C L B K [Cinta Lama Belum Kelar] Kriminal

C L B K [Cinta Lama Belum Kelar] Kriminal
Perubahan 2.


__ADS_3

...~β€’Happy Readingβ€’~...


Kaliana tidak jadi mengembalikan mobil korban ke rumah Marons, tapi langsung menuju kantor bersama Pak Yosa. Perubahan itu disampaikan oleh Kaliana kepada Marons. Agar tidak menimbulkan pertanyaan atau salah pengertian. Jadi Kaliana mengirim pesan memberitahukan, sekaligus minta ijin pemakaian mobil. Kaliana berencana akan memakai mobil tersebut selama pergi menyelidiki bersama petugas Raka.


Pesan Kaliana diterima Marons saat telah kembali ke hotel tempatnya menginap selama bertugas di luar kota. Melihat dan membaca pesan Kaliana yang panjang, Marons tidak membalas pesan tersebut tetapi langsung menghubunginya.


πŸ“±"Halloo, Kalia. Aku sangat sibuk sepanjang hari ini, jadi baru bisa menghubungimu." Ucap Marons saat Kaliana merespon panggilannya.


πŸ“±"Iya, Pak. Tidak mengapa. Aku mengerti, jadi tadi kirim pesan lagi, karena mau minta ijin. Ini aku dan Pak Yosa ada dalam mobil, kami baru pulang penyelidikan. Kami tidak sempat lagi ke rumah Pak Marons untuk bertukar mobil." Kaliana menjelaskan, agar Marons tahu dia ada bersama Pak Yosa dalam mobil.


πŸ“±"Iyaa... Tidak mengapa. Kalian pakai saja mobilnya. Aku baru tiba di hotel, mungkin besok sudah kembali ke Jakarta. Ada ole-ole yang kalian inginkan aku bawa dari Malang?" Tanya Marons yang sedang berada di Malang, dalam rangka menyelesaikan masalah perusahaan di cabang. Karena Ayahnya tidak bisa hadir, jadi dia yang menggantikan Ayahnya untuk menyelesaikan persoalan yang terjadi di cabang perusahaan mereka.


πŸ“±"Tidak ada, Pak..." Jawab Kaliana spontan


πŸ“±"Kripik Tempe, Pak.." Jawab Pak Yosa


πŸ“±"Kripik Buah, Pak..." Jawab Putra


πŸ“±"Astagaaa... Kalian menguping pembicaraan kami?" Tanya Kaliana terkejut, mendengar jawaban tiba-tiba dari Pak Yosa dan Putra.


πŸ“±"Kami tidak menguping, Mbak. Tapi Mbak Anna sendiri yang menghidupkan alat komunikasinya. Jadi kami kira sedang diajak ngobrol... hahahaha." Ucap Putra tertawa senang, bisa ledekin Kaliana.

__ADS_1


Pak Yosa hanya bisa tersenyum, karena dari tadi sudah memberikan kode kepada Kaliana dengan memeggang telinganya, tetapi Kaliana tidak menyadari itu adalah kode. Dia merespon panggilan Marons, tanpa melihat bahwa mode komunikasi mereka masih sama saat mereka berkomunikasi di club dengan Putra dan Pak Yosa.


πŸ“±"Hahahaha... Itu kesalahan bukan pada antena, tapi pada tv anda. Baik, nanti aku bawakan untuk kalian." Ucap Marons senang membayangkan wajah Kaliana, karena keliru mengaktifkan alat komunikasinya.


Kaliana hanya bisa menepuk dahinya saat melihat alat komunikasi team mereka sedang aktif. Dia buru-buru merespon panggilan Marons tanpa melihat alat komunikasi mereka.


"Jangan tanggapi mereka, Pak. Hati-hati dan segera kembali. By." Ucap Kaliana dan kembali lupa masih belum matikan komunikasi team. Dia segera mengakhiri pembicaraannya dengan Marons setelah Marons membalas salamnya.


"Sweeetttt ..." Ucap Pak Yosa berbarengan dengan Putra. Membuat telinga Kaliana memerah. Marons yang masih mendengar komentar Putra dan Pak Yosa, jadi kembali tertawa membayangkan wajah Kaliana yang memerah. Dia yang sudah pernah bersama mereka, jadi bisa membayangkan Kaliana sedang diledekin.


"Pak Yosa juga, sudah tahu aku keliru, bukannya bilang, malah ikutan nguping. Kebanyakan kumpul dengan Putra, jadi ikut kelakuannya." Kaliana mengalihkan kekeliruannya dengan sengaja memarahi Pak Yosa. Dia sedang merasa jengah mendengar komentar Putra dan Pak Yosa.


