![C L B K [Cinta Lama Belum Kelar] Kriminal](https://asset.asean.biz.id/c-l-b-k--cinta-lama-belum-kelar--kriminal.webp)
...~β’Happy Readingβ’~...
Putra dan Pak Yosa langsung bertepuk tangan girang. Novie dan Yicoe hanya bisa mengambil gelas air mineral dan mengangkatnya tinggi, hendak meleparnya ke arah Putra yang sedang tertawa senang. Melihat itu, Putra membuat wajah lucu, sambil mengangkat kedua jarinya, tanda peace.
Yicoe dan Novie langsung, menurunkan gelas air mineralnya dan meminumnya. Mereka sudah sering melakukan penyamaran untuk memperoleh keterangan atau bukti, tetapi tidak berpakaian seperti yang dikenakan Rallita. Itu yang membuat mereka agak berat hati melakukannya.
"Tenang, Coe dan Vie. Kita tidak perlu melepaskan bagian luarnya. Kita tetap mengenakan itu, karena bagaimana sembunyikan perlengkapan kita, jika hanya memakai bagian dalamnya saja? Jadi jangan hiaraukan Putra. Dia yang akan kelimpungan bekerja di luar." Ucap Kaliana serius, untuk menenangkan Yicoe dan Novie.
"Vie, tolong ke mobil dan ambil paperbag yang ada di mobil, bawakan ke sini, ya. Itu ada titipan ole-ole dari Pak Marons untuk kita. Beliau baru kembali dari Semarang. Tadi aku lupa turunin." Ucap Kaliana, teringat pemberian Marons saat melihat mimik wajah Putra yang senang.
Kegembiraan Putra, mengingatkan Kaliana akan pemberian Marons. Putra pasti senang melihat wingko babat yang diberikan Marons. "Horeeee... Lengkap nih, kegembiraanku." Ucap Putra, saat melihat Novie membawa masuk paperbag yang bertuliskan wingko babat. Kaliana hanya bisa menggelengkan kepalanya.
"Maaf, ya. Karena situasi dan kondisi ole-ole, aku akan membaginya, supaya adil. Tidak boleh ambil sendiri. Yang makan dalam kecepatan tinggi, bisa menguasai medan." Ucap Kaliana, lalu memgeluarkan isi paperbag dan membagi isinya untuk mereka berlima.
Pak Yosa tertawa melihat wajah yang dibuat lucu oleh Putra, saat Kaliana membagi wingko babat. "Punyaku dibagi saja buat berempat. Aku sudah tidak berani makan, dengan usia segini." Ucap Pak Yosa, karena khawatir kesehatannnya.
"Benar, Pak Yosa. Harus jaga kesehatan. Jangan sampai wingko babat membuat penyelidikan kita terhambat karena kesehatan bapak terganggu." Ucap Putra kembali riang. Semuanya tertawa melihat mimik lucu Putra, saat mengatakan demikian.
"Kalian makan dulu, ya. Aku mau hubungi Pak Bram. Tadi mau mampir ke sana, tetapi tidak jadi." Ucap Kaliana lalu mengambil ponselnya untuk menghubungi Bram.
__ADS_1
"Rakyatku...." "Merdeka..." Ucap Novie dan dibalas oleh Yicoe dan Putra sambil mengepalkan tangan, saat tahu Kaliana hendak menghubungi Bram.
"Ssssssstttttt ....," Kaliana meletakan jarinya di bibir, karena khawatir Bram mendengar mereka. Kaliana berjalan menjauhi mereka
π±"Hallooo, sayangku, cintaku. Merindukanku?" Sapa Bram saat merespon panggilan Kaliana.
π±"Hallooo, negriku, bangsaku. Mau lapor, nih... Yang kau katakan tadi siang itu benar. Orang yang mengikutiku, memang mengikuti Pak Marons ...." Kaliana menceritakan semua yang terjadi dan diketahui oleh Pak Yosa.
Kaliana juga menceritakan tentang Punguk yang disewa oleh orang tua korban. Begitu juga siapa yang mengikutinya. Demikian juga dengan Papa korban yang datang ke kantor Ayah Marons. Bram mendengar semua yang dikatakan Kaliana dengan serius.
π±"Kalau begitu, kau harus hati-hati jika Punguk sudah tau kau bersama dengan Pak Marons. Aku akan secepatnya meminta mereka datang ke sini untuk dimintai keterangan. Aku jadi punya gambaran untuk menyelidiki mereka, setelah mengetahui ini." Ucap Bram serius.
π±"Ok. Nanti besok aku akan kabari hasilnya, kapan mereka bisa datang. Soal Punguk, tidak usah dipikirkan. Dia sekarang hanya bisa mengais rejeki untuk makannya, karena tidak bisa bekerja sama dengan kesatuan lagi." Ucap Bram untuk menenangkan Kaliana. Dia tidak mau Kaliana kepikiran tentang sepak terjang Punguk, setelah dipecat.
