C L B K [Cinta Lama Belum Kelar] Kriminal

C L B K [Cinta Lama Belum Kelar] Kriminal
Rencana Penyamaran 3.


__ADS_3

...~•Happy Reading•~...


Sebenarnya, Kaliana merasakan keberatan Marons, tetapi dia ingin menyelesaikan kasus yang membebani Marons. Jadi semua peluang untuk mendapatkan keterangan atau bukti akan dilakukan. Kaliana mengabaikan rasa keberatan Marons, lalu melihat semua baju Rallita di dalam lemari yang telah dibuka oleh Marons.


"Mbak Anna, korban ini selebritis atau artis? Semua busana yang banyak ini, melebihi milik seorang artis. Aku yakin, yang di laci-laci ini, pasti sepatu, perhiasan, tas dan lainnya." Novie menebak sambil menunjuk laci-laci di bagian bawah lemari. Kaliana hanya meletakan jarinya di bibir sebagai kode, tidak usah dipertanyakan.


"Jangan lihat yang lain dulu, cukup yang mau kita kenakan saja. Kalau mau lihat yang lain, harus ada Pak Marons." Ucap Kaliana mengingatkan dan mulai melihat isi lemari yang telah dibuka oleh Marons untuk mereka.


Kaliana mengeleluarkan pakaian Rallita dari dalam lemari satu demi satu, dibantu Yicoe dan Novie. Mereka meletakan semuanya di atas karpet, lalu memilih model dan warna yang disukai dan juga bisa sesuai dengan bentuk tubuh mereka. Melihat banyaknya baju, mereka jadi bingung untuk memilih.


"Astaga, Vie... Lihat ini dan coba jengkal. Ini seperti baju untuk anak balita. Hehehe.." Ucap Yicoe sambil mengangkat baju Rallita yang ketat dari bahan stretch dan terlihat sangat kecil.


Astaga... Cari yang lain. Itu sekali melangka, langsung kelihatan bah*nolmu." Ucap Kaliana sambil terus mencari baju yang cocok untuknya.


Saat mereka merasa ada yang cocok, langsung mengenakan untuk mencobanya. Mereka jadi tertawa sendiri melihat penampilan mereka di cermin besar yang ada dalam ruangan tersebut. "Apa kita perlu memasang tali untuk baju-baju ini, agar tidak melorot." Yicoe bertanya karena tidak yakin dengan busana yang telah dipakainya. Dia khawatir akan melorot jika bergerak.


"Kita pakai yang ini, lalu coba beberapa gerakan lipat gunting. Apakah bermasalah atau tidak." Kaliana yang sudah memakai jubah dan coba gerakan menarik pistol dari punggungnya.


Mereka langsung tertawa melihat gerakan bertiga mengibaskan jubah, lalu mengabil pistol dari punggung mereka. "Kita menggunakan ini seperti Charlie's Angels." Ucap Yicoe tertawa, membuat mereka terduduk di lantai sambil tertawa ngakak.


"Mbak Anna lebih mirip seperti Keanu Reeves di The Matrix." Ucap Novie lagi, membuat Kaliana mengambil pistolnya dan hendak memukul paha mereka yang kelihatan dengan gagang pistol, akibat baju yang mereka kenakan.

__ADS_1


"Aku setuju denganmu, Vie. Mbak Anna terlihat lebih keren." Yicoe membenarkan apa yang dikatakan Novie.


Tiba-tiba, terdengar ketukan di pintu. Membuat mereka berhenti tertawa dan menutup mulut mereka dengan tangan. "Kakak-kakak.... I'm here." Terdengar suara Putra di luar kamar.


"Mbak Anna minta Putra ke sini?" Tanya Yicoe, setelah memastikan itu adalah suara Putra.


"Tidak... Pasti dia kesepian di sana, jadi menyusul kita." Ucap Kaliana, lalu meminta Novie untuk membuka pintu, karena dia sedang merapikan bajunya.


"Apa kalian baik-baik, saja? Kami masuk sekarang." Marons berkata lalu membuka pintu sebelum Novie sempat melangkah. Mereka tidak tahan di luar mendengar suara berisik dan tawa dari dalam kamar.


Marons dan Putra terkejut melihat Yicoe dan Kaliana yang baru berdiri dari lantai dalam balutan busana yang menggoda. Astagaaa... Kakak-kakakku seperti Charlie's Angels... Tapi Mbak Anna seprti Keanu Reeves di The Matrix. Hhhhhhh... " Ucap Putra lalu tertawa senang melihat tiga gadis cantik berdiri di atas karpet dengan busana yang aduhai.


