C L B K [Cinta Lama Belum Kelar] Kriminal

C L B K [Cinta Lama Belum Kelar] Kriminal
Mr. X


__ADS_3

...~β€’Happy Readingβ€’~...


Saat hendak menghubungi Raka, ponselnya bergetar. "Panjang umurnya. Aku baru mau menghubunginya, dia sudah menghubungiku duluan." Ucap Kaliana sambil tersenyum memperlihatkan layar ponselnya kepada anggota team.


πŸ“±"Slmt sore Bu, ini Raka. Mau kasih informasi. Mobil sudah selesai disidik dan siap di antar. Saya mau antar ke mana, Bu?" Petugas Raka melapor, saat Kaliana merespon panggilannnya.


πŸ“±"Sore, Raka. Baik. Setelah ini saya akan shareloc, di mana mobil itu akan diantar. Tolong katakan kepada Pak Bram, kau akan mendampingiku sore ini sampai malam. Jadi jangan ditugaskan dengan anggota team yang lain. Kita akan bertemu dan akan pergi ke tempat dimana saya memerlukan bantuanmu." Kaliana menjelaskan apa yang akan dikerjakan oleh Raka.


πŸ“±"Siaap Bu. Tapi sekarang Pak Bram sedang menghadap 'Bintang'. Apakah saya harus menunggu untuk melapor dulu, Bu?" Tanya petugas Raka, karena Bram sedang tidak di ruangannya.


πŸ“±"Tidak usah, Raka. Langsung ke lokasi yang sudah saya share. Setelah ini, saya yang akan minta ijin dari beliau." Ucap Kaliana tegas, karena belum tahu kapan Bram akan selesai dari pertemuan dengan bossnya. Dia langsung berpikir untuk mengirim pesan kepada Bram, agar menghemat waktu.


πŸ“±"Siap Bu. Segera menuju lokasi." Petugas Raka mengerti yang dimaksudkan Kaliana, jadi langsung ke tempat parkir mobil setelah Kaliana mengakhiri pembicaraan mereka.


"Putra, tolong lihat berita. Apakah penangkapan Jaret udah dirilis oleh pihak yang berwajib?" Tanya Kaliana mengingat apa yang dikatakan Raka tentang Bram sedang menghadap 'Bintang'. Kaliana berpikir, Bram sedang dipanggil untuk menerangkan penangkapan Jaret dan masalah narkotika di apartemen.


"Belum ada berita apapun tentang Jaret, Mbak Anna." Ucap Putra setelah berselanjar di dunia kesukaannya. Semua anggota team melihatnya dengan serius, karena terkejut dan heran.


"Apa BNN tidak merilis penangkapannya? Ini sudah sore. Apakah orang tuanya sudah tahu dan mulai intervensi?" Tanya Pak Yosa, sambil memandang Kaliana dengan serius. Begitu juga dengan rekan yang lain, menunggu jawaban dari Kaliana.

__ADS_1


"Melihat waktunya, mungkin dia tidak akan dirilis. Mungkin orang tuanya sudah tahu, makanya Pak Bram sedang menghadap boss nya." Kaliana mengaitkan kasus narkotika Jaret dengan keterangan petugas Raka.


"Bisa jadi tidak akan dirilis. Itu apartemen atas nama korban. Jadi Jaret bisa lolos, apalagi jika tes urinnya negatif." Ucap Pak Yosa, setelah mendengar apa yang dikatakan Kaliana.


"Jangankan negatif. Positif pun bisa ditipp-ex. Jadi sekarang kita siap-siap jika orang tuanya sudah tahu. Mereka pasti ingin tahu keterlibatan Jaret dalam 'Kasus Selokan' juga." Kaliana mulai waspada membayangkan apa yang akan terjadi jika orang tua Jaret ikut campur dalam kasus kematian Rallita.


"Pak Yosa, sekarang siap-siap. Pak Yosa akan ikut aku dan petugas Raka sisir cctv di club. Yicoe dan Novie tolong teruskan lengkapi data kasus penipuan yang sudah dikerjakan Pak Yosa, ya. Sedangkan Putra, bantu Kak Yicoe dan Kak Novie rangkumkan data yang ditipu, sambil menunggu kami tiba di club." Kaliana merinci tugas anggota teamnya selama dia dan Pak Yosa melakukan perjalanan dan penyelidikan di club.


