Cewek Berandal SMA 2

Cewek Berandal SMA 2
CBS2_017


__ADS_3

Selesai sarapan, mereka semua kembali ke kamar masing masing dan membereskan barang barang mereka. Setelah semua beres, mereka berkumpul di ruang tamu


"Kita pulang sekarang?" Tanya Vani


"Kamu disini aja" Ucap Kim


"Kenapa?" Tanya Vani


"Nggak usah ikut pulang" Ucap Kim


"Kenapa?" Tanya Vani


"Tinggal disini lah" Ucap Kim


"Kenapa?" Tanya Vani


"Berisik" Ucap Kim kesal


"ahahaha, Kalah kan" Ucap Vani sambil tertawa kecil, "Pa, ma. Kalian langsung ke negara A?" Tanya Vani


"Iya, papa sore ini ada rapat penting, jadi harus terbang sekarang" Ucap papa Vani


"Terbang sekarang? Emang papa punya sayap" Ucap Vani


"Asal kamu tahu ya, pekerjaan mama sama papa di negara A itu jadi superhero. Terbang mah kecil" Ucap Kim


"Cringe" Ucap Vani dengan muka datar


"Bisa aja kalian berdua, ayo berangkat" Ucap papa Vani sambil tersenyum


"Oke pa" Ucap Vani


Mereka berempat naik ke mobil dan Kim mulai melajukan mobilnya. Di perjalanan menuju bandara, mereka mengobrol, "Kim, bagaimana perkembangan perusahaanmu sekarang?" Tanya papa Vani


"Lancar pa, berkat papa juga" Jawab Kim


"Papa amati pengelolaanmu sangat bagus. Kelak papa mau kamu yang mengurus semua perusahaan papa" Ucap papa Vani


"Nggak perlu pa, dengan perusahaanku yang sekarang dan juga kemampuanku, pasti aku bisa mendapatkan banyak keuntungan" Ucap Kim percaya diri


"Yee, pd amat kau" Ucap Vani


"kamu mana tahu" Ucap Kim

__ADS_1


"Oh ya Kim, bagaimana urusan menantu? Apa kamu sudah mendapatkan wanita yang cocok?" Tanya papa Vani


("Keknya butuh bantuan") Batin Vani


"Itu pa.." Ucap Kim terhenti, "Pa, tadi villanya siapa?" Saut Vani


"Itu kan kakak yang beli" Ucap papa Vani


"Beli? Buat apa? Buang buang duit itu mah, lagian siapa sih yang mau tinggal disini? Mending di rumah. Balikin aja deh" Ucap Vani


("Adik yang peka, kakak bangga padamu") Batin Kim senang, "Kok kamu ngegas gitu sih, padahal kan pakai uang kakak"


"Uang khakim uangku juga. jadi jangan asal hamburin uang" Ucap Vani


"siapa bilang uang kakak uang mu?" Ucap Kim


"Emang aku bilang apaan?" Tanya Vani


"Uang Kakak itu uang mu" Jawab Kim


"Nah loh, Khakim masuk ke lubang yang sama" Ucap Vani sambil tertawa kecil


"Huh" Ucap Kim


"Ahahahaa, cukup cukup. Kalian berdua akur juga ya" Ucap Papa Vani senang


"Papa jadi iri" Ucap papa Vani


"Pa, lain kali kita juga lakuin ini" Ucap Vani


"Lakuin apa?" Tanya papa Vani


" Memperakur diri, dengan jalan debat" Ucap Vani


"Ahahahaha, itu nggak perlu" Ucap papa Vani


"Jadi papa nggak mau akur sama aku?" Tanya Vani sedih


"Eh, bukannya gitu. Akur nggak perlu dengan debat juga, begini juga akur" Ucap papa Vani


"Ahahahaa, iya deh pa", "oh ya, apa gunanya kita liburan jauh jauh gini? Waktunya habis di perjalanan doang"


"iya juga ya. Kakak yang pilih tempatnya sih, lain kali ikut papa deh" Ucap papa Vani

