![C L B K [Cinta Lama Belum Kelar] Kriminal](https://asset.asean.biz.id/c-l-b-k--cinta-lama-belum-kelar--kriminal.webp)
...~•Happy Reading•~...
Kaliana bersama teamnya menuju kantor untuk memyelidiki semua yang mereka dapatkan saat berada di rumah duka. "Coe, nanti kita makan di kantor saja. Kita tidak usah mampir, karema aku ingin periksa apa yang kita peroleh tadi" Ucap Kaliana , saat mereka sudah di jalan dan sebentar lagi akan tiba waktu makan siang.
Tiba di kantor, Yicoe memesan makan siang untuk mereka berlima. Setelah makan siang, mereka kumpul diruang pertemuan. Putra memperlihatkan semua yang di dapat di rumah duka, lewat TV layar lebar yang senggaja di sediakan Kaliana di ruang pertemuan. Ketika melihat satu persatu pelayat yang datang, Kaliana mengetahui siapa saja yang ada di sekitar peti, karena Danny yang menjelaskan padanya dan telah edit Putra dengan nama sesuai yang disebut Danny.
"Putra, tolong perlihatkan data Kebart, sepupuh korban. Kenapa dia tidak menyalami Pak Marons dan siapa dia." Kaliana memberikan instruksi dan Putra langsung mengeluarkan semua data yang didapat tentang Kebart.
"Dia sudah menikah dan sudah punya seorang anak laki-laki?" Tanya Kaliana melihat data yang diperlihatkan Putra.
"Putra, tolong kembali. Sepertinya tanggal pernikahan mereka dan tanggal kelahiran anaknya tidak normal." Ucap Yicoe yang sangat teliti dalam soal angka-angka. Kaliana meminta Putra kembali seperti yang diminta oleh Yicoe.
"Yicoe benar. Tidak mungkin anaknya lahir prematur, karena jumlah bulanyua tidak cocok. Putra tolong berikan tanda di situ, mungkin saja mereka menikah karena kecelakaan. Jadi anaknya lahir setelah enam bulan mereka menikah.
"Ternyata dia melahirkan di luar negeri." Ucap Pak Yosa melihat tempat kelahiran anaknya. Mereka semua langsung melihat ke Pak Yosa, lalu ke layar TV.
"Mungkin dia malu melahirlan di sini, jadi pergi melahirkan di Singapure." Ucap Novie, sambil memperhatikan Keluarga Kebart di layar TV.
"Mungkin. Tambahkan itu dicatatan juga Putra, kita akan menyelidikinya." Ucap Kaliana. Mereka meneliti satu persatu orang yang hadir dengan sikap masing-masing.
"Putra, keraskan suaranya. Aku mau dengar apa yang dikatakan Papa Rallita kepada pria yang dimaksudkan Pak Marons saat menghubungiku." Ucap Kaliana saat melihat pria yang di maksudkan ada di layar dan berbicara dengan Papa Rallita.
Putra menambah volume suara, karena Yicoe agak jauh dari tempat mereka berada. "Kau masih berani datang ke tempat ini? Kau masih punya muka melihat kami?" Terdengar ucapan Papa Rallita kepada pria itu. Mendengar itu, alis Kaliana bertaut.
__ADS_1
"Putra, kau sudah dapat info tentang pria itu? Siapa dia?" Tanya Kaliana. Dia hanya tahu dari Marons, dia pernah bersama Rallita. Tetapi dia tidak merinci siapa dia sebenarnya, bahkan namanya tidak diberi tahu. Beda dengan sepupuh Rallita. Danny langsung menyebut namanya.
Tidak lama kemudian, pria itu ditampilkan di layar dengan data lengkap, siapa dia sebenarnya. "Waaaah... Dia anak pejabat. Pantas tadi agak-agak." Ucap Yicoe yang lebih dekat dengannya, sehingga bisa melihat sikapnya yang kurang berkenan.
"Dia sudah menikah, tapi belum memiliki anak." Ucap Novie yang melihat foto dan data yang diperlihatkan Putra.
"Putra, tolong putar lagi apa yang dikatakan Papa korban saat bertemu dengannya. Ada yang perlu aku konfirmasi." Ucap Kaliana, karena penasaran dengan sikap Papa Rallita saat berbicara dengan pria tersebut. Amarah dan geramnya terlihat jelas di kepalan tangannya.
"Bagus Novie, kau backup kamera Yicoe, jadi kita bisa melihat sikap sekitarnya dengan baik." Ucap Kaliana senang melihat kinerja teamnya. Banyak hal yang tidak terduga bisa terekam dengan baik.
"Anna, pria itu sebenarnya sudah datang di luar agak lama. Tetapi dia ragu-ragu untuk masuk. Putra, tolong tunjukan gambar dari kameraku di luar. Aku memperhatikannya, karena sikapnya terlihat beda dengan pelayat yang lain. Dia mepertimbangkan untuk masuk agak lama di luar." Ucap Pak Yosa, setelah melihat gambar yang diambil Yicoe.
