
Di pagi buta yang masih sangat dingin, dengan langit gelap dan angin pagi yang masih segar. Mereka berjalan menyusuri pantai, "Kita dimana sii.." Ucap Agnes dengan mata yang masih mengantuk
"Gelap woy, nabrak ntar. Senternya nyalain help!" Sambung Putri
"Woahhh..." Vani hanya menguap
"Stop" Ucap Zuo. Mereka semua menghentikan langkahnya dan menoleh ke arah Zuo, "Kita sudah sampai" Sambungnya
"Heh? Di pingir pantai gini? Camping?" Tanya Citra
"Yakali camping, pas tidur kesapu ombak wkwk" Ucap Agnes
"Bukan.. Coba berbalik lah" Ucap Zuo. Mereka semua berbalik secara bersamaan
"Apaan? Gelap" Ucap Awani
"Ctakk.."
Zuo menyentikan jarinya dan dalam sekejap secara berderetan lampu lampu terang di pulau itu mulai menyala dan menerangi seluruh isi pulau. Saat seluruh pulau terang, mereka dikejutkan dengan deretan bangunan bangunan besar penuh pencahayaan yang berdiri sekitar 150 meter dari pesisir pantai. Mata mereka yang semulanya mengantuk, langsung terbuka lebar
"Wahh... Lagi lagi hal yang mengejutkan" Ucap Jorhan takjub
"Gila.. Private island sampai segininya!" Sambung Agnes takjub
"Wahh.. Banyak banget bangunan baru" Sambung Vani. Seketika pandangan seluruh orang tertuju padanya, "Kamu belum pernah kesini?" Tanya Jack
"Udah.. Tapi dulu cuma ada Villa, bangunan lain belum jadi" Jawab Vani
"Kamar di villa ini banyak, silahkan pilih tempat yang nyaman bagi kalian. Tapi hanya di lantai dasar, lantai dua hanya diperkenankan untuk keluarga besar Osamu" Jelas Zuo
"Baik" Jawab serentak orang orang disana
"Di Villa ada banyak pakaian, silahkan ambil sesuka kalian. Jika kurang puas dengan pakaian di sana. Kalian bisa mencari segala kebutuhan lainnya di toko toko sekitar Villa. Di ujung utara sana ada banyak Villa Vila kecil, Villa itu biasanya di sewa para turis asing. Jangan pernah sekali kali mengusik mereka. Banyak konstruksi bangunan bangunan baru yang masih dalam pengerjaan, jangan sekali kali masuk ke tempat itu. Dan satu lagi, pulau ini sangat luas, sebagian pulau masih hutan asli, jangan pernah masuk ke hutan jika kalian tidak ingin tersesat. Banyak tebing tebing tinggi, jangan sembarangan berdiri di bawahnya. Saat berenang di laut, jangan terlalu jauh. Ombak disini tidak bisa diprediksi, kadang tiba tiba ombak besar datang, jika kalian terkena ombak itu, kalian bisa terseret hingga laut lepas dan saat itu juga kalian tamat" Jelas Zuo dengan sejelas jelasnya
"Wait wait.. Palaku pusing, banyak banget peraturannya" Ucap Putri sembari memegangi kepalanya yang pusing karena terlalu banyak mencerna apa yang di jelaskan Zuo
"Hutan asli? Ada hewan buas?" Tanya Jack
__ADS_1
"Kemungkinan tidak dan ada. Karena saat di lakukan pengecekan, belum di temukan satu hewan buas di pulau ini. Namun kemungkinan besar, ada" Jelas Zuo
"Aku masih pusing mikirin peraturan panjang kali lebar tadi" Ucap Citra
("Hmm.. Hutan ya? Asik juga cari jalan keluar pas nyasar") Batin Vani. Saat itu, Vani perlahan menghilang dari keributan orang orang di sana, ia kembali merasa mengantuk setelah mendengar penjelasan dari Zuo. Ia berjalan pergi meninggalkan keramaian itu
"Hmm.. Sepertinya otak kalian terlalu low.Gini aja, tempat yang boleh kalian datangi cuma Villa itu, pantai ini, dan buat kebutuhan lain yang kalian butuhkan, kalian bisa ambil di stand stand di kapal pesiar. Berhubung Vani yang ajak kalian ke sini, kalian nggak perlu bayar buat setiap barang yang kalian ambil" Jelas Kaituo
"Wah.. gratis. Makasih yaa, Em.. eh? Namamu siapa?" Ucap Citra bingung
"Tuan Kaituo" Ucap Zuo
"Oh.. Ahahaha.. Makasih Tuan Kaituo" Ucap Citra dengan senyum kecilnya
"Sayang. Aku juga boleh kan?" Tanya Nova mengharap
"Iya sayang, apa sih yang enggak buat kamu" Ucap Kaituo
