
Setelah mendapatkan pelajaran cukup lama, akhirnya bel istirahat yang di tunggu tunggu berdering, "Kringgggg...."
"oke jamnya habis, pelajaran cukup sampai disini saja. Kalian boleh beristirahat" Ucap Azka
"Terima kasih Pak!" seru anak satu kelas
"Sama sama" Jawab Azka. ia melangkah pergi keluar dari kelas
"Yess!!!!" Teriak Agnes senang
"Akhirnya.." "Hiks.. Akhirnya kita keluar dari penderitaan ini" sambung Putri terharu
"Setelah merelakan waktu yang berharga, akhirnya.." Sambung Awani
"Lebay" Ucap Vani dengan ekspresi datar
"Sambung dong!" Ucap Putri
"Ogah.. Mending ke kantin" Ucap Vani. ia berdiri dari duduknya dan berjalan keluar dari kelas meninggalkan ketiga temannya. Ketiga temannya hanya terdiam memperhatikan Vani pergi meninggalkan mereka
"Gan.. Menurutmu, Vani berubah nggak sih?" Tanya Putri serius
"Iya .. Aku juga menyadarinya dia berubah" Jawab Agnes serius
"Sungguh di sayangkan. Dia berbeda dengan orang yang kita temui dulu" Ucap Putri
"Emang dulu kita ketemu siapa?" Tanya Agnes
"Ya Vani lah, emang siapa lagi" Jawab Putri
"Hum... emang bener. Tinggi Vani berubah atau gara gara sepatunya ya" Ucap Agnes
"Sepatunya juga berubah.. Mungkin aja karena sepatunya" Sambung Awani. Saat itu, Vani mengintip dari pintu kelas
"Woy! Mau ke kantin nggak sih! Di tunggu malah santai gitu!" Teriak Vani ngegas
"Iya iya! Otw!" Ucap Agnes
"Gan.. Menurutmu, Vani jadi lebih galak nggak sih?" Tanya Awani
"Menurutmu menurutmu! Udah di tunggu woy! Ngoceh mulu" Ucap Putri sambil berdiri dari duduknya
__ADS_1
"Oh.. Oke" Jawab Awani datar. ia ikut berdiri dan menyusul Vani keluar dari kelas
"Lama.." Ucap Vani
"Awani tuh ngajak ngobrol mulu" Ucap Putri
"Loh.. Kok aku?" Ucap Awani bingung
"Wkwk.. Slow respon" Ucap Putri sambil menepuk pundak Awani
"Kuy jalan" Ajak Agnes. Mereka berempat berjalan menuju kantin sekolah. Sesampainya di kantin, keadaan kantin cukup longgar
"Tumben sepi.. Nggak laku nih pasti" Ucap Putri
"Kali aja mereka nggak ada duit buat bayarnya" Ucap Awani
"Wkwk.. Kali aja mereka bawa bekal sendiri" Ucap Agnes. Saat mereka menghampiri ibu kantin dan hendak memesan makanan, mereka terkejut karena sesuatu
"Loh bu! Kenapa makanannya hilang? Abis kena rampok?" Tanya Vani terkejut
"Woo.. Iya! Kemana makanannya, kenapa nggak ada!" Sambung Agnes terkejut
"Bilang aja bu! Siapa yang berani nyolong makanan di kantin!" "Biar kita bereskan!" Ucap Putri
"Hah? Jadi.. Kena rampok beneran bu?" Tanya Awani polos
"Kalian terlambat.. Salah sendiri datang ke kantin di jam segini" "Udah ludes deh.. Tinggal makanan instan" Ucap Ibu kantin
"Huft.. Udah laku ya. Untung saja.." Ucap Awani lega
"Yee.. Dari awal kamu kira ibu kantin kena rampok beneran?" Tanya Vani
"Hehe iya.. Ibu kantin ngerespon drama kalian sih" Ucap Awani sambil tertawa kecil
"Sepertinya kamu bukan Awani yang kami kenal!" "Kamu kemanakan Awani yang kita kenal dulu, hah!" Ucap Vani sambil menarik kerah seragam Awani
"Jadi pesan nggak? Istirahat tinggal lima menit loh" Ucap ibu kantin. Saat itu, Vani melepaskan kerah Awani dan merapikannya, "Hehe.. Becanda gan!" Ucap Vani sambil tertawa kecil
"Hm.. " Jawab Awani datar
"Ya udah bu.. Buatin mie aja empat, tiga pedasnya sedang, satunya nggak pedas" Ucap Agnes
__ADS_1
"Oke.. Tunggu ya" Ucap ibu kantin. Mereka berempat duduk di kursi kantin terdekat
"Hum... ambilin minum gih" Ucap Vani
"Main perintah aja.. Udah ngerasa jadi bos apa?" Ucap Agnes
"Hehe.. Iya iya. Aku yang ambil deh" Ucap Vani sambil berdiri dari duduknya. ia pergi menghampiri showcase untuk mengambil minuman. Setelah mengambil empat botol minuman, ia kembali dan meletakkan minuman itu di atas meja
"Qola mulu, bosen" Ucap Awani
"Udah di beliin, nawar lagi!" Ucap Vani
"Hehe.. Nggak nggak. Makasihh" Ucap Awani sambil tersenyum lebar. Saat itu mie yang mereka pesan datang. Ibu kantin yang mengantarnya meletakkan satu persatu mangkuk mie di atas meja
"Nice bu" Ucap Vani
"Iya.. jangan buru buru makannya, masih panas" Ucap Ibu kantin. ia pergi kembali ke tempatnya
"Mantap nih.. Walau mie instan, tapi rasa melebihi masakan restoran" Ucap Vani. Saat mereka hendak menyantap mie mereka, "Kringggg...." Jam istirahat telah berakhir
"Kamvrett!!! Baru aja mau makan!" Ucap Agnes kesal
"Akh.. gara gara kalian bertiga! Kelamaan ngoceh di kelas sih!" Ucap Vani kesal
"Awani tuh!" Ucap Putri
"Aku lagi! Apa sih salahku!" Ucap Awani kesal
"Cukup cukup.. Ngapain ngeributin bel? Lagian abis ini kita bolos kan" Ucap Putri
"Iya juga.. Makan pelan aja biar nggak kesedak" Sambung Vani. Mereka berempat melanjutkan makan dan tidak mempermasalahkan bel masuk. Setelah selesai makan, Vani menghampiri ibu kantin untuk membayar makanan mereka. Setelah membayar, ia kembali, "Main kemana?" Tanya Vani
"Explore atap gedung kelas tiga kuy. Aku penasaran sama taman sayuran dari ekstrakurikuler perkebunan" Ucap Agnes
"Hum.. Jadi heran sama member ekstrakurikuler perkebunan. Ke sekolah elite, cuma mau gabung nanam sayur doang wkwk" Ucap Vani
"Mungkin kelak ingin jadi petani" Ucap Putri
"Kalau bosnya sih nggak masalah.. Tapi kalau jadi babunya? Mending nggak sekolah deh" Ucap Vani
"Iya juga ya.. Masa ortu sekolahin tinggi tinggi, jadi babu petani" Ucap Agnes
__ADS_1
"Ngapain bahas beginian? mau babu kek mau petani kek, yang penting kan legal" "dah, kuy jalan!" Ucap Putri. Mereka berempat berjalan menuju pintu keluar gedung kelas dua
Di tengah perjalanan menuju pintu keluar gedung kelas dua, mereka berpapasan dengan Azka