C L B K [Cinta Lama Belum Kelar] Kriminal

C L B K [Cinta Lama Belum Kelar] Kriminal
Seiring Jalan 3


__ADS_3

...~•Happy Reading•~...


Setelah Kaliana berbalik, dan berjalan ke arah dapur, Marons membuka matanya perlahan. Tadinya dia sudah hampir tertidur, tapi mendengar suara orang membuka pintu, membuatnya terjaga tetapi tidak membuka matanya. Dia membiarkan Kaliana dan teamnya melakukan apa saja di rumahnya. Mungkin ada yang mau mencari minum, jadi dia tidak membuka mata atau bergerak seakan terganggu dengan apa yang mereka lakukan.


Jadi ketika Kaliana mendekatinya, dia menyadari yang membuka pintu adalah Kaliana. Jadi dia membiarkannya, agar tidak membuat Kaliana merasa tidak enak karena telah membangunkannya. Saat Kaliana berbalik, Marons kembali mencoba meneruskan tidurnya.


Tetapi dia tidak menyangka, Kaliana keluar kembali menemuinya lalu menyelimutinya. Dia hampir bergerak, tetapi dia menahan diri untuk membiarkannya. Karena ini yang kedua kali, Kaliana menyelimutinya saat melihatnya tertidur.


Pertama saat dia tertidur di mobil Kaliana, yang kedua sekarang. Hatinya menghangat dengan apa yang dilakukan oleh Kaliana. 'Orang yang baru dikenal bisa melakukan sesuatu yang berarti dan sangat menyentuh hatinya. Sedangkan orang yang telah menjadi belahan jiwanya, menghianati, mempermalukannya, bahkan hampir mencelekainya.


Hatinya bergolak dengan berbagai rasa. Ketika mendengar Kaliana telah menutup pintu kamarnya, Marons menarik selimut dan menutupi wajahnya karena dia sangat terharu. 'Apapun yang terjadi di depan, kiranya kau tidak menjauh dariku.' Bisik hati Marons dalam sebuah harapan. 'Sweet dreams, Kalia.' Bisik Marons lagi, seakan membalas ucapan Kaliana.


Dia merasa tenang untuk tidur, karena berada diantara orang-orang baik dan peduli padanya. Semua kepahitan yang dirasakan selama ini, berangsur meninggalkan hatinya bersamaan dengan ditariknya selimut dan memeluknya. Perlahan dia memejamkan matanya dan bersyukur.


°***°


Keesokan paginya, Marons tidak terjaga ketika ketiga gadis telah bangun dan bertempur di dapur untuk membuat sarapan. "Mbak Anna, apakah Pak Marons tidak marah, kita mengerayangi dapur dengan segala isinya ini?" Tanya Yicoe melihat Kaliana membuka kulkas untuk melihat isinya.


"Marahnya akan surut, jika sudah cicipi sarapan lezat buatanmu. Aku lagi lihat, ada apa yang bisa dijadikan sarapan. Kalau tunggu beliau bangun, bakalan sarapan makanan dari luar." Ucap Kaliana sambil memperhatikan isi kulkas Marons yang penuh dengan berbagai bahan sehingga dia bingung sendiri untuk menentukan.


"Vie, tolong lihat ini dan ambil saja untuk kalian buat sarapan apa. Aku jadi bingung, mau pilih yang mana." Ucap Kaliana, memanggil Novie untuk membantunya.

__ADS_1


"Waaah... Iya, Mbak. Karena ini untuk sarapan, kita buat yang praktis saja Mbak. Itu ada roti tawar yang banyak, sayang kalau dibiarkan begitu saja. Kita buat sandwich saja, biar Yicoe mempromosikan isi sandwich buatannya yang lezat." Ucap Novie sambil tersenyum ke arah Yicoe yang sudah mengangkat jempolnya.


Kaliana tersenyum senang dengan ide Novie. Dia langsung memberikan kode untuk Yicoe mengambil yang dibutuhkan. Kemudian Novie dan Yicoe mulai menyiapkan sandwich di dapur. Kaliana menyiapkan minuman untuk mereka. Karena ada kopi instan, dia menyiapkan kopi instan untuk Pak Yosa dan Putra yang sudah bangun. Sedangkan Marons masih tidur nyenyak.


Harum makanan dari dapur membangunkannya. Dia membuka mata perlahan dan menyadari dia ada di ruang keluarga rumahnya. Dia merapikan rambutnya dengan jari, lalu berjalan ke arah dapur. "Pagiiii..." Sapa Marons melihat Pak Yosa dan Putra sedang duduk di meja makan menunggu minumannya.


"Pagi, Pak..." Sapa mereka berbarengan sambil tersenyum.


"Maaf, Pak. Kami sudah bergerilya dan mengacak dapur dan segala isinya untuk buat sarapan." Ucap Kaliana yang datang dari dapur sambil membawa minuman Pak Yosa dan Putra.


