C L B K [Cinta Lama Belum Kelar] Kriminal

C L B K [Cinta Lama Belum Kelar] Kriminal
Punguk 2.


__ADS_3

...~•Happy Reading•~...


Kaliana memperhatikan dr Yogi dengan serius sambil berpikir. Dalam kondisi seperti ini, adrenalinnya terpacu dengan cepat untuk berpikir dan bertidak. "Dokter yakin, itu bukan luka karena jatuh?" Tanya Kaliana serius untuk meyakinkannya dirinya sebelum melakukan sesuatu.


"Sangat yakin. Karena luka di kepalanya, jika karena jatuh, dia tidak akan hidup sampai di rumah sakit. Pasti lehernya akan patah. Kecuali dia jatuh lalu meluncur dan kepalanya menyentuh benda yang lumayan tajam." Dr Yogi menjelaskan dengan serius hasil diagnosisnya dan menunjuk posisi luka di bagian tengah kepala pasien.


"Selain karena posisi luka, pasiennya juga tidak konsisten menjelaskan penyebab terjadi luka tersebut. Hanya bilang jatuh, dan selanjutnya menghindari pertanyaan lainnya, dengan alasan kepalanya sangat sakit.


"Siapa yang mengantarnya ke sini, dok?" Tanya Kaliana yang sudah waspada mendengar penjelasan dr Yogi. Dalam situasi seperti ini, jaringan di otaknya muncul berbagai jaringan yang saling berkaitan dan menyatu.


"Menurut petugas jaga di UGD, teman tetangga kamar kost, karena mendengar teriakan minta tolong. Mereka menerobos masuk ke kamarnya lalu membawanya ke sini." Dr Yogi kembali menjesalkan dan melihat Kaliana dengan serius.


"Aku harus lebih hati-hati menjahit luka dikepalanya, karena agak dalam dan panjang." Dr Yogi menjelaskan lebih lanjut untuk tindakan medis yang dilakukannya. Sehingga dia agak geram mendengar penjelasan pasien tentang penyebab lukanya.


"Dokter, apakah bisa minta tolong security menahan seseorang karena kehadirannya mencurigakan di depan kamar pasien?" Tanya Kaliana cepat, agar Punguk diamankan dulu, baru dia melakukan penyelidikan.


"Bisa dilakukan. Apakah menurutmu, ada orang yang mencurigakan di depan kamar pasien?" Tanya dr Yogi terkejut, melihat Kaliana meminta dengan serius.


"Ada, dok. Sekarang dokter tolong kirim dua orang security untuk mengamankan orang tersebut, dan tahan dengan berbagai cara di ruang keamanan, ya. Tunggu sampai kita bicara dengan pasiennya, baru pihak keamanan membebaskan orang tersebut." Ucap Kaliana serius.


Yogi segera menghubungi security untuk menyampaikan apa yang dikatakan oleh Kaliana. Disaat demikian, tiba-tiba Putra menghubunginya. "Pelangi, boy. Pasien bukan istri Punguk. Mereka belum menikah. Pasien adalah mantan pegawai Arros Corp." Putra menyampaikan apa yang didapat dari hasil selancar di dunia maya.

__ADS_1


"Apa yang kau katakan? Dia mantan pegawai Arros Corp.? Bukankah itu perusahan Pak Marons?" Tanya Kaliana tiba-tiba, membuat dr Yogi menengok ke arahnya.


"Dokter tau nama sekretaris Pak Marons?" Tanya Kaliana seketika menarik benang merah dari kejadian tersebut. Setelah melihat dr Yogi telah selesai berbicara di telpon.


"Aku tidak. Mungkin Danny yang tau, karena sering ke kantor Marons." Ucap dr Yogi mengingat Danny yang sering ke kantor Marons. Kaliana langsung menghubungi Danny, karena dia tahu Marons sedang ada pertemuan. Sehinhga dia tidak mau mengganggu Marons untuk bertanya hal tersebut.


📱"Pak Danny, maaf. Lagi buru-buru. Pak Danny tau nama sekretaris Pak Marons?" Tanya Kaliana saat Danny merespon panggilannya.


📱"Iyaa, tau. Rosalinda. Ada apa, Mbak Anna?" Tanya Danny terkejut dengan pertanyaan Kaliana yang langsung tanpa menyapanya.


📱"Ok, Terima kasih Pak. Nanti setelah ini, saya hubungi Pak Danny lagi." Ucap Kaliana dan langsung mengakhiri pembicaraan mereka.


📱"Bram, UGD. Tolong respon sendiri. Aku tunggu di tempat yang aku shareloc. Segera datang dengan anggota." Kaliana memberikan kode darurat kepada Bram, agar Bram tidak menanggapi telponnya dengan gombalan.


