![C L B K [Cinta Lama Belum Kelar] Kriminal](https://asset.asean.biz.id/c-l-b-k--cinta-lama-belum-kelar--kriminal.webp)
...~•Happy Reading•~...
Kaliana melihat Jaret tanpa berkedip. Dia sudah tidak sabar melihat sikap dan ucapnya yang tidak memikirkan perasaan orang lain.
"Anda mengajak korban melakukan transaksi gelap untuk memperdagangkan barang haram itu. Anda juga mengambil keuntungan dari kelemahan dan kebodohan korban yang tidak bisa mengendalikan kehidupan se0x nya yang abnormal." Kaliana berkata tanpa melihat Marons yang sedang memperhatikannya dengan serius.
Ibu Chasina... Mengapa diam saja mengetahui semua yang dilakukan oleh suami anda? Apakah anda tidak punya harga diri sebagai wanita yang memiliki status sosial seperti itu? Apakah anda tidak sadar, pria itu hanya memanfaatkan anda untuk menguras brankas anda dan keluarga?" Tanya Kaliana beruntun kepada istri Jaret yang hanya duduk diam. Istri Jaret berduit, karena orang tuanya memiliki bisnis dimana-mana.
"Anda memiliki segalanya untuk bisa mendepaknya, tetapi mengapa anda melakukan tindakan melanggar hukum untuk memberi pelajaran kepada pria yang tidak bermoral itu?" Tanya Kaliana lagi sambil terus melihat istri Jaret yang masih menunduk diam.
"Apa maksud perkataan anda Bu Kaliana? Istri saya melakukan tindakan melanggar hukum apa?" Jaret tiba-tiba bertanya setelah mendengar pertanyaan Kaliana. Dia melihat istrinya dan Kaliana bergantian, karena Jaret tidak mengerti apa yang dikatakan Kaliana.
Kaliana melihat Jaret dengan serius dan juga dingin. Semua yang hadir juga melihat Jaret dengan serius. Mereka jadi penasaran mendengar pertanyaan Kaliana kepada istri Jaret dan juga pertanyaan Jaret kepada Kaliana.
"Pak Jaret... Anda sekarang baru sadar memiliki istri saat saya mengatakan istri anda? Kemana saja anda selama ini, membiatkan ladang anda ditumbuhi dengan kaktus dan rumput liar tanpa anda siangi?" Kaliana bertanya dengan geram kepada Jaret, karena tidak tahan melihat istrinya yang hanya diam. Tidak ada yang tahu apa yang sedang berkecamuk di hatinya.
"Lalu dengan riang dan senang, anda menyirami ladang orang lain. Bahkan sorak-sorak bergembira memberikan perhatian dan kasih yang tumpah kepada milik orang lain." Kaliana berkata tanpa menghiraukan Jaret dan semua orang yang sedang melihatnya. Bram harus menengok ke belakang untuk menyembunyikan senyumnya.
Mendengar yang dikatakan Kaliana, Marons kembali menulikan telinganya dengan mengajak bicara Danny di sampingnya, agar tidak terlihat senyumnya. Danny yang mengerti maksud Marons, langsung mengajaknya bicara untuk menyembunyikan senyumnya. Sedangkan Yogi tidak bisa menahan tawanya, lalu berdehem.
__ADS_1
"Ibu Chasina... Jangan diam saja dan menerima dengan pasrah semua perlakuannya. Sekarang waktunya anda berbicara sebelum gelang besi dikenakan ke kedua tangan anda." Kaliana memberikan dorongan kepada istri Jaret untuk berbicara.
Semua orang jadi memperhatikan istri Jaret. Mereka terkejut melihat istri Jaret yang hanya diam sejak datang, bisa melakukan kejahatan. Mereka makin memperhatikan, setelah mendengar apa yang dikatakan Kaliana. Dari penampilannya, istri Jaret bukan wanita biasa. Semua yang dikenakannya bermerk. Orang biasa tidak akan mampu membelinya.
"Ibu Kaliana... Sejak anda datang ke rumah, saya menyadari, ada banyak hal telah kulakukan dengan salah. Saya bersikap seola-ola menerima semua tindakannya, tapi dengan bodoh mengikuti semua yang dia lakukan." Istri Jaret tiba-tiba membuka suaranya.
"Saya tau, dia tidak mencintai saya. Mungkin ini namanya cinta buta. Saya mencintainya dan memberikan apa yang dimintanya, karena berpikir dia mencintai saya." Istri Jaret berkata pelan sambil airmata mulai tergenang di matanya.
