Cewek Berandal SMA 2

Cewek Berandal SMA 2
CBS2_041


__ADS_3

Zuan sudah lebih dulu sampai di depan rumah Vani. ia turun dari mobilnya dan masuk ke dalam rumah Vani dengan menekan pin kunci yang ia ketahui. ia berjalan menuju kamar Vani


Di dalam Kamar, ia mencari jam tangan yang di maksud Vani. Setelah mencari cukup lama, akhirnya ia menemukan tempat Vani menyimpan semua jam tangannya, "Bagus, tempatnya ketemu", "Tapi.. Yang mana jam tangannya. Kenapa koleksi jam tangannya banyak sekali" Ucap Zuan bingung. ia mulai memeriksa satu persatu jam tangan di sana, "hahhh... Butuh waktu cukup lama untuk cek satu persatu semua jam tangan ini" Ia kembali mengecek jam tangan itu. Beberapa saat kemudian, ia merasa kelelahan setelah mengecek separuh dari tumpukan koleksi jam tangan Vani yang sangat banyak


"Sudah setengah masih belum ketemu juga. Niat sekali Little Van mengerjai saya" Zuan memutuskan untuk berhenti sejenak, ia berdiri dan meregangkan otot ototnya, "Uah... Pegel juga, kepala saya terlalu banyak nunduk"


Saat menoleh ke arah meja samping kasur Vani. ia tidak sengaja melihat sebuah jam tangan yang tergeletak di sana. ia menghampirinya dan mengeceknya, "oh, yang ini" Ucapnya senang setelah memastikan jam tangan itu, "Sia sia bongkar koleksi jam tangannya Little Van", "Sebaiknya saya kembali ke kantor secepatnya" ia keluar dari kamar Vani dan berjalan menuju pintu depan


Di saat yang bersamaan, Ray dan Jack sampai di depan rumah Vani. Jack menghentikan motornya tepat di belakang mobil Zuan. Mereka berdua turun dari motor, "Mobil siapa? Kau kenal?" Tanya Jack


"Nggak tahu. Mobil keluarga Vani pasti banyak, semoga aja itu salah satunya" Ucap Ray


"Baguslah, Vani pasti di rumah" Ucap Jack


"Semoga" Ucap Ray


"Ayo masuk" Ajak Jack. Mereka berdua berjalan menuju pintu depan rumah Vani. Di saat yang bersamaan, Zuan membuka pintu tersebut, "Cklek.." Mereka bertiga berhenti berjalan dan hanya melihat satu sama lain


'Jack.. Dia kakaknya Vani?' Bisik Ray


'Bukan, aku belum pernah melihatnya' Bisik balik Jack


"Tidak baik berbisik didepan orang asing, siapa kalian?" Tanya Zuan


"Kami temannya Vani. Kami kesini mau jenguk dia" Jawab Ray


"Untuk sementara tidak perlu. Lebih baik kalian tidak mengganggu waktu istirahat Little Van" Ucap Zuan


"Kenapa?" Tanya Ray


"Dia masih di rawat sekarang, kalian bisa jenguk dia besok" Ucap Zuan


"Izinin kami lihat keadaannya dari jauh, kami cuma ingin memastikannya" ucap Ray


"Tidak bisa" Ucap Zuan. ia menutup pintu rumah Vani


"Tolong, Sebentar aja" Ucap Ray


"Dia masih di rawat di rumah sakit keluarganya, kalian kembalilah besok", "Masih banyak yang harus saya kerjakan, permisi" ucap Zuan. ia berjalan menuju mobilnya melewati Ray dan Jack. Setelah itu, ia masuk ke dalam mobil dan melajukannya kembali ke perusahaan DV

__ADS_1


Ray dan Jack masih berdiri di halaman depan rumah Vani, "Sekarang apa?" Tanya Jack


"Dia di rawat di rumah sakit keluarganya, pasti dia baik baik aja. Sebaiknya kita datang besok seperti apa yang orang tadi katakan" Ucap Ray


