C L B K [Cinta Lama Belum Kelar] Kriminal

C L B K [Cinta Lama Belum Kelar] Kriminal
111. Terungkap 3.


__ADS_3

...~•Happy Reading•~...


Istri Kebart ikut menangis melihat istri Jaret sedang dipakaikan gelang besi oleh petugas. Dia membayangkan dirinya hampir mengalami hal yang sama, karena kemarahannya kepada Kebart dan Rallita.


Marons hanya duduk diam menyaksikan apa yang terjadi dengan istri Jaret. Mengingat Rallita dan apa yang dilakukannya, Marons memegang belakang lehernya. Dia benar-benar merinding, pernah hidup bersama Rallita


Dia bersyukur sambil menengada, karena Ada Tangan Kuat meluputkannya dari peristiwa yang dialami oleh istri Jaret. Jika dia mengetahui sebelumnya, bahwa Rallita sedang hamil, mungkin dia akan berada di posisi istri Jaret.


Marons mengusap wajahnya dengan kasar untuk menghilangkan semua yang dibayangkannya. Kemudian dia melihat Kaliana dengan serius. Ada hal yang mau dia selesaikan dengannya, tetapi Kaliana masih sibuk dengan para petugas dan penyidik yang baru kembali ke ruangan dan bicara serius dengannya.


"Bacakan haknya dan pakaikan gelang besi untuknya. Malam ini kau manangkap banyak dan besar sesuai janjiku padamu." Ucap Kaliana kepada Bram, setelah kembali dari kamar mandi dan mengatakan hasil tes urin Jaret positif. Dia memakai narkotika.


"Jadi dia bukan saja pengedar, tapi juga pemakai. Nanti aku berikan buktinya padamu setelah ini. Sekarang kau tutup dulu acara ini, aku mau siapkan panggung untukmu." Ucap Kaliana lalu menyingkir dari dekat Bram.


Bagi Kaliana, tugasnya telah selesai dan membiarkan Bram yang menutup GP. Baik sebagai rekan kolaborasi dengan Bram, begitu juga dengan Marons. Dia dan team hanya tinggal menyerahkan bukti-bukti yang mereka peroleh untuk persidangan nanti.


Setelah acara ditutup oleh Bram, Kaliana mendekati istri Jaret yang sedang sedih dan berurai air mata sambil melihat gelang besi sudah dikenakan di kedua tangannya. Kaliana refleks memeluknya.


"Jangan bergerak dan berkata apapun. Hanya dengar yang saya katakan. Pakai pengacara Pak Marons untuk membela anda nanti. Setelah keluar dari sini, minta ijin pada petugas untuk ke mobil sebentar. Katakan pada sopirmu untuk langsung pulang ke rumah orang tuamu dan tinggal di sana sampai pengacara Pak Marons mengamankannya." Kaliana berkata cepat, agar istri Jaret tidak salah memilih pengacara dan mengamankan saksi.


Kaliana berencana akan membantunya lewat pembelaan Danny, agar istri Jaret tidak dihukum berat. Kaliana percaya dengan apa yang dikatakan istri Jaret, karena sesuai dengan penyelidikan dan analisa kasus team sopape.


Istri Jaret mengangguk pelan dan terharu dengan apa yang dikatakan Kaliana. Dia jadi kuat setelah mendengarnya, karena ada harapan dalam ucapan Kaliana. Dia sangat mengerti dengan tindakan Kaliana, karena dia mengenal orang tua Jaret.


Kaliana melepaskan pelukannya dari istri Jaret lalu mengirimkan pelangi kepada Putra setelah berbicara dengan Bram bahwa dia sudah siap. "Bram, keluar dari pintu itu untuk bawa mereka ke kantor polisi. Ijinkan Ibu Chasina ke mobilnya sebentar sebelum membawanya pakai mobil kalian." Ucap Kaliana pelan.


Semua yang hadir diminta tinggal sejenak dan membiarkan sebagian petugas membawa tahanan. Bram sudah meminta petugas tambahan setelah mengetahui Jaret juga akan ditahan.


"Pelangi food, yuhui..." Kaliana mengirimkan pelangi kepada Putra setelah Bram memberikan kode dengan jarinya, 'OK'.

__ADS_1


"Keluarlah dengan mereka. Itu yang aku janjikan, akan memberikan balak di pundakmu. Malam ini kau mendapat tangkapan banyak." Ucap Kaliana yang sudah mengaturnya dengan Putra untuk adakan siaran live di channel youtube sopape.


Saat melihat Bram telah keluar dengan beberapa petugas dan tahanan, Marons mendekati Kaliana dan memanggilnya pelan. "Anny...?" Kaliana langsung menengok saat mendengar Marons memanggilnya.


"Benarkah, kau Ani-ani...?" Tanya Marons kembali untuk meyakinkannya. Kaliana hanya bisa mengangguk dan mengangkat kedua jarinya pertanda, peace.


