![C L B K [Cinta Lama Belum Kelar] Kriminal](https://asset.asean.biz.id/c-l-b-k--cinta-lama-belum-kelar--kriminal.webp)
...~•Happy Reading•~...
Pak Yosa mengangguk mengerti, lalu mengarahkan mobilnya ke tempat mereka menjemput Raka dan menurunkannya di sana.
"Apa di dalam terjadi sesuatu, sehingga rencana berubah?" Tanya Pak Yosa setelah Raka turun dari mobil. Mereka kembali meneruskan perjalanan menuju kantor. Pak Yosa heran dan tidak mengerti, Kaliana bisa tiba-tiba berubah rencana. Tidak seperti biasanya, Kaliana lakukan itu.
"Nanti di kantor baru kita bicarakan dengan yang lain, Pak. Sekarang biarkan aku berpikir untuk apa yang baru terjadi. Sepertinya hari ini kita dapat rejeki yang tidak terduga." Ucap Kaliana serius, sambil terus berpikir tentang Jaret dan Kebart yang baru dilihatnya dan juga sikap Jaret. 'Apa yang sedang direncanakan oleh Jaret?' Itu yang ada dalam pikiran Kaliana.
Setelah tiba di kantor, team sopape berkumpul di ruang meeting untuk membicarakan apa yang ditemukan oleh Kaliana dan Pak Yosa di rumah sakit. Putra menunjukan gambar hasil dari kamera Kaliana dan Pak Yosa. Walaupun tidak banyak hal yang bisa didapatkan dari hasil kamera tersebut, tapi mereka terus menganalisa dan berharap ada benang merah dengan tewasnya Rallita.
Kaliana melihat semua kemungkinan yang bisa mengaitkan Jaret dengan Kebart. Kaliana yakin, itu bukan suatu kebetulan Jaret ada di sana. Itu bisa Kaliana lihat dari sikap yang mencurigakan dari Jaret yang tiba-tiba berbalik.
"Jaret pasti mengenal Kebart. Dilihat dari dia berbalik setelah melihat Kebart ada di lobby rumah sakit." Ucap Kaliana terus berpikir, mengingat ucapan dr Yogi yang heran melihat Jaret berbalik dan pelangi yang dikirim Pak Yosa, bahwa Kebart masuk ke lobby rumah sakit.
"Putra, tolong keluarkan lagi semua data yang sudah kau kumpulkan tentang Kebart dan keluarganya. Begitu juga dengan Jaret dan keluarganya. Kita semua lihat dan teliti baik-baik. Informasi sekecil apapun yang ada kaitannya dengan Jaret, Kebart dan korban, tolong kalian sampaikan. Agar Putra bisa mencatatnya dan kita akan menarik benang merah dari hubungan mereka." Ucap Kaliana serius, sambil terus berpikir.
Mereka terus bekerja, meneliti dan menganalisa kejadian tersebut dari makan siang sampai makan malam. Kaliana tidak membiarkan sedikit informasi yang bisa terlewatkan oleh karena hilang konsentrasi. Terutama ponselnya yang biasa di atas meja, dia masukan ke dalam kantong dan disilent. Sehingga sampai malam, dia tidak terganggu konsentrasinya.
"Biarkan aku istirahat sebentar dan kalian juga. Kepala kita sepertinya bisa mengeluarlan asap, karena kelamaan digunakan untuk berpikir. Yicoe dan Novie, silahkan siapkan minuman atau cemilan untuk kalian. Sementara, aku jangan diganggu, ya." Ucap Kaliana lalu berjalan ke ruang kerjanya.
__ADS_1
Setelah berada di ruang kerja, Kaliana mengambil teddy bear usang kesayangannya lalu diletakan di ataa meja. Kemudian dia meletakan kepala di atasnya, sambil terus berpikir dan merangkum semua pendapat anggota teamnya.
°***°
Di sisi yang lain ; Marons, Danny, Yogi dan Dewi yang sedang makan malam, menceritakan banyak hal yang terjadi selama mereka tidak bertemu. Membuat Marons bisa melupakan apa yang terjadi dengan sekretarisnya.
Tetapi ketika mendengar cerita Yogi tentang kejadian yang dialaminya bersama Dewi dan Kaliana di rumah sakit, Marons tertegun dan jadi cemas. 'Pantas Kalia tidak menghubungiku sama sekali untuk menanyakan kelanjutan rencana dan kejadian yang dialaminya.' Marons membantin dan mulai berpikir.
