![C L B K [Cinta Lama Belum Kelar] Kriminal](https://asset.asean.biz.id/c-l-b-k--cinta-lama-belum-kelar--kriminal.webp)
...~•Happy Reading•~...
Pak Yosa memutar mobilnya ke tempat dimana melihat Punguk seperti yang diminta Kaliana, agar bisa memastikan apa yang dilihatnya. "Pak Yosa, perlambat dan berhenti sebentar. Benar, itu dia." Ucap Kaliana tiba-tiba setelah melihat Punguk keluar dari antara mobil di tempat parkir.
Pak Yosa perlambat mobil dan berhenti. "Aku turun di sini dan Pak Yosa cari tempat parkir. Aku akan kirim pelangi, agar Pak Yosa bisa menyusulku." Ucap Kaliana sambil memasukan semua kantong bersegel ke dalam kantong rompi dan segera turun menyusul Punguk.
Saat melihat Punguk ke tempat informasi pasien, Kaliana membuat jarak aman dengannya, tapi Putra masih bisa memantaunya dari kamera yang ada di rompi Kaliana. Team sopape dalam keadaan siaga, saat Kaliana mengatakan itu Punguk.
Setelah Punguk meninggalkan tempat informasi pasien, Kaliana mendekati tempat tersebut untuk bertanya kepada suster yang bertugas. "Selamat siang, suster. Maaf, saya terlambat mengikuti bapak tadi, yang berkaos hitam berkerak. Boleh tau, beliau menuju ruangan mana?" Tanya Kaliana tenang dan yakin, bahwa Punguk sedang mengunjungi pasien dilihat dari cara jalannya yang cepat dan ke tempat informasi pasien.
"Oooh, beliau menanyakan pasien yang bernama Rosalinda. Beliau baru dari luar kota, jadi baru bisa menengok istrinya." Suster tersebut menjelaskan apa yang dikatakan Punguk.
"Ooh, terima kasih suster. Boleh tau, istrinya dirawat di sini sejak kapan dan karena sakit apa?" Tanya Kaliana hati-hati. Dia merasa tenang, Pak Yosa sudah menyusulnya sambil menjaga jarak untuk mengawasi Punguk yang mungkin saja, tiba-tiba kembali.
Mode komunikasi team sopape dalam keadaan on, jadi Pak Yosa bisa tahu posisi Kaliana dari percakapannya dengan suster. Oleh sebab itu, dengan cepat Pak Yosa mengamankan Kaliana setelah mendapat tempat parkir.
"Istrinya dibawa ke sini tadi malam, tepatnya dini hari karena sudah hampir jam satu. Dari laporan di sini, istrinya mengalami kecelakaan. Karena ada luka lebam dan juga luka di kepala. Menurut pasien, karena jatuh." Ucap suster menjelaskan secara detail. Mendengar itu, Kaliana jadi curiga.
"Terima kasih, suster. Saya minta nomor kamar tempat pasien dirawat, ya. Biar saya bisa cepat menyusulnya." Ucap Kaliana ramah dan sangat berterima kasih kepada suster yang baik hati, dan mau menjelaskan padanya.
"Putra, tolong periksa pasien bernama Rosalinda di kamar tadi. Apakah benar dia istrinya Punguk." Ucap Kaliana sambil berjalan cepat ke ruangan dr Yogi yang sudah menunggunya.
__ADS_1
"Pak Yosa, tolong lihat Punguk dan kirim pelangi. Aku akan bicara dengan dr Yogi untuk bisa bertemu pasiennya." Ucap Kaliana yang telah berpikir cepat dalam menghadapi Punguk. Dia sudah berjanji kepada Marons untuk tidak berhadapan dengannya. Jadi dia mencari cara lain supaya tidak berhadapan, tapi bisa menjangkaunya.
"Ok, aku menuju TKP. Kau jadi bayangan dari sekarang. Jangan mendekatinya, biarkan aku yang mendekat." Ucap Pak Yosa, mengingat hubungan kurang baik antara Punguk dan Kaliana saat mereka masih sama-sama dinas di kesatuan.
Kaliana selalu membuat Punguk tidak bisa naik jabatan, karena ketahuan memanipulasi kasus untuk mendapatkan reward. Kaliana sering membongkar cara-cara Punguk yang tidak halal dalam menangani dan menyelesaikan kasus atau perkara. Sehingga Punguk sangat marah dan dendam padanya.
"Baik. Aku menuju dr Yogi, tapi terus kirim pelangi, agar kami semua tau posisi Pak Yosa." Ucap Kaliana lalu mendekati dan berbicara dengan suster yang bertugas mendampingi dr Yogi.