Marons langsung memeluk Kaliana, tanpa peduli dengan semua yang hadir. "Astagaaa... Jadi selama ini, kau sudah mengenalku dan diam saja? Kenapa kau berubah seperti ini? Kemana rambutmu yang panjang itu?" Tanya Marons beruntun tanpa melepaskan pelukannya dari Kaliana.


"Pak, bagaimana aku bisa menjawab? Ini aku sudah hampir sesak nafas. Lepaskan dulu pelukannya." Ucap Kaliana pelan, karena Marons terus memeluknya dengan erat.


"Aku akan memberimu nafas buatan, jika kau sesak nafas." Jawab Marins asal membuat team sopape yang masih dalam keadaan komunikasi team on, langsung tertawa. Kaliana tersadar saat mendengar tawa mereka. Dia menunjuk telinganya sebagai isyarat kepada Marons, bahwa ada yang dengar.


"Setelah ini, aku akan mentraktir kalian makan enak." Marons malah berbicara makin dekat ke telinga Kaliana, karna tau anggota team sedang mendengar pembicaraan mereka. Putra langsung bersorak.


"Dan kau... Berhenti panggil Pak, jika mau rambutmu aman. Setelah ini, kau harus jelaskan semuanya padaku. Aku akan sediakan waktu untuk mendengarmu." Marons berkata sambil menatap Kaliana.


"Terima kasih. Ternyata kau bukan saja menyelesaikan PR sekolahku, tapi juga PR rumah tanggaku." Marons kembali memeluk Kaliana dengan hati membuncah.


"Biarkan saja. Beliau punya mata, jadi silahkan melihat. Kau juga, silahkan melihat. Kenalan lagi, ini Anny." Jawab Marons santai.


"Maksudmu, Anny temanmu yang pernah kau ceritakan itu? Astagaaaa..." Danny terkejut, saat melihat Marons mengangguk. Dia langsung menceritakan hal itu kepada Yogi.


"Kalian juga, mari kita pergi makan setelah ini." Marons berkata kepada Danny dan Yogi.


"Kita sudah bisa pulang bukan?" Tanya Marons yang sudah melepaskan pelukannya dari Kaliana.


"Iyaa..." Kaliana memberikan kode kepada Raka untuk membawa ponsel Marons, Danny dan Yogi.


"Pak Danny, tolong dampingi Ibu Chasina..." Kaliana menceritakan maksud dan rencananya kepada Danny. Marons dan Yogi setuju mendengar usulan Kaliana.

__ADS_1


"Nanti kita bicarakan saat makan malam." Marons berkata sambil mengambil ponsel dan mengaktifkannya. Kemudian dia mengajak Danny dan Yogi keluar ke tempat parkir. Sedangkan Kaliana masih berbicara dan pamit kepada keluarga Rallita yang masih tinggal, termasuk Kebart dan istrinya.


Setelah itu, Kaliana keluar ke tempar parkir untuk bertemu dengan teamnya. Dia terkejut melihat teamnya sudah berkumpul di dekat mobil baru Marons.


"Biarkan anggota teammu diantar sopir ke restoran. Aku yang akan naik mobilmu. Hari ini aku akan mentraktir kalian semua makan di restoran BBQ." Ucap Marons santai. Dia telah berbicara dengan Danny, Yogi dan juga Dewi untuk bertemu di sana.


Putra yang sudah merapikan semua peralatannya, langsung memberkan kunci mobil Kaliana ke tangan Marons. "Ini bukan korban saja yang cinta lamanya belum kelar. Ternyata dektetifnya juga, cinta lamanya belum kelar." Ucap putra lantang, membuat Kaliana langsung memukul lengannya.


"Kasus selokan baru saja selesai diungkapkan. Sekarang ada kasus baru." Ucap Yicoe berteka teki, sambil tersenyum.


"Iyaaa... Sekarang kasus hati." Ucap Novie sambil tersenyum. Membuat semua tertawa.


"Kalau kasus hati, biarkan saja mereka yang menyelidiki dan menganalisa sendiri." Pak Yosa berkata sambil menunjuk Marons dan Kaliana.


"Aku memiliki banyak bukti yang perlu dianalisa." Marons menanggapi candaan team sopape untuk ledekin Kaliana. Membuat Kaliana memukul lengannya dan mendorongnya.


Dengan tersenyum, Marons mengangkat dua jempolnya ke arah team sopape yang masuk ke mobil Marons sambil tertawa. Kemudian dia merangkul bahu Kaliana dan mengajaknya berjalan ke sopapa, mobil Kaliana.


...~***~...


...~●○¤○●~...


...*°•°Wanita bisa membuat cerah atau gelap hidup seseorang. Berbahagilah jika di sekitarmu ada banyak wanita yang takut Tuhan°•°*...


...~●○♡The End♡○●~...


...~***~...


...♥︎♥︎♥︎♥︎♥︎♥︎♥︎...

__ADS_1


...~°°°~Telah Terbit Novel Lanjutan Kisah Ini. Berjudul : "ROMANTIKA HIDUP"~°°°~...


...♥︎♥︎♥︎♥︎♥︎♥︎♥︎...


__ADS_2