"Kenapa tidak pesan saja? Apa kalian harus berangkat pagi? Jam segini sudah pada bangun?" Tanya Marons, karena menurutnya masih terlalu pagi untuk bangun, belum juga jam enam pagi.


"Sudah biasa bangun pagi, Pak. Putra Sholat Subuh, jadi semua dibangunin. Pak Marons mau minum apa?" Tanya Kaliana, yang sudah letakan minuman Pak Yosa dan Putra di atas meja.


"Ayoooo... mari sarapan." Ucap Yicoe dan Novie berbarengan dengan dua piring besar berisikan sandwich.


"Waaah... Kakak-kakakku memang the best lopelope." Ucap Putra gembira sambil mengambil piring dari tangan Yicoe dan Novie, lalu meletakannya di atas meja. Kaliana yang baru datang dengan minuman Marons, jadi tertegun melihat anggota teamnya yang berlaku seakan ada di rumah.


"Putra, ini Pak Marons baru mau diberikan minumnya, tapi kau sudah sambar sandwichnya?" Kaliana melihat ke arah Putra dengan serius, karena tidak enak hati terhadap Marons.


"Aku belum sambar, Mbak. Baru menyiapkan jalan untuk meluncur. Maaf, ya, Pak. Sandwich buatan Kak Yicoe dan Kak Novie membuat lidahku ingin meluncur." Putra meletakan jari di bibirnya, tanda lezat. Marons hanya memperhatikan mereka sambil tersenyum.

__ADS_1


"Apa kalian tinggal bersama?" Tanya Marons, karena mendengar apa yang dikatakan Putra. 'Jika bisa sarapan bersama, apa mereka tinggal bersama.' Pikirnya.


"Iya, Pak. Kami semua tinggal di rumah Mbak Anna. Jadi biasa sarapan agak ribut. Jadi maaf ya, Pak. Kebiasaan... Hanya Mbak Anna yang sering sarapan di mobil, jadi kurang mengalami goncangan Putra saat sarapan." Yicoe menjelaskan, karena Kaliana dan Novie sedang kembali ke dapur untuk mengambil minuman mereka bertiga.


Marons mengangguk mengerti, mengapa mereka semua bukan seperti karyawan tetapi lebih tepatnya keluarga. Dia mencicipi kopi instan buatan Kaliana, lalu memberikan jempol sambil memegang cangkirnya. Tanda buatan Kaliana pas untuknya, karena dia tahu Kaliana sedang memperhatikan reaksinya saat mencicipi kopi buatannya.


Marons tersenyum dalam hati melihat Kaliana menarik nafas lega. Kadang dia bisa sangat galak, kadang dia bisa bersikap lembut, kadang bisa was-was juga. 'Wanita yang unik.' Ucap Marons dalam hati yang baru pernah melihat Kaliana seperti itu, menanti apa yang dilakukannya dengan wajah was-was.


Setelah mencoba sandwich, Marons sependapat dengan Putra. Sangat lezat dan isinya sangat pas dengan lidahnya. "Kalau masih ada sandwichnya, tolong isi beberapa potong untuk aku bawa ke kantor, ya. Hari ini, aku malas keluar makan di luar." Ucap Marons, karena sangat menyukai sandwich buatan Yicoe dan Novie.


"Kalau begitu, kami habiskan rotinya ya, Pak." Ucap Yicoe senang, Marons menyukai hasil kolaborasi mereka di dapur.


"Iya, habiskan saja. Sayang kalau ditinggal nanti rusak. Tolong lihat isi kulkasnya, mungkin ada yang bisa kalian bawa, dibawa saja. Dari pada dianggurin di situ, nanti dingin ." Ucap Marons bercanda, agar Kaliana mau membawa semua yang ada dalam kulkas. Apalagi dia tahu mereka semua tinggal satu rumah, jadi lebih bermanfaat jika dibawa dari pada rusak karena dia belum berniat kembali ke rumah.


Pak Marons, minta ijin. Hari ini aku mau bawa mobil Almh ke kantor polisi, jadi mobilku aku titip di sini dulu." Ucap Kaliana, setelah mereka selesai sarapan.


"Boleh. Silahkan. Mobilmu dipindahkan ke garasi saja. Nanti pulang dari kantor polisi, mampir ke kantorku untuk ambil kunci. Aku akan keluar kota, jadi silahkan dipakai saja." Ucap Marons, karena kunci rumah yang dipegang Rallita ada di kantor polisi dan satumya ada di tangan Bibi.


"Baik, Pak. Kalau mobilnya tidak ditahan di kantor polisi, aku akan kembalikan mobilnya." Ucap Kaliana, karena dia akan bertemu dengan Bram (dia belum mau pakai mobilnya), jadi sekalian membawa mobil Rallita untuk disidik oleh Bram dan teamnya. Selain itu membawa bukti awal dari hasil sisiran Pak Yosa. Sedangkan bagian belakang mobil Rallita belum diutak atik oleh Kaliana dan teamnya.


...~***~...

__ADS_1


...~●○¤○●~...


__ADS_2