
Setelah meminum sedikit, Agnes meletakkan gelas itu di atas meja makan. Saat itu, Kaituo datang menghampirinya. Ia menarik kursi makan dan duduk di sana. Ia mengambil gelas yang berisi susu di depan Agnes dan meminumnya sampai habis. Ia meletakkan gelas itu kembali
"Hmm.. Enak? Minum minuman orang" Ucap Agnes dengan ekspresi datar
"Hah? Yang bener aja!" Ucap Kaituo terkejut. Ia menoleh ke arah bibi yang sedang memasak di dapur. Saat itu bibi menyadarinya, "Oh iya, minuman tuan Kaituo" Ucap bibi teringat. Ia meninggalkan pekerjaan sebelumnya dan mengambil gelas minum. Ia mengambil botol susu di kulkas dan menuangkannya ke gelas itu. Setelah itu, ia membawa gelas itu ke meja makan dan meletakkannya di atas meja
"Maaf tuan Kaituo, saya lupa" Ucap bibi sopan. Ia berbalik dan kembali meneruskan memasaknya
"Heh? " Ucap Kaituo bingung. Agnes mengambil gelas yang berisi susu di depannya dan meneguknya sampai habis. Setelah itu ia meletakkannya kembali dan ia bangkit dari duduknya
"Bye" Ucap Agnes. Ia pergi meninggalkan Kaituo dan kembali ke kamar Vani
"Minumanku!!" Seru Kaituo
"Ambil lagi masih banyak!" Seru balik Agnes sambil berjalan menaiki anak tangga
Di dalam Kamar Vani, Agnes duduk di depan komputer dan menyalakannya untuk memainkan game. Beberapa saat kemudian, Vani keluar dari kamar mandi dan hanya menggunakan jubah mandi. Ia datang menghampiri Agnes yang sedang memainkan game, "Woy!" Sapa Vani mengagetkan. Agnes menoleh ke arah Vani sejenak dan ia kembali fokus pada gamenya, "Apaan?" Tanya Agnes cuek
"Kamu main battle royale pake akunku?" Tanya Vani
"Iya.. males login aku" Jawab Agnes
"Awas aja sampe nggak kill" Ancam Vani
"Iya iyaa.. Santuy, skill ku dah nambah ko. Dah.. Kamu ganti baju dulu sana" Ucap Agnes
"Hmm... " Gumam Vani. Ia pergi meninggalkan Agnes dan masuk ke dalam ruang ganti untuk menggunakan pakaian. Setelah selesai, ia keluar dan langsung kembali menghampiri Agnes, "Kill berapa!" Tanya Vani tiba tiba
"Belum nemu musuh aku tu" Jawab Agnes
"Yang bener aja, setengah jam kesana-kemari belum nemu musuh satu pun" Ucap Vani heran
"Iyaaa.. yang idup masih tiga orang tuh. Jan ganggu dulu.. Ku mau fokus Van" Ucap Agnes. Vani diam dan memperhatikan permainan Agnes
Beberapa saat kemudian..
"Nahloh, ku bilang juga apa? Lawan seratus orang pun, aku yang menang" Ucap Agnes bangga
"Njirr menang.. Ko bisa Nes, kamu cheat ya? S*alan nggak kill bisa menang gitu" Ucap Vani heran
__ADS_1
"Yang penting menang kan?" Tanya Agnes bangga
"Yee.. Tetap aja nggak kill G*blok banget musuhnya. Udah tau playzone nya sakit, masih keluyuran di luar playzone" Ucap Vani
"Main tuh jangan cuma cari kill, tapi skill di pakai. Tanpa kill pun bisa kan menang" Ucap Agnes bangga
"Iya dah, terserah. Udahan mainnya, katanya mau bicarain sesuatu" Ucap Vani
"Iya iya. Kita ngobrol di sofa" Ucap Agnes. Ia mematikan komputer di depannya dan pergi duduk di sofa
"Ku ambil minum sama cemilan di bawah, kamu ngobrol sendiri dulu" Ucap Vani sambil berjalan menuju pintu kamarnya
"Ya kali ngobrol sendiri. Eh.. Handphonemu mana?" Tanya Agnes. Vani berhenti berjalan dan menoleh ke arah Agnes
"Tu.. atas meja" Jawab Vani sambil menunjuk ke meja di samping kasurnya
"Ku pakai buat telpon Putri ya" Ucap Agnes sambil berdiri dari duduknya. Ia berjalan menuju meja di samping kasur Vani
"Pake aja, emang handphonemu kemana?" Tanya Vani
"Nanti ku ceritain. Btw.. Sidik jariku masih ada kan?" Tanya Agnes lagi
"ahahahahaa.. Canda Van" Ucap Agnes sambil tertawa
"Ku turun dulu" Ucap Vani. Ia membuka pintu kamarnya dan keluar. Saat itu ia merasa terkejut melihat Kaituo yang sedang berdiri di depan pintu kamarnya, "Uwaa.. Kai!" Ucap Vani terkejut. Ia segera keluar dan menutup pintu kamarnya, "Kenapa kamu berdiri di depan kamarku?" Sambungnya
"Cek keadaanmu, plester demamnya kamu copot? Udah nggak panas, pusing?" Tanya Kaituo
"Dah sembuh aku" Jawab Vani
"Coba sini ku cek" Ucap Kaituo. Ia memegang kening Vani untuk mengecek panas. Vani merasa terkejut dengan apa yang Kaituo lakukan. Jantungnya berdetak lebih kencang dan badannya seketika menjadi panas
"Deg.. Deg.. Deg.."
