Cewek Berandal SMA 2

Cewek Berandal SMA 2
CBS2_057


__ADS_3

Vani berjalan menuju pintu depan rumah orang tuanya, ("Rumah ini bakalan kosong ya. Tapi mereka berdua selalu sibuk di kantor, walau mereka pergi rumah ini tampak seperti biasanya") ("Lagi apa papa sama mama disana ya") batinnya sembari membuka pintu rumah itu "Cklekk.."


"Maaf Nona Vani" "Tapi Tuan Kim memerintahkan kami untuk tidak mengizinkan Nona Vani keluar dari rumah ini" Ucap Pelayan secara tiba tiba


("Hah? Sejak kapan?") batin Vani, "Aku cuma mau jalan jalan di halaman rumah"


"Baiklah.. Kalau hanya di halaman rumah" Ucap Pelayan


Vani keluar dan berjalan jalan di halaman rumahnya, ("Padahal tadinya aku ngerasa sedih banget, entah kenapa sekarang aku bahkan nggak ngerasa apa apa. Apa hatiku udah beku ya? Atau emang aku nggak punya perasaan") batinnya


"Apa yang lagi kamu pikirin?" Tanya seseorang dari arah belakangnya. Vani langsung menoleh ke asal suara, "Ray? Kenapa kamu bisa disini?" ucap Vani terkejut, "Oh, kita udah ketemu tadi siang"


"Gimana keadaanmu sekarang?" Tanya Ray


"Aku baik baik aja" Ucap Vani sambil tersenyum kecil


"Jangan bohong dengan senyuman jelek itu" Ucap Ray


"Senyumanku jelek? Okee.. aku nggak akan senyum lagi mulai sekarang" Ucap Vani


"Bukan begitu maksudku. Tapi.. Jangan pernah senyum di saat kamu sedih, menangis itu hal yang wajar" Ucap Ray


"Ray, menurutmu aku aneh?" Tanya Vani


"Kenapa?" Tanya balik Ray


"Orang tuaku baru aja meninggal, kesedihan baru aja menimpaku beberapa jam lalu. Tapi sekarang aku udah balik kayak biasa aja. aku anggap mereka berdua nggak pernah pergi, mereka cuma lagi sibuk aja dikantor. Apa aku aneh?" Jelas Vani sambil memandang ke langit yang gelap


"Aku nggak ngerasa begitu. Kamu sendiri lah yang memutuskan untuk sedih atau nggak. Lagian, nggak baik kalau terus terusan berduka atas seseorang" Ucap Ray


'Gitu ya' Ucap Vani lirih, "Oh ya, makasih udah selamatin aku lagi tadi siang"


"Nggak masalah, aku bisa lakuin itu berulang kali. Tapi semoga kedepannya nggak ada masalah" "Lain kali kamu harus berpikir sebelum bertindak" Ucap Ray


"Maaf" Ucap Vani, "Ray"


"hm?" Ucap Ray


"Kenapa kamu bisa di negara A? Apa kamu kesini cuma demi selamatin aku? brarti kamu tau dong kalau aku mau ketabrak" Ucap Vani

__ADS_1


"Ah.. Itu, aku kebetulan mau pergi ketemu sama orang yang buat tangan kiriku" Jawab Ray


"Apa ada masalah sama tangan kirimu?" Tanya Vani


"Oh, bukan apa apa. masalahnya udah beres"


"Malam ini kamu tidur dimana?" "eh? kenapa kamu kesini? ke rumah ini?" Tanya Vani


"Aku mau liat keadaanmu, tapi nggak di izinin masuk. jadi aku tunggu kamu disini" "Untuk urusan tidur, aku bisa tidur dimana aja saat terdesak hehe" Ucap Ray


"Dimana barang barangmu?" "Malam ini kamu bisa pakai kamar yang dulu" Ucap Vani


"Barang barang ku tertinggal saat aku kesini" Ucap Ray


"Di bandara ya?" "aku suruh seseorang buat ambil" Ucap Vani


"Eh bukan.. Barang barangku ketinggalan di rumah"


