
"Dia? Tentu aja pacarku" Jawab Kaituo bangga sambil merangkul mesra gadis di sampingnya
"Hahhh???!! PACAR?!" ("Bukannya Kaituo suka Vani? Apa dia selingkuh?!") batin Putri bingung
"Haii Putri, kenalin aku Nova" Sapa Nova ramah
"Tcihhh.. Ga nanya" Ucap Putri cuek. Ia berjalan mendahului Kaituo dan Nova. Saat itu, ekspresi Nova menjadi murung, ("Tcihh.. Sampah") batin Putri kesal
"Putri! Stop!!" Panggil Kaituo. Putri berhenti berjalan dan menoleh ke arah mereka berdua
"Kenapa? Hah?" Tanya Putri nyolot
"Minta maaf! Di mana sopan santunmu?" Ucap Kaituo serius
"Yeee.. Bodo amat.. Bweee" Ucap Putri mengejek. Ia berbalik dan langsung berlari meninggalkan mereka berdua menuju kelasnya
("Anak itu") batin Kaituo geram, "Sayang.. Jangan di ambil hati ya, dia emang begitu sama orang yang belum di kenal" Ucap Kaituo
"Emm... Iya nggak papa, aku nggak sedih kok" Ucap Nova dengan senyum manisnya
"Nah gitu dong. jadi tambah sayang" Goda kaituo
"iiihhhh... Apaan sih. Gombal deh.. Aku juga sayang kok" Ucap Nova manja. Mereka berdua melanjutkan perjalanan menuju gedung kelas tiga dengan penuh kemesraan
Disisi lain, putri masih berlari menuju kelasnya. Saat sampai di kelas, ia mendobrak pintu kelas dengan keras
"brakk"
"Gawat.. Gawat!!" Teriak putri. Saat itu kelas masih sepi, hanya ada beberapa anak yang sudah berangkat. ketika tidak melihat keberadaan Ketiga orang temannya, ia berlaku normal dan berjalan menuju bangkunya, 'S*al.. Mereka belum berangkat' Gumamnya
Beberapa saat menunggu, Putri mendengar suara Agnes dan Awani yang sedang berjalan sambil mengobrol dengan asik di lorong kelas. Ia segera berlari keluar dari kelas dan menghadang mereka berdua, "Woyyy!!"
Awani dan Agnes terkejut melihat keberadaan Putri, "Anying! Kaget B*ngsd!!" Ucap Agnes terkejut
"Refleks yang bagus Nes" Ucap Putri
"Woy monyet! Manggilnya biasa aja napa" Ucap Awani
"Maaf.. aku ada berita besar!" Ucap Putri penuh semangat
__ADS_1
"Paan? Paling ga jelas.." Ucap Agnes
Putri menoleh kesana-kemari untuk memastikan posisi mereka, "Jangan disini, terlalu rame. Ayo kita bolos" Ucapnya sambil tersenyum
"Yee.. Mau jelasin berita pake ngajak bolos segala" Ucap Awani dengan ekspresi datar
"Hehe.. Tapi mau kan" Ucap Putri
"Boleh boleh. Eh.. Tapi, Jam pertama ada tugas kan" Ucap Awani teringat
"Gampang.. Kita suruh si ketua kelas buat cocokin tugas kita. Paling.. dia nggak bisa ngerjain" Ucap Putri
Tanpa di sengaja, ketua kelas yang baru saja mereka bicarakan lewat di samping mereka, "Eh.. Woy ketua! panjang umur kamu" Panggil Agnes
Ketua kelas berhenti dan menoleh ke arah mereka, "Apa?"
"Pr mu belom kan?" Tanya Agnes
"Aku berangkat pagi mau nyalin" Jawab Ketua kelas
Saat itu Agnes mengeluarkan bukunya, "Aw.. Punyamu" Ucapnya sambil menadahkan tangan kirinya. Awani mengambil buku di tasnya dan memberikannya pada Agnes, "Nih.. Salin punyaku. Sekalian cocokin" Ucap Agnes sambil menyerahkan buku yang ia bawa pada ketua kelas
"Oke siap" Jawab Ketua kelas
"Ambil sendiri, aku nggak mau buka tas orang sembarangan. Kalau ada yang ilang kan repot jadinya" tolak ketua kelas
"yeee.. Ambil aja, aku tanggung jawab. Kita males masuk kelas" Ucap Putri
"Yakin nih.. Kalau ada yang ilang jangan nyalahin aku ya" Ucap Ketua kelas
"Iya dah iya" Ucap Putri
ketua kelas masuk ke dalam kelas
"Nice.. Yok bolos, Kemana?" Tanya Agnes
"Eh.. Tas kita?" Tanya Awani
"Eh iya.. Mana mungkin bolos keluyuran di lorong kelas bawa tas, taruh kelas dulu lah" Ucap Agnes. Mereka bertiga masuk kedalam kelas untuk meletakkan tas
__ADS_1
Ketua kelas yang melihat kehadiran mereka, merasa sedikit terkejut, "Loh.. Bukannya kalian males ke kelas ya"
"Diem kau, nggak usah banyak ngomong!" Bentak Putri. Ketua kelas seketika terdiam dan kembali fokus menyalin tugas. Mereka bertiga keluar dari kelas dan berjalan menelusuri lorong kelas
"Put.. Kamu bentak ketua kelas begitu, kasihan tau" Ucap Awani
"Kalau kasihan sana samperin, trus manjain sekalian" Ucap Putri nyolot
"Ahahahaa.. Biasa aja dong mukanya, kek monyed beneran di tekuk begitu" Ejek Awani
"Minta digedik ni anak" Ucap Putri kesal
"Udah woy! Mau bolos kemana kita? Katanya kamu punya berita" Ucap Agnes
"Ke atap yok" Ajak Putri
"Ah jangan.. Di sana ntar pak Azka muncul lagi. Dia tiap hari rajin cek ke atap" Ucap Awani
"Libur juga?" Tanya Agnes
"Ngotak dong. Ngapain juga libur ke sekolah" Jawab Putri
"Kali aja dia ketemuan sama seseorang" Ucap Agnes
"Siapa?" Tanya Awani penasaran
"Roh penunggu atap mungkin" Jawab Agnes
"Yee.. Ngaco. Btw.. Pak Azka kok mau maunya ya ngurusin kita" Ucap Awani heran
"Gaada kerjaan tuh jomblo akut wkwk" Ucap Putri sambil tertawa kecil
"Kamu sendiri?" Tanya Awani
"Jlebb.. Akhh put, ada panah nusuk badanmu" Ucap Agnes bergurau
Putri menghentikan langkahnya dan mulai berakting. Kedua tangannya memegang perut sebelah kirinya, kedua kakinya seolah tak mampu menahan tubuhnya lagi, ia terjatuh ke lantai dan memasang ekspresi memelasnya, "akhh.. Tajam sekali, Kayak ketusuk silet yang baru open segel.. Uakkhhh.. " Ucap Putri
"Bhaks... Ahahahaaa. Lebay mu nembus langit ketujuh woy. Bangun.. Jan malu maluin" Ucap Agnes sembari tertawa kecil
__ADS_1
"Wkwk, kayaknya aku emang ada bakat jadi aktor beneran nih" Ucap Putri sambil berdiri dari duduknya
"aktris woy, suka suka kamu lah" Ucap Agnes dengan tawa kecilnya