
"Jangan ganggu dia" Ucap Ray serius
"Hehh? ada apa disini? Drama kah?" Tanya Jack sambil duduk di samping Vani. Vani menoleh ke arah Jack, "Siapa juga yang nangis" Ucap Vani
"Hidungmu aja masih merah gitu" Ucap Jack
"Jack!" Ucap Ray sambil menatap tajam Jack, "Hum.. Iya iya" Ucap Jack sambil tersenyum kecil
"Ray.. Makasih. karenamu aku ngerasa agak lega" Ucap Vani, "Mungkin aku harus segera lupain dia" Sambungnya
"Heh? Bertepuk sebelah tangan ya, Vani bisa sakit hati juga ternyata. Cari pacar baru gih" Ejek Jack
"Ku bilang jangan ganggu dia" Ucap Ray kesal
"Kamu bener juga" Ucap Vani. Ia menoleh ke arah Ray di sampingnya, "Ray.. Kamu suka aku kan?" Tanya Vani
"Aku cinta kamu!" Jawab Ray
"Kamu mau jadi pacarku?" Tanya Vani
"Nggak bisa" Jawab Ray
"Heh? kamu juga nolak aku" Ucap Vani murung
"Aku nggak nolak kamu. Cuma.. aku nggak mau jalin hubungan cuma dengan perasaan sepihak, kamu nggak benar benar suka aku" Jawab Ray
"Haaah... gitu ya" Ucap Vani sambil menghela nafasnya. Ia menoleh ke arah Jack, "Jack? Mau jadi pacarku?" Tanya Vani
"Boleh aja. Aku bisa jadi pacar kontrakmu, kamu bisa bayar aku perhari buat temenin kamu" Ucap Jack bersemangat
"Beneran? Aku bayar perbulan kalau gitu" Sambung Vani bersemangat
"JANGAN!! NGGAK BOLEH!" Seru Ray menolak
"Ahahahahahaaa.. Becanda Ray, kenapa kau seserius itu" Ucap Jack sambil tertawa
"Kirain beneran" Ucap Vani dengan ekspresi datar
"Nggak mungkin aku tikung temen sendiri. Toh, aku suka sama Agnes" Ucap Jack
"Oh iya, kamu udah tau belum?" Tanya Vani
"Iya aku tau, dia punya pacar. Aku pernah hack data pacarnya, dia anak orang kaya, sekarang dia kuliah di negara D" Jelas Jack
"Nyerah aja kalau gitu" Ucap Vani datar
"Nggak.. Aku akan tunggu sampai dia putus. Aku yakin.. Suatu saat nanti.. " Ucap Jack bersemangat
"Yee.. dasar. Kamu barusan doain Agnes putus" Ucap Vani sambil tertawa kecil
"Iya biarin aja. Kalau dia putus kan aku bisa maju" Ucap Jack
"ahahahaha.. buruk banget, ku bilangin ke Agnes beneran nanti" Ucap Vani sambil tertawa
"Kamu udah nggak sedih?" Tanya Ray
"Um Iya.. Berkat kalian berdua, aku bahkan sampe lupa barusan ku nangis kenapa" Ucap Vani
"Baguslah kalau begitu" Ucap Ray senang
"Oh ya.. Habis ini kamu mau ngapain?" Tanya Ray
"Pulang aja deh" Jawab Vani
"Kalau gitu ku antar pulang" Ucap Ray
"Jalan kaki?" Tanya Vani, "Oh.. Aku tau" Sambungnya
__ADS_1
"Apaan?" Tanya Jack
"Pinjam motormu, aku yang bawa, Ray bonceng" Ucap Vani bersemangat
"Nggak nggak nggak.. Kamu yang bawa, bisa bisa motorku ancur" Ucap Jack
"Yahh.. Pelit" Ucap Vani
"Antar dia pulang Jack, aku ke kampus pakai bus" Ucap Ray
"Mending biarin dia pulang sendiri, trus kita berangkat ke kampus" Ucap Jack
"Nggak bisa, mana mungkin aku ninggalin dia sendiri" Ucap Ray