'Apa sedang terjadi sesuatu dengannya?' Kembali Marons bertanya dalam hati. Dia memgambil ponselnya lalu mengirim pesan kepada sopirnya untuk datang ke restoran dimana mereka sedang berkumpul. Dia sudah tidak bisa konsentrasi untuk membawa sendiri mobilnya untuk pulang.
Setelah selesai makan malam dan mereka telah berpisah, Marons bersama sopirnya melakukan perjalanan untuk pulang ke rumah orang tuanya. "Pak, tolong menepi sebentar." Ucap Marons tiba-tiba, karena dia makin cemas setelah hubungi Kaliana beberapa kali tidak direspon.
📱"Putra, tolong shareloc kantor kalian. Aku akan berusaha ke sana, jadi jangan pulang dulu. Jangan juga katakan rencanaku kepada bossmu dan juga yang lain." Ucap Marons pelan seakan berbisik, agar tidak didengar oleh Kaliana atau anggota team lain.
📱"Siiiaap, Pak." Ucap Putra sigap, tapi dengan suara yang pelan agar tidak didengar oleh Yicoe dan Novie yang sedang menyiapkan minuman untuk mereka. Sedangkan Pak Yosa sedang berada di toilet.
Setelah mengakhiri pembicaraannya dengan Putra, Marons meminta sopir untuk mengantarnya ke alamat yang telah dishareloc oleh Putra. Marons bersyukur, dia telah meletakan semua ole-ole dalam mobil, jadi dia tidak perlu pulang untuk mengambilnya.
Setelah tiba di kantor yang dimaksudkan Putra, Marons tertegun. Kantor mereka tidak besar dan bisa dibilang sederhana. Hanya satu lantai, tetapi ada diantara beberapa pohon belimbing buah dan jambu. Jika Putra tidak katakan sedang di kantor, Marons akan berpikir dia sedang menuju rumah tinggal. 'Atau kantor sekaligus rumah tempat tinggal mereka?' Marons membatin, mengingat mereka katakan tinggal bersama.
__ADS_1
Marons menghubungi Putra lagi untuk meyakinkan bahwa dia tidak salah alamat. Setelah melihat Putra keluar dari pintu, Marons langsung mengambil dua paperbag berisi ole-ole lalu meminta sopirnya pulang ke rumah orang tuanya. Karena dia belum tahu jam berapa akan pulang. Jika pulang nanti, dia bisa pesan mobil online. Itu yang ada dalam pikirannya saat meminta sopirnya pulang.
Putra mengambil paperbag yang ada di tangan Marons dengan senyum senang. Dia sudah bisa menebak apa isinya. Marons jadi ikut tersenyum melihat mimik wajah Putra yang tidak dibuat-buat senang. Benar-benar senang melihat kedatangannya.
Begitu juga dengan Yicoe dan Novie yang melihat kedatangan Marons langsung menutup mulut dengan tangan, karena Putra sudah meletakan jari dibibirmya. Agar suara girang mereka tidak didengar oleh Kaliana yang ada di ruang kerjanya.
Marons diajak ke ruang meeting untuk duduk di sana. Putra telah mematikan layar TV, saat Marons katakan hendak datamg ke kantor. Dia hanya mencegah jangan sampai Marons melihat yang tidak boleh diijinkan oleh Kaliana. Putra sangat berhati-hati menjaga kerahasiaan hasil penyelidikan mereka. Dia akan memperlihatkan, jika sudah diijinkan oleh Kaliana.
"Kalian sudah lama berkantor di sini?" Tanya Marons setelah melihat apa yang ada di ruang meeting dan dia jadi tahu, benar kantor, bukan rumah.
"Belum lama, Pak. Kalau tidak salah, kami sedang berbenah kantor ini, saat menerima kasus Pak Marons." Yicoe menjelaskan, karena dia mengingat Kaliana pamit mau bertemu client, saat mereka sedang merapiksn kantor.
"Oooh... Berarti masih terhitung sangat baru di sini. Apakah ruang kerja Anna dikunci? Ada yang mau aku bicarakan dengannya." Marons penasaran dengan keadaan Kaliana. Sebab sejak dia datang, Kaliana belum keluar dari ruangannya. Semua anggota team sopape saling melihat.
"Ruang kerjanya tidak dikunci, Pak. Mungkin Pak Marons bisa masuk. Tapi jika boss lagi tidur, jangan dibangunin ya, Pak. Kita tunggu sebentar lagi." Ucap Yicoe yang sudah hapal kebiasaan Kaliana.
...~***~...
...~●○¤○●~...
__ADS_1