Cewek Berandal SMA 2

Cewek Berandal SMA 2
CBS2_075


__ADS_3

Setelah berlari dan mencari mengelilingi sekolah cukup lama, akhirnya Agnes menemukan keberadaan para tukang berkumpul. ia segera menghampirinya, "Woyy!!" Panggil Agnes. Kelima tukang itu menoleh ke arahnya


"Ya ampun. Sopan dikit nak, kita kan lebih tua" Ucap tukang kaget


"Maaf mamank. Oh ya.. Ini uangnya.." Ucap Agnes sambil memberikan uang pada salah satu tukang


"Wah.. Beneran ini? Kamu dapat duit banyak gini dari mana?" Ucap tukang sambil menerima uang itu


"Ambil di bank lah. Masa iya nyolong" Ucap Agnes


"Wah.. Baik banget kamu" Puji tukang


"Udah gih.. Lanjut bersih bersih. Urusanku disini dah beres. Bye bye.." Ucap Agnes sambil melambaikan tangannya. ia berlari menghampiri Awani dan Putri yang sedang berdiri di samping gerbang


"Woyyy!!" Panggil Agnes sambil berlari. Awani dan Putri langsung menoleh ke arahnya


"Nih dia manusia lucknut yang putusin listrik satu sekolahan" Ucap Putri bangga


"Ye.. Kamvret. kalian mah nggak ada rasa berterimakasih ya" Ucap Agnes


"Ahahahaa.. Iya deh iya" Ucap Putri dengan tawa kecil


"Mau pulang?" Tanya Awani


"Main dulu kuy ke game center, abis itu makan" Ucap Agnes


"Humm.. Game center ya. Kamu tahu kan, kita berdua nggak suka main game. Lagian, game center jauh dari sini. Mending ke mall, beli make up" Ucap Putri


"Di mall ada game centernya b*go" Ucap Agnes ngegas


"Yee.. Mana ku tahu kan" Ucap Putri


"Udah.. Kuy berangkat. Mau pesan taxi nggak?" Ucap Awani


"Ah.. Kelamaan nunggu. Jalan aja" Ucap Putri. Mereka bertiga berjalan menuju mall untuk bermain


Sementara itu, Vani masih dalam perjalanan menuju rumah Ray, ("Hum... Ke rumah Ray ya.. Ntar pasti ketemu sama mamanya Ray. Sekarang.. Posisiku lagi pakai seragam, gimana ya tanggapannya nanti. Pulang dulu kali ya, mandi trus ganti baju. Oke deh, nggak ada pilihan lain.. Putar balik") batin Vani. ia memutar balik mobilnya dan pulang ke rumahnya. Sesampainya di depan rumah, ia segera masuk dan pergi ke kamarnya. Di dalam Kamar, ia kembali mengirim chat pada Ray

__ADS_1


Di chat


Vani : "Ray, aku sampai satu jam lagi"


Setelah itu ia melempar handphonenya ke atas kasur dan segera pergi mandi. Setengah jam kemudian, Vani selesai membersihkan diri dan berpakaian dengan rapi. ia keluar dari kamarnya dan berjalan menuju pintu rumah, "Ngapain juga aku ganti baju segala. Ah.. B*gonya, padahal kan cuma mau makan. kek mau ngapain aja" Ucap Vani. ia masuk ke dalam mobilnya dan melajukannya menuju rumah Ray


Beberapa saat kemudian, mobil Vani terus melaju melewati rumah Ray dan terhenti di taman yang tidak jauh dari rumah itu, "Yah.. Lupa berhenti. Nggak masalah, aku tunggu dia disini" Ucap Vani. ia menghubungi Ray dengan handphonenya


*"Tut.."*


"Hallo Ray?" Panggil Vani


'Iya.. Kamu dimana?' Tanya Ray dari telepon


"Kamu kesini gih.. Aku di taman deket rumahmu" Ucap Vani


'Kenapa nggak ke rumahku? Supir taxinya kelewatan?'


