![C L B K [Cinta Lama Belum Kelar] Kriminal](https://asset.asean.biz.id/c-l-b-k--cinta-lama-belum-kelar--kriminal.webp)
...~β’Happy Readingβ’~...
Kaliana yang mendengar pertanyaan Bram jadi heran dan terdiam. Dia tidak menyangka pertanyaan Bram di luar yang mereka bicarakan.
π±"Astagaaa... Kau kira aku arca?" Pertanyaan Kaliana membuat team sopape hampir tertawa ngakak. Mereka makin menutup mulut dengan tangan, termasuk Marons yang merasa bersalah karena tidak bisa mengendalikan dirinya. Sehingga meniup dengan tiba-tiba. Dia bersyukur, tiupannya tidak kuat seperti biasanya.
π±"Aku malah mau bertanya, apa kau sedang kesal, hingga bernafas seperti itu." Kaliana sebenarnya juga mendengar, bunyi nafas yang kuat. Tetapi karena mau mengakhri pembicaraan, dia tidak mau bertanya lagi kepada Bram, agar tidak lanjut pembicaraan mereka. Tapi Kaliana jadi berpikir, dia pernah mendengar di mana dan saat berbicara dengan siapa.
π±"Aku memang kesal, karena kau tidak tanggapi permintaanku. Tapi aku kesal tidak bernafas seperti itu. Paling aku tebar gombal biar bisa dengar balasanmu yang menyenakan dan menyemangati. Hahaha..." Bram jadi tertawa mendengar ucapannya dan tahu Kaliana sedang kesal.
π±"Iiiccch... Tidak lucu. Sanaaa... Tebar sama Kemala, mungkin nyantol dan tumbuh bunga kemuning." Ucap Kaliana lagi dan hendak mengakhiri pembicaraan mereka, tetapi tidak kuasa menjawab celetukan Bram.
π±"Ooh, iyaaa... Ada yang kelupaan, aku mau tanyakan padamu. Kau tau dari mana kalau Punguk mau lakukan tindakan kotor pada clientmu?" Tanya Bram baru teringat akan melapor kepada Kaliana tentang kejadian yang terjadi dengan Marons di Malang.
π±"Tidak dari mana-mana. Hanya insting saat melihat Punguk ada di sekitar Pak Marons. Ada apa, kau bertanya begitu? Apa kau sudah sisir tempatnya?" Tanya Kaliana curiga dengan pertanyaan Bram. Kenapa tiba-tiba bertanya tentang apa yang dialami oleh Marons di Malang. Begitu juga dengan Marons dan team sopape langsung serius mendengar.
π±"Sudah dong... Emangnya hanya sayangku, cintaku saja yang bisa gercep? Aku pun bisa gercep saat dengar laporanmu dan langsung terjun bebas." Ucap Bram ledekin Kaliana. Tapi membuat alis Marons bertaut mendengar apa yang dikatakan Bram. 'Kenapa orang tersebut membahasakan sayangku dan cintaku kepada Kaliana? Ada hubungan apa di antara mereka?' Marons bertanya dalam hati.
__ADS_1
π±"Aku tidak happy, sebelum mendengar hasil yang kau peroleh. Jika yang sudah aku tau, by. Aku mau pergi ke mimpiku." Ucap Kaliana mengancam. Jika yang sudah dia tahu dan lihat saat berkomunikasi dengan Marons, tidak menarik lagi baginya. Itu bukan suatu yang baru dan mengejutkan.
π±"Kalau yang ku peroleh seperti yang ku laporkan nanti, clientmu harus berterima kasih untuk gerak cepatmu dan team. Karena malam itu, Punguk mau menjebaknya dengan mengirim seorang wanita ke kamarnya..." Bram menceritakan temuan anggotanya di Malang.
Kaliana dan anggota team sopape bersama Marons yang ikut mendengar jadi tertegun. Mereka tidak menyangka sejauh itu, keluarga korban dan Punguk mau main kotor. Yicoe dan Novie melihat Marons yang langsung berubah wajahnya menjadi kaku.
π±"Sepertinya keluarga korban berusaha agar Punguk bisa menjebaknya. Supaya tadi saat mereka datang memberikan kesaksian bisa menuduhnya. Jadi tindakan kalian sangat tepat sebelum terjadi sesuatu dengan clientmu." Ucap Bram serius, karena apa yang dilaporkan oleh anggotanya di Malang membuatnya geram pada Punguk dan keluarga Rallita.
