C L B K [Cinta Lama Belum Kelar] Kriminal

C L B K [Cinta Lama Belum Kelar] Kriminal
Seiring Jalan.


__ADS_3

...~•Happy Reading•~...


Setelah itu, Kaliana minta terima kasih lalu memberikan isyarat kepada Novie untuk melepaskan orang tersebut.


"Silahkan kembali ke dalam dan tunggu surat panggilan dari pihak kepolisian. Anda dilarang bepergian ke luar kota sebelum dipanggil untuk memberikan keterangan sebagai saksi. Jika anda mencoba berkelit dengan mengatakan tidak tahu, semua rekaman ini akan menjadi bukti, bahwa anda sudah tau. Jadi pihak kepolisian tidak akan ragu menaikan statusmu sebagai tersangka." Ucap Kaliana tegas dan serius menatap orang tersebut. Orang tersebut mengangguk mengerti, sambil mengusap lengannya yang dipegang oleh Novie.


Di sisi yang lain ; Marons sedang menunggu di mobil sambil terus memperhatikan team sopape dari jauh. Dia menyadari tindakan Kaliana terhadapnya. Walaupun tegas, Marons tahu Kaliana sedang melindunginya dari keterangan orang itu. Mungkin saja ada keterangan yang menyinggung atau menyakitinya.


Apalagi dia mengingat apa yang dilakukan Kaliana saat Novie hendak bertanya tentang lolipop. Dia tahu, Kaliana sengaja memotong pertanyaan Novie dengan memberikan kode yang diantara mereka pasti mengerti artinya.


Semua yang dilakukan Kaliana untuknya, tidak membuatnya tersinggung, sakit hati atau melukai harga dirinya sebagai lelaki, tetapi membuat hatinya menghangat. Perhatian dan perlindungan Kaliana membuatnya jadi ingin mengenalnya lebih dekat.


Dia pun menyadari, jika berada di dekat Kaliana dan berbicara dengannya, dia bisa bersikap sebagaimana dirinya. Tidak perlu berpikir banyak hal untuk menjaga perasaan Kaliana dengan menjaga ucapan atau tindakan. Pengertian Kaliana membuatnya bisa bersikap santai, bersikap dan berucap apa adanya, dirinya. Tidak perlu berhati-hati dengan menjaga sikap atau ucapan, jangan sampai Kaliana tersinggung atau marah.


Jika melihat Kaliana seakan marah, dia dengan segera meminta maaf. Hal yang tidak pernah dia lakukan selama berada dalam posisinya sebagai CEO perusahaan multi nasional. Kembali dia melihat ke arah Kaliana dan teamnya yang sedang bekerja.


Apalagi dia melihat Novie tidak melepaskan tangannya dari orang tersebut. Marons menyadari, mengapa Kaliana sangat menjaga dan menyayangi semua anggota teamnya. Mereka adalah orang-orang yang sangat menyenangkan. Sangat berbeda berada di lingkungan orang-orang baik yang saling menyayangi dan menghormati.


Walaupun mereka berlatar belakang berbeda, tetapi rasa sayang dan saling hormat membuat mereka saling menjaga satu dengan yang lain. Marons makin bersyukur, bisa bertemu dan berkenalan dengan mereka.

__ADS_1


Tidak lama kemudian, Marons melihat Kaliana, Yicoe dan Novie berjalan ke arah mobilnya. Sedangkan Pak Yosa yang mengantar orang tersebut sampai di depan pintu club. Kemudian berjalan balik ke arah mobil Rallita dimana Putra sedang menunggunya.


"Apakah sudah selesai?" Marons bertanya, karena heran. Mereka bertiga telah kembali dan masuk ke dalam mobilnya. Dia berpikir, masih ada waktu untuk bertemu dengan seorang wanita lagi. Kaliana mengangguk kuat setelah duduk di samping Marons. Yicoe dan Novie hanya duduk diam di belakang.


"Iyaa, Pak. Sudah selesai. Nanti berikutnya akan diteruskan oleh pihak penyidik dari kepolisian." Ucap Kaliana setelah memasang sabuk pengaman. Marons tidak bertanya lagi, kenapa kepolisian akan ikut juga dalam penyelidikan Kaliana. Setahu dia, Kaliana adalah detektif independen yang hanya bekerja dengan teamnya. Tetapi dia menyimpannya dalam hati.


"Kalia, ini kita masih bisa pergi makan malam. Bagaimana menurutmu?" Ucap Marons, setelah keluar dari tempat parkir. Dia ingin mengajak Kaliana dan teamnya untuk pergi makan malam, sebagai ungkapan rasa terima kasihnya.


