![C L B K [Cinta Lama Belum Kelar] Kriminal](https://asset.asean.biz.id/c-l-b-k--cinta-lama-belum-kelar--kriminal.webp)
...~•Happy Reading•~...
Mendengar keterangan orang yang diincar kepada Novie, membuat Kaliana tersentak. Keterangannya membuka pintu yang tidak terduga oleh Kaliana dan team. Kaliana langsung menuju tempat Novie untuk membantu. "Pelangi imut, keluar dan tunggu di parkiran." Kaliana meminta Yicoe keluar dari club, lalu dengan sigap berjalan menuju tempat Novie.
"Pak Marons, tolong kembali ke mobil. Tunggu aku di sana." Ucap Kaliana serius. Mendengar itu, Marons berdiri lalu berjalan keluar club menuju mobil seperti yang dikatakan Kaliana.
Dia merasa heran dengan keputusan Kaliana yang tiba-tiba memintanya untuk meninggalkan club. Marons merasa belum ada banyak keterangan yang diperoleh. Padahal dia sedang memperhatikan pengunjung, mencari seorang wanita yang pernah dia lihat berbicara akrab dengan Rallita. Tetapi dia tetap lakukan seperti yang diminta oleh Kaliana untuk meninggalkan club.
"Pak Yosa, temui pelangi imut di pintu keluar, dan tunggu di parkiran." Ucap Kaliana serius. Mendengar itu, Pak Yosa segera keluar dari Mobil, lalu menuju tempat yang dikatakan Kaliana. Mereka langsung dalam kondisi siaga, jika Kaliana telah bersikap demikian.
Kaliana membantu Novie untuk mengeluarkan orang tersebut dari dalam club tanpa menimbulkan keributan. Pegangan Novie belum lepas darimya, apakagi sekarang ditambah dengan kehadiran Kaliana yang terlihat sangat sangar dan dingin.
"Pak Yosa, tolong jaga orang ini bersama Novie dan Yicoe. Aku mau menemui Pak Marons sebentar." Ucap Kaliana setelah mereka berada di luar club. Kaliana berjalan cepat ke arah mobil Marons. Melihat Kaliana mendekati mobilnya, Marons segera turun dari mobil.
"Ada apa sebenarnya, Kalia? Apakah kita akan membawa orang itu?" Tanya Marons yang belum mengerti maksud dan cara kerja Kaliana dan teamnya.
"Begini, Pak. Kami akan minta keterangan orang itu tentang korban. Alangka baiknya, bapak tidak usah ikut dan juga tidak usah dengar percakapan kami. Pak Marons tunggu kami di mobil sampai selesai. Nanti kami akan beritahukan garis besar dari pernyataannya." Ucap Kaliana serius dan berharap Marons bisa mengerti permintaannya.
Kaliana tidak mau Marons mendengar pernyataan orang itu tentang istrinya. Mungkin saja ada keterangan yang akan menyakitinya, mengingat dia sudah membuka dengan Jaret.
"Baik, aku mengerti maksudmu. Aku akan tunggu di mobil, karena lebih baik aku tidak mendengar pernyataannya. Aku percayakan kepada kalian semua. Bagiku, yang penting kalian sudah keluar dari club itu." Ucap Marons juga ikutan serius dan berbicara dengan hati lega.
__ADS_1
Kaliana pun mengangguk dengan hati lega, lalu mengulurkan tangannya ke arah Marons untuk meminta alat komunikasi yang ada pada Marons. Bagi Kaliana, mencegah lebih baik dari pada mengobati. Dia khawatir, Marons tiba-tiba ingin dengar karena rasa ingin tahunya.
Setelah Marons menyerahkan alat komunikasinya, Kaliana kembali menemui Pak Yosa, Yicoe dan Novie yang sedang menunggunya sambil menjaga orang yang diincar mereka. "Putra, siap, ya. Semuanya clear?" Tanya Kaliana sebelum dia melakukan interogasi.
"Siap and clear." Ucap Putra, serius. Dia tahu apa yang sedang terjadi, saat Kaliana meminta mereka semua keluar dari club. Orang yang ditemukan adalah bagian dari potongan puzzle yang sedang mereka cari.
Kaliana langsung menanyakan nama, status, alamat tempat tinggal dan pekerjaan orang tersebut sambil meminta Yicoe untuk mendekatkan alat komunikasi Marons yang telah diberikan kepadanya ke arah mulut orang tersebut. Supaya Putra bisa mendengar keterangannya dengan jelas. Mereka semua tidak membawa catatan, jadi semua keterangannya akan disimpan oleh Putra.
