![C L B K [Cinta Lama Belum Kelar] Kriminal](https://asset.asean.biz.id/c-l-b-k--cinta-lama-belum-kelar--kriminal.webp)
...~•Happy Reading•~...
Danny mendengar semua yang dikatakan Kaliana dengan serius. Apa yang dikatakan Kaliana membuat dia berpikir dari berbagai sudut. Selama ini, dia hanya pikirkan dari pihak hukum sebagai pengacara. Sedangkan semua trick yang halus bahkan kasar dia bisa dapatkan saat berbicara dengan Kaliana.
Saat mereka sedang asyik berdiskusi berbagai hal, mereka lupa sedang menunggu Marons. Danny sangat senang berbicara dan berdiskusi dengan Kaliana. Selain cerdas, Kaliana juga murah hati membagi ilmu untuk melengkapi profesinya. Mereka menyadari kehadiran Marons, saat asisten Danny mengetok pintu dan memberitahukan tentang kedatangan Marons.
Kaliana segera berdiri, saat mendengar Marons telah datang. Marons terkejut melihat Kaliana ada dalam ruang kerja Danny. "Kau diseret Danny ke sini juga? Ckckckck...." Ucap Marons sambil menggelenkan kepalanya ke arah Danny.
"Bukan aku yang menyeretnya, tapi kasusmu yang membawanya ke sini." Ucap Danny mengoreksi sambil tersenyum mendengar yang di katakan Marons.
"Kalau begitu, minta seseorang menyiapkan minuman dan snack untuk kita. Apa dia hanya menyediakan air mineral ini untukmu?" Tanya Marons dengan mimik wajah serius yang dibuat-buat sambil menunjuk air mineral di atas meja sofa.
"Masih bagus ada air mineral. Tadi malah tidak mau disiapkan minuman." Ucap Danny tidak terima, karena dianggap tidak memperlakukan tamu dengan baik. Kaliana tersenyum melihat cara Marons dan Danny bertegur sapa.
Kemudian Danny keluar ruangan untuk berbicara dengan asistennya tentang permintaan Marons. "Pantas kau belum kabari sudah tiba di tempat tujuanmu. Ternyata kau mendarat di sini. Apa terjadi sesuatu?" Marons berkata kepada Kaliana setelah Danny meinggalkan mereka berdua dalam ruang kerjannya.
"Bisa dibilang seperti itu, Pak. Ada hal yang perlu aku bicarakan dengan Pak Danny tentang kasus yang sedang ditanganinya." Ucap Kaliana, mencoba menjelaskan, agar tidak membuat Marons salah paham atau emosi.
"Tanpa aku?" Tanya Marons singkat. Pertanyaan Marons membuat Kaliana siaga tiga.
"Pak Danny yang akan maju di medan tempur, jadi butuh beberapa amunisi untuk berjaga-jaga, Pak." Ucap Kaliana pelan tidak lupa untuk tersenyum, agar bisa menenangkan Marons.
"Kau sudah tahu, ungkapan kalian selalu membuatku berpikir, sehingga lupa dengan apa yang aku katakan tadi." Ucap Marons, sambil menggelengkan kepalanya, karena dia lupa dengan pertanyaan atau protesnya tadi setelah mendengar jawaban Kaliana. Tanpa sengaja level emosinya jadi turun.
Kaliana tersenyum dalam hati mendengar apa yang dikatakan Marons dengan terus terang. "Sebentar, aku mau minta sopir pulang. Kita akan pulang bersama, karena aku akan menumpang mobilmu." Ucap Marons, tanpa minta persetujuan Kaliana dan langsung menghubungi sopirnya.
__ADS_1
Kaliana melihat Marons dengan tertegun. "Pak, apakah bapak tau aku akan langsung pulang? Aku sering belok, jika ada yang membuatku harus belok." Ucap Kaliana setelah melihat Marons selesai berbicara dengan sopirnya. Kaliana mengingatkan Marons, bahwa dia seorang detektif yang jam kerjanya tidak menentu. Jika terjadi sesuatu dan perlu diselidiki, dia akan melakukannya tanpa berpikir waktu.
"Hari ini sudah cukup beloknya. Pulang dan istirahat. Apakah kau bertulang besi dan berotot kawat?" Marons berkata dan bertanya dengan serius, sambil memandang Kaliana.
"Bapak kira saya ini, Gatotkaca?" Ucap Kaliana untuk menetralkan suasana. Marons langsung tersenyum mendengar ungkapan Kaliana yang spontan. Kaliana juga jadi tersenyum mendengar yang dikatakannya.
"Kenapa kalian berdua tersenyum begitu?" Tanya Danny heran melihat Kaliana dan Marons tersenyum sambil menahan tawa.
"Ada yang mau berubah jadi Gatotkaca." Ucap Marons, sambil menunjuk Kaliana dengan wajahnya.