"Eh.. Kai.. " Ucap Vani sambil menepis halus tangan Kaituo
"Eh? Kenapa?" Tanya Kaituo
"Kamu baru pulang?" Tanya balik Vani
__ADS_1
"Dari tadi... Orang aku pulang sama Agnes juga" jawab Kaituo
"Ahahahaa.. Gitu ya" ucap Vani dengan tawa canggung
"Van.. Kamu nggak papa? Kok sifatmu berubah gini? Salah minum obat?" Tanya Kaituo
("Sialan, jantungku kenceng banget detaknya") batin Vani resah, "Ahahahahaa.. Aku udah sembuh beneran, nggak papa kok. Aku.. Ke kamar dulu yaa" Ucap Vani canggung. Ia membuka pintu kamarnya dan kembali masuk ke dalam. Setelah itu, ia menutup pintu kamar dan langsung menyandarkan tubuhnya di pintu kamarnya, "Hahhhhhh.. S*alan" Ucap Vani sambil menghela nafasnya, ("Canggung banget ketemu kai, detak jantungku sampai gini. Apa gini ya rasanya jatuh cinta?") sambung batinnya. Agnes merasa heran karena Vani kembali ke kamar begitu cepat dan tidak membawa apapun di tangannya, Agnes menanyakannya pada Vani
"Heh? Cepet banget baliknya. Mana cemilannya?" Tanya Agnes. Vani menoleh ke arah Agnes yang sedang duduk di pinggiran kasurnya
"Eh.. Iya lupa. Aku kan mau ke bawah" Ucap Vani teringat. Ia membuka pintu kamarnya dan keluar
"brakkk"
Saat itu, Kaituo yang sedang berjalan menuruni anak tangga mendengar suara pintu Kamar Vani, ia menoleh dan melihat keberadaan Vani
"Kenapa keluar lagi?" Tanya Kaituo
("S*alan lagi.. Kenapa belum pergi") batin Vani, "Ah itu.. Aku mau ambil makanan di dapur" Jawab Vani
"Kamu masuk kamar lagi gih, biar aku yang bawain" Ucap Kaituo
"Beneran?" Tanya Vani
"Iyaa.." Jawab Kaituo dengan senyum manisnya
"Degg.. "
Vani langsung mengalihkan pandangannya dari Kaituo, ("Akh.. Kenapa dia senyum segala") batin Vani tegang
"Minumnya empat gelas Kai.. Soalnya ada Awani sama Putri juga. Sama cemilannya yang banyak" Ucap Vani tanpa menoleh ke arah Kaituo
"Lawan bicaramu di mana sih? Aku di bawah sini.. Kok kamu ngomong sama tembok" Ucap Kaituo heran. Vani menoleh ke arah Kaituo dan menatapnya dengan datar
"Oh iya maaf. kirain yang barusan ngomong tembok" Ucap Vani dengan ekspresi datar
"Ahahahaa.. Aneh banget kamu hari ini" Ucap Kaituo
"Ga tau dah, ambilin loh.. aku masuk kamar" Ucap Vani. Ia membuka pintu kamarnya dan masuk ke dalam
__ADS_1
"Heh? Kenapa tu anak? Dasar aneh" Ucap Kaituo sambil menggeleng gelengkan kepalanya. Ia meneruskan menuruni anak tangga dan pergi mendatangi bibi di dapur