"Tadi aku sudah kasih kode berulamg kali dengan memegang telinga, tetapi aku dicuekin. Ya, sudah, tahan nafas saja. Tapi tadi itu keceplosan, karena ditanya Pak Marons. Sudah kangen dengan kripik tempe Malang." Ucap Pak Yosa sambil tersenyum senang, bisa ledekin Kaliana.


"Apakah keluarga korban atau Punguk sudah tidak mengikuti Pak Marons?" Pak Yosa bertanya serius, karena semenjak peristiwa di Laboratorium, Kaliana tidak pernah membicarakan lagi, kalau ada orang yang mengikutinya. Begitu juga dengan Pak Marons, tidak pernah mengatakan apapun soal itu.


"Aku tadi mau menanyakan itu, tapi jadi lupa karena kripik tempe dan kripik buah mengusai arena pembicaraan. Semoga besok beliau bisa kembali, agar kita bisa membicarakan perubahan situasi ini." Ucap Kaliana berharap, karena dia sudah tidak sabar untuk bertemu dengan Marons.


Setelah tiba di kantor, mereka sudah ditunggu oleh Putra, Yicoe dan Novie. Terutama Yicoe dan Novie jadi penasaran setelah melihat cctv yang diambil oleh Putra. Mereka semua menuju ruang rapat untuk membahas yang ditemukan Putra setelah Kaliana dan Pak Yosa tiba di kantor.


"Mr. X dan mobil clear?" Tanya Kaliana serius dan merasa lega saat Putra memberikan kode OK dengan jarinya. Putra memperlihatkan semua secara detail membuat semua tersenyum dan mengangkat jempol kepada Putra.

__ADS_1


"Baik. Besok kita akan mengetahui isi mobilnya. Sekaramg kita semua pulang dan makan malam di rumah saja, karena kita akan membahas isi mobil di rumah setelah mandi. Badanku sudah mulai mempengaruhi otakku, sehingga bisa jebol konsentrasiku." Ucap Kaliana sambil tersenyum, mengingat kejadian yang terjadi di mobil.


"Dengan perubahan yang cepat ini, kita harus putuskan juga dengan cepat dalam waktu singkat ini. Pertama; Apa yang harus kita lakukan. Kedua; Kapan itu harus dilakukan. Ketiga; Bagaimana hal itu harus dilakukan. Keempat; Siapa yang harus melakukan itu." Kaliana menyampaikan planning yang sudah ada di kepalanya saat melihat laporan Putra.


Anggota team jadi bersemangat setelah mendengar planning Kaliana. "Jangan dijawab dulu, tunggu setelah kita mandi dan makan. Agar keputusan kita nanti, benar-benar kita mengerti dan mau mengeksekusinya." Ucap Kaliana lagi saat melihat Yicoe dan Novie bersemangat mau menjawab.


Tiba-tiba, ponsel Kaliana kembali bergetar. Ketika melihat siapa yang menelpon, alis Kaliana bertaut dan heran.


πŸ“±"Halloo, Pak. Apakah terjadi sesuatu?" Tanya Kaliana saat merespon panggilan Marons dengan hati was-was, karena mereka belum lama berkomunikasi.


πŸ“±"Halloo, Kalia. Tidak terjadi sesuatu. Hanya aku mau memberikan info atau mungkin menyampaikan perasaanku saja. Sepertinya ada seseorang yang mengikutiku. Dari kemarin aku sudah melihatnya, tetapi karena sibuk, aku tidak menanggapinya." Marons menjelaskan perasaan curiganya kepada Kaliana.


πŸ“±"Tapi ini, aku sedang makan malam di restoran hotel dan aku melihatnya lagi. Dia bersikap seakan tidak mengenalku. Tetapi saat tertentu, aku tau dia sedang memperhatikannku." Marons kembali menjelaskan dengan pelan. Dia sudah memiliki handsfree yang sama dengan Kaliana dan team, sehingga dia bisa dengan mudah berkomunikasi sambil makan. Seningga orang yang mengikutinya tidak menyadari kalau Marons sedang menelpon.


Kaliana langsung memberikan kode kepada teamnya untuk tetap duduk di ruang meeting. Begitu juga dengan Putra untuk kembali memasang peralatannya yang hampir dimasukan ke dalam tas ranselnya. Semua langsung konsentrasi mendengar apa yang disampaikan Marons.


πŸ“±"Pak Marons sudah selesai makan malam?" Tanya Kaliana serius. Dia menanggapi informasi yang disampaikan Marons dengan cepat, karena perubahan situasi yang terjadi di kantor polisi.


πŸ“±"Sudah. Ini aku hanya habiskan dessert, lalu mau kembali ke kamar." Marons menjelaskan kondisi yang ada di tempatnya dengan suara pelan. Dia khawatir menarik perhatian orang yang disangkakan mengikutinya. Marons makin menyadari, orang tersebut hanya pura-pura tidak melihatnya.


...~***~...

__ADS_1


...~●○€○●~...


__ADS_2