![C L B K [Cinta Lama Belum Kelar] Kriminal](https://asset.asean.biz.id/c-l-b-k--cinta-lama-belum-kelar--kriminal.webp)
...~•Happy Reading•~...
Setelah ditinggal Kaliana, Marons melepaskan kemejanya lalu ke kamar mandi untuk sikat gigi dengan sikat yang diberikan oleh Kaliana. Kemudian dia meletakan sikatnya di tempat sikat Kaliana sambil tersenyum. Hal-hal yang kecil dan sederhana dari Kaliana bisa membuatnya tersenyum.
Setelah keluar dari kamar mandi, Marons menaikan suhu ac kamar, karena akan tidur dengan mengenakan boxer. Kemudian menarik selimut Kaliana menutupi tubuhnya, lalu memejamkan matanya dengan hati yang senang. Dia sangat menyukai wangi lembut selimut Kaliana, seperti pertama kali dia masuk ke dalam mobil Kaliana, yang membuatnya langsung bisa tertidur.
Dia sudah sangat menyukai wangi itu, sehingga ketika memcium wangi yang sama dari selimut Kaliana, hatinya makin menghangat dan tenang. "Sweet dreams Kalia... Terima kasih untuk hari ini." Ucap Marons pelan, lalu menyelimuti seluruh tubuh dan memejamkan matanya, tidur.
°***°
Di luar kamar, Kaliana mendekati anggota teamnya dengan selimut di tangan dan juga sikat gigi. Dia memberikan selimutnya untuk Novie, lalu duduk sejenak dengan anggota teamnya. Suatu kebiasaan yang mereka lalukan setelah tiba di rumah dan sebelum tidur, membicarakan yang mereka lakukan sepanjang hari dan merencanakan apa yang akan mereka lakukan di esok hari.
"Putra, tolong ambil apa yang dikirim Pak Bram di emailku, ya. Besok kita akan melihatnya sebelum aku dan Pak Yosa pergi dengan Raka." Ucap Kaliana membahas rencana kerja mereka di esok hari.
"Pak Yosa, ternyata Punguk mau menjebak Pak Marons di Malang. Nanti kita lihat apa yang dilakukannya saat Putra mengambil apa yang di email Pak Bram." Ucap Kaliana pelan. Semua anggota mengangguk pelan tanpa komentar, karena mereka sudah tahu dari hasil nguping pembicaraan Kaliana dan Bram.
"Lalu bagaimana dengan Jaret dan Kebart? Apakah kita akan teruskan menelusurinya?" Tanya Pak Yosa, mengalihkan pembicaraan dari kejadian di Malang.
"Astagaaa.. Aku lupa minta ijin pada Pak Marons. Coe, besok pagi tolong ingatin aku untuk minta ijin Pak Marons, ya. Ada yang akan kita selidiki setelah bertemu dengan Raka besok." Ucap Kaliana, mengingat dia lupa minta ijin dari Marons, karena akan memakai kartu nya untuk melakukan tes DNA terhadap keluarga Rallita.
__ADS_1
"Kita akan terus menelusurimya, Pak Yosa. Aku penasaran dengan keluarga korban. Dengan rencana mereka untuk menjebak Pak Marons, berarti mereka tidak menemukan bukti Pak Marons terlibat dalam tewasnya korban." Ucap Kaliana setelah memikirkan apa yang disampaikan Bram.
Dia ingin membahasnya dengan team, tetapi tidak enak dengan Marons yang ada bersama mereka. "Kita akan mengungkapkan semua yang tersembunyi dari keluarga itu, walau mereka tidak terlibat dalam kasus tewasnya korban." Ucap Kaliana yang sudah bertekat, karena marah dengan tindakan mereka mau menjebak Marons.
"Baik. Kalau begitu, mari kita istirahat agar bisa bangun pagi. Besok banyak kerjaan yang menunggu kita." Ucap Pak Yosa, lalu berdiri. Diikuti oleh yang lain. Kecuali Putra yang masuk ke kamar sambil membawa rsnselnya untuk mengambil apa yang di email oleh Bram.
Semua email anggota team bisa diakses oleh Putra, karena sudah mendapt ijin dari masing-masing anggota. Agar memudahkan pekerjaan mereka. Kalau untuk yang pribadi, mereka memiliki email sendiri.
