C L B K [Cinta Lama Belum Kelar] Kriminal

C L B K [Cinta Lama Belum Kelar] Kriminal
Seiring Jalan 5.


__ADS_3

...~•Happy Reading•~...


Semua yang sedang menunggu dari tadi di luar ruangan, langsung berdiri dengan riang. "Horeeee...!" Putra, Yicoe dan Novie berteriak girang. Mereka yang sudah menahan tawa dari tadi, saat mendengar percakapan Kaliana dan Bram, jadi tertawa lepas. Hal itu membuat Kaliana melihat mereka dengan curiga.


"Kenapa kalian sangat senang? Cepat rapikan semuanya, agar kita segera pulang. Banyak hal yang harus kita lakukan di rumah." Ucap Kaliana serius, lalu masuk ke ruang kerjanya untuk mengambil semua yang akan dibawa pulang.


Setelah Kaliana masuk ke ruang kerjanya, Yicoe dan Novie langsung melakukan 'tos' dengan Marons sebagai ucapan terima kasih sambil tersenyum senang. Sedangkan Putra langsung memakai ranselnya di punggung, lalu memeluk Marons dengan senang, karena melihat Kaliana tidak marah padanya. 'Berarti Pak Marons tidak membicarakan kejadian menguping mereka kepada Mbak Anna.' Itu yang ada dalam pikiran Putra.


Marons jadi tertegun, mengalami hal yang tidak diduganya. Tetapi hatinya senang diperlakukan demikian oleh anggota team sopape. Pak Yosa hanya bisa tersenyum lega sambil merapikan bawaannya untuk diletakan di motor untuk persiapan pulang.


"Ada apa dengan kalian? Yang mau di bawa sudah dirapikan?" Tanya Kaliana makin curiga, melihat anggota teamnya sedang sumbringa. 'Apakah mereka sangat senang Pak Marons akan menginap di rumah?' Kaliana ngebantin melihat betapa senangnya mereka.


Padahal tadi dia sempat berpikir keras bagaimana cara mengatakan permintaan Marons untuk menginap kepada anggota teamnya.


"Kalau sudah, mari kita pulang." Ucap Kaliana serius, yang sudah keluar dari ruang kerjanya sambil menenteng semua yang akan dibawa pulang.


Sepanjang perjalanan Kaliana diam sambil memikirkan tempat tidur Marons. Dia sangat terkejut dengan situasi dan permintaan Marons. Sangat berbeda dengan anggota team lain yang tertawa senang. Bukan saja karena Marons mau tidur di rumah mereka, tapi juga karena Marons tidak menyinggung apapun yang membuat Kaliana tahu dengan tindakan Putra. Jika demikian, mereka akan tidak tidur sepanjang malam karena dimarahin.


"Kalian jangan tertawa senang, pikirkan cara tidur kalian. Terutama Yicoe, jangan sampai besok pagi kaki dan tanganmu bertato pelangi." Ucap Kaliana yang menyadari, Yicoe dan Novie yang duduk di belakang saling menyenggol karena senang. Diantara mereka berdua, Yicoe tidurnya seperti baling-baling bambu kena angin.


Mendengar yang dikatakan Kaliana, Marons hampir mengacak rambut Kaliana yang sekarang menjadi kesukaannya. Memegang kepala Kaliana dan mengacak rambutnya yang halus dan lebat.


Kaliana sudah memikirkan cara mengatasi kamar mereka yang terbatas agar Marons bisa tidur dengan baik tanpa diganggu oleh Putra.

__ADS_1


"Apa kita semua berbelok pindah tidur di hotel saja?" Tanya Marons, melihat Kaliana yang tegang dan sedang berpikir. Tadi dia minta nginap di rumah Kaliana, tanpa bertanya tentang jumlah kamar di rumah Kaliana. Dia berpikir mereka bisa tinggal bersama, berarti ada banyak kamar.


"Astagaaa... Jangan, Pak. Kalau di hotel, malah tidak bisa tidur karena berpikir sedang tugas dan tidak berhenti berbicara." Ucap Kaliana yang sudah terbiasa tidur di rumah. Mereka tinggal di hotel hanya saat bertugas.


Setelah tiba di rumah, Marons terkejut melihat rumah Kaliana yang di pinggir kota. Memiliki halaman yang cukup luas, dengan ditumbuhi pohon buah-buahan. Walaupun sederhana, rumahnya sangat rapi dan juga ada bunga-bunga tumbuh di halaman depannya. Hanya garasinya saja yang terlihat moderen.


