C L B K [Cinta Lama Belum Kelar] Kriminal

C L B K [Cinta Lama Belum Kelar] Kriminal
Beda Kasus 2.


__ADS_3

...~•Happy Reading•~...


Anggota 'Team Sopape' menganalisa bukti yang sudah ditemukan dan juga motif, yang membuat Jaret bisa masuk dalam kategori tersangka pelaku pembunuhan atau perencana pembunuhan.


"Baik... Dengan berbagai kemungkinan dan bukti yang ada, kita jadikan dia tersangka dalam kategori ini. Jaret bisa masuk, karena memiliki uang untuk membayar seseorang atau sekelompok orang. Contohnya, dia bisa membayar Mr X." Yicoe menunjuk Mr. X di layar, dan pendapatnya berdasarkan faktor keuangan, Jaret bisa masuk dalam kategori tersebut.


Iyaaa... Jaret kita jadiin tersangka dan faktor yang mendukung kita yaitu, Mr. X menyebutkan namanya. Berarti dia mengenal Jaret. Tidak mungkin tiba-tiba dia menyebutkan nama itu kepada korban, jika tidak tau atau tidak mengenal Jaret. Jadi dia bisa masuk dalam kategori itu." Novie ikut berpendapat dari hasil analisanya.


"Menurutku, karena korban hamil, dan itu bermasalah baginya. Tetapi dia tidak tega melakukannya sendiri, dia meminta orang lain melakukannya saat dia tidak ada di tempat. Jadi alibinya kuat, sehingga tidak akan dikaitakan dengan kejadian tersebut." Pak Yosa mengutarakan pendapat dan analisanya.


"Baik. Putra, tolong catat. Satu; Jaret memiliki uang untuk membayar orang, seperti Mr X. Kedua; Mr X mengenal Jaret, karena menyebut namanya. Ketiga; Jaret menghamili korban dan tidak tega menghilangkan nyawa keduanya. Keempat; Momen yang pas untuk melakukannya, karena didukung oleh alibi yang kuat." Kaliana merinci, agar mereka bisa melihatnya dengan lebih baik.


"Sekarang kita lihat kemungkinan yang lain. Jika Jaret sebagai tersangka pembunuhan, dia juga bisa tidak menjadi tersangka. Kita tidak bisa menghilangkan semua ucapan, reaksi, tanggapan Jaret saat mengetahui Rallita jadi korban. Ini analisaku, saat melihat dan menginterogasinya secara langsung." Ucap Kaliana serius, agar mereka bisa bersikap profesional dalam membeda kasus.


"Pertama; Hubungan mereka bukan hanya sekedar perselingkuhan biasa. Mereka bukan baru bertemu, lalu terjadi suka atau cinta sesaat. Tetapi hubungan mereka sudah dalam kurun waktu yang lama. Entah alasan apa yang membuat mereka tidak melanjutkan hubungan mereka ke jenjang resmi. Putra tolong tandain itu, karena kita akan selediki itu." Kaliana melihat dari sudut yang lain sebagai pembanding.

__ADS_1


"Kedua; perilaku se00x menyimpang membuat mereka saling membutuhkan satu dengan yang lain. Jadi tidak mungkin Jaret akan menghilangkan nyawa korban, karena dia membutuhkannya." Kaliana melihat dari segi kehidupan se00x korban dan Jaret, berdasarkan temuan mereka di apartemen.


"Ketiga; korban sedang hamil. Dari situasi di apartemen, mungkin sebelumnya mereka konsumsi sabu untuk bersenang-senang. Tetapi setelah ketahuan hamil, mereka sepertinya berhenti konsumsi. Karena peralatan yang ada sudah tidak digunakan dalam kurun waktu lebih dari sebulan." Kaliana berkata demikian, karena mereka hanya menemukan alat bong yang sudah lama tidak digunakan, tanpa sabu.


"Keempat; Responnya saat kami bicara tentang kehamilan korban. Dia mengharapkan anak itu, jadi jika alasan dia akan membunuh korban karena tidak menginginkan anak itu, bisa gugur dengan sendirinya." Ucap Kaliana tenang dan serius.


"Kelima; Korban ke club itu jika bersama Jaret. Jadi kalau Jaret tidak ada atau tidak bisa, korban tidak akan ke club. Apalagi dia sedang hamil. Itu bisa dilihat dari pertanyaan heran dari Jaret. Apa Lita pergi ke club malam itu?" Kaliana berkata sambil terus berpikir dan mengingat apa yang dikatakan Bram tentang pertanyaan Jaret.