"Nggak masalah, dia bukan cewek lugu yang perlu di jaga juga" Ucap Jack
"Woy.. Jack s*alan" Ucap Vani kesal
"Tapi bener kan?" Tanya Jack
"Iya juga" Jawab Ray mengangguk
"Apa? kamu juga ikutan?" Ucap Vani syok, "Huhu.. Emang ngga ada yang perhatian ama aku" Sambungnya
"Cabut yuk Ray" Ajak Jack sambil berdiri dari duduknya
"Heh? Kalian ninggalin aku begitu aja?" Tanya Vani
"Jack, tolong" Ucap Ray serius
"iya iya, ku anterin" Ucap Jack
"Sip, begini baru temenku" Ucap Vani senang
"Aku terpaksa nganter kamu, gara gara Ray" Ucap Jack dengan ekspresi datar
"Udah sana, kalian berdua berangkat" Ucap Ray
"Iya.. tunggu bentar, motorku di depan warung" Ucap Jack. Ia mengambil motornya di parkiran warung makan dan membawanya kembali ke tempat Ray dan Vani berada, "Ayo naik, ku tinggal nih" Ucap Jack
"Broomm.. Brommm"
"Brisik woy" Ucap Vani kesal. Ia naik ke atas motor dan memakai helm. Saat menggunakan helm, ia merasa kesulitan memasang gesper tali helm sendiri. Ray yang menyadarinya berjalan menghampiri Vani dan membantu memasangkannya, "Sini ku bantu" Ucap Ray. Vani menaikkan dagunya agar Ray mudah memasangkannya
"Nah udah" Ucap Ray sambil melepaskan tangannya
"Thanks Ray, sangat membantu" Ucap Vani sambil tersenyum
"Sampai rumah rawat lukamu" Ucap Ray. Vani mengangguk menanggapinya
"Udah belum" Ucap Jack tanpa menoleh
"Udah.. Hati hati Jack" Ucap Ray
"Duluan Ray" Ucap Jack. Ia melajukan motornya pergi menjauh dari Ray. Vani menoleh ke arah Ray dan melambaikan tangannya, Ray membalas lambaian tangannya sambil tersenyum
Di tengah perjalanan, saat Jack melihat sekolah Vani dari jarak yang cukup jauh, ia mengajak Vani mengobrol, "Masih jam sekolah?" Tanya Jack
"Haa.. Apaa? Ngga denger" Seru Vani
"Masih jam Sekolah?" Seru Jack
"Iya.. Aku bolos" Seru Vani
"Owh.. Oke" Seru Jack
"Pas lewat sekolah nanti, gas poll yaaa" Seru Vani
__ADS_1
"Okee" seru balik Jack
Beberapa saat kemudian, saat melewati sekolahan. Jack mengendurkan gasnya dan mematikan mesin motornya. Motor Jack berhenti tepat di depan gerbang sekolah, "Yayayayaya.. yaahhh... Mati" Seru Jack
"Heh? yang bener Jack" Tanya Vani serius
"Iya.. motorku ngambek lagi kayaknya" Jawab Jack, "Coba turun dulu" Sambungnya
"Eh.. Jan di depan gerbang sekolah gini, ada satpam. aku masih pake seragam" Ucap Vani panik
"Heh? Emang kenapa?" Tanya Jack, "Turun dulu gih" Sambungnya. Vani turun dari motor Jack. Saat itu, Jack berpura pura memeriksa mesin motornya tanpa turun dari motor, "Owh.. Tau aku. Van.. ambilin batu kecil itu, minta di pukul nih mesinnya" Ucap Jack sambil menunjuk ke arah tumpukan batu di pot besar depan sekolahan
"Ah motor butut, ngrepotin orang" Ucap Vani kesal. Ia pergi menghampiri pot besar untuk mengambil batu. Saat itu juga, Jack menyalakan mesin motornya
"Brumm..."
