C L B K [Cinta Lama Belum Kelar] Kriminal

C L B K [Cinta Lama Belum Kelar] Kriminal
Penyamaran 2.


__ADS_3

...~•Happy Reading•~...


Kaliana mengawasi dan melihat ke arah mana Yicoe dan Novie berpencar. Dia lebih waspada, karena pengunjung mulai banyak yang berdatangan. Makin malam, makin banyak pengunjung. Marons hanya diam tapi ikut memperhatikan arah jalan Yicoe dan Novie. Jika ada yang tidak terlihat, dia menjadi cemas. Apalagi Yicoe yang mungil dan tidak setinggi Novie. Dengan mudah menghilang dari pandangannya.


"Hallooo, Beb. Mengapa masih memakai jubahmu? Ayooo, jangan sungkan berbagi dikit." Kaliana langsung berdiri mencari siapa yang sedang didekati. Marons ikut berdiri dan mulai emosi, karena belum tau siapa diantata Yicoe dan Novie yang sedang diganggu.


"Pak Marons, duduk tenang di sini sambil tetap waspada pada orang yang kita cari. Aku akan menyusul untuk lihat mereka." Ucap Kaliana sambil memegang bahu Marons agar duduk. Marons jadi duduk, mengikuti permintaan Kaliana walaupun hatinya cemas.


"Hallooo, Beb. Aku bisa lepaskan jubahku. Namun sebelumnya, aku cocol dulu kedua matamu. Gimana...?" Terdengar suara Yicoe, membuat Marons mencari posisi Yicoe dari tempat duduknya.


"Beb, sorry. Terhalang sandal. Ada apakah gerangan?" Tanya Kaliana yang sudah mendekati Yicoe, lalu mengusap pundaknya pelan seakan-akan merasa bersalah meninggalkan Yicoe. Kaliana bersikap seola-ola mereka adalah pasangan kekasih.


"Ternyata strawberry gandengan. Sayang sekali, padahal ada banyak banana di sini." Ucap pria yang mengganggu Novie sambil melihat mereka berdua dengan wajah kasihan.


"Menyikir dari Beb ku, sebelum aku kuliti bananamu." Ucap Kaliana, sambil menarik tangan Yicoe untuk berada di belakangnya.


"Kuliti saja, Beb. Tadi dia mau melihat imutku di balik jubah." Ucap Yicoe yang mengerti tindakan Kaliana, lalu ikut bermain drama.


Pria itu langsung mengibaskan tangannya lalu menyingkir, karena melihat wajah dan gaya berdiri Kaliana seperti karang dan garang. Marons yang sudah melihat posisi Kaliana dan melihat mereka telah ditinggalkan pria itu, dia meniup dengan kuat untuk melegakan dadanya.


"Tungggu...." Ucap Marons terkejut, membuat Charlie's Angel mematung di tempat masing-masing, menunggu ucapan Marons selanjutnya. Marons sedang berpikir untuk memperkirakan posisi yang diincar sesuai arah jarum jam.


"Pelangi imut, jam 5. Rambut hitam, kemeja dongker, black." Ucap Marons setelah memperkirakan posisi orang yang diincar dari tempat Novie.

__ADS_1


Novie langsung putar ke arah kanan untuk mencari yang dimaksudkan Marons. Ketika melihat orangnya, Novie berjalan melewati beberapa orang untuk mendekatinya. Setelah berada di dekatnya, Novie berlagak seperti orang yang agak oleng.


"Hi, sweety. Hati-hati. Kenapa masih pakai jubahmu? Itu akan sangat mengganggu di tempat ini. Baru ya, sweety." Ucap pria yang diincar SBSP (So' Baik So' Perhatian). Dia berbicara merayu sambil melihat Novie dan mengabaikan pria dan wanita yang ada bersamanya. Mendengar dia berbicara dengan Novie, teman-temannya berjalan menjauh meninggalkannya.


"Hi, Bro. Jika aku lepasin jubah ini, kau akan melihat sesuatu yang terlarang." Ucap Novie dengan nada yang manja dan menggemaskan. Mendengar itu, Marons terdiam dan jadi was-was.


"Waaah... aku sangat suka sama yang terlarang, sweety. Boleh ngintip, ngga?" Tanya pria yang diincar, lalu mengulurkan tangannya hendak menyingkap jubah di bagian bahu Novie.


"Waaah... Sayang sekali, Bro. Aku sangat suka sama tangan yang nakal." Ucap Novie, lalu mengambil tangan pria tersebut sebelum menyentuh bahunya dan terdengarlah suara erangan tertahan, menahan sakit.


