C L B K [Cinta Lama Belum Kelar] Kriminal

C L B K [Cinta Lama Belum Kelar] Kriminal
Diawasi 2


__ADS_3

...~β€’Happy Readingβ€’~...


Kaliana menjalankan mobilnya pelan, keluar dari gedung kantor Marons. Dia makin curiga saat melihat tidak ada orang yang turun dari mobil itu di lobby, kemudian berjalan lagi mengikutinya keluar gedung. Marons tidak memperhatikan itu, karena sedang berbicara dengan security.


Setelah di jalan raya, Kaliana mulai menjalankan mobilnya lebih lambat. Dia ingin melihat reaksi mobil yang menyusulnya dan tidak jauh di belakang mobilnya. Ketika melilhat mobil yang dibelakangnya juga ikut melambat, Kaliana memasang handsfree dan juga meletakan ponselnya di phone holder. Dia menepi di pinggir jalan yang bisa untuk menepi sejenak. Dia ingin memastikan mobil yang di belakangnya. Dia mencari kontak di ponselnya lalu menghubungi.


πŸ“±"Hallooo, sayangku cintaku. Sudah merindukanku?" Bram tersenyum senang tapi juga terkejut dan heran mengetehui Kaliana menghubunginya. Padahal mereka baru berpisah beberapa waktu lalu.


πŸ“±"Negriku, bangsaku, kau kirim orang untuk mengawasiku?" Tanya Kaliana, mengkonfirmasi. Dia mengira, Bram mengirim seseorang untuk mengawasi atau mengamankannya. Sempat terpikir petugas yang diminta oleh Bram untuk membantunya.


πŸ“±"Kirim orang mengawasimu? Jika aku melakukannya, kau bukan sayangku, cintaku. Kenapa kau berpikir begitu?" Tanya Bram curiga mendengar pertanyaan Kaliana.


πŸ“±"Ada yang mengikutiku, jadi aku kira kau mengirim orang untuk mengawasi atau mengamankanku." Kaliana menjelaskan tentang kecurigaannya, karena dia belum lama bertemu dengan Bram.


πŸ“±"Untuk apa aku mengawasimu atau mengamankanmu? Jangan membuatku tertawa. Kau bisa menembak orang itu sebelum dia mencabut pistolnya. Jadi tidak usah berpikir aku akan melakukan itu. Aku tetap pada jalur resmi sesuai perjanjian kita." Ucap Bram serius. Dia suka bercanda, tapi jika sudah berbicara tentang tugas dan dedikasi, dia tidak pernah bercanda.


πŸ“±"Baik. Aku perlu memastikannya dulu denganmu sebelum melakukan sesuatu kepada orang tersebut." Kaliana mengatakan itu untuk menjaga perasaan Bram dan juga mengkonfirmasi, karena ingin menjaga hubungan baik diantara mereka berdua.


πŸ“±"Kau habis bertemu dengan siapa?" Tanya Bram sebelum Kaliana mengakhiri pembicaraan mereka. Dia pun menyadari ada yang tidak beres, jika Kaliana sedang diikuti.


πŸ“±"Baru selesai bertemu Pak Marons. Ada beberapa hal yang ingin aku ketahui tentang korban." Ucap Kaliana menjelaskan maksudnya bertemu dengan Marons.


πŸ“±"Kalau begitu, segera beritahu Pak Marons untuk berhati-hati. Ada orang yang mengawasinya dan kau hanya imbas dari pertemuan tadi. Ada orang yang ingin menyelidikinya." Ucap Bram serius, karena mulai mengerti situasi.

__ADS_1


πŸ“±"Aku juga berpikir demikian, saat kau katakan tidak mengirim orang untuk mengawasiku. Orangnya jadi mengikutiku, karena tadi bertemu dengan Pak Marons." Kaliana sependapat dan sepemikiran dengan Bram.


πŸ“±"Kalau begitu, kau tolong buat surat panggilan untuk keluarga korban. Kau tolong buat BAP untuk mereka semua, tanpa terkecuali." Ucap Kaliana yang telah berpikir cepat mengingat pembicaraannya dengan Marons tadi di restoran.


πŸ“±"Aku sudah membuatnya, saat kau pergi tadi. Ada beberapa hal yang perlu aku tanyakan kepada keluarga korban. Apakah kau mau ikut saat aku melakukan interogasi?" Tanya Bram lagi, serius tanpa berpikir untuk bercanda. Dia menyadari situasi yang sedang dihadapi Kaliana.


πŸ“±"Ok, terima kasih. Aku tidak ikut menginterogasi, karena mereka mengenalku saat acara pra pemakaman korban di rumah Pak Marons. Aku akan mengirimkan beberapa pertanyaan untuk kau tanyakan kepada keluarga korban." Kaliana berpikir dengan cepat dan mulai menganalisa situasi.


πŸ“±"Baik. Aku akan memberitahukan waktu pemeriksaan saksi supaya kau tau dan kirim pertanyaannya. Selain Pak Marons harus berhati-hati, kau juga harus berhati-hati. Ingatkan Pak Marons, agar jangan sampai terjebak. Selanjutnya, kau mengerti maksudku." Ucap Bram serius, lalu mengakhiri pembicaraan mereka setelah Kaliana menjawab yang Bram maksudkan


Kaliana segera menjalankan mobilnya, agar mobil di belakang tidak curiga. Kaliana sudah zoom plat nomor mobilnya lalu kirim ke Putra untuk diselidiki. Dia ingin tahu siapa pemilik mobil tersebut.


