mereka datang pada acara pemakaman kondisi garasi tertutup. Halaman rumah ditutupi tenda dan penuh dengan kursi, jadi tidak terlihat kalau halaman rumah Marons cukup luas. Bisa dua mobil, selain di garasi. Kaliana memasukan mobilnya lalu turun bersama Yicoe dan Novie.
"Iya, Pak. Terima kasih. Nanti setelah kami lihat bajunya. Atau Pak Marons mau minum sesuatu? Biar kami buatkan dulu sebelum melakukan yang lain." Ucap Kaliana menyadari, Marons baru pulang kantor, mungkin mau minum sesuatu.
"Nanti saja. Kalau begitu, aku akan pesan minuman dari luar untuk kita. Tidak usah minum sesuatu yang ada di sini. Jadi curiga dengan semua yang ada di rumah ini. Aku belum sempat minta Bibi membuang semuanya." Ucap Marons pelan. Dia tahu, Kaliana mengerti maksudnya setelah peristiwa dengan obat tidur di teh ginseng merahnya.
"Baik, Pak. Kalau begitu, kami lihat contoh baju dan jubah yang dikenakan korban pada saat itu." Ucap Kaliana, melihat Yicoe dan Novie sedang menunggu.
__ADS_1
"Baik, mari ikuti aku." Ucap Marons lalu mengajak mereka bertiga ke salah satu kamar. Ketika masuk ke kamar tersebut, hanya ada lemari berjejer dengan laci-laci di bawanya. Tanpa ada tempat tidur, hanya ada karpet tebal di bagian tengah lantai. Marons membuka semua lemari satu persatu untuk mencari baju yang dimaksudkannya kepada Kaliana.
"Aku tidak tau dia melakan baju-bajunya, jadi harus cari di lemari-lemari ini." Ucap Marons, tanpa melihat Kaliana, Yicoe dan Novie yang sedang tertegun melihat isi lemari yang dibuka oleh Matons. Semua baju Rallita yang sangat wow berjejer di dalam lemari.
"Ini kalian bisa lihat, baju seperti ini yang dipakai saat dia meninggal. Bagian luar seperti mantel ini yang aku maksudkan. Saat dia ditemukan, mantel itu yang tidak ada." Ucap Marons sambil menunjunkan baju Rallita.
"Pak, apakah ada baju bekas yang dipakai korban? Aku minta satu untuk kami bawa pulang." Ucap Kaliana yang berpikir cepat setelah mendengar apa yang dikatakan Marons. Yicoe dan Novie segera keluar untuk mengambil kantong khusus di mobil, karena mengerti maksud Kaliana meminta baju bekas korban.
Marons mengambil salah satu baju Rallita dari kantong laundry yang diletakan dalam kamar tersebut lalu memberikannya kepada Yicoe yang sudah kembali. "Lalu baju mana yang mau kalian pakai? Kalian bisa lihat dan coba di lemari itu." Ucap Marons sambil menunjuk salah satu lemari.
"Maaf, Pak. Kami mau coba seperti yang dipakai korban saja." Ucap Kaliana, membuat Marons melihatnya dengan serius. Dia tidak menyangka Kaliana akan minta untuk mencoba baju yang dikenakan Rallita. Baju kurang bahan yang sering dikatakan oleh Marons.
"Begini, Pak. Kalau baju ini, lebih baik untuk penyamaran kami, karena bisa menutupi perlengkapan yang kami pakai dengan mantel itu. Kalau baju yang lain, tidak ada tempat untuk menyembunyikan yang kami bawa." Kaliana menjelaskan, lalu meminta Novie mengambil perlengkapan komunikasi dan juga pistol yang ada di mobil.
Saat Novie kembali dan meletakan semua termasuk pistolnya di atas karpet, Marons tertegun. "Ini biasanya kami masukan dalam kantong rompi. Sedangkan pistol, ada tempat khusus dibelakang rompi. Nanti kami tidak pakai rompi, jadi kami akan memakainya di badan dan bisa ditutupi dengan mantel." Kaliana menjelaskan, agar Marons bisa mengerti dan punya gambara, kenapa Kaliana meminta pakai baju bermantel.
"Kalau begitu, silahkan kalian lihat saja. Nanti kalau sudah selesai, kasih tau. Aku tunggu di luar dan kalian bisa coba sekalian di sini. Tidak usah khawatir, karena tidak ada orang lain dan tidak ada cctv di sini." Ucap Marons serius, lalu berjalan keluar kamar. Dia berusaha mengerti yang dimaksudkan Kaliana. Padahal hati kecilnya tidak mau melihat mereka mengenakan busana seperti dikenakan Rallita, yang memperlihatkan bagian tertentu dari tubuh mereka.
__ADS_1
...~***~...
...~ββΒ€ββ~...