Cewek Berandal SMA 2

Cewek Berandal SMA 2
CBS2_111


__ADS_3

"Oy.. Kalian!! Gabung sini! kenapa mencar sampai situ?" Seru Citra. Mereka berempat menoleh ke arahnya


"Iya iyaa" Seru balik Vani, "Kuy kesana, ntar mereka curiga" Sambungnya


"Okeoke" Jawab Agnes. Mereka berempat berjalan kembali menuju ke tempat yang lainnya berkumpul


"Dasar tukang gosip" Ucap Seseorang dari belakang mereka. Mereka berempat menghentikan langkah dan langsung berbalik. Mereka merasa terkejut dengan apa yang sedang mereka lihat saat itu


"Kaituo?!!" Ucap Agnes terkejut


"Kebiasaan.. Kalian kalau kumpul gosipin orang ya" Ucap Kaituo dengan senyum kecil di wajahnya. Mereka berempat hanya terdiam dalam keterkejutannya


("Kenapa dia bisa ada disini?!") Batin Vani terkejut


"Kenapa? Kaget lihat aku disini?" Tanya Kaituo, "Vani.. Kamu kira kamu bisa lolos dari pengawasanku?" Sambungnya


"Kenapa kamu ngikutin aku?!" Tanya Vani


"Siapa yang ngikutin kamu? Apa salahnya aku main di kapal orang tuaku?" Tanya balik Kaituo


"Ha??" Tanya Vani bingung


"Benar Little Van" Seru seseorang dari belakang Vani. Orang itu berjalan menghampiri mereka dan bergabung


"Maaf Little Van, Saya lupa memberitahukannya pada Little Van. Sebelumnya menurut konfirmasi dari Kakak saya, Kapal Pesiar milik keluarga Osamu sedang tidak bisa di gunakan. Oleh karena itu, Tuan Kaituo menawarkan diri meminjamkan kapal pesiar milik keluarganya untuk menggantikannya" Jelas Zuo sopan


"Kenapa nggak bilang dari awal?! Tau gitu nggak masalah pakai kapal yang lebih kecil!!" Ucap Vani


"Bukan salahnya, aku yang minta buat rahasiain ini dari kamu" Ucap Kaituo


"Tcih.. Terserah" Ucap Vani kesal, "Aku mau tidur" Sambungnya. Ia berbalik dan berjalan pergi dari tempat itu. Namun ia tidak langsung kembali ke kabin kamar untuk beristirahat, ia memilih untuk menenangkan diri di deck atas kapal


Kaituo terlihat kecewa dengan respon Vani, "Kalian lihat? sekarang.. BISA KALIAN JELASKAN APA YANG TERJADI SEBENARNYA?!!" Ucap Kaituo penuh emosi


"Sayang jangan begitu" Ucap Nova yang berdiri di belakang Kaituo

__ADS_1


"Njjir.. Kamu kesini bawa pacar juga?" Ucap Agnes terkejut


"Jangan alihin topik!! Jelasin ke aku sekarang juga!! Vani Kenapa?!" Ucap Kaituo kesal


"Hmm.. Disini terlalu ramai, Ikuti aku" Ucap Agnes Kalem. Ia berjalan pergi dari tempat itu


"Sayang tunggu disini dulu ya" Ucap Kaituo sambil menoleh ke arah Nova, "Iya sayang.. Jangan lama lama yaa" Ucap Nova. Kaituo pergi menyusul Agnes


Agnes dan Kaituo berjalan sampai ke deck belakang kapal. Di sana hanya ada mereka berdua, "Jelasin semuanya" Ucap Kaituo serius


"Hahhhh.. Dasar payah" Ucap Agnes sambil menghela nafasnya


"Apa maksudmu?" Tanya Kaituo


"Sebenarnya.. Aku nggak mau ikut campur ke urusan kalian berdua. Tapi sekarang udah begini, ya udahlah" Ucap Agnes kalem


"Buruan jelasin!" Ucap Kaituo


"Yayayaa.. Sabar napa" Ucap Agnes


"Agness!!" Seru Kaituo


"Apa maksudmu?" Tanya Kaituo terkejut


"Ya elah, pake sok sok an ga ngerti lagi" Ucap Agnes


"Sejak kapan?" Tanya Kaituo


"Mana aku tahu, tanya aja ke orangnya langsung" Ucap Agnes cuek, "Sana susul.. Ku gabung sama yang lain" Sambungnya. Ia pergi meninggalkan Kaituo kembali ke deck depan. Kaituo hanya berdiri terdiam di tempatnya sembari mengingat apa yang baru saja ia dengarkan dari mulut Agnes. Ia merasa gagal sebagai seorang sahabat yang selalu melindungi sahabat dari kecilnya. Ia merasa sudah memahami semua tentang Vani, namun tidak, Ia bahkan tidak menyadari perasaan Vani saat itu sama sekali. Tanpa pikir panjang, ia berlari menuju kamar di kabin kapal untuk menemui Vani. Namun di kabin Kamar tempat Vani, ia tidak melihat keberadaannya di sana. Ia segera berlari ke ruang CCTV di kabin lainnya


