Cewek Berandal SMA 2

Cewek Berandal SMA 2
CBS2_089


__ADS_3

"Masih sakit.. Tapi mendingan" Ucap putri


"Waduh.. Kalau kita di kejar lagi, putri susah larinya. Jam berapa sekarang?" Tanya Agnes sambil menoleh ke arah Awani


"Yang pakai jam tangan kan kamu sendiri, ngapain tanya ke aku?"Jawab Awani


"Woo... Iya, forget aku" Ucap Agnes. Ia melihat jam di jam tangannya, "Nicee... Sepuluh menit lagi istirahat. Kita bisa keluar pas itu" Sambungnya


"Hm.. Oke oke" Jawab Awani


"Hahh.... Bosan bangett, lamaa" Ucap Awani sambil menghela nafasnya


"Semenit juga belum woy, jan ngeluh dulu" Ucap Agnes kesal. Saat itu, ia menoleh ke arah Putri yang sedang diam melamun


"Woy put! jan ngelamun! Kesambet M*mposs" Ucap Agnes ngegas


"Siapa yang ngelamun?" Tanya Putri sambil menoleh ke arah Agnes


"Ngapain diem? kamu Sariawan?" Tanya balik Agnes


"Nggak.. aku cuma kapok loncat dari tembok sekolah" Ucap Putri lesu


"Keseleo segitu udah ngeluh kapok? Kamu nggak tahu apa, tiap aku berantem trus kena tonjok, sakit loh.. Tapi aku nggak ngeluh kapok. Kamu lihat Vani, dia sering kecelakaan, berantem juga.. Nggak kapok kapok tuh anak, heran juga aku" Jelas Agnes


"Lihat Vani?? Aku nggak liat Vani tuh, dimana dia?" Tanya Putri


"Hilih bodoamat. Maksudku jadiin contoh, nggak diliat secara langsung juga" Ucap Agnes


"Ahahahaaa.. Iya iya. Aku tuh, nggak bisa di samain kayak kalian berdua. Aku tuh sebenernya lemah, nggak sekuat yang kelihatan" Jelas Putri murung

__ADS_1


"Beda katamu?" Tanya Agnes terhenti, "bukan beda, tapi nggak bisa di samain" Saut putri


"Ya elah, sama aja. Kamu tahu kan, di negara kita walau rakyatnya banyak perbedaan, tapi tetap satu? Kita juga gitu, walau kita beda.. Harus tetap satu!" Jelas Agnes


"Tapi kita sekarang bertiga nggak bersatu" Ucap Putri


"Hmm.. Dah lah males" Ucap Agnes dengan ekspresi datar


"Ahahahaa... Becanda Nes" Ucap Putri sambil tertawa kecil. Agnes tidak menghiraukannya, "Ness.. Jangan ngambek, denger nggak?" Sambungnya


"Tetttt... Jam istirahat telah tiba, selamat beristirahat sejenak dan kembalilah saat bel masuk berbunyi" Suara bel


"Oh.. Pasti dengerr" Ucap Agnes bersemangat, "Yok.. Balik kelas"


"Bantu jalan" Ucap Putri


Saat melewati kantin, Agnes yang sedang memimpin jalan menghentikan langkahnya. Ia berbalik dan menghadap pada kedua temannya, "Kenapa?" Tanya Awani


"Kantin yok" Ajak Agnes sambil tersenyum. Awani menoleh ke arah kantin


"Rame.. Kasihan putri juga" Jawab Awani


"Hum... Gitu ya. Ya udah.. Kalian berdua balik ke kelas, nanti bilangin ke Vani. Suruh dia ke kantin, kalau dia di kelas tapi. Paling dia lagi keluyuran. Nanti ku bawain makan buat kalian, aku balik pas mepet bel" Ucap Agnes


"Oke oke.. Nanti ku bilangin ke Vani" Ucap Awani


"Ya udah.. Kita duluan Nes" Sambung Putri. Mereka berdua melangkah pergi meninggalkan Agnes


Agnes berjalan menuju kantin sekolah, "Minggir woy, aku mau lewat" Ucapnya sambil menerobos antrean, "Bu.. Aku dulu!" serunya Agnes ngegas

__ADS_1


"Antri dulu" Ucap ibu kantin tanpa menoleh ke arah Agnes


"Aku dulu bu! Temenku sekarat! Dia butuh makan!" Ucap Agnes memaksa. Saat itu ibu kantin menoleh ke arah Agnes


"Temenmu kenapa?" Tanya ibu kantin penasaran


"Dia butuh makanan segera bu! Bungkusin empat sandwitch! Buru!!" Ucap Agnes


"Oh iya iya iya" Ucap ibu kantin. Ia meninggalkan pelanggannya yang lain dan membungkuskan pesanan Agnes, "Sama, p*cari sweat empatt!" Seru Agnes


"Kamu ambil minumannya sendiri" Ucap ibu kantin. Agnes menghampiri showcase dan mengambil minuman, setelah itu ia kembali


"Berapa bu" Tanya Agnes sambil memberikan minuman pada ibu kantin untuk di bungkuskan


"enam puluh empat ribu" Ucap ibu kantin. Agnes membayarkan uang seratus ribu pada ibu kantin


"Kembaliannya, buat... Eh.. Jangann.. Simpan disini dulu bu, kapan kapan ku pakai hehe" Ucap Agnes sambil mengambil bungkusan makanannya


"Ibu kira mau di kasih ke ibu" Ucap ibu kantin


"Ya kali bu, aku aja belum kerja" Jawab Agnes


"Eh.. Temenmu kenapa emang? Parah banget ya? Sampe sekarat, nggak di bawa ke rumah sakit?" Tanya ibu kantin cemas


"Tadi.. Keseleo dikit bu, dia loncat dari tembok dua meter wkwk" Jawab Agnes sambil tertawa kecil


"Kamu bilang sekarat" Ucap ibu kantin dengan ekspresi datar


"Biar ibu cepet bungkusin makanannya. aahhaahaha.. Ya udah aku pergi" Ucap Agnes sambil berbalik. Ia meninggalkan kantin dan memutuskan pergi kembali ke kelasnya

__ADS_1


__ADS_2