"Terima kasih sudah mau koperatif, sehingga tadi tidak menimbulkan masalah di dalam." Ucap Kaliana membuka percakapan mereka dengan tenang.
"Kami akan bertanya dengan cepat, dan kami berharap anda menjawab dengan cepat dan benar. Agar anda bisa cepat kembali ke dalam." Kaliana coba melunak, karena orang tersebut mau bekerjasama.
"Iyaa. Saya mengenal Jaret, karena dia dan Lita sering ada di sini." Jawab orang tersebut, jujur.
"Apa maksud anda dengan ungkapan yang dikatakan kepada rekan saya tentang Lita lolipop Jaret." Tanya Kaliana untuk menegaskan, walaupun dia sudah bisa menebak maksud dari ungkapan orang tersebut. Tadi Kaliana melarang Novie meneruskan pertanyaannya, karena khawatir penjelasan orang itu akan menyakiti hati Marons yang sedang mendengar percakapan mereka.
"Masa kalian tidak tahu, sedangkan ada di tempat begin? Kami katakan orang yang begini, dengan julukan lolipop." Ucap orang itu sambil memasukan jempolnya ke mulut, seakan sedang mengisap permen lolipop.
"Mereka itu pasangan hot and sweet di antara yang hadir, karena bukan hanya bersenang senang di sini, tapi juga di luar." Ucap orang itu lagi untuk lebih menjelaskan maksud ungkapannya tadi.
"Baik. Jadi anda tahu mereka berpasangan juga di luar, ya. Anda bisa memberikan bukti kepada kami untuk menguatkan keterangan anda itu? Jangan sampai itu hanya dugaan anda saja, karena melihat kemesraan mereka saat berada di sini?" Kaliana serius bertanya dan menganalisa jawaban orang tersebut. Sedangkan yang lain mendengar sambil mengurung orang tersebut.
__ADS_1
"Saya sangat tahu dan punya bukti, karena Lita sering minta saya untuk menjemputnya dari rumahnya untuk datang ke sini. Dan saya akan mengantarnya ke apartemen untuk bertemu dengan Jaret yang sudah berangkat duluan untuk memunggunya di apartemen." Ucap orang itu, lancar jaya.
"Mengapa anda harus mengantarnya? Bukankah Jaret ada bersama dengannya di sini. Mengapa mereka tidak pulang bersama-sama saja?" Tanya Kaliana lagi untuk menggali.
"Apakah kalian tidak tau, kalau suami Lita adalah anak konglomerat dan punya jabatan penting di perusahaan keluarganya? Sedangkan Jaret adalah anak pejabat penting di pemerintahan. Jadi mereka harus bermain petak umpet untuk bisa bersenang-senang di luar sini."
"Dan juga menurut Lita, suaminya sangat galak dan kejam. Dia bisa dihabisi jika ketahuan sayang-sayangan di luar. Jadi mereka tidak akan datang bersamaan ke sini atau bersamaan ke sana." Ucap orang itu lagi.
"Apakah anda pernah bertemu dengan suaminya di tempat ini?" Tanya Kaliana untuk melengkapi keterangan orang tersebut.
"Belum pernah. Mana mungkin orang seperti suaminya akan datang ke tempat ini, sedangkan waktunya telah habis di kantor dan ngurusi perusahaannya. Menurut Lita, suaminya alergi tempat beginian, sedangkan Lita tidak bisa lepas dari semua ini. Hanya Jaret yang bisa menemaninya bersenang-senang di sini."
Semua yang mendenfar keterangan orang tersebut terdiam. Kaliana berpikir cepat dalam situasi yang menguntungkan mereka. Orang tersebut memberikan keterangan, kadang tidak diminta.
"Saya kesal dan menceritakan ini, karena sudah berkali-kali menghubungi Lita untuk datang ambil mantelnya di mobil, tetapi tidak bisa. Kalau kalian tau di mana dia, tolong bilang dia untuk datang ambil mantelnya. Bikin masalah saja, karena mantelnya itu membuat istriku marah dan mengamuk. Dia mengira itu mantel wanita peliharaanku." Ucap orang itu lagi.
"Sekarang, mantel itu ada di mana?" Tanya Kaliana sedikit lega, karena Marons tidak mendengar keterangan yang disampaikan orang tersebut. Entah apa yang akan dirasakan Marons, jika mengetahui semua itu.
...~***~...
...~●○¤○●~...
__ADS_1