
"RAY!! LARI!!!" Teriak Vani. ia berlari dengan cepat mendahului Ray. Ray segera menyusulnya
Setelah berlari beberapa menit, mereka sampai di depan rumah Ray. Dengan baju yang basah kuyup dan nafas terengah engah, mereka berdua tertawa keras
"Bhaks.. Ahahahaaa..."
"Parah parah.. Payungnya bisa terbang gitu wkwk" Ucap Vani sambil tertawa lepas
"Percuma pakai payung, ujung ujungnya basah juga" Ucap Ray
"Iya wkwk. Jaketku jadi berat kena air" Ucap Vani
"Zrsshhhhh...."
"swosshh.."
"Ayo masuk.. Aku bantu keringkan bajumu" Ajak Ray
"Oh.. Iya" Jawab Vani. Mereka berdua masuk ke dalam rumah dan berjalan menuju kamar Ray
"Tap.. Tap.. Tap"
"Ray.. Lantai rumah jadi basah" Ucap Vani
"Nggak masalah.. Nanti bisa di pel" Ucap Ray
__ADS_1
Di dalam kamar, Ray mengambil sebuah handuk dan memberikannya pada Vani
"Mandi gih, kamar mandi disamping kamar ini. kena air hujan bisa sakit" Ucap Ray
"Nggak perlu Ray, aku ambil baju Khakim abis itu pulang" Ucap Vani
"Aku nggak ngizinin kamu pulang dengan keadaan seperti itu" Ucap Ray serius
"Hum... Iya deh. Pinjamin aku bajumu" Ucap Vani. Saat itu Ray pergi mengambil baju di lemarinya dan memberikannya pada Vani
"Ini baju paling kecil yang ku punya, kayaknya masih terlalu besar buatmu" Ucap Ray
"Nggak masalah, aku suka pakai sweater besar" Ucap Vani
Vani pergi menuju kamar mandi untuk mandi dan mengganti pakaian. Setelah selesai, ia keluar dari kamar mandi
"Hum.. Iya deh iya, kamu tinggi, kakimu juga panjang.. Jadi celananya aku lipat, puas?" Ucap Vani sambil tersenyum pahit
"Becanda" Ucap Ray
"Dah cukup. gantian gih, kamu mandi" Ucap Vani
"Iya. Oh ya, kamu keringkan bajumu di bawah" Ucap Ray
"Okeysip" Jawab Vani. Ia membawa baju bajunya yang basah ke bawah untuk mengeringkannya. Sementara itu, Ray masuk ke dalam kamar mandi untuk mandi
__ADS_1
Setelah memasukkan baju bajunya ke mesin pengering, Vani menunggunya dengan berjalan jalan melihat seisi ruangan itu, 'Rumah Ray nggak ada yang berubah ya' Gumam lirih Vani. Saat sedang mengamati sekitarnya, ia melihat sebuah foto yang tertata rapi di atas sebuah meja. ia merasa penasaran dan segera menghampiri untuk melihatnya
"Wihh.. Ini pasti foto Ray waktu kecil.. Lucu jugaa. Perasaan dulu pas aku kesini nggak ada foto ini deh" Ucap Vani
Beberapa saat kemudian, suara mesin pengering terhenti. ia segera kembali ke mesin pengering itu dan mengeluarkan baju bajunya, 'Kering.. Ganti deh, nggak enak juga pake baju orang hehee' Gumam Vani lirih. Ia membawa bajunya yang baru saja kering kembali ke kamar Ray
Setelah Ray selesai mandi, ia menggunakan handuk setengah badan dan keluar dari kamar mandi di samping kamarnya. Di saat bersamaan, Vani lewat di depannya, "AAAAAAAAaaaaaaaa..!!!!!!" Teriak Ray terkejut "Woaaaa...!!!!" Sambung Vani yang ikut terkejut. Ray langsung membalikkan badannya
"Kagettt woy!!" Ucap Vani
"Kamu sih, main lewat aja. bukannya udah ku suruh keringin baju dibawah" Ucap Ray
"Lawan bicaramu disini, kenapa kamu hadap kesana?" Ucap Vani dengan ekspresi datar
"Kamu balik badan dulu, aku mau ke kamarku" Ucap Ray
"Aku juga mau ganti baju dikamarmu. kamu pakai ruang gantinya, aku ganti dikamarnya" Ucap Vani
"Di kamarku nggak ada ruang ganti, aku yang pake kamarku duluan" Ucap Ray
"Heh? Oh.. Oke oke.. Aku diam disini" Ucap Vani. Ray segera masuk ke dalam kamarnya untuk ganti baju. Vani duduk di lantai dan bersandar ke tembok, "Hah.. Ada ada aja" Ucap Vani sambil menghela nafasnya, ("Perut Ray sixpack juga, apa dia ikut gym? Hum... ntar aku tanya kalau ga lupa") sambung batinnya
Beberapa saat kemudian, Ray membuka pintu kamarnya dan menoleh kesana kemari mencari keberadaan Vani, "Ngapain kamu nengok sana sini, kayak mau nyebrang aja" Ucap Vani dengan ekspresi datar. Ray menoleh ke arahnya
"Kenapa kamu duduk di situ?" Tanya Ray
__ADS_1
"Ke sofa jauh" Jawab Vani Singkat
"Yaudah.. Masuk gih, keringin rambutmu" Ucap Ray sambil tersenyum. Vani berdiri dari duduknya dan berjalan masuk ke dalam kamar Ray