"Waaaoooo... Gatotkaca yang cantik. Versi online 022. Hahahaha..." Ucap Danny lalu jadi tertawa sendiri mendengar yang dikatakannya. Kaliana dan Marons juga, jadi ikut tertawa.
"Apa yang membuat GC ini terbang ke tempatmu?" Tanya Marons sambil melihat Danny. Pertanyaan Marons membuat Danny heran dan berpikir, karena tidak mengerti maksud pertanyaan Marons.
"Apa maksudmu, Marons? Jangan tebak-tebakan, karena kepalaku lagi penuh." Danny balik bertanya dengan wajah kesal dan agak protes
"Astagaaa.. Kau sudah membuatku berpikir kemana-mana dan mau buka google untuk mencari singkatanmu. Anna, kau mengerti yang dia maksudkan?" Tanya Danny yang tidak bersikap formal lagi kepada Kaliana.
Kaliana mengangguk sambil tersenyum melihat Marons sedang mengerjai Danny. "Ko' kau bisa tau, maksudnya?" Tanya Danny penasaran dan ingin melempar sesuatu ke arah Marons.
"Dari kata terbang itu, Pak Danny. Kita baru saja bicara tentang Gatotkaca, jadi ngerti maksud Pak Marons." Ucap Kaliana makin tersenyum melihat Marons mengangkat kedua jempolnya, tapi masih terus memejamkan matanya, seakan sedang tidur.
"Pantesan Anna jadi detektif. Kalimat atau kata saja diperhatikan." Ucap Danny mengakui kecermatan Kaliana menganalisa.
"Anna, apa yang membelokmu ke sini?" Tanya Marons yang sudah membuka mata dan menegakan punggungnya. Kaliana jadi mengerti, Marons memanggilnya dengan Kalia jika mereka hanya berdua.
__ADS_1
"Saya mau bicarakan tentang penguntit..." Kaliana tidak meneruskan penjelasan, karena Marons memotongnya.
"Kau sudah bicarakan itu dengan Anna?" Tanya Marons serius. Dia berencana, akan berbicara dengan Kaliana setelah pikirannya agak tenang.
"Bukan aku yang bicarakan, tetapi Anna yang datang untuk bicarakan itu. Tadi Anna bermaksud membicarakan itu denganku, sebelum aku mendengar darimu." Danny menjelaskan, agar tidak terjadi salah paham.
Marons memperhatikan Kaliana dengan serius. "Kau sudah tau kalau aku sedang diawasi? Kenapa tadi tidak kau katakan saat di restoran?" Tanya Marons serius. Melihat wajah dan nada suara Marons, Kaliana segera menjelaskan sebelum Marons emosi.
"Saat di restoran itu, saya belum tau, Pak. Setelah keluar dari kantor bapak...." Kaliana menceritakan kejadian yang terjadi di depan lobby gedung kantor Marons.
"Oooh... Mobil yang ada di belakang mobilmu itu? Tadinya aku berpikir mobil itu sedang menunggu orang keluar dari gedung kantor. Dia langsung pergi, karena mungkin yang ditunggu masih lama." Ucap Marons, mengingat mobil yang ada di belakang mobil Kaliana.
"Saya akan berpikir demikian juga, jika tidak melihat mobil itu di tempat parkir restoran...." Kaliana menceritakan tentang kilatan cahaya dari mobil itu.
"Hal itu yang membuat saya berpikir lain saat dia mengikuti mobilku." Ucap Kaliana menjelaskan dan lebih tenang melihat perubahan wajah Marons, bisa mengerti yang dia maksudkan.
"Kau berpikir, apa tujuan mereka mengikutiku? Adakah sesuatu yang terjadi, sehingga mereka perlu mengawasiku?" Tanya Marons serius.
Kaliana menjelaskan beberapa kemungkinan yang terjadi dan juga menyampaikan apa yang dikatakannya kepada Danny. Marons dengan cepat mengerti apa yang disampaikan Kaliana.
"Iyaa... Aku setuju dengan analisamu. Mengingat Rallita suka playing victim, mungkin dia mencari pembenaran di hadapan orang tuanya. Agar bisa dapatkan simpati dan pertolongan dengan mencertikan hal terbalik." Ucap Marons serius
"Apakah aku harus menghindari bertemu denganmu, sampai kasus ini selesai?" Tanya Marons serius. Dia khawatir pekerjaan Kaliana terganggu dan terutama, Kaliana bisa diganggu atau diteror oleh keluarga Rallita. Mengingat Papa Rallita berani datang menemui Ayahnya dan berbicara kasar.
"Tidak usah, Pak. Kita layani mereka dengan baik. Mereka mau main halus, hayooo... Tapi jika mau main kasar, mari kita sambut dengan bonus ekstra." Ucap Kaliana serius. Dia percaya diri untuk beradu, karena Bram sudah tahu, Marons adalah clientnya bukan selingkuhannya.
__ADS_1
...~***~...
...~●○¤○●~...