C L B K [Cinta Lama Belum Kelar] Kriminal

C L B K [Cinta Lama Belum Kelar] Kriminal
Menguji Strategi.


__ADS_3

...~β€’Happy Readingβ€’~...


Kaliana yang sudah biasa dalam kondisi seperti itu, segera merespon sekecil apapun gangguan terhadap clientnya. Dia bertindak cepat untuk menguji kecurigaan yang disampaikan oleh clientnya, apalagi clientnya adalah seorang Marons Kasmara. Dia tidak membuang waktu dengan mempertimbangkan banyak hal.


πŸ“±"Baik. Pak Marons bersikap tenang, jangan dulu habiskan dessertnya. Makan perlahan sambil angkat ponsel perlahan, lalu rubah ke vc. Pakai kamera belakang, putar sepintas saja, agar kami bisa melihat orangnya. Ini aku sudah sambungkan dengan Putra. Jadi Pak Marons ikuti apa yang diminta Putra." Kaliana berbicara serius dan tegas membuat Marons juga jadi serius.


Marons melakukan seperti yang diminta oleh Kaliana, seakan-akan dia sedang membuat video tentang restoran hotel tersebut. Kemudian perlahan dia akan mengarahkan kamera ponselnya ke arah orang yang dituju.


πŸ“±"Kirim pelangi, Pak." Ucap Kaliana tiba-tiba, karena Putra konsetrasi mempersiapkan peralatan dan memperhatikan suasana restoran, dia lupa meminta Marons yang tidak mengerti jika tidak dipandu untuk menjelaskan orang yang mereka tuju. Marons berpikir cepat, saat mendengar permintaan Kaliana.


πŸ“±"Rambut hitam, cepak. Kemeja krem berdasi." Ucap Marons mengingat apa yang dia lakukan di club tentang arti kirim pelangi. Dia langsung memberikan ciri khas orang yang mengikutinya, lalu mulai mengarahkan kamera ke arahnya secara perlahan.


πŸ“±"Terus dulu, Pak. Nanti kembali sekali lagi ke pelangi." Ucap Kaliana, karena Putra belum memberikan tanda OK dengan jarinya. Pak Yosa, Yicoe dan Novie serius memperhatikan layar TV.


πŸ“±"Ganti vc ke suara dan letakan ponsel di atas meja, Pak." Ucap Kaliana saat melihat kode dari Pak Yosa. Marons segera mengganti pada mode suara lalu meletakan ponselnya di atas meja.


πŸ“±"Anna, depan pelangi itu Punguk. Tadi saat dia menengok, aku yakin itu Punguk. Kau sudah tidak mengenalnya?" Tanya Pak Yosa yang melihat Kaliana menatapnya dengan serius, karena tiba-tiba minta Kaliana menghentikan vc.


πŸ“±"Pak Marons, silahkan makan dessert perlahan, jangan membuat gerakan yang mencurigakan. Dengar terus apa yang kami bicarakan di sini." Kaliana berkata serius, saat Pak Yosa yakin itu adalah Punguk dan Putra telah zoom orangnya di layar TV.


πŸ“±"Kau masih memintaku untuk makan setelah semua ini? Aku sudah tidak berselera dan dessertnya tidak akan turun lewati tenggorokanku." Ucap Marons protes, karena dia benar-benar tegang mendengar apa yang dikatakan Pak Yosa dan tidak mengerti situasi dan siapa yang sedang dihadapi.

__ADS_1


πŸ“±"Pak Marons coba bersikap tenang dan santai. Mereka tidak mengetahui, Pak Marons sudah tau siapa mereka. Jadi cobalah untuk tenang dan mengabaikan mereka. Aku akan jelaskan sedikit, agar Pak Marons bisa mengetahui situasi." Ucap Kaliana pelan dan tenang, agar Marons bisa mengerti dan bersikap tenang.


πŸ“±"Pak Marons tolong perhatikan dessert di atas meja, jangan melihat ke arah mereka. Pelangi sebenarnya adalah yang berkemeja hitam, sedangkan kemeja krem hanya kaki tangannya. Kemeja hitam itu yang disewa oleh keluarga korban dan seprofesi dengan kami." Kaliana berusaha menjelaskan, agar Marons bisa tenang.


πŸ“±"Dia mantan polisi?" Tanya Marons setelah mendengar penjelasan Kaliana dan melihat tongkrongannya.


πŸ“±"Iyaa, Pak. Mungkin yang kemeja krem adalah mantan anak buahnya. Sedang diperiksa oleh Putra." Ucap Kaliana saat melihat isyarat dari Pak Yosa.


πŸ“±"Ko' mereka tau aku ada di dini? Apa dia tinggal di sini atau Jakarta?" Tanya Marons bingung, saat mendengar penjelasan Kaliana dimana Punguk disewa oleh keluarga Rallita, tapi bisa ada di Malang.


