![C L B K [Cinta Lama Belum Kelar] Kriminal](https://asset.asean.biz.id/c-l-b-k--cinta-lama-belum-kelar--kriminal.webp)
...~•Happy Reading•~...
Anggota team kembali memperhatikan layar TV setelah mendengar apa yang dikatakan oleh Kaliana. "Mari kita urutkan satu demi satu supaya bisa melihat bayangan kejadiannya dan mulai membuka tabir gelap yang menyelimuti kasus ini." Kaliana mengajak anggota team untuk melihat kasus secara menyeluruh dari awal, setelah pintu ke arah penyelesaian kasus mulai dibuka oleh Lipas.
"Hari H -1..... Hari dimana sebelum korban ditemukan tewas di selokan. Putra, tolong perlihatkan pada kita, agar bisa melihat visualnya. Korban pergi ke club, berdasarkan kesaksian Lipas dan bertemu dengannya di club." Kaliana mulai menjelaskan sambil menunjuk ke layar TV. Putra memperlihatkan apa yang diminta oleh Kaliana, agar mempermudah analisa dan pendapat mereka tetap pada jalurnya.
"Jadi korban pergi ke club berdua bersama Lipas. Kita anggap pergi berdua, karena Lipas yang menjemputnya di rumah untuk pergi ke club. Kita hitung Lipas orang yang terlibat dalam kasus ini, walau statusnya seperti yang dia katakan, hanya menjemput korban. Setelah tiba di club dan di dalam club, korban juga tetap bersama Lipas." Ucap Kaliana selanjutnya.
"Selanjutnya, Mr. X datang menemuinya dan katakan korban sedang ditunggu oleh Jaret. Korban menanggapi ajakan Me X, lalu mengikutinya pergi. Jadi selanjutnya, Lipas diganti posisinya oleh Mr. X untuk mendampingi korban. Sampai di sini, kita akan meneliti apa yang dilakukan korban dengan Mr. X setelah keluar dari club. Putra, berikan beberapa tanda tanya di bagian ini, karena di bagian ini yang menentukan untuk tindakan kita berikutnya." Ucap Kaliana serius dan Putra melakukan yang di minta oleh Kaliana.
"Sebelum kita lanjutkan, Putra tolong berikan pertanyaan di Mr. X, agar kita mudah mencari orangnya. Siapa dia? Kemana mereka pergi? Berapa lama mereka bersama? Kita perlu menyelidiki pertanyaan-pertamyaan itu, karena korban pergi dan tidak pernah kembali lagi ke club." Ucap Pak Yosa dan dicatat oleh Putra setelah melihat anggukan Kaliana.
"Baik... Putra sudah catat itu semua dan akan menjadi perhatian kita. Selanjutnya ada kondisi yang kosong dimana kita belum tau korban berpindah kemana setelah keluar dari club tersebut. Kita akan tau, jawabannya jika sudah menemukan Mr. X. Jadi Mr. X adalah kunci pembuka kedua setelah Lipas." Ucap Kaliana lagi kepada anggota teamnya.
__ADS_1
"Selanjutnya, kita tinggalkan Mr. X, kita menuju ke selokan dimana korban ditemukan. Dua TKP ini berbeda situasi dan kondisi. Di club korban dalam kondisi hidup. Sedangkan di selokan, korban dalam keadaan sudah tewas." Ucapan Kaliana langsung digambarkan oleh Putra di layar TV, agar mereka lebih muda menganalisa.
"Beberapa jam perpindahan tempat korban, itu yang akan kita gali. Sebelumnya kita masih mencari potongan-potongan puzzle untuk menemukan orang-orang yang bersama korban sebelum tewas. Sekarang kita sudah temukan, jadi kita tidak akan mencakar kemana-mana lagi." Kaliana berbicara dengan tenang dan yakin, karena sudah temukan cara yang akan mengarahkan tujuan pencarian mereka.
"Jubah korban sudah kita temukan, jadi Putra tolong berikan tanda 'OK' pada jubah. Sedangkan sepatu, tetap masih kita cari. Melihat korban dari club, jadi tetap kita pastikan korban pakai sepatu. Jenis sepatunya bisa beberapa jenis, tetapi nmbukan bertali-tali. Itu bisa dilihat dari tanda bekas sepatu, yang ada pada kaki korban." Kaliana menjelaskan, detailnya.
