Cewek Berandal SMA 2

Cewek Berandal SMA 2
CBS2_038


__ADS_3

Setengah jam berlalu, kedua suster kembar yang telah selesai merawat Vani keluar dari ruangan, "Sus, bagaimana keadaannya" Tanya Ray sambil berdiri dari duduknya


"Luka sobek di punggung sebelah kanannya sudah di jahit. Tangan kanannya retak dan sudah di pasangi gips. Transfusi darahnya juga lancar. Sekarang biarkan dia beristirahat sebentar untuk memulihkan staminanya" jelas suster [adik]


"Iya... Jangan di bangunin" sambung suster [kakak]


"Baik sus, terimakasih" Ucap Ray


"Oh ya, tolong salah satu dari kalian urus administrasi di bawah" Ucap suster [kakak]


"Baik, akan saya urus" Ucap Ray


"Kalau begitu kami permisi" Ucap suster [adik]. Kedua suster itu pergi untuk melanjutkan perkerjaan lainnya


"Jack, tolong jaga Vani" Ucap Ray


"Kemana?" Tanya Jack


"Ke bawah ngurus administrasi"


"Tumben mau.. Dulu pas Vani di rumah sakit, kau nggak mau bayarin dia. kenapa sekarang berubah?" Tanya Jack


"Dulu.. Aku nggak punya uang" Ucap Ray

__ADS_1


"Oke Ray, lakukan yang terbaik. Sana pergi" Ucap Jack. Ray pergi untuk mengurus administrasi, Sementara Jack masuk ke dalam ruangan Vani dan duduk di kursi sampingnya


"Dasar b*doh, kena masalah mulu. Lihatkan? Kamu sendiri yang kena akibatnya" Ucap Jack, "Huh... Jadi nggak bisa mabar kan" sambungnya kecewa. ia berdiri dari duduknya dan berjalan menuju sofa. ia melepas jaketnya dan menaruhnya beserta kunci motornya di atas meja. ia berbaring di sofa itu


"Tidur bentar, nggak ada kerjaan" Ucap Jack. ia memejamkan mata dan tertidur


Di sisi lain Ray sedang mengurus administrasi perawatan Vani di kasir bawah, "Permisi sus. Tolong administrasi pasien atas nama Vani"


"Baik, tunggu sebentar ya.." Ucap Suster


.......


.......


.......


("Empat juta?!") batin Ray terkejut, "Empat juta ya sus, kalau segitu saya nggak bawa uangnya. Bisa dikurangin nggak?" Ucapnya sambil tersenyum kecil


"Nggak bisa kakak. Ini bukan pasar tradisional yang bisa tawar menawar" Ucap suster sambil tersenyum


"Kalau gitu saya pulang sebentar buat ambil uangnya" Ucap Ray


"Baik, hati hati di jalan" Ucap suster ramah. Ray pergi pulang untuk mengambil uang

__ADS_1


Setengah jam berlalu, Vani tiba tiba tersadar. ia merasa asing ketika melihat tempatnya terbangun. kepalanya terasa pusing dan nyeri, ("Akh.. pusingnyaa"), ("Kenapa aku di rumah sakit") batin Vani bingung, ("Aku kecelakaan lagi ya") "akhh.." ia mencoba bangkit dari tidurnya


"Nyutt.. nyutt.." ("Akh.. Sakitnya. Kenapa seluruh tubuhku rasanya nyeri. apalagi punggung kananku") batin Vani kesakitan. Di tengah ia merasakan sakit, ia teringat sesuatu "Mama!!" Ucapnya teringat, ("Hampir aja aku lupa, aku akan pergi sekarang") ia memaksakan diri turun dari atas ranjang pasien. ketika melihat ke arah sofa, ia melihat Jack yang sedang tertidur pulas


("Jack yang tolongin aku ya"), "Terimakasih Jack" Ucapnya lirih sambil tersenyum kecil. ia berjalan perlahan mendekati pintu. Tanpa sengaja, ia melihat kunci motor Jack yang terletak di atas meja. ia langsung berinisiatif menghampiri meja itu, ("Pinjam bentar")


Saat hendak mengambil kunci motor milik Jack, ia mengurungkan niatnya, ("Tangan kananku susah digerakin. Nggak mungkin naik motor, Sebaiknya aku cari taxi" ) ia kembali berjalan keluar melewati pintu ruangan itu. ia berjalan perlahan sembari menahan rasa sakit menyelusuri lorong demi lorong rumah sakit. Hingga akhirnya ia tiba di pintu keluar rumah sakit


ia berjalan menuju trotoar dan menunggu taxi. Selang beberapa menit, taxi berhenti di hadapannya. ia langsung membuka pintu dan masuk ke dalam taxi


"Mau kemana?" Tanya supir taxi


"Perusahaan DV pak, cepetan" Ucap Vani dengan wajah pucat, ("Akh.. Sumpah.. Sakit banget..")


"Kamu nggak apa apa nak? Apa perlu saya bawa ke rumah sakit? Kelihatannya kamu kesakitan" Tanya supir taxi


"Ahahaha.. Siapa yang kesakitan. Lagian barusan aku keluar dari rumah sakit. Ngapain kesana lagi" Ucap Vani sambil tertawa kecil


"Tapi.. Punggungmu banyak ngeluarin darah" Ucap supir taxi


("Hah? Darah?") batin Vani terkejut. ia memeriksa bajunya, "Oh ini.. Bukan darah. Ini cuma motif baju baru. Kayak darah real ya? haha emang, fashion sekarang itu bagus bagus"


"Oh.. Baguslah kalau begitu" Ucap supir taxi lega

__ADS_1


__ADS_2