Kaliana segera diantar masuk menemui dr Yogi yang sudah menunggunya. "Selamat siang dr Yogi. Terima kasih sudah luangkan waktu untuk menemuiku." Ucap Kaliana sambil menyodorkan tangannya untuk menyalami dr Yogi.
"Aku akan menerima salammu, jika warna di tanganku ini sudah hilang seluruhnya. Kau membuat ketampananku berkurang satu derajat." Ucap dr Yogi serius, tapi senang dalam hati, bisa ngeledekin Kaliana.
"Ayooo, duduk. Ada apa? Ada yang perlu dikasih vitamin tambahan?" Tanya dr Yogi sambil mempersilahkan Kaliana duduk.
"Maaf, dokter. Saya berdiri saja, karena lagi dalam kondisi siaga dua. Saya juga mau minta tolong dokter dalam jumlah yang sama." Ucap Kaliana serius. Dr Yogi yang hendak bercanda, jadi ikutan serius melihat keseriusan Kaliana.
"Ini yang menjadi tujuan pertama, menghubungi dokter. Tolong tes DNA untuk semuanya ini, dan ini kartu untuk pembayarannya." Ucap Kaliana sambil memberikan dua kayong plastik bersegel kepada dr Yogi yang melihatnya dengan tercengang, karena Kaliana tidak mau duduk.
"Apa ini masih menyangkut dengan kasus tewasnya Rallita?" Tanya dr Yogi untuk meyakinkannya. Dia masih ingat pertemuan terakhir mereka di rumah sakit, tempat dr Dewi bertugas dan bertemu dengan orang-orang yang perlu dihindari Kaliana.
"Iya, dok. Jadi tolong diutamakan, ya. Agar kasus ini bisa lekas beres." Kaliana berharap dr Yogi bisa mengutamakan pemeriksaan yang dia perlukan, agar dia bisa menganalisa dan menemukan sinar terang.
__ADS_1
"Baik, setelah ini suster akan membawanya ke Lab. Ada lagi selain ini?" Tanya dr Yogi, karena melihat sikap Kaliana tidak sesuai dengan apa yang dia minta tolong. 'Mereka bisa santai saat membicarakan permintaan Kaliana tentang tes DNA.' Itu yang ada dalam pemikiran dr Yogi.
"Ada lagi, dok. Yang ini, mohon bantuannya sesegera mungkin. Dokter tolong periksa pasien ini, di kamar ini. Apa sebenarnya yang terjadi dengannya." Kaliana berkata serius, sambil memberikan nama Rosalinda dan nomor kamarnya.
"Ooooh... Kau kenal wanita ini?" Tanya dr Yogi heran saat melihat nomor kamar yang diberikan oleh Kaliana.
"Tidak mengenalnya, tapi mengenal suaminya. Apakah terjadi sesuatu dengannya, dok?" Tanya Kaliana heran dengan reaksi dr Yogi. Dia juga heran mendengar Punguk sudah beristri.
"Dia pasienku yang baru diberikan tadi pagi. Jadi aku baru selesai memeriksanya. Dia ngotot bahwa luka di kepalanya dan beberapa luka lebam di tubuhnya itu adalah karena jatuh. Tapi semua posisi luka dan lebam itu, pada tempat yang tidak mungkin karena jatuh." Ucap dr Yogi serius, karena belum lama memeriksa pasien tersebut.
Mendengar penjelasan dr Yogi, Kaliana langsung duduk di kursi depan meja dokter Yogi. "Kalau begitu, saya bisa mengaksesnya, dok? Karena suaminya itu ada hubungan dengan Pak Marons. Jadi aku mau menyelidikinya, sekalian mau menemukan cela untuk menghajarnya.
"Kau dari tadi katakan kenal suaminya. Maksudnya, mantan suaminya? Karena status pernikahan pasien tersebut adalah janda." Jawab dr Yogi membuat Kaliana tercengang. 'Lalu apa hubungannya dengan Punguk? Apa punguk mantan suaminya?' Kaliana bertanya dalam hati dan terus berpikir.
"Pelangi, boy. Dia hanya mondar-mandir di depan kamar tanpa berusaha masuk." Laporan dari Pak Yosa yang melihat Punguk hanya berdiri tidak tenang di depan kamar pasien dan berjalan bolak-balik.
Kaliana berpikir cepat mendengar laporan Pak Yosa dan penjelasan dr Yogi. Ada hal yang tidak benar dan tidak singkron dalam peristiwa ini. Dia berharap Putra sesegera mungkin mengirim pelangi, karena waktu yang terbatas untuk berhadapan dengan Punguk
...~***~...
...~●○¤○●~...
__ADS_1