![C L B K [Cinta Lama Belum Kelar] Kriminal](https://asset.asean.biz.id/c-l-b-k--cinta-lama-belum-kelar--kriminal.webp)
...~•Happy Reading•~...
Kaliana bersama 'Team Sopape tiba di tempat GP dua jam sebelum waktu yang ditentukan oleh Bram. Walaupun sehari sebelumnya Kaliana telah bertemu dengan Bram untuk mendiskusikan kesiapan penyelenggaraan GP, Kaliana dan team tetap datang lebih awal untuk memantau situasi.
Kaliana tidak turun dari 'Sopapa' (mobil miliknya). Sopapa telah dalam kondisi lengkap dengan peralatan canggih yang disediakan Kaliana untuk Putra. Dari luar hanya terlihat dari kaca bagian depan mobi, tempat duduk sopir. Sedangkan di belakang tempat duduk sopir telah tertutup rapat, sehingga tidak ada yang bisa melihat apa yang ada di baliknya.
Di belakangnya hanya ada tempat kerja Putra dengan peralatan canggih dan beberapa layar monitor untuk memantau situasi. Sehingga semua sudut yang telah dipasang kamera oleh Pak Yosa dan cctv keluarga orang tua Rallita bisa dipantau oleh Putra.
Kaliana duduk di samping Putra sambil memperhatikan layar monitor, jadi siapa yang datang ke mansion keluaga orang tua Rallita bisa diketahui. Kaliana telah mengecek alat komunikasi teamnya sebelum Bram dan anggotanya tiba.
Setelah semua telah berada pada tempatnya, Kaliana memanggil semua anggota team kembali untuk berkumpul di mobil. Mereka saling memberi informasi tempat-tempat yang sudah mereka survey sambil terus memperhatikan layar monitor.
Pak Yosa hanya duduk di belakang setir mobil sambil melihat siapa yang datang. Kaliana segera turun, saat melihat dari monitor mobil Bram telah masuk ke parkiran mansion keluarga Rallita.
Kaliana berjalan cepat menjauh dari mobilnya, agar Bram tidak mendekati mobil dan juga teamnya. "Kau sudah sisir semuanya?" Tanya Bram serius, karena baru tiba bersama anggotanya. Tanpa candaan atau gombalan.
"Kami belum sisir. Hanya mengatur pososi. Silahkan kalian menyisir. Kami tunggu kalian menyiapkan posisi masing-masing. Kau juga silahkan masuk bertemu dengan tuan rumah dan mendata yang sudah hadir." Ucap Kaliana serius.
"Jika semua sudah hadir dan hendak mulai GP, kau hubungi aku. Aku akan masuk saat kau membuka acaranya." Ucap Kaliana yang telah siap untuk melakukan GP.
"Baik. Aku masuk menyapa tuan rumah dan kau tunggu aku hubungi." Ucap Bram lalu berjalan cepat setelah berpamitan dengan Kaliana.
__ADS_1
Kaliana kembali masuk ke mobilnya untuk memonitor kembali bersama Putra, Yicoe dan Novie. Dia agak lega, saat melihat orang-orang yang diundang telah hadir. Tetapi hatinya tetap was-was, karena sampai sekarang Marons belum juga terlihat hadir. Hal itu membuat Kaliana gelisah dan tidak tenang.
"Woow... Siapa pria keren yang baru turun dari mobil keren itu?" Tanya Putra sambil menunjuk layar monitor, lalu tersenyum." Yicoe dan Novie langsung memukul punggung Putra secara berbarengan. Menurut mereka, Putra masih bisa bercanda dalam situasi seperti itu.
Tetapi mereka tetap memihat ke layar monitor yang ditunjuk Putra. Ketika melihat Marons baru turun dari mobil terbaru dengan penampilan yang santai, tapi sangat cool dan keren, Yicoe dan Novie mengelus punggung Putra yang kena pukul mereka, tanda minta maaf.
"Pantas kau mengatakan keren. Memang beliau sangat keren hari ini." Yicoe berkata sambil mengangkat dua jempol ke arah Novie. Mereka tersenyum dan mulai saling komentar. Mereka makin rusuh melihat penampilan Marons.
Kaliana sedang mengotak atik ponsel, karena berkirim pesan dengan Bram yang menanyakan Marons belum tiba. Jadi perhatikan layar monitor, karena melihat keributan teamnya. Dia terkejut, melihat Marons berjalan ke arah mobilnya.
