C L B K [Cinta Lama Belum Kelar] Kriminal

C L B K [Cinta Lama Belum Kelar] Kriminal
Penyelidikan 10


__ADS_3

...~•Happy Reading•~...


Setelah keluar dari halaman rumah tersebut, Kaliana mengajak Pak Yosa dan Raka segera masuk ke mobil dan meninggalkan tempat tersebut. Agar mereka tidak perlu bertemu atau berurusan dengan pemilik mobilnya. Karena menurut nyonya rumah, suaminya belum lama keluar dan tidak terlalu jauh perginya. Makanya tidak memakai mobil ke tempat yang ditujunya.


Saat ini Kaliana tidak mengharapkan ada benturan, agar tidak berkepanjangan urusannya. Ada hal yang mau dilakukan oleh Kaliana sehingga dia tidak ingin tertahan lama di suatu tempat.


Kaliana segera mematikan kamera dan alat komunikasi dengan team setelah berada dalam mobil. "Raka, terima kasih. Nanti saya hubungi lagi, jika kita akan membuka pintu berikutnya." Ucap Kaliana kepada Raka, setelah Raka telah berada dalam mobil.


"Siaap, Bu. Saya tunggu perintah." Ucap Raka sigap dan hormat. Dia jadi bersemangat bekerja bersama Kaliana dan Pak Yosa. Banyak hal yang dia dapatkan dan belajar menyelidiki kasus serta mencari barang bukti yang benar.


"Kalau Pak Bram menanyakan tentang apa yang kau lakukan hari ini, katakan saja; Bpk diminta untuk menanyakan itu kepada Bu Anna. Itu perintah saya." Ucap Kaliana mengingat percakapannya dengan Bram yang menanyakan Raka tentang tugas yang dilakukannya.


"Siaap, Bu. Terima kasih, Pak." Raka berkata dengan hormat lalu turun di tempat dimana dia dijemput oleh Pak Yosa.


"Oooh iya, Raka. Apa kau dititipkan sesuatu oleh Pak Bram?" Tanya Kaliana setelah hendak meminta Pak Yosa ke rumah sakit. Dia jadi teringat titipan Bram, karena tadi fokus untuk menyelidiki mobil, dia lupa menanyakan hal tersebut kepada Raka.


"Oooh iya, Bu. Ada yang Pak Bram titipkan kepada saya untuk diberikan kepada Ibu. Maaf, Bu. Tapi langsung fokus di tempat tadi, sampai lupa." Ucap Raka, lalu mengeluarkan kantong plastik bersegel dari dalam tasnya.


"Ngga pa-pa. Namanya juga lupa, pasti ngga ingat." Kaliana berusaha santai, karena melihat Raka sedang merasa bersalah.


Kaliana mengambil titipan Bram lalu menyimpannya. Kemudian mereka segera meninggalksn Raka, karena dikejar oleh pekerjaan berikutnya. Pak Yosa membawa mobil pelan meningalkan Raka, karena ada hal yang mau ditanyakan kepada Kaliana.


"Kau menemukan sesuatu yang tidak semestinya di dalam, sehingga mewawancarai nyonya rumah?" Tanya Pak Yosa, setelah mobil mereka berada kembali di jalan raya.

__ADS_1


"Ada tindakan yang tidak lazim sebagai seorang istri yang dengan mudah memberikan orang lain memeriksa mobil suaminya. Sehingga hal itu membuatku penasaran dan ingin mengetahui kehidupannya. Nanti di kantor baru kita bahas bersama team, agar Putra bisa menggabungkan temuan ini dengan yang sudah ada." Kaliana menjelaskan apa yang ada di pikirannya.


"Kalau begitu, sekarang kita mau kemana dulu?" Tanya Pak Yosa, melihat Kaliana sedang berpikir dan belum menyebutkan tempat tujuan berikutnya.


"Kita ke rumah sakit untuk bertemu Kebart dulu, Pak. Dari sana baru kita tentukan tujuan berikutnya." Ucap Kaliana serius. Dia sudah bertekad, apapun yang terjadi, dia akan bertemu dengan Kebart hari ini atau mendapatkan yang dia butuhkan.


Pak Yosa mengangguk mengiyakan, lalu mengarahkan mobilnya ke rumah sakit tempat anak Kebart dirawat. "Walaupun ini harapan yang sangat tidak etis, tapi aku berharap anaknya masih dirawat, agar bisa bertemu dengan semuanya." Ucap Kaliana dengan perasaan yang tidak enak.


"Iyaa... Semoga demikian, agar lebih mudah untuk bertemu tanpa perlu Raka membuka pintu." Ucap Pak Yosa yang mengerti maksud Kaliana.