"Tapi sejak mengetahui hubungannya dengan wanita itu, saya menyadari. Dia tidak menyentuh saya bukan karena capek bekerja, tapi capek bercinta dengan wanita itu..." Istri Jaret tidak meneruskan ucapannya, karena Jaret tiba-tiba memotong ucapannya dengan membentak.
"Apa yang kau katakan? Kau berbicara seperti orang gila." Jaret berkata sambil membentak, karena istrinya mulai membuka aibnya dan semua orang sedang melihat mereka, bergantian.
Sehingga tanpa sadar, dia membentak Jaret. Dia tidak lagi menjaga sikap dan berlaku sopan, sebagai wanita berkelas dan berpendidikan tinggi. Jika bisa, dia ingin mencakar wajah Jaret yang berpura-pura tidak bersalah di hadapannya.
Ibu Kaliana... Jika saya memiliki sedikit saja keberanian anda, mungkin saya sudah mencincang mereka berdua saat melihat mereka masuk ke apartemen itu." Istri Jaret berkata sambil melihat Kaliana dengan mata terluka dan air mata makin tergenang.
Jaret terkejut mendengar istrinya mengatakan tentang apartemen. 'Jadi benar, dia tahu semua yang aku lakukan.' Jaret berkata dalam hati dan baru menyadarinya.
"Semenjak kedatangan Ibu Kaliana ke rumah, saya menyadari, tidak bisa mengelak dari anda. Walaupun anda berbicara sangat baik dengan saya, tapi saya tau, ada sisi tegas dalam sikap anda. Jadi setelah kepergian anda, saya mengamankan semua yang saya miliki agar lelaki ini tidak menikmatinya dengan bebas." Istri Jaret melihat Kaliana dengan rasa terima kasih dan kagum.
__ADS_1
"Ibu Kaliana, terima kasih. Dengan apa yang anda lakukan saat ini, saya tidak akan terlihat sangat buruk di mata publik. Saya tau, jika tanpa gelar perkara ini, keluarganya akan menyelamatkannya dengan berbagai cara. Sehingga dia akan terlihat baik dan dermawan. Sedangkan saya hanya seorang istri yang melakukan kejahatan karena cemburu pada suaminya." Istri Jaret berkata lagi dengan deraian airmata dan rasa terima kasih kepada Kaliana.
Kaliana membiarkan istri Jaret menumpahkan semua rasa yang disimpannya, agar hatinya lega dan juga sebagai bukti tambahan untuk berhadapan dengan keluarga Jaret.
"Saya membayar seorang ahli, agar bisa mengetahui isi chat di ponselnya. Jadi saya tahu semua percakapan mereka. Saya sudah tahu dia akan keluar kota hari itu, jadi semua chat dari wanita itu saya hapus." Istri Jaret mulai bercerita tentang apa yang dia lakukan.
"Saya tau, dia akan ke club seperti biasanya dari chat tersebut. Sehingga saya mengikutinya bersama sopir saya, tapi menggunakan mobilnya..." Istri Jaret berhenti berbicara, karena Jaret tiba-tiba memotong pembicaraannya. Jaret jadi gelisah dan tidak bisa diam setelah mendengar apa yang dikatakan istrinya. Dia tidak bisa kendalikan emosinya.
"Kau jangan mengarang cerita. Dari mana kau dapatkan kunci mobilnya? Aku membawa kunci mobilku saat keluar kota." Jaret penasaran dengan apa yang dikatakan istrinya, karena baginya, itu tidak mungkin.
"Apakah aku kekurangan uang untuk bisa mendapatkan duplikatnya? Jangan kebanyakan on, sampai tidak bisa berpikir waras." Istri Jaret tidak membiarkan Jaret mengganggunya lagi.
"Pak Jaret, sekali lagi anda menginterupsi pembicaraan Ibu Chasina, saya tidak segan-segan meminta petugas untuk menutup mulut anda." Kaliana kesal, karena dia sedang serius mendengar apa yang dikatakan istri Jaret. Apa yang dikatakan istri Jaret merupakan benang merah terakhir yang harus ditariknya, apakah sesuai dengan jalur penyelidikan mereka.
Semua orang terlihat sangat terkejut mendengar apa yang dikatakan istri Jaret. Mereka semua tidak menyangka istri Jaret yang begitu tenang dan lembut bisa melakukan kejahatan, apalagi membunuh orang.
...~***~...
...~●○¤○●~...
__ADS_1