![C L B K [Cinta Lama Belum Kelar] Kriminal](https://asset.asean.biz.id/c-l-b-k--cinta-lama-belum-kelar--kriminal.webp)
...~β’Happy Readingβ’~...
Kaliana langsung mengeluarkan gold card yang diberikan Marons, lalu diberikan kepada Putra untuk membayar semua akomodasi Marons di Malang. Dia juga meminta Putra mencari tiket pesawat di kelas yang sama sebelumnya untuk kembali ke Jakarta. Dia minta beli tiket pesawat yang baru dengan penerbangan lebih awal ganti tiket yang dibatalkan olehnya.
Putra mengerjakan semuanya dengan cepat, agar Marons selesai merapikan semua bawaannya, mereka sudah selesai menyiapkan yang diperlukan Marons. Mereka sudah terlatih bekerja dalam kecepatan tinggi, sehingga dengan cepat mereka merespon semua yang direncanakan Kaliana.
Semua anggota team sopape tidak jadi pulang ke rumah, dan mereka harus makan malam di kantor. Sebagaimana permintaan Kaliana, agar mereka semua menunggu di kantor sampai Marons meninggalkan hotel.
Setelah semuanya dirapikan, Marons kembali menghubungi Kaliana yang sedang menunggunya. Dia jadi ikut bergerak cepat, karena menyadari sedang ditunggu dan dikejar waktu untuk melakulan perjalanan ke Surabaya.
π±"Halloo, Kalia. Semua sudah rapi. Apa lagi yang harus aku lakukan?" Tanya Marons setelah Kaliana merespon panggilannya. Semenjak peristiwa meninggalnya Rallita, Marons benar-benar berada di luar zona nyamannya sebagai seorang petinggi di perusahaan. Dia yang biasanya mengatur untuk karyawannya melakukan ini dan itu, sekarang dia harus bertanya, mau lakukan apa lagi.
Marons melakukan semuanya dengan senang hati, karena dia menyadari itu bukan bidangnya. Dia sedang berhadapan dengan orang-orang yang bukan karyawannya. Dan yang membuat Marons mau mengikuti semua yang dikatakan, karena Kaliana dan teamnya sedang bekerja untuk mengamankannya.
π±"Baik. Pak Marons sebutkan nomor kamarnya dan tunggu saja di situ. Sebentar lagi akan ada yang datang mengambil bagasi Pak Marons." Kaliana bertanya kepada Pak Yosa dengan tanda isyarat, apakah orang yang disiapkan Pak Yosa sudah di tempat.
Setelah melihat kode OK dari Pak Yosa, Kaliana memberikan kode kepada Yicoe dan Novie untuk menyiapkan makan malam mereka di kantor. Mereka tidak bisa menunggu untuk makan malam di rumah. Mereka butuh tenaga untuk lanjutkan pekerjaan di kantor.
__ADS_1
π±"Pak, itu orangnya menuju kamar. Beliau yuniornya Pak Yosa dan masih aktif di kesatuan. Beliau yang akan antar Pak Marons ke Surabaya. Tiketnya sudah dikirim oleh Putra, sama dengan tiket sebelumnya, hanya lain penerbangan." Kaliana menjelaskan, dia berharap Marons tidak merasa terganggu, tetapi lebih tenang dalam perjalanan ke Surabaya.
π±"Baik. Terima kasih. Kita berbicara seperti ini dulu sampai orangnya datang, agar Pak Yosa tau itu benar orangnya." Marons jadi ikut waspada setelah mendengar apa yang dikatakan Kaliana. Marons telah melihat orang yang dimaksud Kaliana dengan Punguk. Dia tidak mau menanyakan itu, tapi dia bisa tahu orangnya itu bisa masuk dalam kategori polisi kotor. Kelihatan jelas dari cara berbicara dan sikapnya kepada orang yang duduk di depannya, yang selalu mengikuti Marons.
Tidak lama kemudian pintu kamarnya diketok lalu marons melihat orang yang berdiri di depan pintu kamarnya. Dia mengirimkan pelangi, ciri khas dari orang yang mengetok kepada Kaliana dan team. Mendengar itu, Pak Yosa mengangkat jarinya, memberikan tanda OK.
π±"Ok, Pak. Itu orang kita. Berikan saja bagasi kepadanya. Tunggu beberapa waktu untuk berikan jarak dengannya, sebelum Pak Marons menyusulnya. Silahkan titip key card di resepsionis dan katakan saja, mau keluar lihat-lihat kota Malang." Kaliana terus memandu Marons, agar tidak terjadi kesalah pahaman dan membuat rencana mereka terbongkar.