"Hum... Baiklah kalau itu keputusanmu" Ucap Jack menyetujui


"Udah sore, ayo pulang" Ajak Ray


"hmm.." Jawab Jack singkat. Mereka berdua kembali ke motor dan pergi dari rumah Vani


Di Sekolah,


Bel pulang sekolah sudah berbunyi. Agnes, Putri dan Awani segera mengemasi buku buku dan bawaan mereka lainnya


"Pulang pulang" Ucap Awani senang


"Kita harus jenguk Vani" Ucap Agnes


"Oh iya, Vani.. Sampe lupa. Padahal tadi pagi dia masih bareng kita, kok sekarang bisa ya masuk rumah sakit" Ucap Awani


"Mana kutahu, paling dia kebut kebutan lagi di jalan, gaada kapoknya" Ucap Agnes


"Dia terlalu bar bar" Ucap Awani


"awokawok, benar tuh" Ucap Agnes sambil tertawa kecil, "Udah selesai? Kuy jalan" Ajaknya


"Kuy" Jawab mereka berdua


Mereka bertiga melangkah keluar dari kelas dan berjalan menyelusuri lorong kelas menuju gerbang sekolah, "Kita cari Vani kemana?" Tanya Awani


"Mungkin di got" Jawab putri


"Njirrr... Di kira tikus got apa" Ucap Awani


"Kalian punya nomornya Kak Kim?" Tanya Putri


"Kamu juga punya woy" Jawab Agnes dengan ekspresi datar


"Ehehehee... Males buka handphone" Ucap Putri sambil tertawa kecil

__ADS_1


"Eh.. Tapi, Kak Kim kan di negara A. Mungkin dia belum tahu keadaan Vani", "Dia disana lagi ngurusin urusan penting, sebaiknya kita nggak ganggu" Ucap Agnes


"Hum.. Kalau gitu, siapa yang harus kita tanya?" Ucap Awani


"Tanya aku aja" Ucap Putri sambil tersenyum kecil


"Oke Put. Dimana Vani?" Tanya Awani


"Mana aku tahu b*go!! Dari tadi aku bareng kalian! T*lol!" Jawab Putri ngegas


"Wowowo.. gan, jangan ngegas gitu lah. Tenang tenang, Nanti aku kasih permen" Ucap Awani


"Oh ya, disini kan ada paman sama bibinya Vani. Kenapa kita nggak tanya mereka" Ucap Putri


"Percuma.. kayak nggak tahu mereka aja" Ucap Awani


"Wkwk, siapa tahu paman sama bibinya Vani udah tobat" Ucap Putri


"Tobat jidatmu" Ucap Awani sambil tertawa kecil


"Eh.. Kayaknya aku save nomornya Asistennya Kak Kim, dia yang ganti Kak Kim selama kak Kim pergi. Pasti dia tahu" Ucap Agnes


"Dia ganti Kak Kim? Maksudmu, Dia sekarang jadi kakaknya Vani?" Tanya Putri


"Nggak gitu juga mamank" Ucap Agnes


"Cepat telpon dia" Ucap Awani


"Okeoke" Jawab Agnes. ia mengambil handphone di sakunya dan menghubungi Zuan


"tutt"


'Hallo? Dengan Zuan, sekretaris perusahaan DV. Ada yang bisa saya bantu?' Ucap Zuan dari telepon. Saat itu ia sedang dalam perjalanan ke Perusahaan DV dengan Mobilnya


"Em.. Kak, ini temannya Vani, Agnes. Sekarang Vani dimana ya?" Tanya Agnes


"Oh Agnes temannya Little Van", "Little Van sedang dirawat dirumah sakit keluarganya. Sebaiknya kalian jenguk Little Van besok, biarkan hari ini dia beristi.." "Tut..tut.. Tut.." Agnes mengakhiri panggilannya


"Diputus? Dasar anak anak sekarang" Ucap Zuan heran

__ADS_1


"Kuy, dia di rumah sakit keluarganya" Ucap Agnes


"Gass ketemu Vani!" Ucap Putri


__ADS_2