C L B K [Cinta Lama Belum Kelar] Kriminal

C L B K [Cinta Lama Belum Kelar] Kriminal
Penyelidikan.


__ADS_3

...~•Happy Reading•~...


Keesokan harinya Marons diminta oleh penyidik untuk datang lagi ke kantor polisi, karena sudah ada hasil pemeriksaan janin. Marons datang bersama Danny, karena Danny menjemputnya di kantor, saat diminta untuk datang.


"Pak Marons, terima kasih selalu koperatif jika diminta datang ke sini." Penyidik sangat menghargai Marons yang dengan begitu banyak kesibukan, bisa cepat merespon permintaan mereka untuk datang memberikan keterangan.


"Sama-sama, Pak. Saya ingin semua ini bisa lekas terungkap, agar saya bisa bekerja, makan minum dan tidur dengan tenang." Ucap Marons, tanpa bisa dicegah oleh Danny. Karena memang itu yang dia alami dan dirasakan, sebelum kasusnya selesai.


"Baik, Pak. Kita lanjutkan BAP terakhir. Kami katakan korban sedang hamil dan anda meminta waktu untuk melanjutkan BAP. Apakah karena saat itu, bukan saja anda terkejut, tetapi anda sudah tau bayi itu bukan anak anda?" Tanya penyidik, mengingat apa yang terjadi saat pertemuan terakhir mereka.


"Iya, Pak. Saya tau itu bukan anak saya dari usia janin itu. Kami sudah tiga bulanan tidak lakukan hubungan suami istri. Jadi jika dia hamil dan usia kandungan seperti itu, pasti bukan saya Ayahnya." Ucap Marons tenang. Danny hanya diam mendengar, karena apa yang dikatakan Marons itu benar.


"Anda benar. Hasil pemeriksaan telah menunjukan bahwa anda bukan Ayah bayi itu. Apakah anda tau, siapa Ayah bayi itu? Mungkin dengan keterangan anda, kami bisa lebih cepat mengetahui orangnya." Tanya penyidik lagi, karena tidak mungkin mereka memeriksa banyak pria untuk mendapatkan orangnya.


"Kami tidak menuduh, tapi hanya menduga. Mungkin dugaan kami bisa membantu penyidik untuk menemukan Ayahnya." Ucap Danny, sebelum Marons memberi keterangan. Dia tidak ingin jawaban Marons membuat peluang untuk penyidik menanyakan banyak hal.


Dia menyadari, Marons akan menceritakan semua yang dia tahu. Tetapi dia tidak menyadari, mungkin keterangannya bisa membawa pada keterangan yang panjang dan memakan waktu.


"Mungkin bisa diperiksa orang ini, karena orang ini yang membuat Pak Marons tidak melakukan hubungan intim dengan istrinya...." Marons menceritakan pertemuannya dengan korban dan pria yang ada di foto di hotel.

__ADS_1


"Foto ini anda dapat dari mana?" Tanya penyidik kepada Danny, saat melihat foto Jaret.


"Kami mengambilnya saat dia datang ke rumah Pak Marons sebagai pelayat dalam acara persiapan pemakaman korban." Ucap Danny, menunjuk foto yang diberikan Kaliana.


"Apakah anda masih memiliki foto yang lain saat lakukan acara pemakaman?" Tanya penyidik, karena tidak mau terjebak dengan keterangan saksi dan pengacaranya.


"Kami foto orang ini, karena berhubungan dengan kecurigaan kami tentang ayah bayi itu. Kalau foto yang lain, mungkin bapak bisa minta pada keluarga korban. Mereka ada melakukan foto saat acara itu." Ucap Danny, mencegah Marons berkata-kata, tentang foto yang lain. Marons langsung terdiam, karena mengerti maksud Danny dan melihat foto yang diberikan


"Baik, kami akan memeriksa orang di foto ini, dan meminta keterangan tambahan dari anda jika telah berbicara dengan orangnya. Sambil menunggu, kami akan meminta keterangan dari orang yang tinggal di rumah anda." Ucap penyidik, setelah memberikan foto yang diberikan Danny kepada salah seorang petugas untuk diselidiki.


"Saya hanya tinggal berdua dengan Bibi, jadi bapak bisa minta keterangannya di rumah saya. Saya berharap, dia tidak dipanggil ke sini untuk dimintai keterangan. Dan juga, jika mau meminta keterangannya, kami berdua ada bersamanya. Jadi bapak tinggal beritahukan waktunya kepada pengacara saya." Ucap Marons yang tidak mau Bibi diperiksa sendiri di rumah.


