C L B K [Cinta Lama Belum Kelar] Kriminal

C L B K [Cinta Lama Belum Kelar] Kriminal
Seiring Waktu.


__ADS_3

...~•Happy Reading•~...


Marons mengangguk lalu berjalan ke arah pintu ruang kerja yang di tunjuk oleh anggota team sopape. Mereka juga ikut Marons dari belakang, karena penasaran dengan apa yang akan terjadi jika Marons benar-benar masuk ke ruang kerja Kaliana. Mereka berharap, Marons tidak membangunkan Kaliana jika sedang tidur.


Karena diminta jangan dibangunin, Marons tidak jadi mengetok pintu. Dia membukanya secara perlahan sambil melihat ke dalam ruang kerja yang temaran. Kaliana sedang meletakan kepalanya di atas meja beralaskan teddy bear.


Melihat posisi kepala Kaliana yang lucu di atas teddy bear, membuat Marons ingin mendekatinya untuk melihat lebih dekat. Dia menutup pintu di belakangnya secara perlahan dan pelan, kemudian mendekati meja kerja Kaliana. Walaupun dilihat tidur pulas, tetapi wajahnya terlihat sangat lelah.


Tanpa sadar, secara refleks Marons menyingkirkan rambut yang menutupi alisnya. Hal itu membuat Kaliana terjaga. "Dikit lagi, Coe..." Ucap Kaliana pelan, karena mengira Yicoe yang membangunkannya, dan dia belum puas tidur. Marons jadi tersenyum mengingat kejadian di dalam mobil, saat mereka ketiduran.


Hal itu membuat Marons ingin membangunkannya, biar bisa pulang tidur di rumah. 'Mungkin anggota team sedang menunggunya untuk pulang. Tetapi tidak berani membangunkannya.' Itu yang ada dalam pikiran Marons.


Perasaannya menghangat dan terharu melihat Kaliana bekerja untuk mengamankannya. Dia memegang kepala Kaliana dan mengacak rambutnya perlahan. Dia lupa peringatan anggota team sopape, agar jangan membangunkan boss mereka. Tiba-tiba Kaliana merai tangan Marons yang memegang kepalanya dengan kuat, tapi matanya masih terpejam. Maka terdengarlah pekikan tertahan dari Marons karena tangannya sangat sakit.


Kaliana melepaskan tangannya dan langsung duduk tegak sambil mengibaskan tangannya. "Tanganku yang sakit, kenapa kau yang mengibaskan tanganmu?" Tanya Marons yang heran melihat Kaliana mengibaskan tangannya setelah melepaskan tangannya.


"Supaya kau mengikuti aku mengibaskan tanganmu. Yaa, sudah. Kalau mau sakit terus, diamin aja." Ucap Kaliana yang belum menyadari siapa yang membangunkannya. Dia mengangkat kaki dan duduk bersila sambil memejamkan mata untuk menyempurnakan loadingnya.


Sedangkan anggota team sopape di luar ruang kerja Kaliana hanya bisa memutup mulut mereka dengan tangan saat mendengar teriakan kaget Marons. Mereka tahu, Marons telah membangunkan Kaliana.


Marons jadi mengibaskan tangannya yang sakit seperti yang dilakukan Kaliana. Dia mulai tersenyum dan mengerti, kenapa anggota team melarangnya untuk membangunkan Kaliana. Begitu juga, kenapa tangan Yogi bisa seperti itu. Melihat kondisi tangannya, tangan Yogi lebih para.

__ADS_1


Kaliana yang telah selesai loading, jadi terkejut melihat Marons bediri di depannya. Dia langsung melihat sekeliling ruangannya, untuk meyakinkan bahwa benar dia ada dalam ruang kerjanya.


"Astagaaa... Kenapa Pak Marons ada di sini?" Tanya Kaliana sambil merapikan rambutnya yang berantakan dengan jari.


"Untuk melihat pulau di pipimu." Ucap Marons, karena melihat wajah Kaliana yang terkejut dan memandangnya dengan heran.


"Benarkah? Ada pulau di pipiku?" Kaliana langsung menggosok pipinya dengan tangan untuk menghilangkan bekas ilerannya. Melihat itu, Marons jadi tertawa. Dia kembali mengacak rambut Kaliana dengan tangannya yang sudah mulai berkurang rasa panasnya.


"Mari keluar. Di luar mungkin sudah pada menunggu dan tertawa mendengar teriakanku karena terkejut." Ucap Marons lalu berjalan keluar dari kamar kerjanya. Dia tidak melihat apa yang terjadi dengan Kaliana di belakangnya.