"Jika korban diturunkan dalam keadaan tidak sadar, berarti sepatunya bisa tertinggal di dalam mobil orang yang mengantar atau jatuh dan hanyut dalam selokan." Novie menganalisa berdasarkan hasil autopsi, korban masih hidup saat berada dalam selokan.
"Baik. Putra, tetap fokuskan kepada sepatu, karena korban keluar dari club masih kenakan sepatunya. Sepatunya ada di antara waktu dan orang yang bersamanya setelah berpisah dari Lipas." Kaliana melihat bagian itu, bisa menjadi poin penting atau sama seperti jubah, hanya bagian kecil setelah ditemukan.
"Iyaaa... Kita anggap korban dan Jaret pergi ke apartemen untuk menghabiskan malam itu bersama Jaret, sebelum di antar pulang ke rumahnya. Dalam perjalanan, terjadi pertengkaran, korban minta diturunkan di pinggir jalan dekat komplek." Ucap Novie menggapi pendapat Yicoe.
"Kak Novie, kita sedang membeda kasus pembunuhan untuk mencari pelaku yang paling mendekati. Bukan sedang menulis drama satu babak orang sedang pacaran dan berantem, lalu minta diturunin di tengah jalan. Hehehehe..." Putra senang bisa ngeledek Novie. Semua tersenyum mendengar yang dikatakan Putra.
__ADS_1
"Mungkin ini rute normal yang dilakukan korban jika ke club bersama Jaret. Tapi kita harus ingat, Lipas katakan bahwa yang mengantar korban ke apartemen adalah Lipas. Bukan pergi bersama Jaret atau orang lain, sehingga dia harus ketinggalan jubahnya di mobil Lipas. Pasti terjadi sesuatu, sehingga membuat korban melupakan atau tidak sempat kembali mengambil jubahnya di mobil Lipas." Ucap Kaliana, merinci.
"Berdasarkan peristiwa di club, dan apa yang dikatakan Novie, bisakah kita jadikan Jaret sebagai tersangka?" Tanya Yicoe, sambil melihat rekan-rekannya bergantian.
"Bisa saja, Putra tolong tandain Jaret, ya. Tetapi aku lebih menyukai Putra membuat tanda tanya besar di wajah orang yang ada di luar club. Kenapa demikian, karena pendapatku sama dengan Pak Bram. Jaret tidak tau, korban pergi ke club malam itu." Ucap Kaliana yang kembali fokus pada analisanya.
"Selain reaksinya atas pertanyaanku, hasil pemeriksaan Bram dan team menunjukan bahwa alibi Jaret, benar. Dia berada di luar kota dengan semua bukti pendukung lengkap, karena ada event olah raga dan dia sebagai pengurus dan juga panitia event tersebut." Ucap Kaliana menjelaskan apa yang dikatakan Bram tentang hasil penyelidikannya tentang alibi Jaret.
"Ok. Jika benar dia ada di luar kota, tapi kita tidak bisa menutup kemungkinan dia adalah tersangka pelaku pembunuhan. Jika dia mengginginkan korban tewas, dia bisa merencanakan, tanpa perlu melakukan. Ada banyak cara untuk bisa meujudkan rencananya." Ucap Pak Yosa serius berpikir dan memberikan pendapat.
"Baik... Kita tidak mengabaikan bukti alibi Jaret yang telah diselidiki oleh Pak Bram, ya. Putra, kita jadikan Jaret tersangka pelaku pembunuhan. Berdasarkan bukti-bukti yang ada, berarti dia tidak melakukannya sendiri. Dia harus masuk dalam kategori meminta orang lain melakukannya. Tolong petakan..." Kaliana meminta Putra membuat kolom tersendiri untuk mancatat hasil analisa anggota team.
"Coba pikirkan faktor pendukung yang membuat kita bisa masukan dia dalam kategori ini. Faktor itu juga harus kuat dan tidak mengada-ada, bukan karena unsur perkataan saksi atau kedekatan dengan korban. Fokus berdasarkan kejadian di club dan peristiwa berikutnya yang ada sangkut-pautnya." Ucap Kaliana serius sambil meminta analisa dari rekan-rekannya.
__ADS_1
...~***~...
...~●○¤○●~...