"Pak Yosa, cegah Pak Marons ke sini. Katakan kita akan bertemu di dalam." Ucap Kaliana cepat. Pak Yosa yang ada di belakang setir, segera turun dan berjalan cepat ke arah Marons. Kaliana menjaga jarak dan juga tidak berkomunikasi dengan Marons, agar tidak mempengaruhi suasana hatinya.
"Apakah Anna sudah ada di dalam?" Tanya Marons untuk meyakinkan, dimana Kaliana berada.
"Anna belum masuk ke dalam, Pak. Masih di mobil menunggu dipanggil. Anna sudah melihat kehadiran Pak Marons dan meminta tidak mendekat. Jadi mohon kerja samanya." Pak Yosa berkata pelan.
Marons mengangguk, lalu berjalan masuk ke dalam ruang pertemuan diantar oleh salah seorang petugas yang telah disiapkan oleh Bram untuk menyambut setiap undangan yang hadir. Marons berjalan masuk ke dalam rumah yang luas, tetapi sekarang terasa asing baginya.
Marons mendekati meja petugas penerima tamu. Kemudian menyerahkan undangan yang dibawanya dan juga ponselnya saat diminta. Petugas memeriksa seluruh tubuhnya sebagaimana yang lain, agar tidak ada yang membawa senjata atau benda tajam ke dalam ruang tamu yang telah disulap menjadi ruang pertemuan.
Dengan percaya diri tanpa memperhatikan semua yang telah hadir, Marons masuk ke ruang pertemuan. Marons agak terkejut melihat Yogi dan Danny sudah ada dalam ruangan tersebut. Kemudian dia berjalan mendekati tempat duduk yang telah disiapkan oleh Danny untuknya. Sedangkan Yogi duduk diam, tanpa merespon kedatangan Marons.
__ADS_1
Yogi sudah diberikan pengarahan oleh Kaliana tentang tugasnya dan mengapa diundang ke tempat tersebut. Sehingga dia menjaga jarak dan tidak berinteraksi dengan Marons dan Danny.
Semua mata tertuju kepada Marons yang begitu tenang dan santai berjalan masuk ke dalam ruangan tersebut tanpa menengok atau menyapa, termasuk kepada mantan mertuanya. Hal itu membuat Papa Rallita makin meradang melihat sikap Marons yang cuek dan terkesan arogan.
Melihat Marons yang merupakan undangan terakhir telah berada di dalam ruangan, Bram memerintahkan petugas yang telah menyita semua alat komunikasi untuk mengunci gerbang mansion keluarga Rallita. Security keluarga Rallita telah diberikan pengarahan oleh Bram, agar mengikuti standart pengamanan GP yang telah diatur oleh Kaliana. Sehingga mereka mengikuti apa yang dikatakan petugas yang diperintahkan oleh Bram untuk mengunci gerbang.
Ketika Kaliana melihat dari monitor, gerbang mansion orang tua Rallita telah dikunci, dia meminta teamnya menempati posisi yang telah ditentukan. Kaliana juga turun dari mobil lalu berjalan dengan tenang, sambil menunggu kode dari Bram untuk masuk ke ruangan.
Setelah ditinggal anggota team lainnya, Putra segera mengunci pintu mobil untuk mencegah adanya gangguan dari luar saat dia bekerja.
Sesuai waktu yang ditentukan dan juga semua undangan telah hadir, Bram segera melaksanakan GP dengan hati lega, karena tidak ada yang nyelonong masuk tanpa diundang.
"Kita akan mulai membuka acara gelar perkara ini dengan memanjatkan puji dan syukur kepada Tuhan Yang Maha Kuasa, yang telah memberikan kesempatan untuk kita bisa hadir di sini. Gelar perkara ini diadakan dalam rangka menyelesaikan beberapa kasus, diantaranya kasus tewasnya Ibu Rallita Gandire." Bram memulai setelah mengirim pesan kepada Kaliana, bahwa akan segera dimulai.
Sebelum kita lanjutkan acara ini, saya akan memperkenalkan pendamping saya dalam menyelesaikan kasus-kasus ini, Ibu Kaliana. Beliau yang akan memimpin gelar perkara ini bersama-sama dengan saya." Bram memperkenalkan Kaliana, kepada yang hadir.
Banyak yang terkejut, terutama Papa Rallita yang telah menuduhnya sebagai simpanan Marons saat berbicara dengan Ayah Marons di kantornya. Papa Rallita melihat ke arah Marons dan Kaliana bergantian, untuk melihat reaksi mereka. Sedangkan pengacara yang mendampingi Papa Rallita tersenyum sinis dan meremekan, melihat Kaliana hanya mengangguk pelan dan singkat kepada semua yang hadir.
...~***~...
...~●○¤○●~...
__ADS_1