![C L B K [Cinta Lama Belum Kelar] Kriminal](https://asset.asean.biz.id/c-l-b-k--cinta-lama-belum-kelar--kriminal.webp)
...~•Happy Reading•~...
Marons adalah seorang pengusaha dan CEO di perusahan orang tuanya,. Dia coba mengikuti dan mulai belajar sesuatu yang baru. Tetapi dia melakukannya sambil tersenyum. "Pak, kenapa tersenyum?" Bisik Kaliana melihat senyum tertahan di wajah Marons.
"Aku jadi teringat masa kecilku, membayangkan jadi seorang detektif setelah nonton film detektif. Sudah tua baru terkabul, ternyata lebih tegang dari yang dibanyangkan." Ucap Marons yang hendak tersenyum mengingat masa kecilnya, tapi terhenti karena melihat Kaliana bertanya dengan serius. Kaliana jadi tersenyum melihat wajah Marons yang berubah serius.
"Ok, ini sudah cukup. Pas dengan telingaku." Ucap Marons ke arah Putra. Putra menganguk lalu mengambil alat komunikasi Marons dan memberikan catatan bahwa itu adalah milik Marons.
"Selanjutnya, Pak Marons tolong perhatikan saat kita akan berkomunikasi di tempat itu nanti. Jika bapak melihat orang itu ada dekat dengan seseorang diantara kami, bapak katakan dengan kode untuk kami. Kodenya dengan kirim pelangi, yaitu posisi orang itu di depan kami, searah jarum jam. Ciri tertentu, seperti rambut atau baju yang dikenakan." Kaliana berkata serius dan Marons juga memperhatikan dengan serius.
"Contoh... Jika orang itu dekat dengan Yicoe, Pak Marons katakan: 'Pelangi imut'... jam 1, rambut putih, kemeja merah. Begitu juga terhadap Novie. 'Pelangi gemas' jam 2, rambut coklat, baju pink. Kalau dekat denganku, 'pelangi boy' jam 3 dan seterusnya. Pak Marons lihat ciri yang menonjol dari orang tersebut lalu katakan itu sebagai pelangi." Kaliana menjelaskan kode panggilan mereka, saat sedang menyamar.
Marons melihat Kaliana dengan serius dan berusaha mengingat julukan mereka. "Jadi Yicoe, pelangi imut. Novie pelangi gemas dan kau pelangi boy. Ok, aku mengerti." Ucap Marons yang cepat menghapal, karena dia melihat mereka semua dalam ruang tamu serius melakukan persiapan.
"Sementara hanya itu yang kami perlukan dari Pak Marons, agar cepat mendeteksi orang yang kita perlukan. Selanjutnya, nanti bapak akan dengar dariku." Ucap Kaliana serius.
"Ok. Kalian ikut dengan mobilku. Kau tidak usah membawa mobilmu. Apakah Pak Yosa atau Putra bisa bawa mobil?" Tanya Marons ke arah Pak Yosa dan Putra. Dia tidak mau Kaliana membawa mobilnya ke tempat itu, nanti menjadi pusat perhatian.
"Kami berdua bisa membawa mobil dan memiliki SIM. Ada yang bisa kami lakukan?" Tanya Pak Yosa yang belum mengerti maksud pertanyaan Marons.
__ADS_1
"Kalau begitu, Pak Yosa dan Putra tidak usah naik motor ke sana. Pakai saja mobil Rallita, dan tinggalkan motor kalian di dini bersama mobil Kaliana." Ucap Marons serius, karena akan sulit masuk ke sana dengan motor. Sedangkan mobil sedan mewahnya tidak cukup untuk mereka semua.
Mendengar usulan Marons, Kaliana lupa jika korban memiliki kendaraan sendiri. Dia berpikir cepat sebelum Pak Yosa menerima tawaran Marons. "Pak Yosa, tolong sisir dulu sebelum dipakai mobilnya. Vie, tolong buatkan viedo dari isi mobil korban sebelum disisir oleh Pak Yosa. Nanti kita berikan untuk Pak Bram. Jadi pihak kepolosian tidak perlu memeriksanya lagi." Ucap Kaliana serius. Dia khawatir ada yang lolos dari penyelidikan mereka.
Mendengar itu, Pak Yosa dan yang lain segera keluar menuju mobil Kaliana untuk mengambil semua perlengkapan untuk memeriksa mobil Rallita. Banyak kantong yang dibawa untuk mengisi semua barang milik korban yang ada di mobil.
