
Di pagi harinya, ketika Kim terbangun dari tidurnya. ia mendapatkan panggilan telepon dari seseorang, "Drrtttt... drttt.. Drttt"
"Hallo Kakek, ada yang bisa Kim bantu?" Tanya Kim
'Dimana kamu nak? Orang tuamu sudah di temukan' Ucap Kakek Kim dari telepon
"Syukurlah, dimana mereka sekarang?" Tanya Kim lega
'Datang saja ke rumah kakek, mereka ada di sini' Ucap kakek Kim dari telepon
"Baik kek, Kim segera ke sana" Ucap Kim
'Datang secepatnya, mereka menunggumu' Ucap Kakek Kim dari telepon
"Baik" Jawab Kim. ia memutus telepon dengan kakeknya. setelah itu ia bangkit dari tidurnya dan pergi ke kamar mandi untuk membersihkan diri
"Zrrraassssshhh..." ("Syukurlah, mereka berdua selamat. Aku harus segera kabari Vani") batin Kim senang
Setelah selesai membersihkan diri di kamar mandi, kim berpakaian rapi dan bersiap untuk pergi ke rumah kakeknya. Sebelum itu, Kim menelepon Vani untuk memberikan kabar, "Tut.. tut.." "Hallo Vani" Ucap Kim
'Khakim! Mama papa gimana?' Ucap Vani dari telepon
"Mereka berdua di rumah kakek, kamu nggak perlu khawatir" Ucap Kim
'Huhh.. syukurlah, aku mau ke sana!' Ucap Vani dari telepon
"Jangan dulu, gimana kondisimu? Jangan memaksakan diri" Ucap Kim
'Darimana khakim tau?' Tanya Vani dari telepon
"Asisten Zuan yang kasih tau kakak, kenapa kamu bisa terluka seperti itu?" Tanya Kim
'Kemarin aku buru buru ke perusahaan DV buat cari Kak Zuan, trus pas nerobos lampu merah polisi ngejar aku. Trus pas mau belok ke kiri, remnya telat. Jadi ngedrift ngebentur tembok' Jelas Vani dari telepon
"Kamu naik mobil kakak?" Tanya Kim
'Hehe, iya Khakim. Maaf' Ucap Vani dari telepon
"Dasar bandel.. kenapa nggak telpon asisten Zuan aja?"
'Aa.. iya juga yaa'
__ADS_1
"Itu pelajaran buat kamu, jangan berbuat sesukamu kedepannya. Pikir dulu akibatnya" "Maafin kakak juga, kalau aja kakak nggak izinin kamu ambil handphone sendiri, pasti kamu nggak akan begitu" Ucap Kim menyesal
'Nggak kak, aku yang salah. Nggak dengerin kata kata Khakim' Ucap Vani yang ikut menyesal
"Bhaks.. Ahahahaaa.. Kenapa jadi maaf maafan gini" Ucap Kim sambil tertawa
'Hehe, Khakim yang mulai' Ucap Vani dari telepon
"Hum.. Iya deh. Kalau gitu kakak tutup telponnya, kakak harus segera ke rumah kakek. Kamu istirahat aja sampai pulih" Ucap Kim
"Iya kak, bye.." Ucap Vani dari telepon. Kim memutuskan teleponnya. ia keluar dari rumah orang tuanya dan masuk ke dalam mobilnya. ia melajukan mobilnya ke rumah kakeknya
Saat sampai di depan rumah kakeknya, Kim merasa bingung dengan kehadiran banyak orang di rumah kakeknya. ia turun dari mobilnya dan berjalan masuk ke dalam rumah, ("Banyak sekali teman mama sama papa yang jenguk") batin Kim senang. Saat sampai di depan teras rumah kakeknya, ia bertemu dengan Kaituo yang sedang berdiri di teras
"Kim!" Panggil Kaituo
"Kebiasaan.. Panggil kakak" Ucap Kim sambil tersenyum
"Masih bisa senyum kau?" "Mana Vani?" Tanya Kaituo
"Panggil kakak dulu" Ucap Kim
"Tcih... Demi Vani" "Kak Kim Vani dimana?" Ucap Kaituo
"Jawab aja!" Ucap Kaituo
"Iya iya.. Vani masih di negara B" "Dia dirawat, kakak nggak izinin buat kesini" Ucap Kim
"Dia sakit?" Tanya Kaituo terkejut
"Kecelakaan tunggal" Jawab Kim
"Gimana keadaannya? apa dia yakin ngga mau liat orang tuanya?!" Tanya Kaituo
"Dia baik baik aja, tapi tunggu sampai dia membaik baru kesini" Ucap Kim
"Mana bisa!" "Aku yang bawa dia kemari" Ucap Kaituo
"Kau nggak sekolah?" Tanya Kim. kaituo tidak menjawab pertanyaan Kim, "Baiklah, bawa Vani kesini" "Oh ya.. bagaimana keadaan orang tuaku?"