Kaliana memeggang kepala bekas telapak tangan Marons dan menekan dadanya dengan kuat, karena jantungnya berdegup tidak beraturan. "Maaf, Pak. Sengaja. Tapi tidak tahu itu bapak yang membangunkan. Aku kira Putra atau Yicoe yang mengganggu, padahal tadi aku sudah bilang jangan gangguin.


"Dari telponmu yang tidak peduli pada panggilanku." Jawab Marons asal, sambil membuka pintu ruang kerja. Hatinya masih terharu dan hangat, mengetahui Kaliana masih bekerja sampai malam dan melihatnya tertidur dengan posisi seperti itu.


"Ooh... Maaf, Pak. Telponnya aku tidurin juga, biar tidak mengganggu tidurku." Ucap Kaliana sambil berjalan ke ruang meeting. Kemudian dia mengambil ponselnya untuk memeriksa riwayat panggilan. Dia makin merasa bersalah, saat melihat banyak panggilan tidak terjawab dari Marons.


"Astagaaa... Pantas kalian diam. Taunya sedang pesta di sini. Kenapa tidak melarang Pak Marons ke ruanganku? Untung aku tidak pelintir tangannya." Ucap Kaliana seakan-akan marah. Tetapi dia tersenyum dalam hati melihat anggota teamnya saling memandang satu dengan yang lain, merasa bersalah.


"Kami sudah melarang, tapi Pak Marons tidak dengar-dengaran. Pasti Pak Marons bangunin, kan?" Tanya Putra sambil tersenyum, lalu mengambil lagi keripik buah di atas meja. Hal itu membuat Yicoe memukul tangannya.


"Itu aku bawa untuk dimakan. Ayooo... Dimakan saja semuanya." Ucap Marons tanpa menunggu Kaliana mempersilahkan mereka makan.

__ADS_1


"Aku kesini selain tidak ada respon dari Anna saat aku telpon, juga mau sampaikan perkembangan yang terjadi setelah tiba di sini." Ucap Marons lagi, sambil memperhatikan Kaliana yang sudah duduk, setelah mengotak-atik ponselnya. Dia menjaga sikap di depan anggota team, karena datang malam-malam.


Kaliana memberikan kode kepada Putra, agar tidak usah menyalakan TV, saat melihat Putra hendak melakukannya. "Kita fokus dengar apa yang dikatakan Pak Marons, ya. Maaf juga Pak Marons, kami tidak menanyakan perkembangan kejadian itu, karena lumayan sibuk dan ada yang kurang tidur." Ucap Kaliana sambil mengacungkan tangannya, mengakui dia kurang tidur.


Semua orang tertawa melihat apa yang dilakukan Kaliana, mengingat dari pagi sudah uring-uringan karena kesiangan. Mereka tidak tahu, Kaliana yang kembali ke kamar, tidak langsung tidur, tapi masih menganalisa sendiri semua kejadian sampai Subuh.


Marons menceritakan kembali semua yang terjadi dengan sekretarisnya. Membuat semua orang dalam ruangan itu diam tertegun dengan pikiran masing-masing. Walaupun Kaliana sudah menduganya, tetapi mendengar alasan sekretaris itu membuat dia marah dan geram.


Dia tidak tahu mau marah pada siapa. Karena menurutnya, kedua orang itu salah. Tetapi mendengar apa yang dialami oleh sekretaris, dia jadi kecewa dengan sekretaris tersebut. "Itu kata orang tua, makanan enak sudah di mulut, di lepehin untuk makanan yang disangkanya lebih enak." Ucap Kaliana kecewa dengan sekretaris yang mengkhianati Marons untuk hal yang belum pasti.


"Dia mengira itu makanan enak yang ditawarkan, padahal itu hanya terlihat seperti makanan, tetapi tidak bisa dimakan, alias bo'ong... Zonk." Ucap Yicoe yang mendengar penuturan Marons dengan serius.


"Anna, jika Punguk sudah menggunakan orang terdekat Pak Marons, kita akan menemukan kejutan yang lain." Ucap Pak Yosa yang sudah mengenal dan mengetahui cara kerja Punguk selama masih aktif bekerja bersama mereka.


"Jadi menurut kakak-kakak, orang itu pacaran juga bo'ongan dengan sekretaris Pak Marons?" Tanya Putra yang baru 'ngeh, setelah mendengar apa yang dikatakan anggota team. Anggota yang lain melihatnya sambil geleng kepala.


"Nanti kita tunggu dan lihat saja. Dia akan nangis sambil lari bawa kain untuk menghapus air matanya. Karena setelah Punguk tau dia telah dipecat oleh Pak Marons, Punguk akan membuat dia merindukan bulan." Ucap Novie serius, tapi membuat semua dalam ruangan tertawa. Marons jadi ikut tertawa lepas mendengar apa yang dikatakan team sopape.


...~***~...


...~●○¤○●~...

__ADS_1


__ADS_2