Cewek Berandal SMA 2

Cewek Berandal SMA 2
CBS2_076


__ADS_3

Setelah berjalan cukup lama, akhirnya mereka sampai di sebuah kedai makan, "Ini tempatnya" Ucap Ray


"Ray" Panggil Vani


"Kenapa?" Tanya Ray saat menoleh ke arahnya


"Mau sampai kapan kamu mau gandeng tanganku?" Tanya balik Vani. Saat itu Ray langsung melepaskan pegangannya, "Maaf.. Aku nggak sadar" Ucap Ray


"Hum.. oke, sans aja. Jadi.. Kita makan di tempat ini?" Tanya Vani


"Iya.. Ini tempat favoritku. Mie buatan kedai ini aku jamin pasti enak" Jelas Ray senang


"Hum... Oke. Ayo masuk, aku penasaran seleramu" Ucap Vani. Mereka berdua masuk ke dalam kedai dan menepati meja yang kosong


Seorang pelayan datang menghampiri mereka, "Oh.. Ternyata Ray, bawa pacarnya ya.. Mau pesan apa?" Ucap ramah pelayan


"Blushh.." wajah Ray memerah


"bukan, dia belum jadi pacarku. Kenalin, dia Vani" Ucap Ray


"Degg.."


("Belum? Apa maksudnya?") batin Vani penasaran


"Wah.. Belum ya. Berarti hampir nih" Goda pelayan. Ray berdiri dari duduknya dan menghampiri pelayan itu

__ADS_1


"Stop kak. Buatin aku mie yang biasanya, dua porsi" Ucap Ray sambil mendorong pergi pelayan itu


"Iya iya.. Aku nggak ganggu lagi deh" Ucap pelayan. ia pergi meninggalkan mereka berdua dan Ray kembali duduk di kursinya


"Maaf Van, dia orangnya cerewet" Ucap Ray sambil tersenyum


"Nggak masalah. Oh ya Ray.. Tadi kamu bilang, aku belum jadi pacarmu. Maksudmu? Kamu berniat mau jadiin aku pacarmu?" Tanya Vani penasaran


Saat mendengarnya, Ray kembali terkejut


"Deg.."


"Bukan begitu.. Maksudku.. Kamu itu teman yang berharga bagiku. Mana mungkin juga aku suka cewek ceroboh sepertimu hahaha" Jawab Ray, ("Akh.. Lagi lagi aku berkata b*doh di depannya") sambung batinnya


"Ray? kenapa?" Tanya Vani


"Nggak ada" Jawab Ray tersadar


"Beneran? Tapi kelihatannya nggak tuh. Kamu nggak nyaman makan sama aku? Aku bisa pindah meja kalau kamu mau" Ucap Vani


"Eh.. Bukan gitu" Ucap Ray. ia merilekskan badannya dan bersandar ke kursi, "Huh.. Aku juga nggak tau, hal yang membuatku gelisah"


("Suasananya kok jadi gini ya.. Ganti topik deh"), "Oh ya Ray, kamu sama pelayan itu udah kenal lama ya, kalian kelihatan akrab" Ucap Vani


"Iya.. Namanya Kak Rinny, umurnya tiga tahun lebih tua dariku. Dulu waktu kecil, kita sering main bareng. Dia yang selalu nolongin aku saat aku kesusahan" Jelas Ray. Saat itu, Pelayan yang sedang mereka bicarakan datang membawa pesanan mereka

__ADS_1


"Waduh.. Lagi ngobrolin apa nih, seru banget kayaknya" Ucap Pelayan ramah. ia meletakkan pesanan mereka di atas meja


"Nggak.. Bukan apa apa" Ucap Ra


"Oke deh kalau nggak mau cerita.. Silahkan nikmati makanannya" Ucap pelayan. ia pergi meninggalkan mereka berdua


Vani menyangga dagunya dengan tangan kirinya, "Menurutku.. Pelayan itu cantik juga, dia juga masih kelihatan muda. Ray.. Gimana menurutmu?"


"Iya kamu benar. Dia memang cantik dan ramah" jawab Ray. ia menurunkan pandangannya dan menatap mata Vani, "Tapi.. Di mataku ada orang lain yang lebih menarik perhatianku"


"Wah.. kamu punya pacar? Kenapa nggak bilang bilang?" Tanya Vani senang


"Bukan itu.. Yang aku bicarakan itu kamu" Jawab Ray


"Blushh.." Wajah Vani merona


"Ehh?? aku?" Tanya Vani kaget


"Lain kali aku persiapkan. aku nggak mau rusak suasana saat ini. Makan gih, keburu dingin" Ucap Ray


"Hm.. oke" Jawab Vani, ("Apa maksudnya? gajelas banget") batinnya


Mereka berdua menghabiskan mie di depan mereka tanpa membicarakan sepatah kata apapun. Setelah selesai makan, Ray berdiri dari duduknya, "Tunggu sebentar, tetap disini" Ucap Ray. ia pergi membayar makanan yang sudah mereka habiskan, sedangkan Vani tetap duduk tenang di kursinya


("Hm.. Baru kali ini, ada orang traktir makan tanpa minum. Untung ni mie ada kuahnya") batin Vani dengan ekspresi datar

__ADS_1


__ADS_2