"Ini beberapa hal yang harus kita pertimbangkan, agar jangan sampai mudah dipatahkan oleh pihak lawan. Semua kemungkinan kecil yang bisa menimbulkan keraguan, jangan kita abaikan." Ucap Kaliana serius mencerahkan semua anggota team.


"Dengan pertimbangan ini, lawan bisa berbalik menyerang Pak Marons. Karena Pak Marons bisa menjadi tersangka pembunuhan dengan faktor kemungkinan seperti Jaret. Berbeda dengan Jaret, Pak Marons tidak ada saksi yang bisa menguatkan alibinya malam itu." Ucap Pak Yosa melihat hasil analisa Kaliana dan dalam membeda kondisi Jaret.


"ART hanya bisa menguatkan pada pagi harinya. Sedangkan malam harinya tidak bisa, karena mereka tidak tidur bersama." Ucap Pak Yosa serius. Putra mengangguk mengiyakan, walau hatinya tersenyum mendengar apa yang dikatakan Pak Yosa.


"Iyaaa... Pak Marons bisa pelaku langsung atau perencana pembunuhan juga. Kalau soal ada nama Jaret, Pak Marons bisa rekayasa mengatakan kepada Mr. X, bahwa itu adalah permintaan Jaret." Ucap Novie menganalisa berbagai kemungkinanan, setelah mendengar penjelasan Kaliana.

__ADS_1


"Jika melihat semua kemungkinanan ini, kita harus temukan Mr. X sebelum ditemukan oleh pihak yang tidak menyukai Pak Marons. Jika Pak Marons tidak membayar Mr X untuk melakukan pembunuhan, tapi pihak yang tidak suka Pak Marons akan membayarnya untuk menuduh Pak Marons yang membayarnya." Yicoe ikut menganalisa kemungkinan terburuk.


"Benar. Kita harus temukan Mr. X sebelum ditemukan oleh pihak lawan. Apalagi ada Punguk di keluarga korban dan juga, keluarga korban mulai tidak suka dan sudah mencurigai Pak Marons. Ini adalah kesempatan mereka menjatuhkan Pak Marons dengan membayar Mr. X untuk mengarahkan telunjuknya kepada Pak Marons." Ucap Kaliana, serius.


"Hal yang sama juga bisa dilakukan oleh Jaret dan keluarganya untuk mengalihkan perhatian publik darinya kepada Pak Marons." Ucap Pak Yosa setelah mendengar analisa Yicoe.


"Jadi walaupun Pak Marons tidak melakukannya, beliau bisa dituduh dari dua pihak, jika melihat analisa kita ini. Jadi kita harus bekerja lebih ekstra lagi dan berharap, ini hanya analisa kita. Bukan hal sebenarnya yang dipikirkan oleh kedua keluarga itu." Ucap Novie yang jadi was-was mendengar analisa Yicoe.


"Itu yang aku pikirkan, setelah melihat kasus ini telah bergulir sejauh yang kita temukan bukti dan saksi. Ada beberapa bukti dan saksi penting belum kita temukan yang berhubungan dengan tewasnya Rallita." Ucap Kaliana serius, tetapi merasa senang mendengar analisa teamnya. Jadi sama-sama mengerti dan tahu tujuan yang akan mereka tuju, guna bisa memecahkan kasus selokan ini.


"Sekarang kita bisa lihat, Ini sudah terpetakan orang-orang yang akan kita cari, diluar Lipas dan Jaret. Putra, kau bisa mengakses cctv di dalam dan di luar club malam itu?" Tanya Kaliana serius dan berharap Putra bisa membantu mereka. Jadi tidak panjang dan lama urusannya dengan pihak club. Kaliana ingin melihat cctv terlebih dahulu, agar bisa bicarakan dengan Bram untuk menyitanya. Jadi tidak ada perlawanan atau penolakan dari pihak club, sebab Rallita tidak tewas di club.


"Aku hanya bisa mengakses cctv saat ini. Tidak bisa yang sudah terjadi atau sudah lewat beberapa waktu lalu. Jadi untuk bagian ini, Mbak Anna harus menerobos masuk dan memberikan jalan untuk aku mengaksesnya. Nanti aku akan mengambil yang sudah dibuka aksesnya oleh Mbak Anna atau yang lainnya." Putra menjelaskan keterbatasannya.


"Baik. Putra tolong sempurnakan semua yang kita bicarakan sejak tadi. Aku akan pergi ke club, sebelum club dibuka. Ini kesempatan aku akan menggunakan petugas yang ditugaskan Pak Bram untuk membantu kita." Ucap Kaliana tenang, lalu mengambil ponselnya untuk menghubungi petugas Raka.

__ADS_1


...~***~...


...~●○¤○●~...


__ADS_2