Cewek Berandal SMA 2

Cewek Berandal SMA 2
CBS2_058


__ADS_3

"Ray?" "Mukamu merah? kamu demam?" Tanya Vani


"Oh.. Bukan apa apa" Ucap Ray panik


"Deg.. deg.. Deg.."


("Ah, Kenapa dia harus memujiku segala") sambung batinnya


"Hm.. tunggu, keknya ada yang kurang" Ucap Vani. ia mengambil sesuatu dari lemari Kim. Setelah itu, ia menghampiri Ray


"Dasi?" Tanya Ray


"Iya.." "Nunduk dikit, aku pakein" Ucap Vani. Ray menuruti perintahnya dan Vani mengikatkan dasi di leher Ray. Di tengah mengikat dasi, tanpa sengaja Vani menatap mata Ray


"Deg.. Deg.. Deg.. "


("Dekat bat") batin Vani terkejut. ia langsung membuat jarak dengan Ray, "Haha.. Susah pakein dasi dengan tangan begini" "Kamu pakai sendiri"


"Oh.. Iya, tanganmu masih sakit ya" Jawab Ray. ia melanjutkan menggunakan dasi


("Huftt.. Kenapa tadi jantungku dag dig dug begitu") ("Jadi nggak tenang") batin Vani bingung. ia mengambil handphone di sakunya dan menelepon seseorang


"Tut.." "Hallo Kai, kamu dimana?" Tanya Vani


'Kamu udah mendingan? sekarang aku lagi urus sesuatu di sekolah' Ucap Kaituo dari telepon


"Iya juga, kamu sekolah" "Aku cuma mau bilang, aku mau pulang ke negara B" Ucap Vani


'Secepat itu? Baru satu hari kamu disini, kamu udah mau pulang?'


"Kelamaan disini cuma bikin aku inget mama papa" "toh disini sama aja sendirian" Ucap Vani


'Ya udah. Tunggu sebentar, aku akan segera selesaikan urusanku dan antar kamu' Ucap Kaituo dari telepon


"Nggak perlu, kamu urus aja masalahmu dengan baik, jangan buru buru" "Aku nggak sendiri, aku pulang samaa Ray" Ucap Vani


'Baiklah. Kalau udah sampai, beritahu aku' Ucap Kaituo dari telepon


"Oke. udah dulu ya, bye bye" Ucap Vani. ia memutus teleponnya, "Ray udah selesai?"


"Sekarang kita pulang?" Tanya Ray


"Iya.. apa kamu masih ada urusan di sini?" "Aku bisa pulang sendiri" Ucap Vani

__ADS_1


"Oh.. Nggak nggak, ayo pulang bareng" Ucap Ray


"Aku tau kamu belum makan, tapi.. tahan dulu ya, kita makan kalau udah sampai di negara B" Ucap Vani


"Nggak masalah" Jawab Ray. Mereka berdua keluar dari kamar Kim dan berjalan menuju pintu depan. Saat sedang berjalan, Vani melihat Zing yang sedang berdiri di depan pintu


"kak Zing!" Panggil Vani


"Nona Vani" "Saya turut berduka dengan kepergian tuan dan nyonya Osamu" Ucap Zing sambil membungkuk sejenak


"Terimakasih kak Zing" "Tapi.. Kak Zing sendiri gimana?" Ucap Vani


"Saya masih akan mengabdi pada Keluarga Osamu" "Tuan Kim mengangkat saya menjadi asistennya di perusahaan A.C" Ucap Zing


"Bagus kalau gitu" "Eh.. Bukannya perusahaan Khakim D.V ya? Kenapa jadi A.C?" Tanya Vani


"Perusahaan A.C sekarang menjadi tanggungan Tuan Kim" "Sekarang dia harus bekerja lebih giat untuk dua perusahaan" "Saya akan membantunya dengan kemampuan yang saya miliki" Ucap Zing