"Iya deh terserah kamu. Kesini gih.." Ucap Vani


("Hm.. Pada akhirnya, aku nggak berani ketemu mamanya Ray bawa mobil. aku takut mamanya inget kejadian dulu. hahh.. Beneran sia sia aku pulang sama ganti baju") batin Vani, "Yah... Lupain aja deh" Ucapnya. ia turun dari mobilnya dan duduk di kursi taman terdekat


Beberapa saat menunggu, Ray sampai di taman itu dan menghampirinya yang sedang duduk di kursi taman seorang diri, "Hay" Sapa Ray ramah


"Akhirnya.. dateng juga. Lama banget tau nungguinnya, sampai kelaparan nih" Ucap Vani


"Selama itu kah? Perjalanan dari rumahku kesini padahal cuma lima menit" Ucap Ray


"Tapi.. Aku kan udah lama nunggunya" Ucap Vani


"Tujuh menit yang lalu kamu baru telpon aku dan suruh aku kesini" Ucap Ray


"Yah.. Tapi kann" Ucap Vani mengeluh


"Iya deh iya.. Maaf, aku kelamaan datang" Ucap Ray


"Hehe.. Becanda" Ucap Vani sambil tertawa

__ADS_1


"Oh ya.. Baju kakakmu ada dirumahku. Aku lupa bawa. Pulang makan, mau mampir ke rumah?" Tawar Ray


"Ah.. Pulangnya pasti dah malem. Aku nggak mau ganggu mama sama adik kamu" Ucap Vani, ("Maaf aku beneran takut ketemu mamamu") sambung batinnya


"Mama sama Yukki nggak ada di rumah. satu minggu ini mereka ikut keluar kota papa buat urus pekerjaan. Jadi.. Ya.. Aku sendiri di rumah" Ucap Ray, ("Eh?? Apa yang barusan aku katakan. Aku ajak Vani mampir ke rumahku? Di saat rumahku kosong. Akh.. Dasar b*doh, apa yang akan dia pikirkan tentangku!") batinnya cemas


"Oke deh, pulang nanti aku mampir ke rumahmu" Ucap Vani, ("Kasihan juga dia sendirian di rumah..") sambung batinnya


"Heh?! Kamu, setuju?!" Tanya Ray terkejut


"Hm.. Iya, apa salahnya mampir sebentar" Jawab Vani


"Oh.. oke. sekarang.. Kemana kita makan?" Ucap Ray


"Kemana lagi? Kcf lah" Ucap Vani


"Jaraknya lumayan jauh dari sini, mau cari tempat makan yang dekat aja?" Ucap Ray


"Kamu nggak lihat?" Tanya Vani sambil menunjukan kunci mobil di tangannya


"Kamu.. Nggak naik taxi?" Tanya Ray


"Ya nggak lah.. Kuy berangkat" Ucap Vani senang. ia masuk kedalam mobilnya dan menyalakan mesin mobil


"Brooommm.."


Ray tetap berdiri di posisinya dan tidak melakukan apapun


"Ray ayo masuk" Ajak Vani


"Naik mobil? Kamu yang nyetir? hahaa.. Nggak, kamu sendiri aja gih" Ucap Ray sambil tertawa kecil


"Hum.. Kamu nggak mau naik mobil?" Tanya Vani


"Aku balik aja" Ucap Ray sambil berbalik, "Ehh.. Tunggu Ray" panggil Vani. ia mematikan mesin mobilnya dan keluar, "Ayo jalan" Ucapnya sambil tersenyum, ("Hehe.. dia masih trauma naik mobil sama aku. hum tapi perasaan abis kecelakaan dia udah beberapa kali naik, apa cuma perasaan doang yaa") batinnya


"Bagus, aku tau tempat makan yang enak. Ayo" Ucap Ray. ia menggandeng tangan Vani dan menariknya pergi menuju tempat makan yang ia maksud

__ADS_1


__ADS_2