Putra memperlihatkan gambar yang diambil Pak Yosa di bagian luar. "Benar, Pak Yosa. Dia terlihat ragu-ragu untuk masuk." Ucap Kaliana bersamaan dengan Yicoe dan Novie.
📱"Hallooo, Pak Danny. Apakah masih dipemakaman?" Tanya Kaliana, saat Danny merespon panggilannya.
📱"Tidak Mbak Anna. Kami baru tiba di rumah duka lagi. Bagaimana, Mbak?" Tanya Danny, karena dia pikir Kaliana pasti ada perlu sesuatu hingga menghubunginya. Dia mengingat semua pertanyaan Kaliana padanya saat pelayat mulai berdatangan.
📱"Ada yang perlu saya konfimasikan, jadi Pak Danny tolong, ya. Kalau Pak Marons ada dekat situ, tolong pindah darinya." Ucap Kaliana pelan, seakan khawatir didengar oleh Marons.
📱"Baik, Mbak. Saya akan ke luar. Mbak mau ditolong apa?" Tanya Danny, setelah keluar ke halaman rumah Marons. Dia bersyukur, tadi Marons sedang dipanggil Papanya jadi tidak tahu Kaliana ada menelponnya.
📱"Begini, Pak Danny. Ada dua pertanyaan yang perlu saya konfirmasikan. Pertama; Apakah orang tua, atau Papa korban tahu tentang pertemuan Pak Marons dengan korban di hotel saat bersama seorang pria?" Tanya Kaliana serius. Danny terkejut mendengar pertanyaan Kaliana, karrna dia belum menceritakan itu kepada Kaliana. 'Apa Marons sudah bercerita padanya?' Tanya Danny dalam hati.
__ADS_1
📱"Pak Danny, saya tahu dari Pak Marons, karena saya minta agar beliau menceritakan hal sekecil apa pun yang berhubungan dengan korban." Ucap Kaliana, agar Danny tidak berpikir negatif tentangnya.
📱"Ooh, baik. Maaf, tadi saya agak terkejut dan mau menanyakan Pak Marons dulu. Apakah diijinkan untuk saya sampaikan. Pak Marons belum memberitahulan peristiwa itu kepada orang tua Rallita. Beliau sedang memikirkan cara yang baik, agar saat diberitahukan tidak menimbulkan konflik. Pak Marons juga lebih banyak diluar kota, jadi belum sempat beritahukan hsl itu." Danny menjelaskan, panjang.
📱"Pak Danny yakin, akan hal itu?" Tanya Kaliana lagi untuk menyakinkan.
📱"Saya yakin." Jawab Danny.
📱"Kedua; Apakah keluarga korban atau Papanya sudah tahu tentang kehamilan korban dan Pak Marons bukan Ayah bayi itu?" Tanya Kaliana lagi, membuat Danny makin terkejut. Ternyata Marons sudah cerita banyak kepada Kaliana.
📱"Saya tidak tahu, keluarga korban sudah tau tentang kehamilannya. Karena bisa saja mereka sudah diminta datang membuat BAP dan penyidik sudah menyampaikan itu kepada mereka. Tetapi untuk pak Marons bukan Ayah dari janin itu, saya pastikan mereka belum tau. Karena Pak Marons baru mengatakan itu kepada saya dan sekarang kepada anda juga." Danny menjelaskan dengan pelan dan jelas.
📱"Pak Danny yakin dengan info ini? Karena kami sedang bekerja dan akan menyelidiki itu." Ucap Kalian serius dan tegas.
📱Saya yakin. Kalau Pak Marons mengatakan itu kepada Mbak Anna, karena minta diselidiki. Tetapi untuk orang lain, Pak Marons tidak akan mengatakan apa pun." Danny menjelaskan lagi, untuk meyakinkan Kaliana.
📱"Baik, saya akan hubungi Pak Danny lagi jika butuh keterangan lanjutan. Pembicaraan ini, jangan dulu Pak Danny sampaikan kepada Pak Marons. Supaya beliau tidak kepikiran dengan hal yang belum pasti." Ucap Kaliana lalu mereka mengakhiri pembicaraan setelah saling memberikan salam perpisahan.
Kaliana langsung masuk ke ruang pertemuan untuk meneruskan penyidikan. Dia berjalan sambil terus berpikir. 'Jika Papa korban belum diberitahu oleh Marons, kenapa beliau marah kepada pria itu? Pasti Papanya mengetahui hubungan korban dengan pria itu. Tapi dari siapa tahunya dan sejak kapan tahunya?' Kaliana berpikir dan bertanya sendiri dengan dirinya.
...~***~...
...~●○¤○●~...
__ADS_1