"Kenapa kau ikut ke sini? Di mana Pak Yosa?" Tanya Kaliana, setelah mengendalikan dirinya karena melihat Marons terdiam melihat mereka bertiga. Marons sudah mandi, dan rambutnya yang agak basah membuatnya sangat cooll.


"Kau bawa semua perlengkapanmu?" Tanya Kaliana sambil merapikan mantelnya untuk menutupi baju yang ada di bagian dalam.


"Aku sudah bawa semuanya, lengkap." Ucap Putra sambil menunjuk ransel di punggungnya.


"Kalau begitu, hubungi Pak Yosa minta ke sini. Kita lakukan nanti malam saja, karena ini sudah dapat dress code nya. Pak Marons, kami pinjam yang ini, ya." Ucap Kaliana, yang telah menutup tubuhnya dengan mantel. Marons hanya bisa mengangguk.


"Siaap... Sekarang aku hubungi." Ucap Putra, lalu meletakan ranselnya. Dia mengambil ponsel untuk menghubungi Pak Yosa.

__ADS_1


Ketika mendengar apa yang dikatakan Kaliana, Marons berpikir dengan cepat. "Kalau begitu, aku akan ikut dengan kalian. Aku tidak akan melakukan apapun, tapi hanya mengantar saja." Ucap Marons yang tidak sampai hati membiarkan Kaliana pergi dengan teamnya sendiri. Dia tidak berpikir itu adalah bagian dari pekerjaan mereka, tetapi karena rasa khawatirnya.


Kaliana melihat Marons dengan tertegun. Dia berpikir cepat mendengar penawaran Marons. "Terima kasih, Pak. Mungkin dengan ikutnya Pak Marons, akan lebih mudah kami bekerja. Jadi Pak Marons bisa memberitahukan kami, orang yang biasa berhubungan dengan korban." Ucap Kaliana, melihat peluang dari penawaran Marons.


"Putra, tolong bilang Pak Yosa untuk ke rumah ambil perlengkapan tambahan sebelum ke sini. Kau jelaskan semuanya kepada Pak Yosa, agar beliau mengerti." Ucap Kaliana lagi kepada Putra.


"Kalau begitu, Pak Marons dan Putra tolong tinggalkan kami, karena kami mau berlatih sebentar. Ini baru pertama kali kami harus bekerja pakai busana seprti ini, jadi perlu penyesuaian. Pak Marons, mohon ijin untuk kami pergunakan ruangan ini lagi." Ucap Kaliana dengan hati lega dan semangat, membayangkan Marons akan mempermudah penyamaran mereka.


Hal yang sama juga disyukuri oleh Novie dan Yicoe. Mereka mengerti apa yang dimaksudkan Kaliana, ketika mengijinkan Marons ikut bersama mereka.


"Baik... Kalau sudah selesai, segera keluar karena aku sudah pesan minuman untuk kalian semua. Jika mau mandi, kalian bisa gunakan kamar mandi di kamar tamu." Ucap Marons lalu keluar bersama Putra.


Setelah Marons dan Putra keluar kamar, Kaliana, Yicoe dan Novie jadi berlatih serius mengatasi kekauan saat mengenakan busana yang minim dan juga jubah. Mereka tidak lagi tertawa, seperti sebelumnya, apalagi Marons akan ikut bersama mereka.


Beberapa lama kemudian, Pak Yosa tiba dengan semua perlengkapan yang diminta oleh Kaliana. Mereka langsung mencobanya, setelah Kaliana, Yicoe dan Novie selesai latihan dan minum minuman yang disediakan Marons.


Kaliana memberikan salah satu alat komunikasi kepada Marons untuk dipakai dan dicoba. "Apa aku harus pergunakan ini juga?" Tanya Marons yang belum mengerti maksud Kaliana.


"Iya, Pak. Supaya Pak Marons lebih mudah berkomunikasi dengan kami. Saat Pak Marons melihat teman-teman yang pernah berhubungan dengan korban, bapak tinggal katakan saja." Kaliana menjelaskan fungsi alak komunikasi yang akan dipakai Marons.


Marons mengangguk mengerti penjelasan Kaliana, lalu mengambil alat komunikasi dari tangan Pak Yosa. "Putra kita coba peralatan komunikasinya. Pak Marons, tolong katakan jika volumenya terlalu besar atau kecil." Kaliana memberi komando, setelah Putra mempersiapakan peralatan yang dimilikinya.

__ADS_1


...~***~...


...~●○¤○●~...


__ADS_2