Marons jadi ikutan bekerja, dengan cepat masuk ke kamar untuk mengambil kunci mobil Rallita lalu diserahkan kepada Kaliana. Dengan menggunakan sarung tangan, Kaliana membantu teamnya mengumpulkan semua barang yang ada dalam mobil. Tidak ada yang luput dari penyelidikan 'Team Sopape'
Setelelah selesai menyelidiki mobil Rallita, Pak Yosa mencoba mobilnya sebelum dipakai. Marons hanya bisa terdiam melihat semua yang dikerjakan Kaliana dan teamnya. Dia hanya berpikir untuk menggunakan mobil Rallita supaya meraka bisa pergi bersama. Tanpa berpikir, mungkin saja ada barang bukti di dalam mobil Rallita.
°***°
Putra sudah duduk di samping Pak Yosa dalam mobil Rallita sambil memeluk tas rsnselnya. Sedangkan Marons bersama ketiga wanita dalam mobil tanpa bercakap-cakap. "Apakah kalian perlu membawa pistol ke dalam?" Bisik Marons, untuk memecah kebisuan dalam mobil, karena dia khawatir ada keributan dan bermasalah di dalam club, jika Kaliana dan team menggunakan pistol.
"Iya, Pak. Tidak mengapa. Jika tidak perlu, kami tidak akan menggunakannya. Kami lebih suka menggunakan tangan." Ucap Kaliana menjelaskan, agar Marons tidak mencemaskan mereka.
"Apakah semua pistol yang kalian miliki, memiliki ijin?" Tanya Marons lagi yang masih tetap Khawatir tentang pistol yang akan dipakai mereka.
"Aman, Pak. Semua perlengkapan kami legal, termasuk pistol. Semuanya diurus oleh Pak Yosa sebelum pensiun." Kaliana dengan sabar menjelaskan kepada Marons.
__ADS_1
"Ooh iya, Pak. Tadi lupa minta foto korban saat masih hidup. Bapak tolong kirim satu yang terbaru untukku. Nanti aku bagi ke yang lain." Kaliana baru teringat saat mereka akan masuk ke tempat parkir. Jika tidak ada yang tau tentang nama Rallita, tetapi mungkin ada yang kenal dengannya setelah lihat wajahnya.
"Ok, aku kirim ke nomormu, ya." Ucap Marons setelah mereka tiba di tempat parkir club. Sudah banyak mobil yang parkir dari berbagai merk mobil mahal. Sehingga tempat parkir seperti show room mobil mewah.
Kaliana segera kirim foto Rallita kepada Yicoe dan Novie agar bisa digunakan dalam kondisi tertentu. Kemudian mereka pasang semua alat komunikasi sambil mununggu koneksi dari Putra yang baru tiba di tempat parkir. Pak Yosa dan Putra tungu di luar club, sekalian mengawasi atau memantau situasi di luar club.
Setelah semuanya dalam kondisi baik, Marons bersama Kaliana, Yicoe dan Novie turun menuju club. Mereka dengan muda masuk ke dalam club karena Marons ada bersama mereka. Marons masih menyimpan akses masuk ke club.
"Sebelum menyebar, kita duduk di meja yang sama dulu untuk melihat situasi." Ucap Marons, sambil melihat sekitar mereka, mungkin ada yang kenal.
Tadi saat mereka masuk, ada beberapa pria mendekati mereka untuk menyapa. Tapi saat melihat wajah Marons yang dingin dan sangar, mereka segera mundur dengan teratur.
"Kalian mau minum sesuatu?" Tanya Marons setela mereka tiba di kursi yang sengaja dipesan oleh Marons untuk mereka.
"Tidak Pak. Tapi jika ada air mineral, boleh." Ucap Kaliana yang fokus memperhatikan suasana dalam club dengan orang-orang yang mulai ramai berdatangan, baik itu pria muda sampai stengah baya. Begitu juga dengan para wanitanya. Ternyata banyak juga para ibu sosialita.
Yicoe dan Novie mulai turun dan membaur setelah dapat tanda dari Putra, komunikasi mereka lancar dan kamera yang digunakan bisa merekam dengan naik. Kaliana masih duduk bersama Marons untuk memantau situasi.
... ~***~...
__ADS_1
...~●○¤●○●~...