Kaliana langsung memasukan mobilnya ke garasi setelah Marons, Yicoe dan Novie turun. Rumah telah terang benderang, karena Pak Yosa dan Putra telah tiba di rumah dan menyalakan lampu. Mereka sengaja tiba lebih cepat, agar bisa merapikan rumah yang berantakan karena tadi pagi mereka kesiangan dan tidak sempat rapi-rapi.


"Pak Marons mau minum minuman hangat?" Tanya Yicoe sambil menunggu Kaliana yang masih merapikan mobil di garasi.


"Tidak usah, Coe. Mau istirahat saja, karena seharian belum sempat istirahat." Ucap Marons yang benar-benar ingin istirahat. Setelah tiba di rumah Kaliana, dengan suasana yang teduh dan nyaman makin membuatnya tenang dan ingin segera tidur.


Kaliana yang baru masuk dan mendengar percakapan Marons dan Yicoe, langsung masuk ke kamarnya untuk menyiapkan tempat tidur untuk Marons. Dalam mobil dia sudah memikirkan, agar Marons tidur di kamarnya. Tidak tidur di kamar Putra dan Pak Yosa, walaupun Putra bisa gabung di tempat tidur Pak Yosa.


"Apa tidak tidur dengan Putra saja?" Tanya Marons sambil berjalan mendekati Kaliana. Karena Putra telah katakan padanya akan tidur di kamarnya.


"Tidak usah, Pak. Putra dan Pak Yosa suka bernyanyi tanpa nada saat tidur. Jadi lebih baik Pak Marons tidur di kamarku." Ucap Kaliana sambil tersenyum mengingat Putra dan Pak Yosa suka ngorok, jika tidur.


"Lalu kau tidur di mana?" Tanya Marons saat berdiri di samping Kaliana.


"Tenang saja. Aku akan gabung jurus dengan kedua gadis cantik itu." Ucap Kaliana sambil tersenyum, karena melihat wajah Yicoe dan Novie. Kemudian dia mengajak Marons ke kamarnya.


"Kau tidak apa-apa, biarkan aku tidur di kamarmu?" Tanya Marons sambil memperhatikan kamar Kaliana yang sederhana tapi sangat nyaman.

__ADS_1


"Apa-apa sih, Pak. Karena ada yang menguasai daerah jajahanku tanpa pertempuran." Ucap Kaliana asal sambil memberikan sikat gigi baru kepada Marons yang sedang menatapnya.


Marons langsung memegang kepala Kaliana dan mengacak rambutnya sambil tersenyum, karena mendengar jawaban Kaliana yang tidak terduga. "Kau berhenti menjawab seperti itu kepada orang lain. Jangan membuat kasus baru dengan jawaban-jawabanmu itu." Ucap Marons spontan, mengingat pembicaraan Kaliana dengan Bram.


"Astaga, Pak. Itu sudah dari sononya, dan keluarnya tidak pake kulonuwun." Ucap Kaliana yang langsung memegang kepalanya.


"Sekarang pake rem yang pakem, jika bicara dengan orang lain. Nanti baru aku katakan penyebabnya." Ucap Marons yang merasa ucapan spontan Kaliana bisa mempengaruhi hati seseorang, apalagi pria.


"Pak Marons akan menyesal, kalau aku pasang rem pakem. Hehehe... Sudah, aah... Pak Marons mau ganti kemeja dengan kaos Papaku? Biar aku ambil, tapi sepertinya akan nangkring atau pres body." Ucap Kaliana sambil melihat tubuh Marons yang lebih tinggi dari Papanya dan juga lebih berotot.


"Tidak usah. Begini saja. Aku akan melepaskan kemejaku saat tidur. Kau tidak masuk ke kamarmu lagi bukan?" Ucap Marons saat melihat ada selimut di tempat tidur Kaliana, jadi dia bisa melepaskan kemejanya saat tidur.


"Aku tidak beniat merebut daerah jajahanku malam ini. Jadi silahkan tidur dengan tenang. Mau bernyanyi tanpa nada juga, silahkan." Ucap Kaliana sambil berjalan ke lemari di kamarnya.


"Itu kamar mandinya dan ini selimutnya. Selamat tidur, Pak." Ucap Kaliana sambil memberikan selimut baru di tangannya kepada Marons.


"Tidak usah. Itu kau pakai saja. Aku mau pakai yang itu saja." Ucap Marons sambil menunjuk selimut yang ada di atas tempat tidur, bekas dipakai oleh Kaliana.


Kaliana mengangguk lalu keluar dari kamarnya dengan berbagai tanya dan heran atas ucapan dan tindakan Marons kepadanya. 'Apa dia sudah mengingatku dan sedang mengerjaiku?' Tanya Kaliana sambil berjalan ke arah anggota team yang sedang menunggunya.


...~***~...


...~●○¤○●~...

__ADS_1


__ADS_2