"Hah? Keadaan katamu?" Tanya Kaituo, ("Dia belum tau?") batinnya, "Kau lihat sendiri di dalam, aku akan berangkat sekarang"
__ADS_1
"Perlu ku suruh orang siapkan pesawatnya?" Ucap Kim
"Nggak perlu, aku bisa sendiri" Ucap Kaituo
"Baiklah, hati hati Kai" Ucap Kim
"Kim, apapun yang terjadi jangan gegabah, tetap tenang" Ucap Kaituo sembari menepuk pundak Kim. ia langsung berbalik dan berlari kecil menuju mobilnya
"Hah? kau berani menasehatiku?" Tanya Kim dengan senyum kecil. Tanpa menjawab pertanyaan Kim, Kaituo masuk kedalam mobilnya dan melajukannya ke bandara. Di dalam mobil ia menelpon seseorang
"Hide, siapkan pesawat keluarga Shuu" Ucap Kaituo
(Shuu, Marga ayah Kaituo)
#(Hide, Asisten Keluarga Shuu)
'Baik Tuan Kaituo. Kemana tujuan tuan?' Ucap Hide dari telpon
"Negara B" Ucap Kaituo
'Baiklah, segera saya siapkan' Jawab Hide. Setelah itu, Kaituo memutus telponnya
Setelah berkendara cukup lama, Kaituo akhirnya sampai di bandara. ia memarkirkan mobilnya dan masuk ke dalam bandara, "Tuan Kaituo!" Panggil Hide. Kaituo menghampirinya
"Bagaimana? Apa bisa berangkat sekarang?" Tanya Kaituo
"Sudah saya atur semuanya, Tuan Kaituo bisa langsung berangkat sekarang juga" Ucap Hide
"Kerja bagus" Ucap Kaituo
"Apa Tuan Kaituo perlu ditemani?" Tanya Hide
"Oke.. Ayo berangkat" Ucap Kaituo. Mereka berdua pergi ke landasan dan masuk ke dalam pesawat. Pesawat itu terbang menuju negara B
Sementara itu, Kim baru saja masuk kedalam rumah kakeknya. Di dalam ia melihat kakeknya yang sedang duduk di sofa, "Kakek" Ucap Kim
"Nak Kim, akhirnya kamu sampai juga" "Dimana adikmu?" Ucap Kakek Kim
"Kai sedang menjemputnya, kemungkinan mereka tiba siang nanti" Ucap Kim, "Oh ya, bagaimana keadaan mama dan papa, mereka nggak terluka parah kan?" Tanya Kim
"Kamu lihat sendiri, mereka pasti ingin bertemu denganmu. Mereka berbaring di ruangan sebelah nak" Ucap Kakek Kim
__ADS_1
"Baik Kek, aku akan kesana" Ucap Kim. ia berjalan menuju ruangan yang di maksud kakeknya. ("Rumah ini masih suram seperti biasanya") batin Kim. Saat ia masuk ke dalam ruangan yang di maksud kakeknya, ia terhenti karena terkejut melihat dua peti mati yang tergeletak di sana dengan lilin di sekelilingnya