"Uwaa.. Makasih sayang" Ucap Nova senang
"Vani mana?!" Tanya Jack tersadar. Mereka semua menoleh ke sana kemari mencari keberadaan Vani
"Kemana anak itu!" Sambung Kaituo yang ikut panik
"Kayaknya Vani pergi ke hutan! Kalau benar dia ke hutan, trus dia nyasar, ilang dong! kalau diterkam binatang buas gimana?!" Ucap Awani dengan ekspresi pura pura kaget
"Eh.. Little Van? Menurut data dari kakak saya. Little Van memang suka pergi menjelajah ke hutan. Dulu Little Van pernah tersesat di hutan pulau ini dan di temukan sepuluh jam kemudian setelah Presdir Kim menyadari kehilangan Little Van" Jelas Zuo. Mendengar penjelasan Zuo, Ray dan Kaituo sontak terkejut, "Serius?! Vani suka ke hutan?!" Tanya Kaituo terkejut
"Tapi hari masih gelap, kemungkinan Little Van pergi ke Villa untuk beristirahat" Ucap Zuo
"Moodnya lagi nggak baik, trus dia anaknya nekat" Ucap Ray
"Cek dia di Villa" Ucap Jack. Mendengarnya, Kaituo dan Ray langsung berlari dengan penuh tenaga menuju Villa
"Kita juga bantu cek lantai dasar" Ucap Jack. Jack, Citra, Jorhan dan Zuo mengejar lari Ray dan Kaituo menuju Villa untuk mengecek seluruh ruangan di lantai dasar
Di tempat itu, tersisa Agnes, Putri, Awani dan Nova yang masih berdiri terdiam dan tidak ada kepanikan yang terlihat dari ekspresi mereka
__ADS_1
"Hmm.. Padahal ku cuma boongan bilang Vani ke hutan" Ucap Awani dengan ekspresi datar
"Mereka terlalu panik dan lebay" Sambung Agnes
"Kalau misal Vani beneran ke hutan gimana?" Tanya Putri
"Biarin aja, ntar juga balik lagi. Vani nggak bakal kenapa napa, percaya aja sama dia" Jawab Agnes, "Woaahhh... Ngantuk, ke Villa tidur lagi kuy" Sambungnya sambil menguap
"Temannya hilang kok santai aja. Kalian deketin Vani, cuma karena dia orang kaya kan?" Ucap Nova sinis
"Heh? Patung bisa ngomong juga ternyata" Ucap Putri terkejut
"Kok sifatmu bisa beda gitu? Tadi nggak gitu loh" Sambung Awani
"Woaahhh.." Agnes menguap dengan lebar
"Etikamu dimana si? Kalau nguap tuh tutup mulut. Nggak ada etikanya jadi cewek" Ucap Nova
"Suka suka aku lah, btw kenapa nggak ikut nyari sama yang lain?" Tanya Agnes kalem
"Idih.. Ogah amat lari lari nggak jelas, ntar keringetan bau tau" Jawab Nova
"Idihh.. Kaituo kok bisa salah milih cewek gini. Dia random pick ya? Apa ngeloot di pinggir jalan" Ucap Agnes dengan tawa kecil, "ahahhaaha.. "
"Hellow, asal kalian tahu aja ya. Orang tuaku pemilik pertambangan terbesar nomor sepuluh di negara B. Jadi kalian jangan macam macam sama aku" Jelas nova sombong
"Ya elah.. Punya orangtuamu aja disombongin" Ucap Putri
"Tcih.. Bilang aja iri, kalian tuh nggak level main sama aku"
"Idih.. Siapa juga yang mau temanan sama kamu?!" Ucap Agnes cuek
"Orang rendahan, mainnya sama orang rendahan. Nggak pantes kalian berteman sama Vani yang anak Konglomerat" Ucap Nova
"Pen ku lakban mulut ni cewek. Astaga, ngantuk ku sampe ilang loh" Ucap Agnes heran
"Rendahan kamu bilang?" Ucap Awani tidak terima, "Kenalin.. Aku Awani Kwan, orang tuaku pemilik PT Golden AQ, Pertambangan terbesar NOMOR SATU di Negara B. Dia Agnes Shin, orang tuanya Chef sekaligus pemilik Restoran skala Internasional, hampir di semua Negara di dunia ini ada restoran milik orang tuanya. Dan dia Putri hwang, orang tuanya pemilik Perusahaan Fashion Skala Internasional brand Zura. Bajumu yang kamu pakai itu, produk tingkat rendah dari perusahaan itu" Jelas Awani dengan bangga. Nova yang mendengarnya tidak bisa berkata kata dan hanya terdiam dalam keterkejutannya
__ADS_1
"Haha.. kok diam" Ucap Awani dengan senyum menyeringai
"Eh.. Kita kan nggak selevel. Nggak bisa temenan sama dia dong, cabut aja yuk gaes" Ajak Putri dengan senyum kecil di wajahnya. Mereka bertiga pergi menuju Villa meninggalkan Nova seorang diri di pesisir pantai