"Kamu kesini nggak bawa apa apa?" Tanya Vani


"Iya" Jawab Ray


"Gimana sii, untung aku di sini. Kalau nggak bisa kemana kamu" Ucap Vani


"Ayo masuk" Ajak Vani


"Iyaa" Ucap Ray. Mereka berdua masuk ke dalam rumah dan pergi ke kamar masing masing untuk beristirahat


Saat pagi hari menjelang, Vani terbangun dari tidurnya. ia segera pergi membersihkan diri. Setelah selesai, ia keluar dari kamarnya dan pergi menuju kamar Kim, "Khakim, aku masuk" Ucap Vani sembari membuka pintu kamar. Di dalam kamar, ia tidak melihat keberadaan Kim dimanapun ("Dimana?") ia keluar dari kamar Kim dan menghampiri Pelayan yang sedang membersihkan rumah, "Khakim dimana?" Tanya Vani. Saat itu pelayan segera menghentikan kegiatannya dan menghadap ke arah Vani


"Selamat Pagi nona Vani" "Tuan Kim sudah dari tadi pergi ke kantornya, ada hal penting yang harus diselesaikan" Ucap Pelayan


"Gitu ya" "lanjutkan pekerjaanmu" Ucap Vani


"Baik Non" Ucap pelayan. ia pergi melanjutkan pekerjaannya


("Khakim mirip mereka, disaat begini dia masih pentingin pekerjaannya") ("Kalau dia urus perusahaan disini juga, waktunya buatku jadi semakin berkurang") batin Vani murung, ("Mending pulang") ia berjalan menuju kamar Ray dan mengetuk pintu


"Tok tok"

__ADS_1


"Ray?" Panggil Vani dari luar pintu. Ray membukakan pintu


"Masuklah" Ucap Ray. Vani masuk ke dalam kamar Ray dan duduk di sofa kamar


"Kamu belum mandi?" Tanya Vani


"Udah dari tadi" Jawab Ray


"Kenapa bajumu belum ganti?" "Oh iya juga, kamu kan nggak bawa baju" Ucap Vani tersadar


"Nggak masalah, toh nggak ada pilihan lain" Ucap Ray


"Mau aku beliin baju?"


"Nggak perlu, ini aja. aku nggak bawa uang banyak kesini"


"Aku bayarin" Ucap Vani


"Nggak usah" Ucap Ray


'Hm... Nggak mau ya' Ucap Vani lirih, "Oh! ayo ikut aku"


"Kemana?" Tanya Ray


"Ikut aja" Ucap Vani. ia menarik tangan Ray dan mengajaknya pergi ke kamar Kim


"Ini.. Kamar Kakak kamu?" "Kenapa kita kesini?" Ucap Ray


Vani membuka lemari pakaian Kim, ("hehh.. di rumah ini pakaian Khakim cuma ada kemeja sama jas doang") ia mengambil satu set kemeja dan memberikannya pada Ray, "Pakai ini"


"Nggak perlu Van" "Lagian ini kamar kakakmu, dia bisa marah kalau aku pakai bajunya sembarangan" Ucap Ray


"Udah lah, aku yang bakal tanggung" "Itu ruang gantinya, disana pasti ada baju juga. kamu bisa pilih" Ucap Vani sambil mendorong Ray menuju ruang ganti. Saat itu Ray hanya bisa menurut dan memakai kemeja yang Vani berikan. Vani menunggu dengan duduk di kasur Kim


Beberapa saat kemudian, Ray keluar dari ruang ganti


"degg"


Vani yang melihatnya langsung berdiri dari duduknya, ("Keren juga Ray pakai kemeja") "Ray, kamu keliatan lebih keren pakai kemeja kantor itu"

__ADS_1


"Deg"


"Blushh" Wajah Ray merona, "Ah, seharusnya aku tetap pakai bajuku sendiri" Ucap Ray tersipu sembari mengalihkan pandangannya dari Vani


__ADS_2