"Yaudah, kak Zing. Tolong jaga Khakim" Ucap Vani sambil tersenyum


"Sudah kewajiban saya" Jawab Zing sambil tersenyum


"Oh ya.. Jetnya udah siap?" Tanya Vani


"Ayo Ray" Ucap Vani. Vani dan Ray mengikuti Zing dan masuk ke dalam Mobil. Supir melajukan mobil ke bandara


Beberapa saat kemudian, mereka sampai di bandara. Mereka menaiki Jet milik orang tua Vani dan terbang menuju Negara B


Sementara itu, Agnes, Awani dan Putri merasa tidak tenang saat berada di kelasnya


"Gimana keadaan Vani sekarang" Ucap Putri cemas


"Tenang aja, Vani nggak bakal terlarut dalam kesedihan kok" Ucap Agnes


"Tenang palalu! Orang tua meninggal masa di suruh tenang" Ucap Putri


"Lihat aja, dalam beberapa hari Vani bakal balik kayak biasa. Secara.. Dia kan nggak terlalu dekat sama orang tuanya. Jadi.. Sedihnya paling nggak kerasa" Ucap Agnes


"Tapi.. Gimanapun juga, mereka tetap orang tua Vani" Ucap Awani


"Udahlah.. Jangan di bahas terus.." "Nanti kita telpon dia dan denger langsung penjelasannya" Ucap Agnes


"Iya deh iya" Ucap Putri

__ADS_1


"Btw jam pertama apa?" Tanya Agnes


"Pak Sejarah" Jawab Awani


"Pak sejarah mulu, bolos kuy ke gedung sebelah" Ucap Agnes sambil tersenyum


"Mau ngapain ke kawasan anak kelas tiga?" Tanya Putri


"Sekalian jalan jalan lah.. dari kelas satu kita cuma tahu jalan ke kelas, atap, toilet, kantin sama taman depan" "Sekolah segede ini, sekali kali kita adventure" Jelas Agnes


"Kayaknya seru sih.. tapi nggak dulu lah, males akutu" Ucap Putri menolak


"Aku juga.. Lagi mager.. Hufft" Ucap Awani lesu


"Ayolah, keburu pak Azka kemari. Ntar kita nggak bisa keluar dari penderitaan mapel Sejarah" Ucap Agnes


"Emang ngebosenin sih.. Tapi lumayan juga bisa denger lagu pengantar tidur" Ucap Awani


"Boro boro bisa tidur. Nggak nyimak aja di gedik ama pak Azka" Ucap Agnes


"Pak Azka emang keras sekarang. Nggak kayak dulu, bisa kita bodohi wkwk" Ucap Awani sambil tertawa kecil


"Oh ya.. Btw gimana hubungan kakakmu sama Pak Azka?" Tanya Agnes


"Nggak tau, nggak pernah urusin itu" "Nanti aku cari tau kalau ada waktu" Ucap Putri


"Sip dah, kalau beneran jadian. Dia pasti bakal baik baikin kamu, kan kita juga yang untung" Ucap Agnes sambil tersenyum


"Iya.. Nggak salah kita jodohin mereka" Ucap Putri sambil tersenyum. Saat itu, Azka masuk ke dalam kelas untuk memberikan pembelajaran


"Sebelum masuk ke materi, bapak mau mengabsen dulu" Ucap Azka. Saat menoleh ke arah Putri, Agnes dan Awani duduk, ia merasa terheran, "Tumben kalian ikut pelajaran"


"Males jalan pak" Jawab Awani lesu


"Ahahahaa... nggak ada Vani kalian loyo gitu, nggak ada temen main ya" Ucap Azka


"Keluar aja kuy" Ajak Agnes dengan ekspresi datar. Mereka bertiga berdiri dari duduk dan berjalan menuju pintu kelas


"Eh.. Kembali duduk" Seru Azka


"Jangan ngatain kita lagi loh" Ucap Agnes


"Iya deh iya" Ucap Azka. Mereka bertiga kembali duduk dan mengikuti pelajaran sejarah dengan tenang

__ADS_1


__ADS_2