Keesokan harinya, semua bisa bangun pagi seperti biasanya. Kaliana membantu Yicoe dan Novie membuat sarapan untuk mereka. Novie mengusulkan agar membuat nasi goreng, karena tadi malam mereka tidak makan di rumah. Jadi sayang jika nasinya di buang. Ada banyak sosis yang di bawa dari kulkas Marons sehingga Yicoe mengusulkan untuk menggunakan itu, selain telur.
Setelah sarapan siap, semuanya mandi tapi belum ada tanda-tanda kalau Marons sudah bangun. Sedangkan Kaliana kebingungan, karena lupa mengeluarkan pakaian yang mau dikenakan ke kantor dan juga handuk untuk mandi.
Ketika belum ada tanda-tanda juga, Kaliana menempelkan telinga di pintu untuk mengetahui apakah Marons sudah bangun atau belum, agar dia bisa mengetok pintu. Tetapi sangat tenang di dalam, membuat Kaliana membuka pintu kamar perlahan untuk melihat.
"Sepertinya, ada yang menerobos daerah jajahan." Tiba-tiba suara Marons menegurnya, membuat Kaliana terkejut dan langsung menutup pintu lemarinya. Seketika dia melihat ke arah Marons.
"Astagaaa... Pak, intro kalau sudah bangun, jantungku bisa copot. Aku menerobos karena ada yang tidur dan tidak tau sudah siang. Kami mau ke kantor, Pak. Tadi malam lupa ambil pakaian, jadi terpaksa menerobos daerah yang sudah dijajah." Ucap Kaliana, sambil memeluk pakaiannya dan juga handuk.
Kaliana meletakan handuk untuk Marons di atas tempat tidur. "Ini handuknya, ya, Pak. Lekas bangun agar kita bisa sarapan bersama." Ucap Kaliana tanpa melihat ke arah Marons. Karena tadi saat terkejut, dia sempat melihat bahu Marons yang telanjang. Pertanda Marons tidur tanpa mengenakan kemejanya.
__ADS_1
"Pagi Kalia, sepertinya kau belum menyapaku, pagi ini." Ucap Marons sambil tersenyum melihat Kaliana yang kikuk dan tidak melihat ke arahnya.
"Selamat pagi, Pak. Lekas bangun dan mandi, lalu sarapan. Kita mau pergi kerja, jadi harap kerja samanya. Jangan sampai kita terlambat." Ucap Kaliana seperti seorang istri yang sedang membangunkan suaminya yang terlambat bangun pagi.
"Kalia, kau bisa tidur tadi malam?" Tanya Marons yang senang melihat Kaliana ngomel di pagi hari.
"Pak, kalau aku tidak bisa tidur, pagi ini mereka akan menarik aku dari balik selimut. Jadi bapak lekas bangun, sebelum Putra masuk ke sini dan menarik bapak dari balik selimut." Ucap Kaliana emosi melihat Marons masih tenang-tenang di balik selimut sambil ngeledekinnya.
"Aku sudah mau bangun, tapi tadi melihatmu ada di sini, jadi tidak jadi turun dari tempat tidur. Apa kau mau aku turun sekarang saja?" Marons berkata dengan wajah tersenyum, sambil menunjuk dengan wajahnya ke arah kemeja dan celana panjangnya yang ada di kursi rias Kaliana.
Marons makin tersenyum bisa ledekin Kaliana yang mengipaskan tangannya dan langsung keluar kamar tanpa membalas ledekannya. Kaliana jadi tahu, Marons tidur dalam keadaan tidak berpakaian saat Marons menunjuk pakaiannya di atas kursi meja riasnya.
Tidak lama kemudian, Marons keluar dari kamar dalam keadaan sudah berpakaian, tapi belum mandi. Dia hanya sikat gigi dan mencuci mukanya. Dia duduk bersama dengan anggota team di meja makan, menunggu Kaliana yang sedang mandi.
"Pak Marons belum mandi?" Tanya Kaliana yang baru masuk ke ruang makan dan terkejut melihat Marons belum mandi. Itu bisa dilihat dari rambutnya yang masih berantakan.
"Nanti aku mandi di rumah saja. Aku tidak bisa pakai baju ini lagi jika sudah mandi. Mari sarapan, karena sebentar lagi sopirku sudah jemput." Ucap Marons, agar Kaliana tidak mengomelinya lagi.
"Aku ada pertemuan sepanjang hari ini, jadi mungkin sore atau malam baru aku bisa hubungi." Ucap Marons seakan sedang melapor. Semua orang melihatnya dengan tertegun, lalu sarapan dalam diam. Kaliana lebih tertegun melihat perubahan Marons.
__ADS_1
...~***~...
...~●○¤○●~...