
"Hum.. Aku masih penasaran" "Masa kamu kesini cuma buat liat aku sih" Ucap Vani penasaran. Saat itu, ekspresi Kaituo berubah menjadi lebih serius
"Kamu mau lihat orang tuamu?" Ucap Kaituo serius
"Wooo.. Yang bener? Kamu kesini mau jemput aku?" Ucap Vani senang
"Iya.. Tapi ada syaratnya" Ucap Kaituo
"Syarat? Apaan tiba tiba!" "Em.. Okeoke.. Apa?" Ucap Vani yang sedikit kesal
"Jangan lakuin hal berbahaya, jangan gegabah.. Oke?" Ucap Kaituo
"Cuma itu?" "Gampang banget" Ucap Vani sambil tersenyum senang
"Kamu yakin? Janji harus ditepati loh ya" Ucap Kaituo
"Siyap Kai" Ucap Vani sambil tersenyum
"Oke, aku pegang janjimu" "Ayo ke negara A" Ucap Kaituo
"Hm..." Jawab Vani senang. Mereka berdua berjalan keluar dari ruangan itu
Saat sedang berjalan menelusuri lorong menuju pintu keluar, Vani melihat seseorang yang sepertinya ia kenal. Vani yang menyadarinya langsung memanggil orang itu, "Woy, Ray!" Panggil Vani. Ray langsung menoleh ke arah Vani dan ia datang menghampirinya, "Ray, ngapain kesini? Mau jenguk orang yaa"
"Iya, kebetulan temanku di rawat disini. Jadi aku kesini buat jenguk" Ucap Ray. Saat itu ekspresi Vani berubah
("huh.. kirain mau jenguk aku") batin Vani yang sedikit kecewa, "Emang dia sakit apa?" Tanya Vani
"Habis kecelakaan, nggak tau keadaannya sekarang gimana" Jawab Ray
"Manusia?" Tanya Vani sambil tersenyum
"Iyaa" Jawab Ray
"Oh.. " "Kalau gitu.. aku sama Kai pergi dulu ya. Kamu cepetan gih jenguk temenmu" Ucap Vani sambil tersenyum
"Ahahahaaa..." "Kamu tadi cemburu ya" Ucap Ray sambil tertawa
"Cemburu paan?" Ucap Vani dengan ekspresi datar
"Temen yang aku bela belain buat jenguk pas jam kuliah siapa lagi emang?" Ucap Ray
__ADS_1
"Hehe, dari awal aku dah tau" "Lagian, nggak mungkin kamu punya temen" Ucap Vani sambil tertawa kecil
"Punggungmu udah baikan?" Ucap Ray
"Seperti yang kamu lihat, aku udah sembuh" "Btw makasih ya, kemarin malam kamu sama yang lain udah mau nungguin aku" Ucap Vani sambil tersenyum
"Nggak masalah" "Lain kali jangan gegabah, kalau bisa sifat gegabahnya buang aja jauh jauh" Ucap Ray
"Ray care amat sama aku" Ucap Vani terkejut
"Selama ini.. semua yang ku lakuin.. apa emang?" Tanya Ray
"Ngapain emang?" Tanya Vani
"Nggak masalah kalau kamu nggak inget" Ucap Ray
"Vani, Kita harus pergi" Ajak Kaituo
"Eh.. Iya, lupa ada kai" "Oh ya, kalian berdua belum sempat kenalan di negara A dulu" "Sekarang aku kenalin deh" Ucap Vani, "Eh.. Kalian udah gede kan? Kenalan sendiri bisalah"
"Dia orang yang tidur sama kamu kan?" Tanya Ray
"Hum.. Iya.. panggil aja Kai" Jawab Vani
"Masalah lah!" "Kau udah bukan anak kecil lagi" Ucap Ray, "Vani.. Kamu jangan mau tidur berdua sama dia"
"Apa hakmu larang larang?" Tanya Kaituo
"Sebagai temannya Vani, aku nggak bakal ngebiarin Vani terancam" "Siapa yang tau kalau kamu macam macam ke dia" Ucap Ray
"Heh?" "Emang Kai macam macam apa?" Ucap Vani bingung
"Jangan tanya!" "Intinya.. Kamu nggak boleh tidur berdua sama dia" Ucap Ray
"Nggak bisa! Aku udah tidur berkali kali sama Vani, kebiasaan yang nggak akan pernah berubah!" "Kamu.. Cuma orang asing yang baru Vani kenal beberapa saat, main atur atur sembarangan. Apa hakmu hah?" Ucap Kaituo kesal
"Stopp woy!" Ucap Vani ngegas. Kaituo dan Ray berhenti berdebat, "Ya ampun.. tidur aja dimasalahin segitunya, dasar bocah" "Kapan kapan kita tidur bertiga deh, biar impas. Atau Ray, kamu coba tidur sama Kai, dia nggak bakal macam macam kok"
"Hah? Najis!?" Tolak mereka berdua
"Cuma masalah tidur juga" "Ray, kamu balik kuliah aja sana, jangan dikit dikit bolos" Ucap Vani
__ADS_1
"Kamu mau kemana?" Tanya Ray
"Mau jenguk papa sama mama di negara A" Jawab Vani sambil tersenyum
"Tapi.. Bukannya di berita di kab.." Saat itu Kaituo dengan cepat menepuk pundak Ray, 'diam' bisik Kaituo, Ray berhenti bicara dan mengangguk mengerti
"Kamu bisikin Ray apa Kai?" Tanya Vani penasaran
"Mau coba saranmu soal tidur berdua" Ucap Kaituo sambil tersenyum
"Hah?!" Ucap Ray terkejut
"Serius apaan?" Tanya Vani
"Rahasiaa"
"Tcih.. Pelit" Ucap Vani sambil memalingkan wajahnya. Kaituo berjalan pergi meninggalkan Vani dan Ray, "Aku tinggal nih ya" Ucap Kaituo tanpa menoleh
"Eh.. Kai! Main tinggal aja" "Udah dulu Ray, bye bye" Ucap Vani sambil tersenyum. ia berbalik dan berlari mengejar Kaituo
("Aku mencemaskannya") batin Ray cemas
Kaituo dan Vani masuk ke dalam mobil. Saat Kaituo hendak melajukan mobilnya, Vani memperhatikannya tanpa berkedip sedikit pun. Kaituo menoleh ke arah Vani, "Kenapa tatap aku begitu? Aku ganteng ya?" Tanya Kaituo
"Kai.. Sejak kapan kamu bisa nyetir mobil?" "Aku nggak percaya kamu bisa nyetir, jadi ragu. Gantian sini, aku aja yang nyetir" Ucap Vani
"Kamu yang nyetir kita nggak bakal sampai ke negara A" "Kamu juga ngapain nyetir mobil? Punya sim juga belum!" Ucap Kaituo
"Emang kamu punya sim?" Tanya Vani
"Hey.. Aku udah tujuh belas tahun" Ucap Kaituo
"Tahun depan aku juga tujuh belas tahun.. Bisa buat sim" Ucap Vani sombong
"Iya deh iya, terserah kamu" Ucap Kaituo mengalah
"Dasar pecundang" Ucap Vani lirih
"Apaan tiba tiba?" Tanya Kaituo
"Eh.. Ayo jalan" "Jangan buat papa sama mama nunggu aku" Ucap Vani
__ADS_1
"Hm" Jawab Kaituo. Kaituo pun melajukan mobil ke bandara. Beberapa saat kemudian, mereka sampai di bandara. Mereka berdua turun dari mobil dan masuk kedalam bandara. Setelah itu mereka masuk ke pesawat dan pesawat itu terbang menuju kota A