π±Ok, siiiaaap. Aku tunggu kabarnya. Selamat istirahat." Ucap Kaliana, lalu mengakhiri pembicaraan mereka setelah Bram membalas salamnya.
Kaliana terdiam setelah selesai berbicara dengan Bram. Dia tahu Bram sedang menutupi sepak terjang Punguk darinya. Karena jika dia tidak melakukan sesuatu yang buruk, Bram tidak akan mengatakan 'tidak usah memikirkan Punguk'. Kaliana menyadari itu, karena telah bekerja sebagai patner cukup lama dengannya.
Kaliana menepis apa yang ada dipikirannya mengenai Punguk, lalu mengirim pesan kepada Marons untuk menanyakan, sudah istirahat atau belum, karena dia mau menghubunginya. Marons tidak membalas pesannya, tetapi langsung menghubunginya.
__ADS_1
Marons tahu, pasti Kaliana ada perlu dengannya sehingga menanyakan itu. Sebelumnya dia sudah membalas pesan, saat Kaliana memberitahukan bahwa telah tiba di rumah.
π±"Hallooo, Kalia. Aku belum tidur. Ini baru selesai bicara dengan orang tuaku. Sepertinya, kau dan Danny tidak usah ke sini untuk menjelaskan, karena orang tuaku mengerti dan sudah tau tentang kau dan teammu." Ucap Marons, menjelaskan apa yang sedang dilakukannya, sebelum Kaliana menjelaskan maksud pesannya.
π±"Berarti aman ya, Pak. Jadi waktunya bisa kita gunakan untuk yang lain. Mengenai orang yang mengikuti tadi, benar itu dari orang tua korban..." Kaliana menjelaskan tentang siapa yang disewa oleh orang tua Rallita dan juga alasan mereka menyewa detektif untuk menyelidiki Marons. Kaliana memberikan gambaran sepintas, agar Marons tidak perlu terkejut saat bertemu dengan mertuanya dan juga tahu apa yang akan dikatakan jika orang tua korban menuduhnya.
π±"Aku sudah menduganya. Dia playing victim untuk mendapatkan bantuan dari orang tuanya. Terima kasih, sudah ingatkan. Nanti aku akan bicara dengan Ayah juga, agar bisa menghadapinya nanti, jika bicara yang tidak-tidak." Ucap Marons serius, setelah mendengar penjelasan Kaliana.
π±"Iya, Pak. Selain itu, aku hubungi ini bukan hanya mau infokan itu. Tetapi lebih perlunya mau meminta tolong atau tepatnya mau diskusikan rencana kami dan apa yang mau kami lakukan. Jadi minta bantuannya untuk meminjam ...." Kaliana menjelaskan rencana penyamaran mereka dan mau pinjam baju korban untuk mereka kenakan.
Marons mendengar dalam diam, tanpa berkomentar. Dia sedang memikirkan apa yang dikatakan Kaliana, karena tidak menyangka, Kaliana dan team akan lakukan penyamaran seperti itu.
π±"Kalia... Apa kalian harus lakukan itu? Apakah tidak ada cara lain untuk mencari keterangan atau bukti dari tempat itu? Aku bukannya keberatan kalian mengenakan bajunya, tetapi aku tidak suka kalian ke tempat itu." Ucap Marons pelan, karena khawatir untuk kedua anggota team Kaliana.
π±"Sebenarnya ada Pak Yosa, Pak. Tapi Pak Yosa sudah agak berumur dan akan sangat menyolok penyamarannya ditempat itu. Jadi mereka usulkan Yicoe dan Novie. Aku tidak bisa membiarkan mereka berdua sendiri, jadinya aku juga ikut. Kami bertiga akan melakukan penyamaran itu." Kaliana mencoba menjelaskan dan berharap Marons mengerti. Dari nada bicaranya, Kaliana menyadari, Marons tidak setuju mereka melakukan itu.
π±"Kau ikut juga dengan mereka? Astagaaa, Kalia... Aku makin khawatir membayangkan kalian bertiga ke tempat seperti itu. Itu bukan tempat pesta seperti pada umumnya, tempat pesta. Yang aku ceritakan padamu itu, hanya kulitnya saja. Aku yang laki-laki tidak mau datang untuk kedua kali ke tempat itu. Apalagi kalian bertiga wanita. Kalau Rallita diam-diam kembali ke tempat itu, mungkin dia merasa itu habitnya." Ucap Marons mulai was-was membayangkan Kaliana dan teamnya berada di tempat yang pernah didatanginya bersama Rallita.
...~***~...
__ADS_1
...~ββΒ€ββ~...