"Pelangi boy. Sudah dibawa security." Ucap Pak Yosa melapor, saat melihat Punguk berjalan sambil dipegang oleh dua orang security melewati tempatnya memantau.


"Ayooo, dok. Kita keruangan pasien tersebut. Dia adalah sekretaris Pak Marons." Ucap Kaliana mengajak dr Yogi yang sedang menantinya. Yogi terkejut mendengar apa yang dikatakan Kaliana. Dia juga langsung mengingat apa yang dikatakan Danny tentang sekretaris Marons, saat mereka makan malam di ulang tahun dr Dewi.


Kaliana dan dr Yogi berjalan cepat ke kamar pasien tersebut untuk mencegah terjadi sesuatu. Atau Punguk tiba-tiba kembali, sebelum mereka berbicara dengan pasien tersebut. Saat masuk ke ruangan perawatan, dr Yogi menunjuk pasien yang dia maksudkan


Kaliana berjalan cepat mendekati ranjang pasien yang dimaksud. Dia sedang duduk bersandar di ranjang dengan kepala yang sudah di balut. "Dokter, tolong periksa pasien ini lagi, ya. Apa kami bisa membawanya ke kantor polisi?" Ucap Kaliana serius, dingin dan kaku. Kaliana berbicara dengan serius tanpa melihat ke arah pasien.

__ADS_1


"Baik. Saya akan periksa dan merekomendasi, setelah mengetahui kondisi kesehatannya." Dr Yogi ikut main drama mengikuti Kaliana.


"Ada apa ini? Kenapa saya harus di bawa ke kantor polisi?" Tanya pasien heran dan tidak mengerti. Kenapa dia tiba-tiba akan dibawa ke kantor polisi. 'Apa asuransi kesehatannya sudah tidak bisa digunakan setelah dipecat?' Tanyanya dalam hati.


"Jika anda tidak berkata jujur di sini, mungkin kantor polisi bisa membuat anda jujur. Inikah hasil menusuk bossmu dari belakang?" Pasien tersebut tertegun mendengar apa yang dikatakan Kaliana. Dia tidak mengenal Kaliana, tetapi apa yang dikatakan Kaliana membuatnya tertunduk lemas.


"Orang ini yang menghianati Pak Marons, bossnya? Saya akan minta dokter lain yang merawatnya, atau saya akan biarkan dia lebih menderita." Ucap dr Yogi tidak bisa menyembunyikan rasa kesal.


Tidak lama kemudian, Bram datang dengan anggotanya diantar oleh Pak Yosa. "Ada apa Bu?" Tanya Bram serius saat mendekati Kaliana.


"Orang ini sekretaris Pak Marons, dan baru di antar ke sini dini hari tadi ke UGD ......" Kaliana menceritakan semua yang terjadi dan yang dia tahu. Hal itu membuat Bram melihat mantan sekretaris Marons dengan serius.


"Sekarang bicara dengan sebenar-benarnya, atau saya akan memanggil orang yang melakukan pernyiksaan ini datang ke sini dan menambah beberapa luka lagi?" Tanya Bram. Kaliana sudah mundur untuk memberikan kesempatan untuk Bram dan anggotanya bekerja secara resmi.


"Bu, orang yang melakukan ini ada dimana? Bisakah anda membawanya ke sini? Biar kita pertemukan dengan orang ini. Mungkin masih kurang dan perlu ditambah lukanya." Ucap Bram tenang, membuat pasien tersebut gemetar ketakutan saat mendengar apa yang dikatakan Bram.


"Tolong saya, Pak. Saya tidak mau bertemu dengan orang itu lagi. Semua ini bukan karena saya jatuh, tapi dia memukul kepala dan menyeret karena marah saya sudah tidak bekerja lagi...." Dia menceritakan dengan lancar semua yang dilakukan Punguk padanya.


Semua keterangannya bukan saja direkam oleh anggota Bram, tetapi juga oleh Putra. Mereka semua terkejut, Punguk bisa melakukan hal tersebut secara brutal. 'Mungkin dia sudah frustasi setelah kejadian di Malang.' Pikir Kaliana melihat kondisi pasien.


"Pak Bram, orangnya ada di kantor security, silahkan diangkut. Jangan lupa kirim anggota ke rumah orang ini untuk menyita barang bukti yang dia gunakan untuk menyiksanya." Ucap Kaliana serius. Dr Yogi hanya bisa melihat dan mendengar dengan tertegun. Dia makin mengagumi cara kerja Kaliana yang luar biasa tanggap dalam situasi genting.

__ADS_1


...~***~...


...~●○¤○●~...


__ADS_2