"Kalau masih mau nakal lagi, aku akan membuat tanganmu melambai." Ucap Novie tanpa melepaskan tangannya dari telapak tangan pria tersebut. Mendengar apa yang dikatakan Novie, Kaliana menahan Yicoe untuk merapat mendekati Novie. Itu pertanda, kondisinya aman.


"Iyaa... Tidak lagi, sorry. Tolong lepaskan tanganmu. Jari-jariku sudah kesemutan." Ucap pria itu menahan sakit di tangannya sambil meringis kesakitan.


"Iyaa, iyaaa... Aku akan jawab pertanyaanmu, jadi lepaskan tanganmu." Ucapnya sambil mengangkat tangan kirinya seakan menyerah. Dia tidak berani berontak, karena sudah mulai padat dan juga tangan Novie yang menempel di jari-jarinya seperti jepitan baja yang tinggal sedikit saja gerakan darinya, bisa membuat jari-jarinya patah.


"Baik. Aku lepaskan. Jika berulah, bukan saja jarimu yang akan patah, tetapi juga kakimu." Ucap Novie mengancam sambil mendorongnya menjauh dari keramaian dan hingar bingar suara musik dan DJ.


"Kau mengenal wanita yang bernama Rallita?" Tanya Novie sambil memegang pundak pria yang diincar, sudah menempel ke tembok.


"Tidak. Siapa dia? Seleb atau artis? Aku tidak mengenal nama itu. Aku sudah jawab pertanyaanmu. Jadi lepaskan tanganmu dari pundakku. Panasss...." Ucap pria itu protes, karena pundaknya sudah mulai terasa panas oleh tekanan tangan Novie.


Novie tidak melepaskan tangannya, tetapi mengganti dengan tangan kiri. Kemudian tangan kanannya mengambil ponsel dari balik jubah lalu menunjukan wajah Rallita kepadanya. Pria tersebut melihat dengan serius foto di layar ponsel Novie.

__ADS_1


"Ooh.. ini, Lita. Aku kenal. Dia lolipopnya Jaret. Kau kenal Jaret kan? Anak pejabat itu." Suaranya direndahkan seakan berbisik, khawatir ada yang mendengar. Saat Kaliana dan teamnya mendengar pengakuannya terdiam dan waspada. Terutama Kaliana yang agak jauh dari Novie mulai berjalan mendekati.


"Apa maksudmu dengan loli..."


"Limaaa. C ...here." Kaliana memotong apa yang akan ditanyakan Novie, karena dia tidak mau pria tersebut menjelaskan arti lolipop. Novie tersadar mendengar peringatan Kaliana, (itu kode client ada di sini) bahwa Marons ada dengar percakapan mereka.


"Kapan terakhir dia bertemu korban." Kaliana mengucapkan pertanyaan yang harus ditanyakan pengganti pertanyaan tadi. Novie mengikuti apa yang diminta Kaliana.


"Kapan terakhir anda bertemu dengan Lita?" Tanya Novie, tanpa melepaskan tangannya. Peluang sekecil apapun harus digunakan, karena Kaliana khawatir teman pria tersebut kembali dan membawanya.


"Beberapa waktu lalu. Malam itu Lita sedang bicara denganku, lalu ada seorang pria datang menjemputnya. Katanya dia sedang ditunggu Jaret. Itu terakhir aku melihatnya. Ada apa dengannya?" Tanya pria itu lagi, mulai merasa curiga.


"Ada apa lagi yang anda ingat tentang pertemuan di malam terakhir kalian itu?" Tanya Novie lagi sesuai dengan pertanyaan yang minta ditanyakan oleh Kaliana. Semua pembicaraan mereka didengar dan direkam oleh Putra.


"Yang aku ingat, jubahnya masih di tempatku dan dia belum datang ambil. Aku sudah menghubunginya, tapi ponselnya tidak aktif." Pria itu menjelaskan apa yang terjadi malam itu.


"Mengapa jubahnya ada pada anda?" Tanya Novie spontan, karena terkejut. Team mereka sedang menyelidiki tentang jubah korban yang tidak ditemukan bersama jenasah. Sehingga yang dikatakan pria tersebut merupakan fakta baru yang menguntungkan.


"Karena aku yang menjemputnya di apartemen dan dia melepaskan jubahnya di mobilku sebelum masuk ke sini." Ucap pria tersebut makin curiga, seakan dia sedang diinterogasi. Tetapi dia terlambat menyadari situasi, dia telah berubah status sebagai saksi.


"Tolong perlihatkan tanda pengenal anda." Ucap Novie tegas. Membuat pria tersebut tidak bisa membantah. Dia langsung mengeluarkan dompet, lalu menunjulan SIM nya. Novie langsung meletakan di depan kamera tersembunyi bolak balik untuk Putra.


...~***~...

__ADS_1


...~●○¤○●~...


__ADS_2