"Benar sekali, Pak." Yicoe dan Novie menjawab berbarengan dari belakang, sebelum Kaliana menjawab pertanyaan Marons. Mereka khawatir Kaliana menolak, jadi mereka setuju terlebih dahulu. Hal itu membuat Marons tersenyum dalam hati, melihat Kaliana terdiam tidak jadi berkata-kata.


"Kita makan di tempat biasa sj." Marons memberikan usulan tanpa memberikan kesempatan Kaliana banyak berpikir dan mempertimbangkan usulannya. Sambil terus memandang ke depan melihat lalu lintas di depannya, Marons menunggu reaksi Kaliana.


"Tolong hubungi Putra, dan bilang mengikuti kita. Kau tolong shareloc restoran padanya." Ucap Marons lagi kepada Kaliana. Yicoe dan Novie yang ada di belakang tersenyum senang, mendengar Marons minta hubungi Putra untuk mengikuti mereka.


Kaliana mengikuti apa yang dikatakan Marons dengan menghubungi Putra dan shareloc restoran yang akan mereka tuju. "Tolong minta Putra turun dan datang ke sini. Yang lain tidak usah turun." Ucap Marons serius untuk ketiga gadis yang ada dalam mobilnya, setelah tiba di tempat parkir restoran.


Yicoe dan Novie yang sudah siap-siap hendak turun, jadi terhenti dan duduk kembali. Marons memanggil Putra yang sudah turun dari mobil dengan kode lampu mobil. "Tolong katakan untuk Pak Yosa, agar tunggu di mobil. Kita tidak makan di dalam, tapi di rumah." Ucap Marons saat Putra telah berdiri di samping mobilnya. Putra mengangguk mengerti, lalu kembali mendekati Pak Yosa.


Kaliana tersenyum dalam hati, karena Marons mengerti keberatannya untuk turun makan di restoran dengan mengenakan busana Rallita. Walaupun jubahnya sampai ke dengkul, tetapi bisa kapan-kapan saja tersibak jika mereka salah gerakan atau tidak perhatikan busananya.

__ADS_1


Kaliana makin mengerti, Marons memperhatikan setiap gerakannya dan mengerti yang dia maksudkan. Hati Kaliana tidak berhenti tersenyum dan makin menghangat, merasakan perhatian dan pengertian Marons.


"Putra... Tolong pesan menu ini enam porsi untuk kita dan di bawa pulang." Ucap Marons, sambil memberikan black cardnya kepada Putra. Putra menerima sambil menggaruk kepalanya yang tidak gatal.


"Cukup enam porsi, Putra. Nanti kau bisa recokin aku dan kakak-kakakmu." Ucap Kaliana yang mengerti arti gerakan Putra. Pasti dia mau minta tambah satu porsi lagi untuknya.


"Kau boleh pesan lebih dari satu porsi untukmu." Ucap Marons yang mengerti peringatan Kaliana kepada Putra. Dia menyadari, mungkin Putra mau lebih dari satu porsi.


"Maklum, Mbak Anna. Perlu mengganti energi yang terkuras tadi." Ucap Putra sambil mengangkat kedua jarinya, peace. Kaliana hanya bisa mengangguk mengiyakan.


"Ada yang mau tambah juga, silahkan bilang sama Putra." Ucap Marons sambil melihat ke arah belakang. Yicoe dan Novie menggoyangkan tangan mereka, pertanda mereka tidak mau tambah porsi. Sebenarnya mereka setuju dengan Putra, mereka bisa makan banyak malam ini. Tetapi mereka menjaga sikap, nanti dikira aji mumpung, ditraktir.


Kaliana merasa lega, Yicoe dan Novie tidak ikut tambah porsi. Sebenarnya, kalau Kaliana tidak tahu porsi menu yang disediakan restoran, dia akan mengijinkan mereka tambah. Karena mereka tadi berlatih lama di rumah Marons dan belum sempat makan. Mereka berpikir, akan makan di club sambil bekerja. Tidak tahunya club seperti itu, hanya ada minuman dan snack yang bersileweran.


"Aku sebenarnya mau tambah juga, tapi ingat mau membantumu, jadi cukup satu saja, supaya bisa tidur dengan nyaman." Marons berkata pelan, seakan sedang berbisik kepada Kaliana, setelah Putra meninggalkan mereka. Kaliana makin tersenyum dalam hati mengingat Marons pernah mengambil fried chiken dan french frise dari piringnya, lalu makan bersamanya.


...~***~...


...~●○¤○●~...

__ADS_1


__ADS_2