Sambil menjalankan mobilnya perlahan, dia menghubungi Pak Yosa.


πŸ“±"Menuju Lab, Anna. Ada masalah?" Tanya Pak Yosa yang sudah menghentikan motornya. Pertanyaan Kaliana yang singkat adalah isyarat dan kode baginya, sedang terjadi sesuatu.


πŸ“±"Ada yang mengikutiku. Pak Yosa tunggu di pinggir jalan dekat Lab, ya. Aku sendiri yang akan ambil hasil Labnya." Kaliana tidak jadi kembali ke kantor. Dia ingin menangani kejadian yang diluar dugaannnya.


πŸ“±"Baik. Aku kirim foto surat pengambilan hasil Lab sekarang. Tolong berikan pelangi, agar aku tahu sasaran." Ucap Pak Yosa, yang sudah bisa membaca situasi dan cepat mengambil keputusan.


Kaliana memberikan pelangi (kata yang digunakan oleh mereka untuk memberitahukan semua tentang sasaran). Seperti sekarang, Kaliana memberitahukan jenis mobil, warna dan plat nomor, karena Kaliana bisa melihatnya dengan jelas.


πŸ“±"Kita tunggu hasil dari Putra. Saat aku sudah selesai dari Lab, aku akan berikan tanda agar Pak Yosa potong. Jangan biarkan dia tempel padaku." Ucap Kaliana lagi, agar Pak Yosa bisa menghalangi orang yang mengikutinya.

__ADS_1


πŸ“±"Baik, aku sudah melihatmu dan bebek di belakangmu. Kalian baru saja melewatiku. Konsen saja untuk ambil hasilnya. Yang mengikutimu, amatir." Ucap Pak Yosa, setelah sekian lama menunggu lalu melihat mobil Kaliana dan juga jarak mobil orang yang mengikuti Kaliana terlalu dekat dan sangat menyolok.


πŸ“±"Ok. Aku akan info setelah ambil hasil. Perhatikan juga, mungkin ada mobil lain yang mengikutinya. Setelah masuk, aku serahkan pengawasannya pada Pak Yosa." Ucap Kaliana mulai mengatur strategi apa yang akan mereka lakukan.


πŸ“±"Siaaap." Ucap Pak Yosa singkat lalu memperhatikan lingkungan sekitar Laboratorium, agar bisa mengambil tindakan yang tepat dan terukur.


Kaliana masuk ke tempat parkir Laboratorium, dan bersikap seakan tidak mengetahui sedang diikuti. Mobil yang mengikutinya juga masuk dan parkir agak jauh dari mobilnya. Kaliana menyadari tidak ada tanda-tanda seseorang turun dari mobil tersebut. Padahal Kaliana sengaja berlama-lama dalam mobilnya.


Kaliana turun dari mobil lalu berjalan masuk ke Laboratorium. Setelah mengambil hasil pemeriksaan teh ginseng merah Marons, Kaliana membuka dan melihat hasilnya. Kemudian dia sempatkan untuk berkonsultasi dengan petugas Laboratorium. Kaliana minta dijelaskan hasil Laboratoriumnya, agar tidak perlu bertemu dengan dr Yogi lagi.


Setelah mendapatkan semua keterangan yang diperlukan, Kaliana kembali mengaktifkan perlengkapan komunikasi dengan teamnya.


πŸ“±"Pak Yosa, aktifkan kamera. Tarik dan segera potong." Ucap Kaliana pelan tapi tegas karena ada orang lain yang sedang duduk tunggu hasil Laboratorium di ruang tunggu.


πŸ“±"Ok. Meluncur..." Ucap Pak Yosa singkat yang sudah mengerti maksud Kaliana agar segera masuk ke tempat parkir dan menghadang mobil yang mengikuti Kaliana.


Pak Yosa langsung mengarahkan motornya ke depan mobil tersebut lalu berhenti, seakan motornya mogok. Melihat apa yang dilakukan Pak Yosa, Kaliana keluar dan berjalan cepat menuju mobilnya tanpa menghiraukan kekacauan yang ditimbulkan Pak Yosa. Security berlari mengikuti motor Pak Yosa, karena salah arah. Tidak menuju tempat parkir motor, tetapi ke tempat parkir mobil.


Pemilik mobil yang mengikuti Kaliana dan duduk tenang menanti di dalam mobil, jadi turun untuk menghalau Pak Yosa. Dia melihat Kaliana sudah masuk mobil dan segera meninggalkan tempat parkir. Dia langsung meminta Pak Yosa menyingkirkan motornya, agar dia bisa keluar mengikuti Kaliana. Pak Yosa mengabaikan permintaannya, tapi kamera mengarah padanya. Pak Yosa terus memberikan alasan kepada security yang sedang memarahinya, karena salah tempat parkir.


Sedangkan pemilik mobil makin emosi, melihat mobil Kaliana telah keluar ke jalan raya.


...~***~...

__ADS_1


...~●○€○●~...


__ADS_2