Cewek Berandal SMA 2

Cewek Berandal SMA 2
CBS2_025


__ADS_3

Saat mereka sampai di lapangan upacara, mereka langsung berbaris di tempat yang biasa ditempati murid yang tidak menggunakan seragam lengkap. Salah satu guru yang melihatnya merasa bingung dengan tindakan mereka, "Kenapa kalian bertiga baris disitu?" Tanya salah satu guru


"Topi kita hilang pak" Jawab Awani


"Kan belum di suruh baris disitu" Ucap Salah satu guru


"Lah? jadi kita balik ke barisan kelas dulu? Abis itu nunggu di suruh ya?" Tanya Putri


"Iya, sana balik" Ucap guru itu


"Oke pak" Ucap Agnes. Mereka berempat berjalan menuju barisan kelas mereka. Saat sedang berjalan, mereka berhenti karena mendengar pengumuman dari guru lain, "Untuk anak anak yang tidak menggunakan seragam dengan lengkap, harap berbaris di barisan yang terpisah" Pengumuman guru


"Yee, anjirr. Ngapain kita balik" Ucap Vani


"sia sia aku jalan, langkah kakiku yang berharga terbuang percuma" keluh Awani. Mereka berempat berbalik dan berjalan kembali menuju barisan yang mereka tepati sebelumnya. Saat berdiri di barisan itu, mereka berempat menatap tajam ke arah guru yang berbicara dengan mereka tadi


"Hehe, mana bapak tahu" Ucap Guru itu sambil tersenyum


"Huh!" Ucap Putri. mereka berempat mengikuti upacara bendera sampai upacara itu berakhir


Saat upacara berakhir, murid murid lain dan para guru pergi kembali ke kelas masing masing. Sementara itu, murid yang tidak menggunakan seragam lengkap di bimbing salah satu guru


'Yes, ini saatnya' Bisik Vani senang


'Iya, ini yang paling dinanti' Bisik Putri


"Awokawok" Ucap Agnes senang


"Kalian ini, kenapa susah sekali di suruh pakai seragam lengkap" Ucap guru pembimbing


"Kan hilang pak" Saut Vani


"Diam! Lagi bapak bilangin juga" Ucap guru pembimbing. saat itu ia mendapatkan sebuah panggilan telepon, "Drrrtttt.... drrttt....", "Bentar ya, kalian semua" Ucap guru pembimbing. Guru itu membuat jarak untuk menjawabnya


'Dia ngomongin apa sih? Kenapa senyum senyum begitu' Bisik Vani lirih


'mungkin sudah geser' Bisik Agnes


'Mungkin gara gara sering ngomel, otaknya geser' Bisik Vani

__ADS_1


'Cepet tua tuh orang' Bisik Agnes


'Eh eh.. Dia balik' Bisik Vani. Mereka berdua kembali diam saat guru pembimbing selesai menelepon dan kembali menghampiri mereka


"Ehem.. Anak anak, kalian semua sangat beruntung. bapak ada kepentingan yang nggak bisa di tunda, jadi kalian bisa mengikuti pelajaran seperti biasanya" Ucap guru pembimbing. mereka berempat terkejut hebat


"Yess.. Mantap" seru senang murid lain


("What.. the.. Freak!") batin Vani, "Lah, kenapa pak! Kita kan salah, kenapa nggak dihukum sekarang aja" Ucap Vani


"bapak lagi ada kepentingan" Ucap guru pembimbing


"Yaahhhh..." Ucap Agnes kecewa


"sia sia dong" sambung Putri kecewa


"Apanya yang sia sia?" Tanya guru pembimbing


"eh?" Putri terkejut


"Itu pak! Sia sia murid lain yang pakai seragam lengkap. Padahal yang nggak lengkap nggak di hukum juga" Saut Vani


"Siapa bilang kalian bebas hukuman? Bapak cuma undur waktu hukumannya" Ucap guru pembimbing


"Yes! Masih ada harapan" Bisik Agnes


"Hm.. Kalau bukan jam pelajaran pertama dan kedua, berarti ketiga dan keempat ya?" Tanya Vani


"Bukan, nanti kalian kumpul lagi di sini setelah pulang sekolah" Ucap guru pembimbing


"Apa!! Pulang sekolah? Yang bener aja pak!" Ucap Agnes terkejut


"Slow respon gan" Ucap Vani


"Hehe, refleks" Ucap Agnes sambil tertawa kecil


"Pak! Kalau pulang sekolah, kita nggak bisa pak! Itu waktu yang paling berharga, mana mungkin kita relakan buat terima hukuman" Ucap Putri menolak


"Tetap saja kalian harus melakukannya, yang nggak datang sehabis pulang sekolah, akan bapak gandakan hukumannya untuk besok pas pulang sekolah lagi" Ucap guru pembimbing

__ADS_1


"Kalau besok juga nggak datang? Gimana?" Tanya Agnes


"Bapak gandakan lagi" Ucap guru pembimbing sambil tersenyum


"Ye.. Bapak ini Dimas Kinjeng apa, tukang gandain hukuman" Ucap Vani dengan ekspresi datar


"Ahahahaha.. Bisa aja kamu" Ucap guru pembimbing sambil tertawa kecil, "Oh, kalau gitu jangan lupa datang ya. Bapak pergi sekarang, Selamat belajar kalian semua" sambungnya. ia pergi meninggalkan lapangan. anak anak lain bubar dari barisan itu, tapi mereka berempat tetap berdiri di barisan mereka


"Akhh... Gagal udah!" Ucap Vani kesal


"Rencana siapa nih? Gagal" Ucap Putri


"Njerr, jangan salahin aku lah!" Ucap Vani


"Trus siapa yang salah?" Tanya Putri


"Salahin aja guru itu"


"Akh... Bikin kesel aja" Ucap Awani


Saat itu Vani berjalan mendahului mereka, "Woy! Mau sampai kapan kalian mau ngeluh disitu? mending kita pikirin cara lain" ucapnya tanpa menoleh


"Sejak kapan?" Ucap Putri terkejut saat melihat Vani sudah tidak ada di barisan


"Tunggu njerr" Ucap Awani. Mereka bertiga segera menyusul Vani


"Anjirr, main pergi aja" Ucap Putri


"Hehe, aku punya rencana" Ucap Vani sambil tersenyum


"Apa?" Tanya Agnes penasaran


"Kita tetap bisa bolos, kan tinggal bolos aja" Ucap Vani


"Iya juga. Ngapain juga kita cari cara buat bolos segala" Ucap Agnes


" T*lol amat kita" Ucap Putri


"Kuy lah ke kantin" Ajak Vani

__ADS_1


"Yokay" Ucap Agnes menyetujui. Mereka berempat membolos pelajaran Sejarah hanya untuk pergi ke kantin sekolah


__ADS_2