π±"Kau memiliki cctv nya? Tolong email ke aku, ya. Aku hanya ingin melihat dan melengkapi apa yang kami miliki." Ucap Kaliana pelan, karena marah dengan tindakan Punguk dan juga keluarga korban. Dia ingin melihat dan mau menyelidiki sendiri dan mengeksekusinya.
π±"Kau tidak usah berbicara seperti itu. Aku sudah tau niatmu. Selain libatkan Pak Yosa, bawa juga Raka. Jangan coba-coba berhadapan dengan Punguk sendiri. Atau aku akan ikut terjun langsung juga." Ucap Bram serius, karena sudah mengenal cara kerja Kaliana dan keberaniannya berhadapan dengan orang yang berlaku kotor.
π±"Siaap, sayangku, cintaku. Setelah ini aku akan kirim email cctv nya untukmu. Orang yang mengikuti Pak Marons sudah aku bereskan, karena dia masih aktif di kesatuan. Jadi aku sudah suruh mundur dari Punguk, atau dia akan ikut dipecat seperti Punguk. Sekarang kaki tangan Punguk yang lain, aku serahkan padamu dan team." Ucap Bram serius, karena dia tahu Kaliana sudah tahu kaki tangan Punguk yang lain.
π±"Baik...! Setelah aku melihat email yang kau kirim dan menelitinya, aku akan menghubungimu. Sekarang aku mau istirahat, agar bisa berpikir dengan baik." Ucap Kaliana, karena dia sedang fokus menyelidiki hubungan Jaret dan Kebart.
Setelah mengakhiri pembicaraan dengan Bram, Kaliana berjalan cepat kembali ke ruang meeting. Dia terkejut melihat mereka semua sedang makan cemilin, ole-ole yang dibawa oleh Marons tanpa bercakap-cakap. Kaliana melihat Putra dengan serius, karena menurutnya suasana ruang meeting terlalu kondusif.
__ADS_1
Sebenarnya, Putra baru mematikan mode hubungan komunikasi team nya dan semua dengan gerakan cepat melepaskan handsfree dan menyimpanannya, sebelum Kaliana masuk ke dalam ruangan meeting.
"Maaf, Pak Marons. Tadi agak lama, telponnya. Sekarang kita pulang dulu, agar bisa istirahat. Besok baru kita teruskan lagi pembicaraan kita." Ucap Kaliana sambil melihat anggota teamnya satu persatu yang hanya diam tanpa komentar, atau bereaksi seperti biasanya terhadap apa yang dikatakannya.
Tanpa banyak bicara, Putra memasukan semua perlengkapannya ke dalam ransel begitu juga dengan Yicoe, Novie dan Pak Yosa. Mereka semua menyiapkan dan memasukan perangkat kerja mereka ke dalam tas untuk dibawa pulang.
"Kakak-kakak cantik, jangan lupa isi semua cemilannya. Nanti kita teruskan perjuangan kita di rumah." Ucap Putra menutupi kebisuan mereka dengan berusaha bercanda. Yicoe dan Novie hanya bisa mengangkat jari mengisyaratkan OK, tanpa melihat kepada Kaliana. Mereka melakukan semuanya tanpa bersuara. Hal itu membuat Kaliana heran.
"Anna, aku mau bicara sebentar denganmu sebelum pulang." Ucap Marons serius. Kaliana mengangguk dan memberikan isyarat kepada anggota team agar menunggu di luar ruangan. Kaliana menyadari, Marons akan membicarakan sesuatu yang serius dengannya, karena terlihat jelas di wajahnya.
Kaliana duduk di hadapan Marons dengan perasaan was-was, karena melihat keseriusan Marons menatapnya. Kaliana bisa berlaku galak dan tidak takut kepada siapa pun. Tetapi kepada Marons, dia sangat berhati-hati dalam bersikap atau berkata sesuatu.
Sedangkan anggota team yang ada di luar berharap, Marons tidak membahas masalah di Malang dengan Kaliana. Karena jika demikian, akan ketahuan kalau mereka menguping pembicaraan Kaliana dan Bram. Terutama Putra yang sedang memeluk ranselnya dengan jantung yang berdegup tidak beraturan.
Dia yang tadinya iseng, tidak menyangka ada banyak pembicaraan diantara Kaliana dan Bram. Setelah pembicaraan terjadi, Putra menyadari ada hal-hal yang tidak Kaliana ijinkan agar Marons ketahui. Karena itu bisa membuat Marons khawatir atau marah.
...~***~...
__ADS_1
...~ββΒ€ββ~...