Di dalam ruang CCTV, ia meminta pengawas monitor CCTV untuk mencari keberadaan Vani. Beberapa saat mengecek, Kaituo mengetahui keberadaan Vani saat itu. Ia segera pergi dari kabin dan menaiki lift hingga deck atas


Di deck depan, Ray melihat Agnes yang baru saja kembali ke tempat itu. Ia menghampirinya dan mengajaknya berbicara, "Di mana Vani? Apa yang terjadi?" Tanya Ray


"Hmm.. Jangan ikut campur, itu urusan dia dengan Kaituo" Jawab Agnes cuek

__ADS_1


"Aku udah tau tentang itu, dia pasti sedang menangis sekarang, dimana mereka?" Tanya Ray khawatir


"Heh?? Tau darimana? seorang Vani nangis?" Tanya balik Agnes terkejut


"Dia yang bilang langsung ke aku" Jawab Ray, "Dimana dia?" Sambungnya


"Hmmm... Ke ruang CCTV aja, di kabin bawah" Ucap Agnes


"Dia di kabin paling atas deket kolam renang" Saut Jack yang sedang duduk santai dan asik dengan handphonenya. Agnes dan Ray menoleh ke arahnya


"Tau darimana?" Tanya Agnes penasaran. Jack menunjukan layar handphonenya dan menatap Agnes. Di layar handphone Jack, terlihat Vani sedang duduk menyendiri di pinggiran kolam berenang, "Oke.. Thanks Jack" Ucap Ray percaya. Ia langsung berlari meninggalkan tempat itu menuju kabin teratas menggunakan lift


"Kamu bisa retas CCTV?! cuma pake handphone?!" Tanya Agnes. Jack membalasnya dengan senyuman di wajahnya, "Mau ku ajari?" Tawar Jack


"Waahh.. Beneran?!" Ucap Agnes mengharap. Ia menghampiri Jack dan duduk di sampingnya. Ia duduk tepat di samping Jack, lengan baju mereka saling berdempetan tanpa celah sedikit pun. Agnes merasa berambisi ingin segera menguasai cara meretas CCTV. Namun saat itu, Jack merasa tidak fokus karena kedekatannya dengan Agnes. Bukannya mengajari Agnes cara meretas, ia sibuk memikirkan perasaan dan jantungnya yang terus menggebu gebu


"Deg.. Deg.. Deg.."


"Jadi gimana gimana?" Tanya Agnes bersemangat. Namun ia tidak mendengar respon apapun dari Jack, ia menoleh ke arahnya. Dengan wajah yang cukup dekat, mereka bertatapan satu sama lain


"Degg.."


Hal itu membuat Agnes merasakan suatu perasaan yang tidak terasa asing baginya. Saat bertatapan, wajah mereka berdua memerah merona karena malu. Dengan cepat Agnes membuat jarak dari Jack dan mengalihkan pandangannya


"Ahahahaa.. Lain kali aja Jack. Kayaknya Vani juga bisa, aku minta dia ajarin aku. Oh ya.. Aku gabung sama temen temenku dulu ya.. Bye" Ucap Agnes tanpa menoleh ke arah Jack. Ia segera bangkit dari duduknya dan pergi menghampiri Awani dan Putri. Jack hanya tersenyum melihatnya berjalan menjauh darinya


("Sepertinya aku benar benar suka dia. Tadi deket banget, pas lagi tanya matanya berbinar binar, sangat cantik") Batin Jack senang. Ia mulai hanyut dalam lamunannya


"Bug.."


Seseorang menepuk pundak Jack. Seketika lamunan Jack memudar dan hilang dari ingatannya. Ia menoleh ke arah orang itu, "ah.. ganggu, kenapa?" Ucap Jack kesal


"Kau yang kenapa? Senyam senyum sendirian kayak orang b*go gitu" Ucap Jorhan


"Siapa yang senyum? Salah liat kau" Ucap Jack Cuek

__ADS_1


"Halah.. Ngaku aja. Aku liat semuanya, tadi ada cewek yang samperin kau kan? Pasti dia nih" Goda Jorhan


"Bukan urusanmu" Ucap Jack Cuek. Ia bangkit dari duduknya dan pergi meninggalkan Jorhan, "Yah.. Di tinggal" Ucap Jorhan


__ADS_2