"Pak Satpam!! Ada murid bolos!!" Teriak Jack
"Brooommmmmmm" Ia menarik gasnya dengan kencang dan pergi meninggalkan Vani. Satpam yang mendengarnya langsung keluar dari gerbang dan mengecek keadaan. Sementara Vani dengan cepat langsung berbalik dan menoleh ke arah Jack, "Woyyy!! Jack Bngsad!!" Teriak Vani sambil melemparkan batu yang ia pegang dengan tenaga penuh. Saat suara motor Jack hilang dan keadaan menjadi hening, Vani menoleh ke arah satpam sekolah yang berdiri tidak jauh darinya, "Hehe*.. Hai pak" Sapa Vani sambil tersenyum. Satpam itu menatapnya dengan tajam
"Kamu melanggar peraturan! Percuma melarikan diri! Saya sudah tandai mukamu! Masuk ke dalam sekarang!" Ucap Satpam tegas
"Iya dah iyaa" Jawab Vani pasrah. Ia berjalan masuk ke dalam sekolahnya bersama satpam di sampingnya. Di perjalanan menuju ruang guru, ia menghentikan langkahnya. Satpam yang mengawalnya ikut terhenti dan menoleh ke arah Vani, "Kenapa berhenti?" Tanya satpam tegas
"Lepasin helm ini dulu, panas" Ucap Vani sambil menaikkan dagunya
"Ya ampun, nyusahin aja jadi orang" Ucap Satpam. Ia membantu Vani melepaskan helmnya, "Nih.. bawa" Ucap Satpam sambil memberikan helm pada Vani
"Nggak.. Simpan pak satpam aja, nggak guna di aku" Ucap Vani menolak
"Heh? Beneran?" Tanya satpam
"Iya" Jawab Vani cuek, ("Biarin aja helmnya ku kasih orang") sambung batinnya. Mereka berdua meneruskan perjalanan menuju kantor guru
Sesampainya di depan kantor guru, satpam meninggalkan Vani di depan pintu dan masuk ke dalam kantor guru. Saat melihat kesempatan, Vani menjauh perlahan agar suara sepatunya tidak terdengar, di jarak yang lumayan jauh, ia langsung berlari sekuat tenaga menjauh dari kantor guru, 'Hiyaa.. Satpam tulull' Gumam Vani senang sambil berlari di lorong kelas
Di dalam ruang guru, satpam mendatangi salah satu guru, "Permisi bu, yang tugas di ruang bk hari ini siapa ya?" Tanya Satpam sopan
"Langsung ke bknya aja pak, di sana udah ada yang jaga" Jawab Guru itu
"Makasih infonya bu, saya permisi" Ucap Satpam sopan
"Memangnya ada apa?" Tanya guru
"Ada anak bolos keluar dari sekolahan" Jawab satpam sopan
"Owh.. Bawa langsung ke bk aja" Ucap Guru
"Iya bu, ini mau saya bawa" Ucap Satpam sopan. Satpam itu berjalan keluar dari ruang guru. Saat ia tidak melihat keberadaan Vani di depan ruang guru, ia merasa terkejut, "Uaaa.. Anaknya kabur!!" Teriak Satpam. Saat mendengar teriakan satpam, guru guru yang belum pergi mengajar langsung menghampirinya di depan kelas
"Ada apa ini?" Tanya Azka
"Maaf pak, saya teriak teriak. Murid bolosnya kabur" jawab Satpam
"Siapa namanya?" Tanya Azka
"Saya nggak tahu namanya siapa. Tapi.. Marganya Osamu" Jawab Satpam
("Osamu? Pernah denger nama itu") batin Azka, "Dia cowok?" Tanya Azka
"Cewek pak, tadi dia sama cowok bolos di depan. Tapi dia di tinggal sama cowok itu, dia juga ngomong kasar" Jelas Satpam
'Cewek? Pasti di antara empat anak biang kerok itu' Gumam Azka yakin
"Eh .. Siapa pak?" Tanya Satpam
"Enggak.. pak satpam balik ke gerbang aja, biar saya yang urus masalah ini" Ucap Azka
__ADS_1
"Baik Pak, saya permisi" Ucap Satpam sopan. Ia pergi kembali ke gerbang untuk berjaga