__ADS_1


"Maaf, Kim kira kalian bakal suka dengan suasana alam. Hutan yang masih asli, udara yang sejuk dan juga kawasan tanpa sinyal untuk mempererat hubungan kekeluargaan" Jelas Kim


("njirr") Batin Vani, "Hutan yang masih asli, pasti banyak binatang buas. Trus kawasan tanpa sinyal, itu paling mengganggu. Kalau ada apa apa, kita minta bantuan gimana coba? Trus beli bahan makanan juga terlalu jauh. Apanya yang harus disukai"


"Ya ampun, harus nya kamu bilang gini. Aku suka kok kak, kakak pintar deh milih tempatnya, jadi tambah sayang sama kakak.. muach" Ucap Kim dengan ekspresi sok imutnya


"Idih, najis" Ucap Vani merinding


"Ahahahaha.. Lihat ekspresimu barusan" Ucap Kim sambil tertawa


"Kim perhatikan jalannya" Ucap papa Vani


"Cittt.." Mobil mengerem mendadak


"Bahaya Kim, jangan lalai" Ucap papa Vani


"Maaf pa" Ucap Kim terdiam


"Huftt... Hampir aja terjun ke jurang, gimana sih? bisa nyetir nggak? Aku sini yang bawa" Ucap Vani


"Kamu bisa bawa mobil Van?" Tanya mama Vani


("bukannya mereka tahu ya, dulu mereka pernah jenguk aku pas aku kecelakaan kan? apa mereka hilang ingatan") Batin Vani, "Loh, bukannya dulu mama sama papa pernah jenguk aku di rumah sakit. Pas aku kecelakaan"


"Iya, Lain kali bilang ke temanmu itu, jangan bawa kendaraan kebut kebutan, Bahaya. Kan tangannya sendiri yang hilang" Ucap mama Vani


("Wohoho, jadi begitu ya") Batin Vani senang, "Benar ma, Ray itu suka banget kebut kebutan. Bilangnya biar cepet sampai, padahal udah ku bilangin berkali kali, tapi nekat tuh anak", ("naik sepeda aja dia nggak bisa, ahahahaa")


"Lebih baik kamu jauhin dia, nyawamu bisa terancam kalau berkendara sama dia" Ucap mama Vani


("Waduh, temenku entar abis kalau gini") Batin Vani, "Eh, jangan gitu ma.. Lagian Ray kan tangannya cuma satu, mana bisa dia nyetir lagi, sekarang dia udah kembali ke jalan yang benar kok ma"


"Kamu pernah kecelakaan?" Tanya Kim


"Kecelakaan kecil kak, nggak masalah" Ucap Vani, ("Cuma koma tiga hari kok") Batin Vani


"Kenapa nggak ada yang bilang ke Kakak? Mama sama papa juga" Ucap Kim


"Pas kejadian itu, kamu lagi siap siap buat kelulusan kan. Papa sama mama nggak mau ganggu kamu" Ucap mama Vani


"Tapi kenapa? Trus kamu bilang kecelakaan kecil? Kata mama tangan temenmu diamputasi satu, pasti kecelakaannya lumayan parah. Kamu baik baik aja kan?" Tanya Kim


"Hehe, seperti yang Khakim lihat. Aku baik baik aja, lagian itu kejadian lama. Nggak perlu di ungkit, kalau Ray dengar dia pasti sedih keinget tangannya" Ucap Vani

__ADS_1


"Ray? Siapa dia? Bukannya temanmu itu Jack yang pernah kamu bawa pas ketemu kakak?" Tanya Kim


("Mulai deh.. Tanya aja terus" ) batin Vani, "Khakim, temanku itu nggak cuma satu. Udah lah jangan bahas kejadian ini lagi", 'atau aku ungkit masalah cewek ke papa sama mama' Bisik Vani pada Kim. Kim berhenti menanyai Vani dan Fokus menyetir


__ADS_2