Kalau mau hari ini juga, silahkan. Mumpung kami ada waktu untuk menemaninya." Ucap Marons lagi. Penyidik mengangguk mengerti maksud Marons. Tiba-tiba penyidik berdiri, meminta waktu dari Marons dan Danny setelah petugas yang memeriksa foto yang diberikan Danny membisikan sesuatu kepadanya.


"Sebentar, Pak. Sebelum saksi menanda tangani BAP, ada beberapa hal yang perlu kami konfirmasikan dengan pihak penyidik kasus ini. Apakah kami bisa melihat semua barang pribadi korban saat ditemukan?" Danny berkata cepat sebelum Marons menanda tangani BAP.


Penyidik memberikan isyarat kepada petugas untuk memperlihatkan barang yang ditemukan bersama jenasah." Anda belum bisa membawanya, karena ini barang bukti dan kasusnya belum selesai." Ucap penyidik sambil menunjuk semua barang korban dalam kantong bersegel. Danny hanya mengambil foto, setelah meminta ijin dari penyidik.


"Terima kasih, Pak. Ada beberapa hal juga yang akan kami tanyakan, tentang barang pribadi korban. Kiranya bapak bisa bantu kami, agar tidak penasaran dan makin jelas kasus ini." Ucap Danny lagi. Marons hanya mendengar, karena dia sendiri lupa menanyakan barang pribadi Rallita saat ditemukan.

__ADS_1


"Silahkan bertanya, dan kami akan memjawab jika itu memang bisa kami jawab. Kami terikat dengan peraturan, jika menangani suatu kasus, terutama kasus pembunuhan." Ucap penyidik serius, berharap Danny dan Marons mengerti.


"Kami hanya menanyakan hal yang umum, Pak. Dimana ponsel korban ditemukan sehingga masih bisa berfungsi saat saksi menghubunginya?" Tanya Danny tenang, karena telah mempersiapkan pertanyaan itu bersama Kaliana.


"Baik. Ponselnya ada dalam tas bersama barang pribadi lainnya. Itu yang tadi kami perlihatkan. Air tidak menembus masuk ke dalam tas, mungkin karena tasnya mahal. Mungkin juga air selokan tidak dalam. Kondisi tasnya basah, tetapi tidak sampai ke dalam. Saat petugas kami sedang mengeluarkan isi tasnya, ada bunyi telpon. Jadi kami langsung mengangkatnya, sehingga dengan cepat bisa tau identitas korban." Penyidik menjelaskan.


"Baik, Pak. Terima kasih. Satu lagi pertanyaan kami. Apakah korban saat ditemukan tidak memakai alas kaki? Karena dari barang pribadi tadi tidak terlihat." Ucap Danny, dan Marons langsung melihatnya. Dia tidak memikirkan apa yang ditanyakan Danny.


"Korban tidak memakai alas kaki saat ditemukan. Tapi dari tanda di seputar kaki korban, sebelumnya memakai sepatu bukan sendal." Ucap penyidik sambil menunjuk tanda bekas memakai sepatu.


"Baik, Pak. Terima kasih. Kami menunggu kabar selanjutnya. Jika butuh keterangan orang rumah, beritahu kami." Ucap Danny lalu berdiri.


"Semoga sebelum minggu depan sudah ada kabar, karena saya akan keluar kota untuk mengurus pekerjaan saya di kantor cabang." Ucap Marons, lalu menyalami penyidik. Begitu juga dengan Danny yang sudah berdiri.


Setelah ditinggal Marons dan Danny, penyidik berbicara dengan petugas yang memeriksa foto Jaret. Mereka terkejut, karena ternyata foto tersebut adalah foto anak salah seorang petinggi di negeri ini. Mereka tidak bisa berlama-lama menghubungi orang tersebut, karena foto itu diberikan oleh pengacara saksi.


"Kita harus bertindak cepat dan benar. Mungkin saja, mereka telah menyelidiki orang di foto itu." Penyidik telah memeriksa latar belakang Marons dan mengetahui jabatan dan statusnya. Dia putra pemilik perusahan multi nasianal, sehingga dia bisa menyewa penyelidik swasta untuk membantunya. 'Apalagi dia memiliki pengacara pribadi yang teliti dan cerdas.' Ucapnya dalam hati.


"Segera hubungi orangnya dan kita akan mintai keterangannya dan lihat tanggapannya. Ternyata kasus ini tidak sesederhana yang kita pikirkan. Ada anak orang penting, ada anak konglomerat. Kasus ini bisa terekspos, jika mulai tercium media tentang orang yang terlibat." Ucap penyidik yang mulai menyadari situasi.

__ADS_1


...~***~...


...~●○¤○●~...


__ADS_2