Cewek Berandal SMA 2

Cewek Berandal SMA 2
CBS2_036


__ADS_3

"Apa yang sedang kalian berdua lakukan di tempat ini" tanya polisi


"Maaf pak, kami hanya ingin memastikan korbannya. Siapa tahu belum di tolong" Jawab Jack


"Saya salut lihat tindakan kalian. Jaman sekarang kebanyakan orang banyak yang sepelekan hal hal begini dan bilang kalau ini bukan urusan mereka. Mereka langsung melintas tanpa ada beban" Ucap polisi


"Ahahhaa.. Bapak bisa aja" "Oh ya, kalau boleh tahu. Ciri ciri korbannya bagaimana?" Tanya jack


"Menurut info yang saya dapatkan. Korbannya Siswi SMA" Jawab polisi itu


"Deg!!" "Vani pak?" Tanya Ray cemas


"Kalau itu saya nggak tahu. Saya belum lihat korbannya secara langsung" Ucap Polisi itu


"Sekarang, dimana korbannya? Apa dia sudah mendapatkan perawatan yang benar?" Tanya Ray cemas


"Dia sudah di larikan ke rumah sakit dekat sini", "Apa kalian mengenal korbannya?" Tanya polisi


"Kemungkinan besar teman kami!" Ucap Ray


"Kalau begitu coba kalian langsung cek saja ke rumah sakit" Ucap Polisi


"Baik pak! Kami pamit pergi!", "Ayo Jack" Ucap Ray


Ray dan Jack segera kembali ke motornya dan menaikinya. Jack melajukan motornya ke rumah sakit terdekat, "Lebih cepat Jack!!" Ucap Ray


"Iya" Ucap Jack

__ADS_1


"Brumm...."


Beberapa menit kemudian, mereka sampai di depan rumah sakit. Ray segera turun dari motor Jack dan berlari masuk ke dalam rumah sakit. ia menghampiri meja informasi


"Permisi suster! Dimana ruangan pasien korban kecelakaan terbaru?" Tanya Ray, ("semoga bukan Vani")


"Pasien kecelakaan terbaru sepertinya masih berada di UGD sekarang"" Ucap suster


"Terimakasih Sus" Ucap Ray. ia segera pergi ke UGD


di UGD, Ray menunggu di luar ruangan, ("Semoga aja bukan Vani. Kalau dia, semoga baik baik aja") batin Ray cemas


Saat itu Jack datang menghampiri Ray, "Gimana keadaannya?"


"Aku belum tahu" Ucap Ray cemas


"Gimana aku bisa tenang" Ucap Ray


Beberapa saat kemudian, dokter keluar dari ruangan UGD. Saat melihat dokter itu, Ray langsung menghampirinya, "Dok, gimana keadaannya" Tanya Ray


"Kami sudah melakukan semua upaya yang kami bisa, tapi Tuhan berkehendak lain" Ucap Dokter murung


"Deg!!" "Gimana bisa dok! Nggak mungkin!!" Ucap Ray panik


"Karena dia lompat dari lantai empat. Tulang tulangnya sudah banyak yang hancur, dia juga kehabisan darah. Saat di bawa kesini, keadaannya benar benar sangat kritis" Jelas dokter


"Nggak mungkin dok, Vani nggak mungkin meninggal. Aku nggak percaya" Ucap Ray panik

__ADS_1


"Hah? jatuh dari lantai empat? Bukannya dia kecelakaan di tikungan Jalan Q ya" Ucap Jack bingung


"Oh, kalian teman anak yang kecelakaan itu ya. Dia sudah di pindahkan ke ruangan 32A. Dia mengalami kecelakaan yang cukup parah, tulang kakinya retak dan sekarang dia membutuhkan transfusi darah. Kami sedang berusaha mencarikan darah yang cocok dengannya" Jelas dokter


"Jadi.. Pasien yang meninggal bukan Vani dok?" Tanya Ray lega


"Iya.. Saya kira kalian teman orang yang bunuh diri itu" Ucap Dokter


"Gimana keadaan Vani sekarang dok?" Tanya Ray


"Dia sekarang sedang istirahat. Pasien itu butuh donor darah segera. Apa kalian mengenal keluarganya? Keluarganya pasti mau mendonorkan darahnya ke anak itu. Bisa kalian hubungi mereka?" Ucap dokter


"Keluarga Vani di negara A dok" "Saya yang akan mendonorkan darah saya" Ucap Ray


"Golongan darah kamu apa?" Tanya Dokter


"Saya A dok" Jawab Ray


"Sayangnya, darah yang di butuhkan adalah Golden Blood . Darah ini sangat langka, sebaiknya kalian segera hubungi keluarganya sebelum terlambat" Ucap dokter


"Saya kebetulan golden blood!" Ucap Jack


"Oh... Baguslah, kalau begitu cepat ke ruang donor darah" Ucap dokter


"Baik dok" Ucap Jack. ia segera pergi ke ruang donor darah untuk mendonorkan darahnya


Sementara itu, Ray pergi ke ruangan 32A tempat Vani di rawat. Saat sampai di depan ruangan itu, ia melihat suster yang sedang merawat Vani. ia memutuskan untuk menunggunya di luar, ("Dia benar benar Vani") batin Ray. ia duduk di kursi depan ruangan itu

__ADS_1


__ADS_2