"Pak Yosa cari tempat parkir, aku mau bertemu dr Dewi untuk minta tolong. Nanti aku kirim pelangi, jika perlu bantuan." Ucap Kaliana lalu turun dari mobil menuju lobby. Kaliana mencari dr Dewi, agar tidak membutuhkan banyak waktu berurusan dengan Kebart. Kaliana merasa senang, karena dr Dewi baru kembali dari pemeriksaan pasien di kamar perawatan.


Kaliana menceritakan maksudnya kepada dr Dewi, agar bisa dibantu. "Jadi kau mau memeriksa DNA mereka? Apa kami ambil dan langsung periksa, atau kau yang akan periksa sendiri?" Tanya dr Dewi, agar lebih jelas.


"Baik... Berikan nama pasiennya, nanti aku minta suster yang mengambilnya." Ucap dr Dewi yang sudah mengertii maksud Kaliana. Dia tahu kedekatan Yogi dengan Marons, sehingga Yogi pasti mau membantunya.


"Ini nama pasiennya dan tolong ambil juga Mama Papanya, ya, dok. Aku hanya mau memastikan sesuatu. Jadi tolong agar keluarganya tidak tau." Ucap Kaliana berharap dr Dewi mengerti.


Tidak lama kemudian, suster membawa rambut pasien dan orang tuanya dalam plastik obat lalu berikan kepada dr Dewi. Ini pas Papanya baru datang, jadi sekalian bisa diambil, dok." Kata suster yang dimintain tolong oleh dr Dewi.


"Baik. Terima kasih. Nanti saya menyusul." Ucap dr Dewi, sambil menerima rambut tersebut dari tangan suster, lalu berikan kepada Kaliana.


"Maaf, aku tidak bisa lama menemani, karena masih ada tugas kunjungi pasien yang belum selesai." Ucap dr Dewi sambil tersenyum, dan meminta maaf.

__ADS_1


"Baik, dok. Terima kasih untuk semuanya." Kaliana langsung berdiri dan pamit dari dr Dewi. Dia bagaikan mendapat durian runtuh, karena bisa mendapatkan yang diperlukan dengan cepat dan tidak perlu beradu atau bertele-tela.


Kaliana segera kembali ke tempat parkir untuk menemui Pak Yosa yang sedang menunggu kiriman pelangi dari Kaliana. "Sudah dapat yang dibutuhkan?" Tanya Pak Yosa terkejut melihat Kaliana langsung masuk ke dalam mobil


"Sudah, Pak. Seperti yang kita harapkan. Anaknya masih dirawat dan dr Dewi membantu untuk mendapatkannya. Jadi bisa lebih cepat dari yang kita perkirakan." Kaliana berkata lalu meminta Pak Yosa meninggalkan rumah sakit.


"Sekarang kita kembali ke kantor?" Tanya Pak Yosa setelah mereka keluar dari tempat parkir. Beliau berpikir akan pulang, karena Kaliana belum bilang tujuan yang baru.


"Tidak, Pak. Kita akan ke rumah sakit tempat dr Yogi bertugas. Kita akan periksa semuanya di sana, agar mudah berkonsultasi apapun dengan dr Yogi." Karena setelah bisa mendapatlan semuanya, Kaliana langsung menyusun rencana di kepalanya. Apa yang harus dikerjakan terlebih dahulu dengan semua yang didapatkannya. Dia akan melibatkan dr Yogi, karena akan lebih mudah berkonsultasi dengan internis.


Dia langsung mengirim pesan kepada dr Yogi untuk memberitahukan kedatangannya. "Pak Yosa, kita cari tempat untuk makan siang dulu, sambil menunggu balasan dari dr Yogi." Ucap Kaliana, karena melihat pesannya masih contreng satu.


'Mungkin dr Yogi sedang di kamar pasien seperti yang dilakukan dr Dewi.' Kaliana membantin, karena Yogi adalah dr internis, yang banyak penggemarnya.


Setelah makan siang dan mendapat balasan dari Yogi bisa bertemu dan ditunggu, Kaliana dan Pak Yosa segera meluncur ke rumah sakit tempat Yogi bertugas. Agar bisa bertemu sesuai waktu yang ditentukan.


"Anna, bukannya itu Punguk yang baru turun dari mobil?" Tanya Pak Yosa, saat melihat seseorang mirip Punguk berada di tempat parkir yang baru mereka lewati.


"Jagan dulu parkir. Pak Yosa putar sekali lagi untuk memastikan, benar atau tidak." Ucap Kaliana dan langsung menghubungi Putra untuk bersiap-siap. Kaliana dan Pak Yosa akan mengirim gambar, untuk memastikan penglihatan Pak Yosa.


...~***~...


...~●○¤○●~...

__ADS_1


__ADS_2