Marons melakukan seperti yang diminta oleh Kaliana. Setelah tiba di lobby dan melihat orang yang mengikutinya tidak ada, Marons ke tempat resepsionis lalu menyerahkan key cardnya. Dia bersyukur dalam hati, tidak terjadi banyak tanya jawab. Petugas yang sedang bertugas di resepsionis sudah mengenalnya, karena jika berada di Malang dia akan menginap di hotel tersebut dan mereka tahu jabatannya di perusahaan.
π±"Baik... Nanti di Surabaya saja baru kita komunikasi lagi. Aku mau istirahat sebentar di jalan. Kalian juga perlu istirahat." Ucap Marons yang mengerti kondisi team sopape, setelah mendengar penjelasan Kaliana.
π±"Baik, Pak. Untuk mencegah jangan sampai kita terlambat berkomunikasi, aku katakan ini dulu supaya Pak Marons bisa berhati-hati. Karena besok kami juga lumayan sibuk." Kaliana langsung berpikir cepat mendengar permintaan Marons. Mereka akan membahas isi mobil di rumah dan juga mereka bisa kesiangan, karena tidur terlalu larut.
π±"Jika Pak Marons sudah tiba di Jakarta, jangan dulu ke kantor tapi istirahat di rumah. Tunggu menjelang waktu penerbangan yang sebelumnya. Jika sekretaris Pak Marons hubungi dan tanya posisi, Pak Marons selesaikan dia secara adat perusahaan. Berarti ada yang mencari Pak Marons di Bandara dan menanyakan keberadaan bapak kepadanya. Begitu juga berlaku untuk siapa saja yang lakukan hal yang sama." Kaliana menjelaskan secara detail, agar bisa mengetahui siapa yang terlibat.
Marons mengerti yang dikatakan Kaliana, mereka sedang menyelidiki siapa yang bekerja sama dengan orang yang mengikutinya. Mudah bagi Marons, karena selama perjalanan dinasnya ke luar kota, sekretarisnya tidak pernah menghubunginya menjelang penerbangan. Marons sudah terbiasa mengatur ritme perjalanannya sendiri. Sekretarisnya hanya menyiapkan akomodasi yang dia perlukan. Jadi jika tiba-tiba dia menghubunginya, itu pertanda lampu merah.
__ADS_1
π±"Iyaa... Aku mengerti. Silahkan kalian makan dan istirahat, karena aku juga mau istirahat." Ucap Marons lalu mengakhiri pembicaraan mereka. Ketika melihat waktu penerbangan yang dikirim Putra, Marons merasa masih ada waktu untuk mampir beli ole-ole untuk Danny, Yogi dan Kaliana juga teamnya.
Β°***Β°
Keesokan harinya, Marons telah tiba di rumah orang tuanya. Dia tidak meminta sopirnya untuk menjemput, tetapi naik taksi bandara untuk pulang ke rumah. Dia mengikuti permintaan Kaliana untuk tidak memberitahukan kepada siapapun, bahwa dia sudah tiba di Jakarta. Termasuk Danny dan Yogi, dia tidak beritahukan, karena mereka sudah tahu dia kembali setelah waktu makan siang.
Dia beristirahat di rumah orang tuanya sambil menunggu perkembangan situasi sesuai yang dikatakan Kaliana. Dia hanya mengirim pesan kepada Kaliana, bahwa dia sudah tiba di Jakarta dan sudah di rumah orang tuanya. Ketika melihat Kaliana membalas dengan emoticon OK dan Jempol, Marons teringat yang dikatakan Kaliana. Mereka akan sibuk di besok hari.
Marons menunggu dengan sabar sambil berharap, semoga rencana menguji ini tidak memperlihatkan kejutan yang menyakitkan. Dia terus berharap bukan orang-orang terdekat dengannya yang menghianatinya. Dia masih trauma dengan penghianatan Rallita, istrinya.
Menjelang waktu check out hotel, sekretarisnya menghubunginya untuk menanyakan apa benar hotel tempat tinggalnya sudah dilunasin. Marons membenarkan bahwa, dia sudah melunasinya. Dia tahu, Kaliana membayar pakai card yang diberikannya.
Marons mengakhiri pembicaraan mereka lalu menunggu selanjutnya. Menurut Marons, itu hal biasa yang dilalukan sekretarisnya menjelang waktu check out dari hotel. Karena dia biasa membayar semua yang diperlukan Marons, ketika bertugas ke luar kota dengan dana perusahaan.
...~***~...
...~ββΒ€ββ~...
__ADS_1