Kaliana pesan mobil online untuknya dan Pak Yosa menuju tempat pertemuan yang telah dishareloc oleh Kaliana kepada petugas Raka. Sambil menunggu mobil online tiba, Kaliana mengirim pesan kepada Marons. Dia minta ijin akan menggunakan mobil Rallita untuk pergi menyelidik di club. Marons tidak telpon seperti biasanya, tapi membalas dengan memberikan emoticon dua jempol.


Kaliana melihat balasan pesan Marons sambil tersenyum. 'Pasti sedang sibuk. Jika tidak, pasti sudah telpon untuk berbicara dengannya.' Kaliana membatin. Kemudian dia pamit kepada anggota team yang masih harus di kantor, saat mengetahui mobil yang dipesan sudah tiba.


Kaliana membiarkan petugas Raka yang berbicara dengan manager club setelah menunjukan lencananya. Manager club mengijinkan mereka melihat cctv pada hari H-1 sesuai permintaan petugas Raka. Kaliana mengajarkan petugas Raka mengatakan kepada manager, bahwa mereka perlu melihat rekaman cctv tersebut, karena ada masalah dengan wanita yang datang ke club pada malam itu.


Setelah mendapat ijin, Kaliana dan Pak Yosa segera menyalakan alat komunikasi dan kamera yang terpasang pada rompi mereka, lalu berbicara demgan Putra untuk mengecek kondisi. Agar Putra bisa melihat dan mengakses club itu dengan baik. Putra yang telah menunggu terhubung dengan Kaliana dan Pak Yosa, segera memandu mereka untuk mengambil yang diperlukan.


Pak Yosa dan Kaliana mengarahkan kamera sesuai permintaan Putra. Setelah menemukan Lipas dan korban, Kaliana serius memperhatikan sekitar mereka. Mereka terus mengikuti, untuk mengetahui Mr. X yang akan menjemput Rallita, seperti yang dikatakan Lipas.


Tiba-tiba seorang pria mendekati mereka dan berbicara dengan Rallita. Kemudian Rallita berbicara dengan Lipas, lalu berjalan mengikuti pria tersebut. Mereka terus mengikuti Rallita sampai di luar club. Tiba-tiba mereka menghilang dari cctv.

__ADS_1


"Wanita ini berjalan ke arah mana? Kenapa tiba-tiba menghilang dari monitor?" Tanya Kaliana kepada petugas yang menangani cctv. Pak Yosa terus mengikuti pria yang menjemput Rallita juga tiba-tiba menghilang di titik yang sama terlebih dahulu sebelum Rallita.


"Mungkin mereka berjalan di daerah yang tidak bisa dilihat oleh cctv, Bu." Jawab petugas yang bekerja di ruang pemantau cctv sambil menunjuk layar monitor kepada Kaliana.


"Tolong perlihatkan kepada kami area parkir mobil pada hari itu." Ucap Kaliana yang berpikir cepat karena jika mereka keluar pasti akan menggunakan mobil. Petugas segera memperlihatkan cctv di area parkir.


Tidak lama kemudian, terlihat pria tersebut naik ke salah satu mobil dan kemudian di susul oleh Rallita. Terlihat Rallita berbicara dengan seseorang dalam mobil di bagian belakang, kemudian naik ke dalam mobil tersebut lalu meninggalkan tempat parkir.


Setelah semua telah diakses oleh Putra, Kaliana minta terima kasih kepada petugas di ruang cctv dan juga manager club lalu meninggalkan club. Mereka berjalan cepat ke tempat parkir mobil, karena sangat penasaran dengan apa yang mereka lihat di cctv. Mereka ingin segera menyelidikinya.


"Pak Yosa, berarti benar. Mr. X menjemput korban atas permintaan seseorang. Itu bisa dilihat korban berbicara dengan seseorang sebelum masuk ke mobil." Ucap Kaliana setelah mereka berada di dalam mobil.


"Benar. Besar kemungkinan, Mr. X adalah sopir orang tersebut. Melihat posisinya saat masuk ke mobil dan juga orang yang berbicara dengan korban berada di belakang." Ucap Pak Yosa yang telah menganalisa keadaan di tempat parkir.


"Benar. Aku sudah tidak sabar untuk tiba di kantor. Raka, jangan bicarakan dengan Pak Bram tentang kegiatan kita hari ini, ya. Nanti saya yang akan berbicara sendiri dengan beliau, setelah meneliti ini. Sekalian kita akan minta surat penyitaan. Besok kita akan bertemu lagi, karena ada tempat yang akan kita kunjungi." Ucap Kaliana kepada petugas Raka yang sudah menjalankan mobil keluar dari tempat parkir club.


...~***~...


...~●○€○●~...

__ADS_1


__ADS_2