πŸ“±"Itu belum bisa kami jawab, karena belum tau jawabannya. Kami perlu mengujinya terlebih dulu, Pak. Sekarang tidak usah melihat mereka, tapi masukan ponselnya ke kantong lalu berdiri dan berjalan santai kembali ke kamar. Kami akan terus bersama Pak Marons sampai ke kamar." Kaliana mulai memandu, saat mengetahui Marons memakai handsfree.


Marons memasukan ponselnya ke kantong, lalu memberikan kode kepada waiters untuk mendekatinya. "Masukan semua ini ketagihan kamarku." Ucap Marons lalu memberikan nomor kamarnya kemudian berjalan meninggalkan restoran.


πŸ“±"Semuanya sudah diatur oleh sekretarisku. Ada apa? Apakah dia bekerja sama dengan mereka?" Tanya Marons heran dengan pertanyaan Kaliana dan mulai curiga.


πŸ“±"Aku hanya bertanya, Pak. Yang sabar, ini perlu diuji dulu. Jangan sampai kita fitnah orang. Pak Matons ada kegiatan lagi di besok hari?" Tanya Kaliana serius, karena dia sudah punya rencana menguji dugaannya saat melihat Punguk ada di restoran hotel.


Kaliana memberikan catatan untuk Putra periksa keberadaan Punguk di hotel, agar Marons tidak mendengar jika dia meminta Putra memeriksa Punguk.


Setelah Putra memberikan tanda OK, bahwa Punguk tinggal di hotel yang sama dengan Marons, Kaliana memberikan catatan kepada Pak Yosa untuk mengurus yang lainnya

__ADS_1


πŸ“±"Hanya membeli yang diperlukan lalu kembali sesuai penerbangan yang sudah diatur oleh sekretaris." Jawab Marons, tapi dia terus berpikir rencana apa yang sedang direncakan oleh Kaliana.


πŸ“±"Apakah tiket peberbangan itu hangus, tidak mengapa, Pak?" Tanya Kaliana hati-hati. Dia khawatir Marons marah, jika dia terlalu mengatur atau intervensi.


πŸ“±"Tidak mengapa, jika itu demi kebaikanku. Apa rencanamu, katakan saja. Aku akan ikuti." Ucap Marons, karena menangkap keraguan dalam nada suara Kaliana.


πŸ“±"Kalau begitu, Pak Marons kembali saja ke Jakarta dengan penerbangan besok pagi. Aku akan beli tiket dengan kartu yang diberikan itu. Tetapi penerbangan ini, jangan disampaikan kepada siapapun, termasuk sekretaris Pak Marons." Kaliana mengutarakan rencananya setelah melihat tanda OK dari Pak Yosa.


πŸ“±"Ok, aku memgerti. Apa lagi?" Tanya Marons, karena dia tahu Kaliana tidak merencanakan sesuatu hanya setengah-setengah.


πŸ“±"Kami akan bayar semua tagihan hotel dari sini. Jadi Pak Marons langsung keluar hotel tanpa check out. Nanti setelah ini ada yang datang menjemput Pak Marons untuk berangkat ke Surabaya. Dia yang akan membawa bawaan Pak Marons. Jadi saat keluar nanti, Pak Marons hanya berjalan santai tanpa bawa apapun. Orang kami yang mengambil semua bawaan Pak Marons akan menunggu di depan lobby hotel." Kaliana menjelaskan secara rinci apa yang akan dilakukan oleh Marons dan petugas yang telah dipersiapkan Pak Yosa.


πŸ“±"Baik. Aku mengerti. Kalau begitu, aku siap-siap dulu. Nanti setelah selesai, aku akan hubungi lagi." Marons mengerti rencana Kaliana dan merespon baik semua yang dipersiapkan Kaliana dalam waktu singkat. Dia percaya, apa yang dilakukan Kaliana untuk menolongnya lolos dari orang yang sedang mengikutinya.


Marons segera mengakhiri pembicaraan, lalu mulai merapikan semua bawaannya dan dimasukan dalam koper. Sedangkan Kaliana kembali berbicara dengan Putra untuk menyelidiki keberadaan Punguk.


πŸ“±"Putra, apakah Punguk di penerbangan yang sama dengan Pak Marons saat berangkat?" Tanya Kaliana untuk memastikan yang ada di pikirkannya.


πŸ“±"Tadi Pak Yosa sudah memberikan nama asli Punguk dan aku sudah periksa semuanya. Benar..! Saat berangkat dan juga pulang nanti, mereka ada di penerbangan yang sama. Sedangkan di hotel, tanggal check in dan check out nanti di tanggal yang sama." Putra menjelaskan setelah memeriksa keberadaan Punguk.


...~***~...

__ADS_1


...~●○€○●~...


__ADS_2